
Naura berpikir keras beberapa hari ini untuk mencari tahu siapa suami Ayana
" Wanita yang menarik membuat ku penasaran ya sudah pergi lah " kata Naura
" Ya nona slamat malam " kata Pria itu lalu meninggalkan ruangan Naura
Naura pun lalu berkemas untuk pulang karna sudah jam 7 malam lewat pasti suaminya sudah berada di rumah.
Naura yang membawa mobil sendiri membawa mobil nya dengan tenang menuju rumah besar keluarga suaminya
Brak......
Pintu dibanting cukup keras oleh Naura Yang bergegas masuk karna takut mertuanya mencarinya di waktu jam makan malam .
" Naura ..... kok baru pulang " kata sang mertua
" Maaf mah tadi butik lagi rame" kata Naura yang lalu meletakan tasnya di kursi dan membantu menata piring Karna memang sudah jam makan malam.
" Kau harus ingat nak sesibuk sibuknya kamu status mu seorang istri suami mu lebih diutamakan " kata mamah .
" Ya mah akan Naura usaha kan " kata Naura mengigit bibir karna ia tinggal di rumah mertua mau ngak mau ia harus mengikuti aturan tuan rumah karna suami nya anak tunggal .Dan tak mungkin Naura membantah nya
" Lho sayang sudah pulang ,aku pikir belum " kata Reyhan
" Sudah sayang bantu bantu mamah oh ya say semua undangan sudah dapat kan apa masih ada sisa " kata Naura
" Kenapa apa ada yang kurang " kata Reyhan
" Aku lupa mengudang seorang teman jadi kalo ada sisa aku ingin mengundang nya " kata Naura yang lalu menyiap kan air putih
" Memang siapa yang mau di undang nak kan sudah semua " kata papah yang ikut bergabung
" Teman pah dia seorang desainer tapi kerja di butik mami Risma Kalo ngak salah nama nya Ayana . Naura lupa kemaren mengundang nya " kata Naura .
" Aya nya Ferdi itu mah ngak perlu undangan ra, kan mereka kerabat kita " kata mamah menatap Naura
" Hah ... maksud mamah ?" kata Naura mengernyitkan dahinya bingung
" Aya istrinya Ferdi kan desainer muda itu menantunya mami Risma " kata mamah
" Hah .... namanya Ayana mah " kata Naura
" Iya Ayana itu kalo di rumah dipanggil Aya dan ia memang pintar mendesain Dan dia itu menantu mami Risma dan
__ADS_1
istri Ferdi umur nya baru 19 tahun " jelas
mamah yang membuat Naura kaget
Deg ....
" Hah.... jadi namanya Aya mah " kata Reyhan
" Iya memang kenapa ? kau ini aneh deh han maka nya sama saudara jangan cari ribut kalian itu sama sama anak tunggal saling membantu dan care kalo pas nanti papah dan mamah ngak ada mau minta tolong siapa lagi " kata mamah
" Ih ...siapa yang ribut kita itu sama sama sibuk . kemaren juga baru ketemu kok dikantor ya kan sayang " kata Reyhan
" Iya mah, jadi Ayana itu istrinya Ferdi mah " kata Naura memastikan lagi Pantas saja ia tak bisa melacaknya karna Aya menantu mami Risma Pasti identitas nya ditutup rapat
" Ia dia istrinya Ferdi ngak diundang juga dia pasti sudah tahu Dan kalo masalah datang atau tidak itu terserah " kata Reyhan .
" Apa Kalian dekat " kata papah
" Ngak juga pah mungkin karna kami pernah bertemu " kata Naura gugup . Karna ia mengaku teman padahal ia juga belum mengenal Aya Dan kemaren ia juga bersikap kasar pada Aya.
" Aya itu menantu kesayangan bang Sandi kau harus berhati hati bersikap padanya nak, Dia slalu diawasi oleh mertuanya Dan yang papah tahu menantu nya sekarang sedang pulang ke yogya " kata papah
" Oh ya ..... bagaimana papah tahu " kata Reyhan kaget .
" What.....uhuk.....uhuk....." kata Naura kaget
" Maaf pah mah Naura hanya kaget " kata Naura
" Trus Ferdi dapat apa " kata Reyhan menatap papahnya .
" Ferdi memegang 50 persen nya Tapi ia juga menjalan kan nya " kata mamah
" Wow ...... keren ... berarti dia menantu idaman sampai om dan tante brani menyerahkan hartanya tampa berpikir panjang " kata Reyhan
" Iya lah karna cucu pertama nya laki laki jadi jelas Aya mendapatkan nya dengan mudah karna ia ibu pewaris tahta keluarga Sandiaogo Ferdinan " kata papah
Sambil menyuap makanan nya setelah berdoa Yang membuat Naura menatap Reyhan lekat . Sedang kan Reyhan yang di tatap hanya cuek . Karna ia tahu pasti Naura penasaran dengan Aya dan Ferdi
********
Di kamar Aya. Aya sedang menyiapkan koper Ferdi yang berangkat besok siang langsung dari kantor
" Ayo tidur sayang besok lagi " kata Ferdi
__ADS_1
" Ini sudah mau selesai bang, tadi yu Irah bilang titipin mami akan dibungkus di dus langsung sama lontong nya. Aya akan kesana mengambilnya sekalian mengantar ya kekantor abang " kata Aya
" Ya sayang abang tunggu besok ya " kata Ferdi sambil rebahan mengingat tadi siang Ferdi mendapat kiriman bodyguard Yang mulai besok akan mengawal Aya merangkap sopir Dan pastinya Tina akan menjaga Aya kemana pun Aya pergi
" Ya bang ini sudah " kata Aya lalu menyeret koper ke dekat lemari .
Setelah semua nya selesai Aya pun .lalu naik keatas ranjang dan memeluk Ferdi
Ferdi pun membalas nya
" Abang pasti merindukan Aya nanti di jepang " kata Ferdi
" Aya juga " kata Aya mencium pipi suaminya .
" Minggu depan ada resepsi sepupu abang .Aya akan kesana dikawal Tina ya " kata Ferdi
" Tina siapa bang " kata Aya
" Bodyguard buat jaga Aya " kata Ferdi
" Hah ..... Aya punya bodyguard bang wah keren kaya di film film itu ya bang " kata Aya
" Ya tapi Aya ngak boleh bilang siapa pun ya, hanya Ayah dan orang rumah yang boleh tahu biar Aya aman " kata Ferdi menatap Aya .
" Ya bang , trimakasih abang perhatian banget padahal ngak terlalu penting Karna Aya bisa jaga diri bang " kata Aya yang tahu pasti suaminya itu sangat khawatir padanya .
" Jangan menolak , abang hanya tak mau Aya kenapa napa.." kata Ferdi Yang sangat mencintai istri dan anaknya .Dan apapun akan ia lakukan demi melindungi istri dan buah cintanya.
" Ya bang " kata Aya menyusupkan kepalanya didada suaminya yang tercium bau wangi yang membuat Aya merasa tenang dan nyaman Lalu tidur dalam dekapan suaminya itu .
Ferdi pun lalu memeluk Aya Ferdi sebenarnya ingin sekali membawa Aya pergi kemana pun Namun mengingat itu bahaya Ferdi ingin Aya tetap aman bersama sang anak Apalagi ia tahu akan banyak orang yang iri dengan kehadiran istrinya itu .
Ferdi pun ikut memejamkan mata nya Sambil memeluk Aya yang membuat mereka tidur pulas dengan .mimpi indah Dan waktu pun begitu cepat berganti .
" Bang sholat yuk " kata Aya yang terbangun ketika suara adzan terdengar lamat lamat di kejauhan
" Ugh...... sudah subuh ya " kata Ferdi
" Ya bang, ayo bangun sholat dulu " kata Aya mengusap lembut pipi Ferdi
" Ya tapi habis itu abang minta jatah ya biar ngak kangen pas berangkat " kata Ferdi tersenyum
" Ya bang " kata Aya yang tak mungkin menolak lalu keduanya pun beranjak dari ranjang dengan bergandeng mesra seperti abg yang baru jatuh cinta.
__ADS_1