
Sedangkan di kantor Ferdi . Tris sedang menyiapkan ruang khusus untuk Reyhan Karna Ferdi tak mau ruangannya di pakai Reyhan .Karna Ferdi juga masih datang untuk memantau perusahaan nya .
" Pak apa bapak yakin saya harus pindah " kata Wina bertanya
" Kau tak mau " kata Tris
" Ya mau pak, tapi di kantor pusat kan sangat sibuk " kata Wina
" Tidak juga Win, tergantung kerja mu. Kan tugas mu sama saja Hanya beda kantor dan tempat nya saja " kata Tris
"Lalu apa wakil presdir baru akan cerewet " kata Wina lagi
" Mana aku tahu, aku juga baru kali ini jadi bawahan nya . Jadi belum tahu sifat asli nya " kata Tris yang memang tak mengenal Reyhan dekat .
" Ya mudahan saja ngak galak pak " kata Wina
" Ya kuharap juga begitu " kata Tris
Sedangkan Naura yang dirumah bersama Reyhan sedang asyik membantu mamah mertuanya
" Apa kalian sudah kedokter Rey ?" kata mamah
" Sudah mah, sepertinya masih belum kelihatan jenis kelaminnya .Kan baru tiga bulan Oh ya apa bayi Tania juga sudah di usg " jawab Naura
" Belum ra, kan Tania baru hamil satu bulan Baru terlihat bentuknya saja " kata mamah
" Mamah bakal punya cucu dua sekaligus kaya tante Risma , jadi pasti rumah akan heboh " kata Reyhan senang
" Ya dong , mamah senang. Tapi sayang papah tak sempat melihat mereka " kata mamah lirih
" Mah . sudah jangan diingat , papah pasti bahagia disana " kata Reyhan memeluk mamah nya
" Ya de, Devan sudah tahu kalian sudah punya cucu , jadi dia sudah pergi
Dengan tenang dan bahagia . Kau harus bisa iklas menerima Karna kita juga akan menyusul kesana suatu hari nanti " kata mami Risma
" Ya mba, trimakasih sudah banyak membantu kami " kata mamah Reyhan
" Sama sama " kata mami Risma merangkul adik sepupunya itu .
" Tania kemana Rey, kok tante belum lihat dia sama Deril " kata mami
" Nginap di rumah besan mba, tadi malam katanya pengen makan masakan mertuanya " kata mamah
" Oalah .... gitu toh " kata mami terkekeh
Lalu kembali menata kue untuk acara nanti malam
" Mba, sekali kali Aya bawa kesini ngak masalah si kembar ikut Kau terlalu memanjakan nya .Masa ia tak pernah main kesini " kata mamah
__ADS_1
" Ya nanti gampang de, kan repot bila bawa si kembar makanya aku jarang mengajak nya kesini Dia sibuk mengurus butik kuliah dan anak anak nya .Jadi pasti nya lelah ikut kesini juga " jelas mami
" Apa dia sudah mengurus butik juga " kata mamah kaget
" Iyalah , kapan lagi kan dia istri Ferdi " kata mami
" Huh .....iya juga pastinya semua harus ia kendalikan " kata mamah yang tahu Ferdi hanya anak tunggal Dulu ia sempat berharap .Tania bisa mengantikan mami Risma di butiknya tapi rupanya .Kakak sepupunya itu lebih mempercayakan pada menantumya sendiri .Semua aset butik dan pengeluaran nya Yang mamah tahu penghasilan nya cukup besar Apalagi sudah punya 10 cabang .
" Kalo Aya kewalahan kan bisa di bantu Naura dan Tania mba " kata mamah
" Ngak usah ji , Aya bisa menanganinya sendiri kok, toh selama ini semuanya berjalan baik . Apalagi Aya juga ikut jadi desainer di butik " kata mami Risma
" Wah..... hebat mba, berarti penghasilan nya dobel ya " kata mamah
" Iya begitulah , dia juga masih kuliah Itu lah sebab nya mba tak mau dia repot
Karna urusan beginian . Karna Aya sudah padat dengan kegiatan sehari hari nya Mengurus Ferdi anak anaknya dan kuliah sambil kerja Jadi semua nya menyita waktu ji " kata mami menjelaskan
" Iya juga , kalo butuh bantuan kan bisa ajak Tania mba Juga Naura kan Naura juga berpengalaman. Karna punya butik sendiri " kata mamah
" Iya tante, Naura juga siap membantu kok kalo butuh tenaga " kata Naura basa basi sambil tersenyum manis
" Trimakasih ra, ya gampang kalo Aya butuh ngak akan jadi masalah ' kata mami Risma tersenyum Yang tahu sifat Naura Yang pernah meremehkan Aya
Mami Risma bukan tak tahu sepak terjang Naura , Bahkan Alan sudah memberitahukannya Tentang rencana menantu sepupunya itu .Yang membuat mami hanya bisa mengeleng Dan diam tanpa berkomentar apa pun .Namun mami juga tak akan tinggal diam Bila sesuatu terjadi pada Aya .Karna baginya Aya sudah seperti anak kandung nya sendiri Dan ia juga melindunginya dari mamah Kaifa . Sahabat karib nya itu Yang pernah ingin menyingkirkan Aya .
Disisi lain Ara baru saja keluar dari kelas Ketika Jeni dan Indri mendekatinya
Karna ia paling terakhir mengerjakan tugasnya Karna Ara menyesuaikan waktu nya Agar Rio tak terburu buru menjemputnya
" Ada apa ?" kata Ara menatap kedua temannya itu penuh selidik
" Bagi jawaban nya " kata Indri
" Maaf kan sudah dikumpul " kata Ara
" Sop pintar lho ya, emang lho pikir kita ngak tahu kalo lho itu bodoh Dan sering mengerjakan tugas di bantu Ratih teman lho itu " Kata Indri
" Oh ya kalo aku bodoh kalian pintar dong .Tapi kenapa masih minta jawaban pada ku . Pikir saja sendiri " jawab Ara santai sambil membuang nafas kasarnya
" Kau " kata Indri ingin menarik krah baju Ara tapi Ara menahan nya . Mereka tidak tahu kalo Ara pernah belajar ilmu bela diri waktu di SD dulu .
" Plak....jangan menganggu ku Apalagi mengusik ku .Aku tak punya urusan dengan kalian " kata Ara membela diri
" Oh ya, kau ini hanya anak manja kan. Makanya sok manis" sindir Jeni
" Terserah kalian , bicara saja sampai mulut kalian puas. Tapi aku tak ada urusan dengan kalian " Tegas Ara yang lalu menghempaskan tangan Indri .Lalu pergi menuju halaman sekolah
" Sial.... dia berani melawan kita Jen" kata Indri sinis
__ADS_1
" Iya kita kerjain lain waktu biar dia kapok berurusan dengan kita " kata Jeni menatap Ara dengan wajah tak senang .
Sedangkan Ara berjalan santai menuju parkiran sekolah Untuk menunggu Rio menjemputnya pulang
Nila yang mendengar itu hanya diam Melewati keduanya .Nila bisa menilai ada niat jahat keduanya pada Ara
" Awas saja kalo mereka berani Akan ku pasti kan mereka di keluarkan dari sekolah " kata Nila berjalan santai mendekati Ara
" Hei....ra .. kok melamun " kata Nila mengangetkan Ara
" Astaga aku pikir kau sudah pula Nil " kata Ara .
" Apa Ratih sudah duluan " kata Nila
" Ya tadi katanya mau jemput Ayu Karna Ayu sepedanya rusak " kata Ara
" Ya sudah biarin saja, tuh mas Rio aku pulang ya " kata Nila melambaikan tangan
" Ngak nebeng Nil ?" kata Ara tersenyum
" Sepedanya ngak bisa pulang sendiri ra Jadi kudu bareng " kata Nila terkekeh
" Ya sudah hati hati " Kata Ara yang lalu tersenyum sambil menunggu mobil Rio merapat .Dan ketika di depan Ara Rio pun membuka pintu nya
" Sendiri ?" kata Rio
" Ya mas " kata Ara yang lalu naik ke mobil Dan langsung menutup pintu
Mobil pun kembali melaju memasuki jalan raya Yang ramai di lalui kendaraan .Yang membuat Ara tersenyum Kalo suaminya
itu slalu tepat waktu tiap kali menjemput nya Dan ketika mobil mereka berhenti di lampu merah .
Brak .......brak ......
Terdengar suara keras dibelakang mobil Yang dikendarai Rio dan Ara
" Mas ....." kata Ara kaget
" Ada apa itu ?" kata Rio yang lalu menepi Namun di klakson mobil lain Karna lampu hijau menyala. Dan Rio pun terpaksa menjalan kan mobilnya kembali Untuk melewati lampu merah Dan menepi ketika sudah aman .
" Ara tunggu di sini ya de , abang lihat orang itu dulu ya " kata Rio Yang ingin melihat orang yang menabraknya Karna orang itu terjatuh ke aspal . Tapi ada satu orang yang menolongnya .Tapi yang lain tak perduli Dan kendaraan terus berjalan melewati orang yang terjatuh itu
Rio pun keluar dari mobil untuk melihat orang yang menabrak mobil nya .Dan melihat orang itu dari dekat .
" Apa dia terluka mas ?" kata Rio
" Dia meninggal mas ?" kata pria yang menolongnya
" Hah....... meninggal inalilahi wainalilahi rojiun " kata Rio kaget .Berdiri lemas melihat pria paruh baya itu .
__ADS_1