
Ferdi pun ambruk yang di tahan Deril Dan juga Bimo
" Bim cepat kerumah sakit " kata Deril membopong tubuh Ferdi Dan semua orang yang melihat di club terlihat tegang .
Deril pun menyuruh asisten nya menyelidiki siapa penembaknya . Dan mencari cctv. Lalu menelpon Tris .
Tris yang di telpon pun langsung bergegas ke klub malam itu . Dan memeriksa apa yang terjadi
" Pa Tris ini cctv nya " kata asisten Deril Yang memaksa pemilik club malam ini memberikan padanya Karna mereka hampir saja menghilangkan bukti
Dan tak lama polisi datang ke tkp Untuk mengaman kan lokasi kejadian Deril dan Bimo yang sudah berada di rumah sakit langsung menanda tangani
operasi darurat Karna ada dua peluru bersarang di pungung Ferdi .
" Selamat kan dia dok " kata Bimo
" Kami akan usaha kan mas " kata dokter
Sedangkan Deril menghubungi papi Sandi di rumahnya . Karna merasa sang om harus tahu Apa yang terjadi
Sedangkan dirumah mami yang masih terjaga pun langsung memberikan ponsel pada papi .
" Siapa mi ?"
" Deril pi ,ngak tahu ada apa anak itu malam malam menghubungi papi
" Alah paling bertanya Tania " kata papi Yang lalu menekan tombol hijau
" Ya ril ada apa ?" kata papi
" ........."
" Bagaimana bisa lalu dimana kalian sekarang hah !!! " kata papi kaget
" ........."
" Om akan kesana . Apa kau sudah menghubungi Tris " kata papi
" .........."
" Mi jaga si kembar Ferdi tertembak jangan beri tahu Aya dulu ..Papi kerumah sakit untuk melihat keadaan nya " kata papi dengan wajah tegang
" Ferdi .... apa dia baik baik saja pi" kata mami lirih sekaligus kaget
" Tenang lah nanti papi kabari " kata papi sambil menghubungi Alan . Setelah itu mengambil jaket nya dan bergegas pergi Dan menghilang dari balik pintu
" Ya Allah apa yang terjadi dengan Ferdi , Ya tuhan selamatkan putraku " kata mami Sambil mengusap kepala dua cucunya yang terlelap tenang.
********
Alan menghampiri Tris ketika pria itu berada di kantor dan memeriksa cctv penembakan itu Dan terlihat jelas seorang pria mengarahkan pistol pada Ferdi yang duduk di sebelah Frans .
" Apa masih mereka disana ?" kata Alan
__ADS_1
" Mereka dikantor polisi Mereka bertiga dan salah satu nya Frans " kata asisten Deril menatap Alan .
" Ayo kita copy berikan pada polisi . Tuan besar meminta hukuman setimpal " kata Alan Yang duduk disebelah Tris
" Mereka pantas mendapatkannya " kata Tris yang merasa pasti pria itu punya dendam dengan Ferdi
Sedangkan dirumah sakit Papi Sandi gelisah Karna operasi belum selesai .
Dan hampir dua jam menunggu dokter pun membawa Ferdi ke ruang ICU .
" Bagaimana dok " kata papi menghampiri seorang dokter yang keluar dari ruang operasi
" Anak bapa selamat , namun dia butuh pemulihan berkala Untung pelurunya tak mengenai jantung nya " kata dokter
" Syukurlah trimakasih , berikan putraku ruang dan dokter jaga yang terbaik dok "
kata papi Sandi menarik nafas dalam
" Ya pa kami siap " kata dokter itu berlalu membawa Ferdi keruang khusus
VVIP terbaik yang diikuti Bimo .
Deril yang duduk di kursi pun bernafas lega Karna Ferdi selamat . Sedang kan Bimo yang merasa bersalah hanya diam Karna tak tahu harus berkata apa pada papi Sandi
" Jelaskan pada om Bim " kata papi setelah Ferdi di baringkan di rawat inap
Lalu Bimo pun menjelaskan apa yang terjadi Dan ia minta tolong pada Ferdi untuk menjelaskan pada Frans kalo Tania sudah menikah lagi .
Dua tamparan melayang di pipi Bimo dan Deril Yang membuat mereka hanya bisa menunduk karna merasa bersalah.
" Kalian tahu siapa Frans kan , kenapa kalian tak menghindarinya .Dan menyuruh Ferdi keluar rumah. Kalian tak perlu menyakinkan nya . Itu hanya menambah masalah saja .Dan kau Deril kau dalam masalah sekarang Jangan sampai Tania tahu dan terlibat Pasti mereka akan menculik nya Dan memperalatnya Ingat itu !! " kata papi Yang lalu melangkah menuju ruang rawat putranya Dan sambil menelpon Alan.
Di kantor Ferdi Alan langsung mengangkat ponselnya setelah tahu siapa yang menghubungi nya .
" Baik tuan saya segera kesana " kata Alan yang bangkit dari kursi setelah bicara dengan Tris
" Ayo kita kerumah sakit " kata Tris pada Asisten Deril
" Baik pa " kata asisten Deril Lalu mereka pun pergi ke rumah sakit .
************
Subuh Aya sudah terbangun Karna mami mengantar si kembar padanya Dan lalu pergi begitu saja karna buru buru. Yang membuat Aya bingung Apalagi suaminya belum kembali .Dan Aya lalu menghubungi Ferdi Namun ponselnya tidak aktif .
" Ada apa ya , Wati Erni tolong mandikan Afnan dan Aska ya " kata Aya Yang bergegas menuju kamar sang mentua Tapi nihil kamar mami dan papi kosong Tak ada siapapun yang membuat nya bergegas mencari bi Yam
" Bi Yam .... mami dan papi kemana kok Aya cari di kamar tak ada siapa pun
" Ngak tahu non, nyonya tak bicara apa pun pas pergi tadi . Mang Didin bilang Tuan besar belum pulang dari tadi malam nona . Beliau pergi sama Alan Dan nyonya baru saja menyusul nya .
" Ya bi, mami pergi terburu buru Abang juga belum pulang .Tadi malam dia ....
Deg........
__ADS_1
" Astaga Tania " kata Aya Yang lalu bergegas menuju kamar tamu Dan mengetuk pintu kamar .
" Ceklek .....
" Ay ada apa ?" kata Tania dengan wajah bantal nya
" Apa Deril tak menginap disini ?" kata Aya menatap Tania .
" Astaga iya ... " kata Tania yang lalu mengambil ponselnya menelpon Deril Dan setengah sadar Deril yang pulang ke apartemen nya pun mengangkat ponselnya
" Iya sayang aku masih ngantuk maaf " kata Deril
" Apa kau tahu Ferdi di mana ?" kata Tania sambil melirik Aya
" Ferdi di rumah sakit dia koma, aku belum kesana .....astaga ups ...." kata Deril kaget Karna ia keceplosan
Buk.....buk..... buk......
Sebuah bantal menghantam kepala Deril
Karna keceplosan
" Bodoh....... pasti Tania panik " kata Bimo
Yang membuat Deril terdiam Karna ponselnya sudah tak ada suara Tania
" Ay......." kata Tania
Mata Aya berkaca kaca mendengar suaminya koma .Dan Aya pun bergegas menuju kamar nya .
" Aya aku ikut ....Aku hubungi Bimo dulu " kata Tania Yang lalu menghubungi Bimo sepupunya .
Sedangkan Aya menyuruh Tina bersiap siap Dan lalu Aya pun berganti pakaian Dan setelah selesai ia ketaman samping
Untuk pamit pada Wati dan Erni Lalu menyusui dua bayinya itu bergantian Agar tidak haus bila ia tinggal
Sedangkan papi dan mami menatap putra semata wayang nya itu Yang belum sadarkan diri sedari tadi
" Pi......" kata mami terisak
" Tenang lah kita harus bersabar " kata papi mengusap bahu mami pelan sambil menggenggam tangan Ferdi.
Tak lama dokter datang untuk mengecek kondisi Ferdi bersama seorang perawat Yang membawakan bubur untuk sarapan
" Apa dia belum sadar , harus nya sudah sadar " kata dokter yang memeriksa Ferdi Dan melihat kondisi Ferdi yang sudah membaik
" Belum dok " kata mami lirih
" Kami membawa obat dan sarapan nya Ketika bangun ia pasti lapar dan haus Jadi berikan makanan nya biar cepat pulih " kata dokter
" Ya dok terimakasih " kata mami Sambil mengusap kepala putra tunggal nya itu Yang masih asyik dengan tidurnya
Karna Ferdi masih asyik dengan tidur nya tanpa terusik sedikit pun
__ADS_1