
Mami tak menyangka semua orang sudah berkomplot untuk memberikan nya kejutan di hari jadinya
" Ya Allah jadi semua ini sudah kalian rencanakan " kata mami menatap dua cucunya itu tersenyum
" Iya dong kan oma bial senang " kata Aska Yang membuat mami terharu
" Slamat ya mi " Kata papi lalu mendekati mami dan memeluk istri nya erat Begitu juga Ferdi yang bergantian memeluk mami bersama Aya
" Hore .... ayo oma potong kue , bi nyalakan lilin " teriak Afnan lantang
Mami pun lalu memeluk Aska dan Afnan Begitu juga si kembar Yang menciumi oma nya itu dengan tertawa bahagia
" Cantik kan oma, ayo tiup lilin dan berdoa " Kata Aska
" Ya mi , ayo bernyanyi semuanya " kata Papi berteriak Hingga membuat semua nya bernyanyi sambil bertepuk tangan
" Selamat ulang tahun kami ucapkan Selamat panjang umur kita kan doakan Selamat sejahtera sehat sentosa ...... "
Nyanyian bersama pun menggema di seluruh ruangan Karna semua para pelayan ikut bernyanyi merayakan ultah nyonya mereka .Selesai bernyanyi bi Yam berserta para bawahan menyalami mami Yang membuat mami terharu Lalu setelah itu memotong kue nya .
" Ok kalo yang mau makan duluan silahkan Tapi ade sama kakak mandi dulu ya Kan belum mandi " Kata Aya
" Hahaha....... Iya lupa mami juga , ok kita potong kuenya saja dulu ..Setelah itu mami mau mandi dulu Baru setelah itu makan bersama ok " kata mami
" Ya nyonya " kata para pelayan kompak
" Ya mi siap, ayo kuenya di potong dulu tuh jus nya ambil sendiri sama snack nya" kata Aya mempersilahkan semua orang juga para pelayan Karna Alan dan Tina juga hadir bersama Sam dan anak buah nya Yang ikut memberikan selamat pada mami
************
Di rumah Aya Ara baru saja bersiap selesai mandi ketika Rio memeluk nya
" Ade wangi ...." kata Rio
" Hehehe..... Jadikan kita beli martabak mas Biar sekalian buat yu Irah Asih dan juga pa Mamat Trus untuk karyawan cafe juga " kata Ara yang ingin berbagi
" Ya de, sana pasang baju dulu " Kata Rio mencium pipi Ara Karna ia sangat bahagia Yang membuatnya tak bisa jauh dari Ara . Dan ia ingin slalu memeluk dan mencium istri kecilnya itu Yang akan menjadi ibu bagi anak anak nya kelak
Lalu setelah siap Rio dan Ara keluar untuk mencari makanan kesukaan Ara Setelah sampai di tukang martabak Mereka duduk santai menunggu martabak asin panas itu di buat
" Mas ini baru jadi mau makan disini dulu atau di bungkus " kata penjualnya
" Ya ini makan disini saja mas, yang lain nya di bungkus ya mas " Kata Rio membawa martabak panas kemeja Dan menyodorkan nya di depan Ara
__ADS_1
" Wow .... enak nih kayanya " kata Ara
" Pelan pelan ya de masih panas " kata Rio Yang membuka acar di piring kecil Dan mereka menikmatinya dengan lahap
Rio tersenyum melihat Ara makan martabak itu dengan cepat Karna memang bangun tidur membuat Ara sangat lapar Yang membuat Rio hanya memakan nya satu potong saja Sisanya di makan Ara semua .
" Habis mas " kata Ara
" Sebentar ya de tunggu dulu Tuh masih di buat kan "Kata Rio Ketika Ara minta tambah Lalu mendekati tukang martabak Mengambil lagi yang baru matang .
" Lho kok cepat mas " kata si mas penjual
" Maklum mas lagi ngidam " kata Rio tersenyum
" O..... begitu " kata si penjual tersenyum Karna bisa memaklumi orang yang sedang hamil apalagi sedang mengidam
Cukup lama mereka berada disana Menunggu sambil makan Yang membuat Ara kekenyangan Lalu setelah semua pesanan selesai Rio memasukan semua martabak kedalam mobil Dan kembali untuk mengandeng Ara Saat masuk mobil Karna mereka akan mengantarnya ke cafe lebih dulu setelah itu baru membawanya pulang
" Wah selamat ya ra " kata Nila ikut senang mendengar sahabatnya itu hamil
" Ya kami juga " kata mamah Sila yang mengucapkan selamat untuk Ara Begitu juga emak dan yang lain nya .
" Nih buat cemilan , masih hangat " kata Rio menaruh 3 kotak martabak
" Ya trimakasih " kata Rio tersenyum
" Wah.... Kak Qila kalah de " kata Qila ketika memeluk Ara
" Ngak apa apa kak sejadi nya saja , kan kak Qila sudah wisuda besok tinggal lepas KB " kata Ara
" Ya doakan ya de " kata Qila yang ikut bahagia Ara hamil setelah pernikahan mereka berjalan hampir 4 tahun
" Kita pesta nih " kata Ratih mencomot martabak daging sapi nya sepotong
" Yoi kan pesta bahagia , ya ngak ra " kata Nila
" Ya ..... mungkin ini rezeki ku pas mau ujian dapat anak Agar aku semangat belajar dan setelah lulus bisa jadi ibu rumah tangga " kata Ara tertawa
" Ya ra, lagian biar lho ngak kerja sudah banyak duit kok " kata Ratih
" Hahaha... bisa saja kamu Rat, lho juga kan suami lho bos " kata Ara
" Iya tapi kami belum bisa ngalahin lho ra, kan belum punya rumah juga Nah lho sudah punya rumah Kalo gue masih numpang ra " kata Ratih
__ADS_1
" Sabar kan sudah beli tanah " kata Nila Yang tahu Reyhan sudah membeli tanah lewat Paijo yang memberi info tak jauh dari rumah Ara .
" Ya pelan pelan de, kita juga baru punya rumah bertahap ya ngak mah " kata Qila sambil makan martabak
" Iya sabar Rat, kan yang penting suami mu kerja Bukan pengangguran " kata mamah Qila yang ikut senang Ratih sudah punya tanah Pembelian Reyhan Dan mereka akan membangun rumah bertahap seperti mamah Sila dan Via dulu Ketika mereka baru pindah dari jakarta
" Ya mah " kata Ratih
"Syukuri saja yang ada dulu Rat , kan gratis ngak pake bayar. Dan lagi membangunnya bisa bertahap .Dulu Ara dan kak Aya juga begitu Ngak langsung punya rumah bagus Setelah punya uang baru di bangun Begitu juga kak Qila dan kak Via ya ngak mah " kata Ara
" Iya betul itu nak ,mas Paijo aja baru numpuk bahan bangunan tuh buat bangun rumah sama Nila Pelan pelan saja ngak keburu buru " kata Emak Yang ikut prihatin dengan kehidupan anak dan mantunya .
Rio yang mendengarkan obrolan para wanita itu Hanya tersenyum duduk menemani istrinya . Karna hanya dia yang berada di tengah para wanita di cafe itu Karna Paijo dan Reyhan dan suami Qila belum datang Untuk menjemput para istri
**************
Ditempat lain Aya membantu Gita membungkus makanan untuk mamah Gita Dan Anya sekeluarga Yang nanti akan di titip pada Sam saat pulang .
" Ay banyak banget " kata Gita
" Sekalian Git , Bisa buat besok juga Dan sebagian buat Nana pas mampir rumah lho " kata Aya
" Ya sudah trimakasih banget Ay " kata Gita senang Karna banyak sekali makanan lebih
Sedangkan Bella menemani Afnan dan Aska bersama Tris Yang sedang memangku Tian Yang asyik di goda si kembar .
" Ucu om ..... " kata Aska
" Iya lucu " kata Afnan juga
" Lucu ya , mau ade suruh papi dan mamah bikin ade yang banyak " kata Tris bicara pelan
" Bang , ih kok gitu " tegur Bella
" Hahaha ..... kan biar punya ade sayang Lagian biar punya anak banyak Tak mengurangi harta milik tuan Ferdinan " kata Tris tersenyum
" Bukan masalah uang nya bang, Tapi pola asuh nya Kan kak Aya masih sekolah . Mengurus anak itu tak seperti membalikkan telapak tangan " Kata Bella Karna mengurusnya anak harus dengan hati hati Juga dengan rasa sayang dan telaten Karna tak semua bayi anteng Bahkan banyak yang rewel dan susah makan di masa pertumbuhan.
" Ya sayang abang tahu " kata Tris mencium Tian Karna kalo malam Tian rewel Tris juga ikut mengurus Tian membantu Bella
" Woi .... Tris ayo makan lagi " kata Tristan yang baru datang
" Telat lho bro " kata Tris terkekeh melihat Tristan datang bersama Bimo
__ADS_1
" Wah akur nih " sindir Tris Yang membuat mata Bimo melotot Dan itu membuat Tris makin tergelak .