Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 284


__ADS_3

Qila pun langsung menyambut tubuh Aska Yang hampir terjungkal


" Hap.........


Qila langsung menangkap tubuh Aska yang hampir jatuh kelantai


" Astaga hampir saja " kata mami yang langsung memeluk Afnan Karna kaget melihat Aska yang hampir terjatuh Menimpa meja yang pecah Karna keduanya melompat lompat


" Bi siti...... Wati .... Erni .... " Teriak Aya


" Tolong bersihin mba " kata Aya ketika ketiganya datang tergopoh gopoh


" Pindah sini la " kata mami Yang melihat bi Siti sigap membersihkan kaca kaca yang pecah di bantu Wati dan Erni


Qila pun lega lalu ikut pindah bergeser Sambil memeluk Aska yang bingung Melihat kaca pecah Karna ulahnya Dan untungnya tak menimpa kaki dan tangan nya Ketika tadi hampir jatuh


" Huh...... hampir jantungan mamah " kata Aya mengusap kepala Aska


" Sini sama mamah " kata Aya merengkuh tubuh mungil itu ke pelukan nya Karna khawatir kenapa napa


" Maaf Ay, aku hampir ......" kata Qila


" Ngak apa apa la, itu musibah " potong Aya yang juga tak mungkin memarahi Qila juga Afnan dan Aska Karna mereka tak mengerti apa apa Tak belum mengerti apa yang mereka laku kan .


Sedangkan mami terlihat begitu tenang memeluk Afnan yang juga sempat kaget Kalo cucunya hampir jatuh


" Mejanya bawa ke gudang belakang ya bi, disini ngak usah pake meja dulu Biar buat mereka main dulu .Tolong ambil kan karpet bulu saja " kata mami Yang tak menyalahkan siapa siapa Karna memang sudah tahu resiko punya anak kecil Sebab itulah semua kristal kristal mami di aman kan bi Yam Ketika


si kembar baru belajar merangkak dan berjalan .Karna sangat bahaya bila pecah dan melukai kaki dan tangan


" Maaf kan Qila mi " kata Qila merasa bersalah


" Bukan salahmu la, memang masa pertumbuhan anak anak seperti ini


Kita memang harus slalu waspada mengawasi mereka Karna di masa emasnya itu Anak anak banyak tingkah dan polahnya macam macam la. Kita membiarkan mereka aktif supaya mereka pintar Dan sebagai orang tua kita harus peka .Karna mereka pikir mereka hanya bermain tanpa tahu resiko nya " Kata mami .Yang tak menyalahkan Qila.


" Ya mi " kata Qila lega . Karna Aya dan mami tak menyalahkan nya.. Qila tak bisa membayangkan bila Aska sampai jatuh . Yang membuatnya sempat hampir jantungan .


" Jangan merasa bersalah la, sudah biasa kalo mereka bikin orang panik dan tegang di rumah ini Dari itulah kita slalu mengawasi mereka ya ngak mi " Kata Aya


" Iya la, makanya semua pajangan punya mami ngak ada yang diatas meja Karna kalo ada yang membantingnya dan pecah kan bahaya Bukan masalah barangnya Tapi tuh kaki dan tangan mungil ngak bisa diganti .Di pasar ngak ada yang jual Kalo kristalnya sih gampang Berapa duit juga bisa beli untuk kesenangan Tapi kalo Si kembar yang celaka bisa jantungan mami sama papi Kan mereka cucu mami dan papi " kata mami memeluk Afnan yang terdiam menunggu para pengasuhnya membersihkan lantai

__ADS_1


" Iya mi itu benar , anak ngak ada yang jual Kalo harta bisa di cari dan di beli Tapi kadang tak semua orang berpikiran sama seperti kita " kata Qila


" Ya biarkan saja la, mereka mungkin tak sadar kalo anak itu adalah harta paling berharga Karna mereka adalah investasi dunia dan akherat kita " kata Aya yang menciumi Aska .


" Nanti main nya hati hati ya sayang " kata Aya


" Ya .....angguk Aska Dan Afnan pun langsung memeluk omanya minta turun


" Uyun dah esai " kata Afnan .


" ya tapi disini aja ya , ngak keluar " kata mami mengusap kepala Afnan Karna memang tak ada yang memarahi mereka bermain .


" Ya sudah , ade main nya pelan pelan ya mamah mau kerja dulu " kata Aya


" Ya " kata Aska yang ikut turun ke lantai .Dan tak lama Erni datang membawakan keranjang mainan mereka


Qila pun tersenyum Lalu duduk bersama Erni untuk menemani keduanya bermain Sedang kan Aya dan mami Sedang mengecek keuangan butik .


************


Dikantor pusat Ferdi duduk santai mengecek semua berkas dari lemari filling kabinet Yang dipisah .Bimo dan Awan


" Lagi ngaso sana istrinya Wan, kan lagi hamil Jadi minta di kelon tiap hari " kata Bimo


" Bang Bimo belum punya istri makanya lembur " kata Awan


" Dia jomblo akut Wan , belum laku biasa milih milih Karna merasa laris trus bingung akhir ngak ada yang nyangkut " sindir Ferdi


" Menyindir nih Fer, kan gue ikutin jejak lho , wajar lah .Milih yang bohay juga dong Masa Dirut muda punya istri lecek dan kumal " kata Bimo santai


" Hahaha ..... cari yang cantik bang Mau yang ori atau kw " kata Awan


" Ya ori lah masa Kw si Wan " kata Bimo sambil tangan tetap sibuk memilah berkas .


" Kan cantik itu banyak modelnya bang ada yang super cantik menengah dan biasa Tapi tergantung kita milih yang mana Ada yang membosankan ada juga yang tidak Maksud Awan yang cantik alami " kata Awan


" Ya jelas aku pilih yang alami dong Wan yang tidak membosankan dan unyu unyu Dan bisa di bawa kemana mana Kaya kak ipar " kata Bimo


" Oh gitu tapi kalo itu sih limited edition bang . Cuma ada satu model Ngak ada kw nya Kalo bang Bimo mau kaya kita di kampung banyak tapi ngak tahu punya kualitas atau tidak Bini Awan juga tuh teman nya istri bang Ferdi sama seperti bang Yusuf tapi beda motif dan model " kata Awan


" Hahaha....... Kaya barang aja wan pake motif dan model " gelak Bimo tertawa

__ADS_1


" Kan kenyataan nya memang begitu Bim , cuma mereka pada intinya gadis baik Itu maksud Awan . Dasar telmi lho Bim " kata Ferdi


" Hahaha iya iya gue paham , jadi begitu


Pemahaman nya ..Cari teman dari teman nya lain biar beda tapi mirip begitu kan Tapi tetap beda dengan kualitas yang sama Kaya baju saja " kata Bimo


" Ya memang begitu mas , asal mas Bimo yakin kalo pada inti nyari .yang sesuai kriteria mas Bimo " kata Awan


Mereka pun asyik ngobrol sambil membenahi semuanya hingga selesai Dan ketika sudah rapi tiba tiba


" Hai .... semua nya slamat siang " kata Wina yang datang bersama Tris


" Wina .... sini apa banyak ." kata Ferdi Yang memang meminta Tris dan Wina untuk datang kekantor membeli makanan


" Lumayan bos , Apa ada anggota baru " kata Tris yang melihat Awan


" Ya .....calon kandidat cabang "' kata Bimo


" Benar bos " kata Tris menatap Ferdi Seakan minta jawaban


" Ya dalam proses , Apa ada masalah ?" Kata Ferdi santai


" Nothing hanya kaget saja " kata Tris Yang lalu menaruh beberapa kantong makanan begitu juga dengan Wina Yang membawa roti dan buah Karna memang untuk acara lembur mereka


" Mhem apa masih jomblo " kata Wina


" Ngak sudah copot segel Depan nya tuh jomblo " tunjuk Ferdi pada Bimo


" Hah ..... Alamak itu mah bukan perjaka tulen pasti Sudah biasa dia ngaku jomblo tapi dibelakang main cantik " Kata Tris menyindir Bimo yang sama seperti Ferdi masa muda nya


" Heh......enak saja , jangan sok .tahu gue perjaka asli mau nyoba apa ?" kata Bimo sewot karna di sindir Tri


" Win ........tuh ada yang nantang tes keperjakaan brani ngak " kata Ferdi Yang membuat Wina mendelik .


" Hahaha ........parah sih bos, mana brani Wina orang Wina aja jomblo akut " kata Tris tertawa Yang membuat Bimo Menatap Wina heran Karna gadis itu hanya cuek dan diam


" Brani pa, tapi nikah dulu " kata Wina Yang membuat semua tertawa Tapi tidak bagi Bimo yang merasa di tantang .


" Nah lho satu kosong sama kan " kata Awan ikut terkekeh


" Ok lho jual gue beli " kata Bimo Yang membuat semua yang tertawa jadi terdiam Lalu menatap Wina dan Bimo saling bergantian.

__ADS_1


__ADS_2