
Malamnya Aya sengaja membawa Afnan dan Aska kekamar Karna mereka ingin bermain bersama papi dan mamahnya
" Wah ... banyak sekali mana buat mamah dan papi ' kata Ferdi
" Oma bilang papi sudah besar ngak usah belikan " kata Afnan
" Hahaha ..... Aka pintar kan papi bisa beli sendiri ya kak " kata Aya
" Ya kan papi banyak uang " kata Aska
" Hahaha..... iya deh , kan uang nya buat kalian juga .Buat bayar sekolah dan beli jajan juga main ke mall " kata Ferdi
" Ya buat semua ya pi " kata Afnan
" Ya ayo sini peluk peluk papi tadi kan belum sempat " Kata Ferdi memeluk dua putranya itu Karna ia juga rindu pada anak anaknya itu
" Mamah sini ikut juga " kata Aska
" Iya dong " Kata Aya yang ikut memeluk putra bungsunya itu
Yang membuat mereka berempat saling berpelukan sambil bercerita Dan mami yang mengintip dari celah pintu kamar Mengurungkan niat nya memanggil Aya Karna menantunya itu sedang asyik berpelukan dengan suami juga anak anaknya .
" Ada apa " kata papi
" Mereka lagi kumpul dan bercerita pi " kata mami tersenyum
" Biarkan saja, ayo sama papi kekamar " kata papi Merangkul mami mesra Yang membuat bi Yam dan bi Siti tersenyum melihat kemesraan tuan besarnya itu .
Walau sudah tua keduanya masih harmonis Dan jarang sekali bertengkar Apalagi semenjak punya cucu Kedua nya semakin romantis saja Mengalahkan putra tunggalnya itu juga menantunya yang masih muda Yang membuat Aya malu sendiri pada diri nya sendiri Karna belum bisa seromantis itu didepan mertuanya . Karna masih canggung pada suaminya nya Hanya di kamar saja ia bisa leluasa untuk bermanja pada Ferdi
*************
Di tempat lain malam ini Naura keluar dari Villa Ketika Willy mengajaknya keluar Setelah tadi meminta izin pada kedua orang tuanya Untuk mencari udara malam .
Papi dan maminya membiarkan Naura untuk dekat dengan willy Agar Naura tak lagi menganggu Reyhan yang sudah resmi bercerai Namun Naura belum tahu masalah itu .
" Kita kemana ?" kata Naura
" Tuh lihat ada kursi malas disana " kata Willy yang sengaja menyiapkan nya untuk mereka Dan tak lupa Willy juga menyiapkan minuman hangat di meja
" Hahaha ...kau sengaja will " kata Naura
__ADS_1
" Ya untuk kita bersantai ra, Karna tadi seharian aku merindukan mu " kata Willy
Deg....
" Wil " kata Naura terperangah tak percaya Willy berkata seperti itu
" Kenapa ? aku serius aku sudah bicara pada papi mu ra " kata Willy
" Papi bilang apa?" Kata Naura
" Dia bilang terserah kau saja " kata Willy meraih tangan Naura lalu membawa nya duduk di sofa dan melihat ombak di bawah cahaya bulan
" Entah lah Will aku belum siap " Kata Naura Yang masih belum yakin
" Tak masalah aku akan menunggumu " kata Willy merangkul mesra Naura
Cup .......
Tanpa sengaja Willy mencium pipi Naura Yang membuat Naura terkejut
"Hei santai saja rileks " bisik Willy yang lalu memeluk tubuh Naura .
" Willy aku belum ......" kata Naura
Willy tahu Naura sudah bercerai dengan suaminya Karna masalah suaminya memilih istri mudanya Karna Naura belum bisa memberikan keturunan Namun tak masalah bagi Willy yang menyukai Naura sejak masa kuliah dulu
" Will" kata Naura memegang tangan Willy yang melingkar di perut Naura
" Ya .... Kenapa ?" kata Willy
" Apa kau serius pada ku " kata Naura yang gugup di peluk Willy
" Ya ra, aku sangat serius " kata Willy Yang lalu memangku tubuh Naura di pangkuannya Dan memeluk Naura erat Yang membuat Naura nyaman bersandar di dada bidang Willy
" Kau suka bintang nya indah kan malam ini terlihat sangat terang " kata Willy menaruh kepalanya di caruk leher Naura
" Ya " kata Naura menoleh pada Willy lalu mencium bibir Willy .
" Kiss and hug me honey " kata Willy pelan mencium bibir Naura Sambil membalikkan tubuh Naura ke hadapan nya Dan menautkan bibirnya pada Naura
"' Will......desah " Naura ...
__ADS_1
" Santai lah sayang , tak ada orang yang melihat kita Hanya bintang dan bulan yang jadi saksi " Kata Willy Yang berharap Naura jadi milik nya saja malam ini Persetan dengan urusan yang lain .
Sedang kan Naura yang terbuai pun hanya bisa menikmatinya Karna lama ia juga tak pernah di sentuh suaminya.
*********
Di kamar Ara Rio baru saja selesai menata berkas nya Ketika melihat istrinya sudah terlelap dengan nafas teratur di tempat tidur Lalu mendekatinya
" Ya ampun cepat sekali tidur nya " kata Rio mengelus kepala Ara dan menjauh kan Anak rambut Ara yang menutupi wajahnya nya
" Ugh...... lenguh Ara pelan Yang membuat Rio tersenyum dan mengecup bibir Ara . Mungkin kalo belum tidur ingin sekali ia mengusiknya .
Rio berbaring di sebelah Ara dan melihat jam di dinding menunjukan jarum angka ke 10 Yang membuat Rio menarik selimut untuk nya dan Ara Lalu memeluk tubuh montok Ara dalam dekapan nya
" Mas " kata Ara merasakan pelukan hangat suaminya itu
" Tidur lah maaf mas menganggu mu " kata Rio mencium bibir Ara
" Mhem " kata Ara membalas ciuman suaminya itu Yang memeluk erat tubuh nya Dan Ara tahu suaminya itu pasti sedang menginginkan dirinya Dan Ara pun lalu meladeni suaminya itu
Hati Rio bersorak senang ketika gayung bersambut Karna dia memang sedang ingin melakukan nya malam ini .Dan Rio tak menampik itu kesempatan untuk menengok buah hatinya .
Lalu melakukan apa yang ingin ia lakukan Tanpa harus menunggu lama Rio menuntaskan nya Karna ia juga tak ingin membuat Ara lelah .
" Terimakasih sayang , mas sayang Ara " kata Rio tersenyum puas lalu memeluk Ara Untuk tidur agar besok bisa kembali beraktifitas lagi Karna Kini Rio lebih bersemangat lagi bekerja Karna akan ada anak yang membuatnya hidup lebih lebih berwarna
" Mhem .....dehem Ara yang sudah mengantuk . Memejamkan mata nya dan tidur di pelukan Rio dengan tenang
Paginya mbok dan yu Irah sudah sibuk di dapur bersama Ratih dan Asih ketika Pras berteriak teriak memanggil mbok nya dari pintu dapur
" Mbok .... mbok .......' Teriak Pras panik Padahal hari ini mereka ingin pulang kerumah mereka di desa
" Ada apa le ?" Kata mbok datang tergopoh gopoh menghampiri Pras
" Sinta mbok lihat di kamar " kata Pras Yang berjalan buru buru kekamar
" Ara dan Rio yang baru selesai mandi kaget lalu melihat keluar kamar Dan mbok bergegas masuk ke kamar Sinta
" Ya allah le, cepat bilang sama yu Irah Sinta mau lahiran .Suruh carikan bidan " kata Mbok
" Hah ..... mau lahiran mbok Biar Ara telpon bidan desa saja mbok Sebentar ya mba. Mas itu tolong di ganti kan karpet nya biar ngak merembes " kata Ara ikut panik Karna Sinta sudah terduduk lemas di lantai
__ADS_1
" Ya ya " kata Rio dan Pras menyiapkan karpet di atas tempat tidur