
Di tempat lain Tris baru saja pulang dari kantor .Ketika melihat Bella sibuk memasak seorang diri di dapur
" Mhem......." kata Tris memeluk Bella
" Bang baru pulang " kata Bella kaget
" Ya ...... kok masak banyak " kata Tris
" Iya , ibu lagi ngak enak badan Boleh kan Bella mengantarnya kesana. Bella sudah cerita Kalo kita sudah menikah bang Tadi tadi sangat ibu kaget Tapi sekarang sudah tenang . " jelas Bella
" Huh....... syukurlah..Cepat atau lambat ibu harus tahu mami juga . Abang tak mau kita menyembunyikan nya terlalu lama " kata Tris
" Ya sudah , Ayo kita antar sekalian mampir Kerumah bos " kata Tris Karna kemaren mereka tak jadi kesana .Ada urgent Bimo memanggil nya ikut rapat malam mendadak Yang membuat Tris mengantar Bella kerumah mertuanya
" Ya bang , ayo mandi " kata Bella Yang mematikan kompor .Untung suami nya itu datang ketika ia sudah selesai memasak
" Ya ayo " kata Tris memeluk dan mencium Bella
" Bang ..." kata Bella
" Cuma sebentar, sekalian mandi ya " kata Tris yang menaikkan Bella di atas meja makan. Karna bagi nya ia bebas melakukan apa pun. Toh Bella miliknya Dan tak ada seorang pun yang bisa menganggu mereka.
" Ah....bang " kata Bella yang tak bisa berontak pada tubuh besar Tris. Dan ia hanya menikmatinya saja.Ketika tangan kekar Tris mulai liar menjamah tubuhnya.
Entah apa yang mereka lakukan Hanya mereka yang tahu Hanya terdengar lenguhan pelan dan ******* saja mengisi hening nya dapur apartemen milik Tris sore itu.
Sedangkan Ferdi dan Aya juga si kembar sedang berkumpul bersama Rio dan Ara juga oma dan opanya bersantai di ruang tengah. Yang membuat ruang keluargga itu terkesan luas. Karna kursi dan mejanya semua di pinggir kan Agar dua bayi itu bebas belajar merangkak .
" Ayo Afnan dan Aska bisa, ini oma ayo kesini " kata mami Risma melambai pada Aska yang pelan pelan mendekati sang oma.
" Wah ade sudah mulai pintar ya, kak Afnan kok santai ya " kata Aya melihat putranya itu duduk diam belum bergerak masih asyik di dekat Ferdi
" Afnan nih opa punya coklat mau " kata Papi Sandi yang membuat Afnan menoleh lalu merangkak cepat menghampiri opa nya
" Ooo........kok cepat sekali " kata Ferdi terkekeh .Karna terlihat putra sulung nya itu sangat lincah dan merangkak menuju sang opa .
" Iya lah pi, kan kakak harus lincah Kalo ade kan kalem " kata mami Yang tahu dua cucunya itu punya sifat menurun dari putra dan menantunya . Kalo Afnan seperti Ferdi pembawaan nya. Sedangkan Aska seperti Aya dia terlihat santai dan tenang .
__ADS_1
" Aaa uuu " kata Aska menunjuk Afnan
" Opa bagi ade mau " kata mami Risma
" Iya nih satu buat ade " kata papi Sandi Yang memberikan satu batang pada mami Dan membuat Aska tersenyum Dan memperlihatkan giginya yang belum tumbuh
" Hehehe...... mereka punya cara sendiri yang mi buat berbagi , Afnan buat tante mana " goda Ara
" Aaa......." geleng Afnan manyun karna mulutnya celemotan dengan mengigit coklat .
" Yah .....capek deh tante ngak kebagian " kata Ara .
Lalu Afnan menunjuk Rio mendengar perkataan Aya Ferdi dan Aya pun tersenyum di buatnya Karna anaknya itu menyuruh tantenya meminta pada Rio
" Suruh belikan om ra , kakak nunjukin om Rio beli yang banyak " kata Aya
" Iya lah , masa Afnan yang beli " kata Ara mencium pipi Afnan yang cemong cemong .
" Aaa ........" celoteh Aska menujuk Ferdi .
" O....ya itu tante suruh minta belikan papi tuh kata ade Aska , ya kan de " kata mami Yang dianggukan Aska
" Hahaha......iya lah , kan tahu ya de dompet papi penuh " kata mami Risma . Sambil mencium pipi Aska Karna Aska terlihat mengemaskan bila tersenyum.
Ferdi dan Aya pun tersenyum karna biar pun dua putranya itu punya perbedaan pendapat Namun mereka tetap akrab Mereka sudah bisa membedakan mana keluargga dan orang lain Yang membuat kedua putranya itu tak mudah ikut dan mau didekati orang asing. Karna sudah terbiasa dengan keluargga .
Tak lama bi Yam datang membawakan jus untuk para tuan nya .Membuat Afnan dan Aska mendekati bi Yam
" Oh tuan kecil mau jus alpukat juga sebentar ya biar bi Yam ambilkan " kata bi yam Yang membuat keduanya tersenyum. Dan lalu kembali merangkak
" Tahu aja mau minum jus , enak ya " kata mami menoel hidung Aska Yang membuat Aska tersenyum.
" Mereka senang jus mi , karna waktu hamil Aya sangat senang minum jus " kata Aya
" Ya baguslah itu bagus buat otak mereka sayang Kau juga harus rajin makan ikan salmon . Jangan takut belanja Suami mu itu masih bisa kuat mencari uang " sindir mami Risma pada putra semata wayang nya itu .
" Ya mam , kan Ferdi tak pernah membatasi Aya. Aya bisa membeli apapun yang di suka .Ya kan sayang " kata Ferdi merangkul Aya .
__ADS_1
" Ya bang , yang penting sehat dan di makan ngak mubazir " kata Aya Yang juga senang belanja makanan kwalitas bagus dan mahal Untuk kedua anaknya Agar si kembar tubuh sehat dan cerdas juga pintar .
" Itu harus Ay, kau harus didik si kembar jadi anak cerdas Dan nanti mereka papi carikan sekolah yang bagus biar bisa melihat karakter mereka " kata papi. Karna papi Sandi ingin dua cucunya itu pintar Karna kedepan nya merekalah penerus pewaris perusahaan nya . Yang terus berkembang
Cukup lama mereka berkumpul di ruang keluargga .Bercerita bersama dan juga tentang masa depan si kembar . Dan mereka berhenti ngobrol ketika Tris datang bersama Bella
" Bella .....ayo sini " kata Aya
" Hai kak, eh apa itu de Ara kok sudah besar aja " kata Bella
" Iya lah malah dia sudah punya suami Bel " kata mami .Yang membuat Bella kaget
" Hah........ suami " kata Bella
" Iya .....itu Rio suami Ara Bel , mereka sudah menikah sirih .Nanti setelah lulus sma baru akan di resmikan pas umur Ara 17 tahun " kata Aya
" Masya allah , slamat ya " kata Bella tersenyum pada Ara Lalu menyalami Ara
" Tapi apa ngak terlalu muda ra , nikahnya " kata Bella
" Biar ada yang jaga Bell Kan di yogya sendiri Lagian Ara mau kok di jodohkan Ayah ya kan de " kata Aya
" Ya kak, masalahnya kak Aya disini Paling tidak ada yang nemani Aya di rumah Karna mas Rio juga mengurus kebun kita " jelas Ara .Lalu mencerita alasan sang Ayah menikahkan mereka Untuk menjaga Ara sekalian untuk bisa mengawasi perkebunan kepada orang yang bisa dipercaya.
Sedangkan Tris dan Ferdi ngobrol terpisah Karna Ada sesuatu yang Tris sampaikan .Tentang masalah kantor . Yang membuat mereka sedikit menjauh Dan ngobrol serius tapi terdengar pelan.
" Mereka sedang mencari kelemahan kita, tapi aku tak memberi kan mereka kesempatan begitu saja " kata Tris
" Bagus Tris pukul mundur mereka, oh ya kau sudah menanyakan cabang yogya juga " kata Ferdi Karna ia memberi kepercayaan pada Yusuf disana .
" Yusuf aman, yang menjadi incaran Bimo mereka kira kau koma bos " kata Tris .
" Biar kan saja mereka menduga begitu Tapi kita tak boleh diam saja . Awasi terus mereka Tris " kata Ferdi
" Siap bos aku sudah memasang orang orang kepercayaan kita " kata Tris yang memang tak mau kecolongan . Karna ia tahu banyak orang yang mencoba mengambil keuntungan ketika mereka mengira Ferdi sekarat . Tapi momen itu jadi kesempatan bagi Tris Untuk tahu mana lawan dan kawan dalam selimut
Karna Ferdi sebenarnya sudah sembuh .
__ADS_1
*** Maaf telat update baru nulis lagi sibuk mengurus persiapan anak daftar ulang sekolah , di tambah gempa tadi malam bikin rumah ber goyang hebat *** Alhamdulilah kita baik baik saja