
Reyhan dan Deril yang berada di ruang tamu pun bergegas masuk mendengar Tania berteriak keras
" Tan....ada apa ?" kata Reyhan dan Deril yang datang bersamaan
" Tuh... istri kak Reyhan " kata Tania Menunjuk Naura di sofa
" Astaga dia kenapa ?" kata Reyhan kaget Langsung memeluk tubuh Naura dan menepuk pipinya
" Ra .... bangun sayang "kata Reyhan
" Ada apa dengan nya de " kata Reyhan Sedangkan Deril langsung menelpon dokter
" Kak Naura pingsan mendengar butiknya terbakar kak, dia baru tahu tadi Dan kak Tania langsung kaget lalu pingsan " jelas Tania
" Astaga ....." kata Reyhan
" Ada apa nak ?" kata mamah yang tergopoh gopoh masuk dan melihat Reyhan memangku Naura .
" Naura pingsan mah, Deril sudah telpon dokter " kata Deril Yang memberikan minyak kayu putih pada Reyhan Dan Tania diam diam mengambil ponsel Naura Yang jatuh di bawah meja .
" Ya Allah dia kenapa Rey ?" kata Mamah
" Cuma kaget mah, karna butiknya terbakar .Mudahan ngak kenapa napa " kata Reyhan khawatir
" Ya sudah bawa kekamar saja . Biar Naura bisa istirahat nak " kata mamah
" Ya mah " kata Reyhan Yang mengangkat tubuh Naura kekamar Sedangkan Tania bergegas masuk kamarnya untuk mengecek ponsel Naura
" Tan apa yang kau lakukan " kata Deril Yang melihat Tania masuk kamar Dan mengikutinya
" Ih ....aku tidak melakukan apa pun , tadi kak Naura pingsan sendiri " kata Tania menyembunyikan ponsel Naura di belakang tubuh nya
" Lalu kenapa kau mengambil ponsel nya"' kata Deril Menatap curiga Tania
" Huh..... aku hanya mau mengecek sesuatu " kata Tania Yang tak bisa mengelak lagi Karna Deril tahu ia sudah mengambil ponsel kakak iparnya itu
" Ada apa ?" kata Deril
__ADS_1
" Tidak ada apa apa .Tadi kak Naura kaget pingsan mendengar butiknya terbakar Dan aku hanya ingin tahu saja Apa yang terjadi sebenarnya " kata Tania memberi alasan
Deril pun hanya diam .Menatap Tania yang mengecek ponsel Naura Dan ia tak berkomentar apapun melihatnya .Ia hanya bertanya tanya ada apa dengan Istrinya itu . Yang akhir akhir ini sering mencari tahu tentang kakak iparnya Karna sopir Deril sempat bercerita Kalo Tania sering mengikuti Naura
" Cerita pada ku ada apa dengan Naura ?" kata Deril Menatap Tania dengan penuh selidik .
" Kau bisa bertanya dengan Ferdi Aku mau mengecek sesuatu dulu " kata Tania Yang membuka laptopnya diatas meja .Lalu duduk dan fokus mencari sesuatu .Sedangkan Deril hanya mengirim pesan singkat pada sepupu istrinya itu.
Kring...... Kring.........
Tak lama ponsel Deril berdering Dan nama Ferdi terlihat jelas di layar ponsel Lalu Deril pun mengangkatnya Sambil berdiri menatap keluar jendela.
Diseberang sana Ferdi pun menjelaskan Apa yang Tania lakukan untuknya Dan karna Tania tak bekerja Ferdi pun membayar Tania untuk mengawasi Naura .Dan itu membuat Deril hanya bisa menatap Tania heran Dan menarik nafas dalam dalam .Karna selama ini Tania tak menceritakan apapun tentang Naura padanya.
Sedangkan Ferdi yang berada diruang kerja Langsung menyudahi pembicaraan nya dengan Deril Tadi ia meninggal Aya Yang sedang menidurkan Afnan dan Aska Karna ia tak ingin Aya tahu dan khawatir padanya ia pun keluar dari kamar menuju ruang kerja Dan Ferdi tak mau masalah itu menjadi beban pikiran Aya Yang sedang fokus kuliah dan mengurus butik mami nya Dan juga mengurus anak anaknya .
Ceklek ....
" Bang....kak Deril bilang apa ?" kata Aya
" Naura baik baik saja Hanya pingsan biasa Karna tadi ia mendengar butiknya terbakar .Jadi dia shock " kata Ferdi .
" Entah lah ...... Aya bisa bertanya pada Tania saja. Abang malas mengurusinya " kata Ferdi Yang tak bersimpati pada Naura Yang berniat jahat pada Aya
" Ya ampun bang kan kasihan juga kak Naura " kata Aya Menatap Ferdi
" Ck ..... dia saja tak punya kasihan pada mu Ay " batin Ferdi
" Ya kan bisa bikin butik lagi sayang. Tenang saja uang Reyhan banyak .Jadi Aya ngak perlu khawatir " kata Ferdi
" Ya bang , tapi ya tetap rugi . Karna membangunnya harus dari nol lagi " kata Aya
" Itu sudah resiko kita Ay, Anggap saja itu musibah atau teguran Karna kita lalai atau semacam cambuk untuk lebih baik lagi .Karna dalam bisnis pasti ada untung dan rugi " jelas Ferdi
" Iya bang , mudahan Kak Naura bisa menerimanya dengan lapang dada " kata Aya Yang tak pernah dendam dengan Naura Walau dulu Naura pernah bersikap kasar padanya .Namun Aya tetap bersikap baik
" Apa mereka tidur disini , atau abang pindahkan kekamar sebelah " kata Ferdi Yang melihat dua putranya itu tertidur di tempat tidur Ferdi
__ADS_1
" Biarkan disini bang , kita disitu ngak apa apakan " kata Aya menunjuk ranjang yang sebenarnya untuk Afnan dan Aska.
" Hahaha..... ok tak masalah " kata Ferdi Yang memeluk Aya .
" Ayo kita makan malam dulu bang , mereka sudah makan tadi .Makanya mereka langsung ketiduran " kata Aya yang diberitahu mami Risma. Kalo si kembar sudah makan Sambil bermain mobil mobilan di kamar mertuanya tadi sore .
" Ok....ayo " kata Ferdi yang merangkul Aya .Lalu mereka keluar kamar menuju ruang makan Disana Mami dan papi juga Qila dan Awan sudah mulai makan
" Kok lama ?" kata papi
" Biasa pi, meninabobokan cucu cucu papi dulu " kata Ferdi menarik kursi untuk nya dan Aya .Sedang Aya mengisi piring makan mereka
" Berarti sudah tidur Ay " kata Qila
" Sudah la , biasa kalo kangen minta dikamar kita tidurnya " kata Aya
" Iya kan masih bayi juga Ay ,wajar bila mereka masih minta sekamar Tapi mereka makin pintar saja sekarang ya mi sudah gerti kalo di bohongi " kata Qila terkekeh
" Hahaha........mereka cerdas la, maka nya kalian cepat menyusul punya anak Biar kalian juga bisa melihat perkembangan anak sendiri .Mami yakin setiap anak polahnya berbeda beda Dan lagi kenakalan kalian di masa kecil Akan menurun pada anak kalian " kata Mami
" Hah ..... kok bisa mi " kata Awan
" Ya memang begitu Wan, jadi jangan heran anak mewarisi sifat orang tuanya Walau tidak banyak tapi ada saja polah mereka yang kadang bikin kita gemas dan emosi Dan itu tergantung cara kita mendidiknya " kata mami
" Wah .. berarti Afnan dan Aska bisa meniru abang tuh " kata Awan menyindir Ferdi
" Ya Wan tapi ngak semuanya Kembali lagi pada pendidikannya Kalo Aya mendidiknya baik maka mereka bisa menyaring nya Karna tak semua anak meniru sifat orang tuanya.." kata Ferdi
" Ya.... Awan paham bang, betul itu " kata Awan yang sadar ia keras kepala seperti papinya Tapi tak semuanya ia ikuti Karna ia lebih banyak belajar sabar dan bersikap tenang Bila menghadapi dengan sang kakung .Yang membuatnya bisa berpikir dewasa .
" Oh ya apa kalian masih menginap disini besok " kata Mami
" Masih mi , maaf bila kami merepotkan mami dan papi juga Aya dan bang Ferdi " Kata Qila merasa tak enak
" Bukan itu la, maksud mami kalo besok Kalian masih menginap disini kita mau ngajak si kembar main ke taman safari Biar mereka bisa melihat dunia luar " kata Mami tersenyum
" Wah..... boleh mi , Qila ngak menolak Malah senang bisa liburan gratis ya kan mas " kata Qila tersenyum
__ADS_1
Yang membuat Aya dan Ferdi terkekeh Juga mami dan papi .Karna ada saja polah lucu teman teman Aya Yang silih berganti datang menginap Namun mami Risma sangat senang Karna ada hiburan tersendiri baginya di masa tua Karna rumah mereka tak pernah sepi lagi Apalagi Afnan dan Aska sudah mulai bisa bermain . Karna dulu mami Risma sempat kesepian bila tinggal dirumah sendiri .Sekarang sudah tidak lagi Karna sudah ada Aya dan si kembar Yang bisa menemani nya shoping .