
Sedangkan Ferdi yang mendengar nya hanya tersenyum Karna besok Bimo sudah mengambil cuti
" Bantu doa bro biar kami bisa nyusul lho buat kaya lho " kata Tristan
" Ya .... semoga cepat menyusul " kata Tris tersenyum
" Aamiin thanks bro" kata Tristan
"" Fer , ayo makan bro " kata Tristan
" Makan lah bila perlu habiskan Masih banyak tuh sisa " Kata Ferdi Yang duduk santai di dekat dua putranya
" Api mau ade " Kata Aska
" Ya papi dan mamah lagi usaha bikin " kata Ferdi tersenyum
" Acik tapi Aka mau ade cantik pi " kata Afnan mendongak menatap Ferdi
"Sama papi juga " kata Ferdi mencium Afnan dan Aska
" Ya ade cantik Asta mau " kata Aska
" Ok .... papi bikin kan Tapi kalian yang jaga ya " kata Ferdi
" Ya " kata kedua nya kompak
Membuat Tris tersenyum Melihat obrolan tiga pria beda usia itu . Yang membuat Tris iri Karna si kembar mulai tumbuh besar Dan mereka bisa diajak bicara antar pria Walau mereka masih anak anak Tapi masih bisa nyambung dan mengerti apa yang di bicarakan Sedangkan putra Tris Tian masih baru belajar tengkurap .
" Tapi ingat jangan nakal dan usil sama ade " kata Ferdi
" Ndak pi, kan kita ayang " kata Afnan
" Ya sayang , semua sayang papi dan mamah juga sayang sama aka dan ade " kata Ferdi Yang merasa senang bisa ngobrol bersama kedua putranya itu sangat mengasyikan
" Ya..... ayang oma opa cemua ya pi " kata Aska memeluk Ferdi Begitu juga Afnan yang membuat Ferdi terkekeh Lalu memangku keduanya Dan kembali mencium nya
" Waduh ada yang mesra nih, kok om ngak diajak " kata Bimo Yang baru datang Lalu duduk di sofa dekat Ferdi bersama si kembar
" Om atan ulu ampe kenyang " kata Aska
__ADS_1
" Ya om nanti lapar lho " kata Afnan
" Dih kan sudah kenyang , om boleh pinjam papi ngak " goda Bimo
" Ndak oleh , kan dah ngak kelja " kata Afnan Yang tahu kalo malam sang papi tak bekerja
" Wah ... pelit kalo begitu pinjam mamah aja ya " Kata Bimo kembali mengoda si kembar
" No no ndak oleh , kan om punya tante tuh ana " kata Aska menujuk Abel
" Hahaha ..... mereka sudah pintar Bim , ngak bakal bisa lho bohongi " kata Alan terkekeh mendekati tempat duduk Bimo
" Iya tahu, kan mereka seperti papinya juga sewaktu kecil " Kata Bimo
" Ya...... Intuisi mereka tajam dan juga peka Karna itulah Mereka cepat mengerti dan pintar Karna mamahnya juga cerdas " Kata Ferdi .
" Ya tuan karna mereka sangat aktif Dan juga pintar " kata Alan
" Wah ....tumben pada ngumpul disini " kata Mami yang membawakan puding untuk papi .
" Biasa tante lagi ngobrol santai " kata Bimo Sambil melahap makanan nya
Disisi lain Gery gelisah menunggu Gita pulang Karna ia khawatir istrinya itu bersama pria lain .Apa lagi Gita tak membalas pesan nya sama sekali sedari tadi Dan juga tak mengangkat ponselnya ketika berkali kali ia menelpon nya
" Huh .... Kemana sih dia " kata Gery Yang lalu mengambil kunci mobil di atas nakas dan keluar dari apartemen nya Dan menuju parkiran mobil Menyusul Gita kerumah mamah nya .Dan saat Gery hendak masuk mobil tiba tiba
Brak ......
" Trimakasih ya bang Ken , hati hati di jalan "Kata Gita melambaikan tangan nya Sampai mobil itu menjauh Dan itu membuat Gery memicingkan matanya. Melihat Gita diantar mobil mewah Apalagi Gita melambaikan tangan nya pada pria Yang mengantarnya itu
" Kau dari mana ?" kata Gery mengagetkan Gita yang hendak melangkah ke apartemen mereka
" Eh .... pa, maaf tadi saya ada undangan acara ultah teman " kata Gita
" Sampai malam begini , apa kau pikir aku tak khawatir " kata Gery
" O.....maaf kalo bapa khawatir Gita kira tidak " kata Gita melangkah melewati Gery begitu saja Menuju apartemen mereka Dan Gery mengikutinya dari belakang
Clek .......
__ADS_1
Pintu terbuka setelah Gita memencet sandi nya Lalu masuk kedalam apartemen
" Aku menghubungi ponsel mu Dan juga mengirim pesan. Tapi kenapa kau tak membacanya hah ....." kata Gery
" Ya . . maaf tuan suami , aku tidak tahu kau menelpon ku Karna aku sibuk Apa kau sudah makan. ini aku bawakan makanan Tadi ada acara di rumah Aya Jadi aku ikut kesana Bersama teman temanku " kata Gita Yang ingin Gery tenang Tanpa harus bicara ketus padanya
" Aku sudah makan " kata Gery
" Baiklah , makanan nya aku simpan saja Biar bisa di panaskan besok " kata Gita bersikap santai Lalu menuju dapur apartemen dan memasukan nya di lemari pendingin Setelah itu Gita masuk kekamar Yang masih si ikuti Gery
" Apa kau tidak mandi " kata Gery
" Aku sudah mandi di sana , ada apa dengan suami siri ku ini Seperti tidak terlihat senang " kata Gita tersenyum
" Siapa yang mengantarmu pulang ?" kata Gery menatap Gita
" Hehehe.....apa kau cemburu suami ku Dia hanya teman ku " Kata Gita santai Sambil menatap Gery Lalu mendekatinya
" Jangan terlalu khawatir aku baik baik saja Tak ada hubungan di antara kami " kata Gita mendekati Gery Lalu mengalung kan tangannya di leher Gery Sambil tersenyum mengoda .
" Apa yang kau lakukan " kata Gery ingin melepas kan tangan Gita Namun Gita mempererat nya pelukannya
" Apa aku tak boleh merayu suami ku, Hei.... Jangan marah bila kau marah berarti kau cemburu " Kata Gita mengecup bibir Gery Dan mengusap pelan dada Gery .Yang membuat bulu kuduk Gery merinding di buat nya .
Gita memang berusaha merayu suami itu Atas saran Aya Agar Gery bisa melupakan Aya Dan bisa menerima dirinya Dan pelan pelan ia berharap Gery masuk perangkapnya . Karna tak masalah bagi nya seorang istri terlihat murahan di depan suaminya .Toh memang Gery suami nya Asal jangan pada orang lain
" Git menjauh lah " Kata Gery ingin mendorong Gita Tapi Gita memeluk nya erat Dan mencium lagi bibir Gery
" Aku sedikit mabok tadi , jadi maaf bila aku sedikit centil Kau sangat tampan pa dosen " Kata Gita mencium bibir Gery Tapi kali ini Gita ********** Membuat darah Gery mendesir hebat Karna ia pria normal hingga merasakan hal yang membuat kelakian Gery sesak di bawah sana Dan lagi pula Gita adalah istrinya .
" Kenapa kau harus minum banyak Harusnya kau tak minum " kata Gery ketika pungutan Gita terlepas
" Aku hanya minum sedikit saja pa, tapi Aya memberi ku banyak Karna tak enak aku minum saja " kata Gita berbohong Lalu kembali memungut bibir pa Gery Awal nya Gery hanya diam merasakan sensasi ciuman Gita Tapi lama kelamaan ia pun membalasnya Dan mereka saling ber pungutan dan bertukar saliva
Gita bersorak senang dalam hati karna ciuman nya terbalas Dan ia pun semakin erat memeluk tubuh Gery Yang mulai beraksi dan menuntut .
Gery tak menampik bila ia juga menginginkan kehangatan itu Apalagi saat mereka melakukan nya dalam kondisi tidak sadar Dan kali ini Gery ingin merasakan hal yang sama bersama Gita
" Pa....... " kata Gita mendesah Ketika Gery menciumnya dalam Tanpa melepas tautan bibir nya Lalu Gery mengangkat tubuh Gita keatas tempat tidur.
__ADS_1