Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 158


__ADS_3

Di desa rumah mbok Dirah sedang ramai mbok ikut bantu masak masak di rumah bu Evi tetangga yang akan melakukan hajatan lamaran Minah


" Wah ....Minah akhirnya nikah juga beruntung tuh si Reno " kata tetangga yang membantu berbisik pelan


" Iya kan dia pegawai pertanian bejo karna bapanya perangkat desa makanya lulus sma bisa kerja " kata yang lain


" Iya sama si Minah lagi , anak wong sugih di desa kita " kata ibu satunya


" Mbok Rio gimana kabarnya sudah kerja kok belum nikah juga , padahal sekarang sudah bisa perbaiki rumah dan beli sawah toh mbok " kata tetangga yang lain


" Ya santai toh bu ngak buru buru Rio masih pengen nabung dan beli tanah Buat bangun rumah sendiri " kata tetangga mbok


" Masa sih mbok ,wah penak no mbok saiki bisa santai . Bisa panen sendiri lebihnya di jual mana sudah punya ayam dan bebek juga Ya sudah hidup enak Rumah juga sudah bagus ya kan mbok " kata tetangga Minah


" Alhamdulilah bu , ya kan hidup itu perlu proses roda itu berputar Yang penting kita sudah berjuang " kata mbok Rio santai


" Iyo mbok , jodoh juga santai yo mbok ngak kemana gunung di kejar Walau ngak sama si Minah masih banyak yang lain " kata tetangga mbok ikut menimpali


Mbok hanya tersenyum niat nya datang membantu bersama yang lain . Masalah masa lalu biarlah berlalu ia tak ingin mencari masalah Apalagi Rio sudah melupakan semuanya dan fokus untuk bekerja Juga hidup mandiri Tak perlu dendam karna rezeki pasti sudah diatur


************


Di tempat lain Sore jam 4 Rio dan Ara Sedang melihat tanah Yang kemaren mereka bahas Dan tanah nya terlihat luas Yang masih ditanami pepaya dan cabe juga jagung


" Ini mas batas tanah nya " kata Ara melihat patok batas luas tanah


" Ya ra, bilang nya pemiliknya mau pindah ke jawa barat dan rumah yang disini juga mau di jual " kata Rio


" Rumah yang dekat sekolah itu " kata Ara yang tahu si pemilik punya rumah


Kecil tak jauh dari sekolah nya Yang tanahnya luas 400 meter.


" Iya de " kata Rio


" Oh lumayan tuh bisa buat usaha jualan dekat sekolah " kata Ara yang sedang mengambil foto tanah yang akan mereka beli Dan mengirim nya pada Aya

__ADS_1


" Ini sudah Ara kirim ke kak Aya Habis ini kita temui pemiliknya ya mas Biar bisa langsung bicara pada kak Aya Dan besok bisa ke notaris ." kata Ara


" Ya de " kata Rio menatap Ara yang kagum pada gadis kecil itu yang cukup pintar berurusan masalah bisnis Karna sedari kecil ia sudah sering melihat Ayah nya bekerja .Dan itu membuat Ara belajar secara otodidak .


" Ya sudah mas Ayo kesana , ini sangat pas berada di pinggir jalan Dan lagi Ara yakin 5-6 tahun kedepan pasti ini tanah akan jadi mahal bila dijual " kata Ara yang cukup jeli dalam berbisnis


" Ya de, Ayo...... " kata Rio yang lalu . membuka pintu mobil untuk Ara masuk Lalu mereka pun menuju rumah pemilik tanah Karna Ara ingin semuanya cepat tuntas dan cepat selesai


*********


Di sebuah rumah sakit Heni tersenyum bisa melihat Gustav sekarat .Karna ia bisa bebas Dan berharap Gustav cepat meninggal


" Apa anda nona Heni , kami keluargga Gustav " kata seorang pria memandang Heni sinis .


" Ya saya istrinya " kata Heni terisak pura pura menangis . Namun tak menarik simpati bagi adik Gustav yang curiga pada wanita kakak nya itu .Ia sengaja datang sendiri Karna ingin menyelidiki tentang kecelakaan yang dialami sang kakak.


" Dia koma " kata Heni pelan


" Ya dokter sudah mengatakan nya " kata pria itu


" Kita lihat saja nanti " kata adik Gustav


Yang memindai Heni dari atas sampai bawah Karna ia yakin wanita itu punya maksud tersembunyi dengan koma nya .. sang kakak .


Di pesawat Ferdi duduk tenang bersama . Tris .Tadi ia sempat menelpon Julio adik Gustav untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Gustav asisten nya itu .


" Kau sudah menghubungi nya " kata Tris


" Ya aku harap ada titik terang . Tidak mungkin Gustav minum alkohol ketika mengendarai mobil " kata Ferdi Karna ia sangat mengenal Gustav sedari sma Dan lagi mereka menghindari banyak minum Ketika sedang mengurus bisnis .


***********


Malam di rumah Aya masih ada pengajian sehabis isya . Mereka hanya memesan makanan kotak dan membeli jajanan di pasar agar tidak repot Karna Aya sudah mengirim uang pada Via untuk mengurus semuanya .Dan setelah selesai mereka pun membagikan berkat Hanya teh dan kue yang mereka sedangkan dipiring


" Alhamdulilah selesai juga . Rat , Nil tuh kue bawa pulang buat dirumah " kata Aya pada dua temannya yang juga ikut pengajian

__ADS_1


" Ini sudah banyak ra, masa nambah lagi Yu bawa pulang " kata Ratih .


" Iya ini nanti yu bisa bagi bagi tetangga , Apa mamah Sila sudah di bawa kan " kata Yu Irah


" Buat kita sudah ada mbok , tuh kan tadi Via beli 50 kotak tapi yang datang 30 puluh orang saja Jadi masih lebih .Itu yang dipiring di bawa yu Irah saja . Paling tinggal kan sedikit buat Ara dan Rio kalo malam pas mau ngemil " kata Via yang bersiap siap pulang ke cafe bersama mamah Sila dan Qila Karna pagi mamah Qila sudah masak buat di cafe yang buka dari 9 pagi sampa 9 malam .


" Ya sudah " kata Yu Irah yang mengumpulkan makanan dipiring .Untuk di bawa pulang dari pada mubazir ke buang masih bisa di bagikan tetangga .


Sedangkan Rio melipat karpet bersama pa Tejo dan suami Yu Irah di bantu Paijo


" Jo tuh masih dua kotak nasinya bawa bagi sama pa Tejo " kata Rio yang masih ada nasi kotak lebih di meja depan


" Ini sudah dobel mas, kan bisa buat sarapan mas Rio besok " kata Paijo


" Ya di meja masih banyak jo , mas bosan makan Ayam bawa aja " kata Rio Yang lalu memasukan dua kotak pada Kresek pa Tejo. sedangkan suami yu Irah ngak mau karna tiap hari makan Ayam bosan Karna Yu Irah dapat jatah tiap kali memasak di rumah .Aya


" Alhamdulilah ya mang berarti tinggal besok dan menunggu 40 hari " kata pa Tejo sambil duduk merokok di teras


" Ya pa , mudahan lancar sampai seratus hari. Karna mba Aya ngak bisa pulang di sana juga diadakan Tapi lewat pondok " kata Rio


" Ya syukur lah pa Kevin banyak yang mendoakan jadi juga ikut senang " kata Pa Tejo mengisap cerutu


" Ya pa dan mudahan kebun kita juga lancar , aku sempat khawatir kalo kebun berhenti operasi .Jaman sekarang susah cari kerja sudah untung ada kerjaan di desa kita ini " kata paijo


" Nanti kalo cafe baru di bangun kamu bisa kerja malam jo di cafe " kata Rio


" Hah di mana mas " kata Paijo


" Itu dekat pos perempatan jalan raya mau di bangun cafe " kata Rio yang membuat semua mata tertuju pada Rio


" Wah tenan mas , mau ada cafe " kata Paijo dengan mimik serius


" Iya makanya ngak perlu merantau kerja Kan sudah bisa kerja dekat rumah mak mu juga bisa ikut kerja bagian cuci piring dan gelas Kalo mau ngak perlu lagi jualan dipasar atau keliling " kata Rio serius


" Alhamdulilah " kata paijo senang karna. ia tak perlu pergi jadi kuli bangunan di

__ADS_1


jakarta Karna sudah ada lapangan kerja di desa tempat mereka tinggal


__ADS_2