Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 77


__ADS_3

Heni terdiam sesaat lalu menatap Kaifa


Dulu sebelum selingkuh dengan Ferdi Kaifa adalah teman akrabnya .Tapi sejak tahu ia dan Ferdi bermain dibelakang Kaifa pun membencinya. Itu salahnya memang Tapi karna Kaifa berselingkuh dengan Wandi . Heni pun brani merayu Ferdi


" Dia bukan pria yang gampang di rayu " jawab Heni


" Hahaha....... oh ya, setahu ku Ferdi tak gampang di rayu Tapi buktinya kau berhasil merayunya .Lalu kenapa kau tak mencobanya pada Tris Siapa tahu dia tertarik pada mu " kata Kaifa merendahkan Heni sambil menyeringai sinis


" Kau tahu aku merayu Ferdi karna dulu Kau berselingkuh dengan Wandi Dan kau benar benar meninggalkan nya Karna aku berharap Ferdi bisa melupakan mu karna kecewa Dan tidak terjatuh Tapi aku salah rupanya Ferdi juga tak mau bertahan denganmu Dan juga tak mencintai ku " kata Heni lirih


" Lalu ...." kata Kaifa


" Aku hanya ingin kepastian .Kalo dia memang tak mau lagi bersamaku Aku akan berhenti mengejarnya Karna aku juga lelah " kata Heni


" Itu jelas Hen, dia pasti sudah bahagia sekarang apa lagi Ferdi sudah punya ikatan " kata Kaifa


" Ya .... tapi aku ingin dia bicara baik baik pada ku " kata Heni .


" Aku tak bisa membantu mu maaf , karna aku juga tidak tahu alamatnya .Tapi aku akan bicara padanya bila bertemu nanti..


Dan menyampaikan apa mau mu. Karna no ku di blokir Ferdi " kata Kaifa


" Dia juga memblokir nomor mu " kata Heni kaget


" Ya " kata Kaifa


" Baiklah trimakasih , aku pergi dulu maaf kalo aku menganggu waktu mu slamat siang " kata Heni yang beranjak dari hadapan Kaifa lalu pergi meninggal kan Kaifa seorang diri.


" Ferdi memang keterlaluan, dia bermain api untuk membalas ku .Tapi akhirnya dia juga meninggalkan nya. Tapi....aku penasaran dengan Aya .Apa wanita itu benar benar bisa bertahan dengan Ferdi yang egois itu " batin Kaifa Karna yang ia tahu Ferdi memang royal dalam uang Tapi sikapnya cuek dan dingin Bahkan terkesan tak pernah menghargainya .


Disisi Lain Ferdi baru saja selesai rapat Dan bicara dengan Gustav asisten nya selama ini Yang mengurus semuanya Selama Ferdi tidak ada .


" Apa masih belum selesai juga, berapa lama auditnya " kata Ferdi .


" Sekitar 3 minggu sampai 2 bulan presdir " kata Gustav


" What ...... gila kenapa selama itu, bagaimana aku bisa pulang " dumel Ferdi


" Tapi itu sudah sesuai prosedur presdir Bukan nya biasa Dan presdir juga sudah tahu itu " kata Gustav menatap Ferdi Yang sekarang sedikit berubah . Karna selama berada di sini Ferdi tak pernah lagi mengajak nya keluar malam untuk sekedar nongkrong di kedai kopi atau cafe.


" Huh..... baiklah , selesaikan semua nya dan awasi .Aku akan transfer bonus untuk mu lembur " kata Ferdi

__ADS_1


" Serius bos, tumben ....." kata Gustav tak percaya


" Kenapa ?" kau tak mau " kata Ferdi menatap Gustav


" Bukan begitu bos , hanya kaget saja biasanya bos hanya mengajak ku untuk keluar minum di cafe " kata Gustav yang memanggil bos bila tak bicara formal


" Anggap saja itu sebagai gantinya " kata Ferdi bersandar pada kursi kebesarannya


" Baik Presdir saya akan kembali bekerja" kata Gustav senang lalu beranjak dari kursi di hadapan Ferdi


" Ya " kata Ferdi yang hanya menatap punggung Gustav menghilang di balik pintu ruangan nya


Di tempat lain Di sebuah rumah baru Aya sedang membersihkan rumahnya Karna besok Aya akan mengadakan pengajian sekalian syukuran rumah barunya Yang baru saja selesai dua hari ini .


" Ya Allah bagus banget kak rumah nya Ara boleh menginap disini kan kak Bila abang tak ada " kata Ara


" Iya de , kan nemani kakak " kata Aya


" Trus nanti kak Aya beli perabot baru nih " kata Ara


" Entah de , Tapi abang belum kirim uang buat kakak. Kalo uang yang ada cukup buat kita syukuran saja " kata Aya


" Oh gitu ya kak, ya ngak pa pa buat syukuran aja dulu kak, Kan yang penting rumahnya sudah jadi. masalah perabot nanti setelah selesai syukuran Kan kita masih punya banyak karpet " kata Ara


" Trus kak Aya sudah telpon mertua kakak ?" kata Ara yang mengepel lantai


" Sudah tapi belum nyambung Mungkin sibuk " kata Aya. Karna seperti nya ponsel mami di luar kota


" Assalamualaikum ..." kata sebuah suara


" Walaikum salam " kata Aya dan Ara bersamaan yang membuat kedua nya menoleh kearah sumber suara .


" Mami...... ya Allah...... kenapa ngak bilang mau kesini " kata Aya menghampiri mertua nya itu untuk menyalaminya lalu memeluk mami Risma


" De sini ini mami , mi ini Amara adik Aya " kata Aya memperkenalkan Ara


" Ya nak , wah kau cantik seperti kakak mu juga " kata mami mengusap kepala Ara ketika Ara menyalami mami dengan takzim


" Trimakasih mi " kata Ara.


" Sama sama sayang, trimakasih ya sudah menemani kakak mu selama bang Ferdi mu ngak ada " kata mami

__ADS_1


" Hehehe...... kak Aya kakak Ara pasti lah Ara slalu menemani nya " kata Ara


Lalu Aya pun mengajak mami Risma melihat lihat rumah barunya Sama lantai atas Yang langsung bisa melihat area


pemandangan indah desa itu


" MasyaAllah bagus nak view nya pas Kalian membangun rumah yang lumayan hoki karna pas dekat jalan raya. Dan juga terlihat indah dari jalan " kata mami yang sempat melihat rumah Aya dari kejauhan


Yang terlihat mentereng dan terkesan cantik .Karna Ferdi minta konsep yang unik dan cantik dilihat mata


" Iya mi ini semua rancangan abang " kata Aya tersenyum


" Oh ya.... ayah Aya bilang besok ada empat bulanan dan syukuran kapan itu nak " kata Mami menatap Aya


" Besok mi Aya sudah pesan semuanya, sayangnya abang ngak bisa pulang " kata Aya lirih


Mami lalu mendekati Aya Lalu mengusap perut Aya dan juga punggung nya


" Selesai syukuran nanti Mami akan antar Aya ke Jerman , Tapi Aya ngak perlu kasih tahu suami mu ini kejutan Apa Aya mau kesana ?" kata mami menatap Aya


" Benaran mi, Aya rindu sama abang " kata Aya jujur


" Ya mami tahu. Makanya mami mau ajak Aya kesana. Karna suamimu itu belum bisa pulang Karna ada banyak masalah dengan perusahaan nya. Dan mami ngak mau kalian berpisah lama lama " kata mami .


" Ya mi Aya mau kesana , Kapan .kira kesana " kata Aya senang .


" Besok minggu ya nak , lusa kita belanja dulu buat isi rumah Aya ya. Besok kan syukuran Jadi Aya bisa beli beli dan pesan makanan sore ini . Oh ya kalo butuh uang Aya masih punya Atm yang mami buatkan waktu itu kan .Nah mami sudah kirim uang buat Aya jadi Aya sudah bisa mengambil nya " kata mami


" Trimakasih mi, mami baik sekali "kata Aya yang langsung memeluk mertuanya itu dengan rasa sayang. Sambil mengingat ia memang punya Atm .Yang belum ia lihat isinya Karna Aya juga belum pernah mengambil uang di dalam nya..


" Hei ....Aya anak mami , tak perlu berterimakasih . Itu semua hasil kerja mu .Ayo kedepan mami bawa oleh oleh " kata mami tersenyum sambil mengurai pelukan Aya


" Oh iya de, ayo kita ke sebelah nyiapin minum de .ayo turun kita bikin teh " kata Aya pada Ara


" Ya kak , Ara buat kan buat Kakak dan mami " kata Ara bergegas menuju rumah sebelah Dan langsung menuju ke dapur Namun disana sudah ada Rio yang sedang menyiapkan teh untuk tamu .


" Mas.... biar Ara saja buat mertuanya kak Aya kan " kata Ara yang menyiapkan teh dan gelas Dan menambahnya dalam teko hangat..


" Iya de " kata Rio Yang lalu menyiap kan cake dari dalam kulkas


" Biar mas bantu potong kan ya " kata Rio yang mengambil pisau roti .Karna Aya slalu punya stok makanan di lemari pendingin kalo malam ia lapar..

__ADS_1


" Ya mas terimakasih " kata Ara tersenyum pada Rio yang tak gengsi memegang pekerjaan perempuan di dapur Yang membuat Ara nyaman pada pria itu..Walau umur mereka selisih 8 tahun Tapi Rio terlihat masih muda dari umurnya yang baru lulus SMA


__ADS_2