
Aya terdiam karna Ferdi kaget Tapi tersenyum Lalu memeluk Aya ke pangkuan nya
" Apa Aya nya abang sedang cemburu " kata Ferdi menarik dan memeluk Aya di kursi kebesaran nya
"Ngak " geleng Aya
" Hahaha........ apa Aya tadi mendengar percakapan abang sama Disti " kata Ferdi .Yang yakin pasti Aya mendengar percakapan mereka
" Ngak " jawab Aya sekali lagi
" Hahaha....... baiklah abang bisa mengerti bila istri abang ini cemberut " kata Ferdi mencium bibir nya Yang membuat Aya gelagapan Dan Ferdi memeluk tubuh Aya erat .
" Jangan cemburu , abang tak tertarik padanya Hanya Aya istri abang " bisik Ferdi pada Aya sambil mengangkat sedikit rok Aya Dan menurun kan celananya
" Kita coba sensasi baru disini " bisik Ferdi lagi
" Abang jangan macam macam ayo kekamar nanti ada yang lihat " Kata Aya panik ingin turun dari pangkuan Ferdi .
" Nanti saja setelah ini " kata Ferdi Yang tak ingin menahan nya lagi . Dan Ferdi menikmati nya sambil duduk di kursinya Yang membuat Aya kaget Namun karna Ferdi bersikap santai Aya pun terdiam Karna tak mungkin menghindar suaminya Karna pasti nya suaminya itu Tak mau ada kata penolakan .
*************
Di tempat lain Cindy termenung sendiri karna tak bisa tidur Dan ia hanya duduk menatap jendela dari jendela kamar Sambil mendengar dengkuran halus Ayu Yang menemani nya tidur di cafe Beberapa hari tinggal di yogya membuat Cindy betah Karna mamah Sila emak Qila sangat baik padanya Apa lagi Ratih dan Nila juga Ara yang slalu bisa membuat nya tertawa Dengan polah ketiga bocah SMA itu . Yang membuat Cindy senang
Kini ia benar benar membuka lembaran baru Merasa hidup lagi setelah tertekan selama bertahun tahun
" Terimakasih tuhan kau masih mau mengirim seorang malaikat untuk ku Yang membantuku bebas dari jeratan setan jahat Aku berjanji akan berubah lebih baik " kata Cindy dalam hati Yang kini lebih banyak mengisi waktunya dengan membaca buku .Di saat para pelanggan belum datang atau cafe lagi sepi di waktu siang .Karna ia bertekad bisa kuliah lagi sampai lulus
" Sudah malam aku harus tidur " kata Cindy yang ingat ia tak biasa tidur cepat Karna dulu ia melayani pelanggan setiap malam Bahkan bisa sampai pagi .
Cindy pun lalu berbaring Dan berusaha melupakan semua masa lalunya Agar ia bisa fokus menjalani hidupnya kedepan nya .Dan punya kesempatan kedua
*********
Subuh di rumah lama Aya Emma sudah bangun untuk memasak Dan memanas kan sisa masakan tadi malam Untuk sarapan pagi mereka pagi ini
" Mhem ...... Kok sudah bangun " Tegur Sam pada Emma
" Eh bang Sam , iya ini menyiapkan sarapan Biar Anya bangun tinggal sarapan " kata Emma
" Apa untuk ku juga " goda Sam ingin bercanda pada Emma
__ADS_1
" Iya buat semuanya bang " kata Emma tersenyum.
Entah sejak kapan Sam mulai menyukai senyum Emma Yang membuatnya tak bisa tidur tadi malam Apalagi kemaren Ferdi mengingatkan nya untuk segera menikah. Ya umur nya sudah 30 tahun sudah cukup pantas menikah .Sam juga punya rumah di sebelah rumah sang kakak Yang sudah Sam bangun untuk di kontrakan pada orang lain Agar uang nya bisa di tabung Karna dari pada tanah warisan orang tua nya kosong Sam pun membangun rumah di atas tanah itu . Karna orang tuanya sudah tiada Dan kakak nya juga sudah punya rumah sendiri Menempati rumah bekas orang tuanya bersama istri dan kedua orang anaknya Dan mereka sudah hidup bahagia .
" Oh ya apa Emma punya pacar ?" kata Sam basa basi
" Ih abang nanya nya kok gitu , Emma ngak ada yang mau bang pengangguran gini belum kerja Baru juga lulus kuliah masih ngelamar kerja bang " kata Emma
" Bagaimana kalo di lamar saja " kata Sam membantu Emma mencuci timun buat lalap nasi goreng
" Hah......maksud abang apa ?" kata Emma
" Perempuan itu kalo ngak melamar kerja . Ya di lamar de.... Nah tinggal pilih " Kata Sam melirik Emma
" Ih abang ini bercanda siapa juga yang mau melamar Emma bang Kan kita orang miskin " kata Emma
" Jadi istri itu itu ngak lihat miskin kaya Asal mau mengurus suami Pasti suami nya semangat untuk bekerja menafkahi istrinya " kata Sam
" Hehehe .....iya ya bang " kata Emma
" Nah Emma mau ngak " kata Sam
" Hah..... mau apa bang ?" kata Emma bingung
Deg........
Emma pun langsung terdiam . Tertunduk malu Karna Sam terlihat serius mengatakan nya
" Gimana ?" kata Sam melirik Emma
" Abang bercanda kan " kata Emma
" Tidak abang serius " kata Sam jujur Karna tak mungkin ia membuang kesempatan itu Karna sudah terlanjur bicara pada Emma
" Emma bisa memikirkan nya dulu Kalo mau Dan abang akan menunggu jawaban nya " Kata Sam Yang lalu pergi dari dapur Karna tak ingin Emma merasa salah tingkah oleh nya .
Emma pun mematung terdiam Ia baru saja mengenal Sam kemaren sore Tapi pria itu mendadak melamar nya Yang membuat hati Emma seperti berloncatan ingin keluar karna gugup Kalo pun ia bekerja toh pada akhirnya juga akan menikah .Tapi ia harus bicara dulu pada mamah dan papahnya Yang entah berada di mana sekarang Yang jarang memberi khabar pada mereka
Lalu Emma kembali melanjutkan pekerjaan nya Dan tak lama mamah dan Anya ikut membantunya .
" Kak nanti siang kita belanja Jadi kan kita jualan nasi uduk " kata Anya
__ADS_1
" Ya de " kata Emma tersenyum
" Mah ..... kalo Emma ngak kerja dan menikah apa mamah keberatan " kata Emma bertanya
" Eh.....anak mamah sudah punya pacar Alhamdulilah Ya ngak masalah Paling tidak ia bertangung jawab .Tapi ....." kata mamah
" Apa mah ?" kata Emma
" Apa kau yakin ingin menikah Em, umur mu masih 23 tahun dan masih punya waktu menunda nya .
" Ngak masalah mah , kalo kak Emma mau menikah itu lebih baik Dari pada bingung nyari kerja Dan kalau calon nya mapan kan bisa bantu bantu kita juga Lagi pula nanti ya kalo bekerja akhirnya kedapur juga Kecuali memang mau berkarier dulu " kata Anya
" Emang mau nikah sama siapa kak, bang Robi atau bang Miko si playboy itu " Kata Anya
" Eh..... bukan , ya sudah nanti saja kita bahas Ayo sarapan dulu nanti terlambat Kamu kan mau kuliah de " Kata Emma
" Iya An, ayo sarapan hari ini kita mau bersih bersih rumah sekalian nyiapin segala sesuatunya untuk berjualan besok " Kata Mamah bersemangat setelah sembuh dari sakit Karna kini ia harus bangkit Dan berjuang demi anak anak nya Karna suaminya pergi entah kemana Setelah terpuruk karna utang .Dan sampai hari ini Suami nya masih belum memberi kabar pada mereka .Dimana ia berada .
Sedangkan pagi ini Aya sudah siap di meja makan Setelah tadi menemani si kembar bermain di taman bersama Ferdi Dan Aya mengisi piring suaminya Setelah Ferdi duduk tenang di sebelah nya
" Ay, apa untuk fashion show besok Aya sudah siap " kata Mami
" Sudah mi, tapi kalo kurang orang Aya sudah minta teman teman Aya bolehkan mi " kata Aya
" Hah ..... fashion show , emang Aya model juga kaya Disti " kata tante Tanti
" Ya tapi ini dari kampus Tan , bukan untuk para model " kata mami
" Wah bisa nonton dong kita tan " kata Disti melirik Aya
" Ya silahkan saja , kan kalian bisa kesana bareng mami Dis " Kata mami
" Kalau begitu aku boleh ikut Ris, kan aku baru pulang besok Jadi bisa lihat fashion show siapa tahu ada model baju yang menarik . Oh ya apartemennya sudah dapat tak jauh dari tempat Disti kerja mas " kata tante Tanti
" Ya baguslah " kata papi Sambil menguyah makanan nya
" Aya sebagai model juga di fashion show itu " kata tante Tanti
" Saya desainer nya tante Dan Aya juga sudah punya model sendiri " kata Aya
" Desainer .......!!!!" kata tante Tanti kaget lalu menatap Disti
__ADS_1
" Kenapa? Kok kaget " kata mami Risma