Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 295


__ADS_3

Pagi ini Ara sudah siap setelah habis subuhan Lalu pergi ke dapur untuk sarapan bersama Rio dan juga yu Irah Yang sudah datang dari jam 5 untuk menyiapkan sarapan buat Ara dan Rio


" Wah ....ayam goreng kremes, Ara bawa bekal ya yu " kata Ara


" Ya non " kata yu Irah


" Makan dulu saja nanti yu Irah siapkan Apa sekalian buat Ratih dan Nila juga " Kata yu Irah bertanya


" Boleh , tambah dua lagi yu buat teman Ara. Oh ya mas Apa Andi kemaren sudah datang ke perkebunan " kata Ara


" Andi ....oh anak itu , iya kemaren dia memang sudah kesana kemaren Dan pak Tejo bilang dia mau kerja .Apa Ara yang menawarkannya " kata Rio Sambil menarik kursi


" Ya mas , kasihan " kata Ara


" Dari pada dia masuk penjara Apa salahnya kita menolongnya . Ara tak mempermasalahkan Ada apa dengannya Ara hanya menawarkan pekerjaan saja untuk nya " kata Ara Yang tak tega dengan teman sekelasnya itu.


" Ya itu lebih baik " kata Rio yang tahu Istrinya itu sangat baik pada orang lain Karna ia ingin punya banyak teman bukan musuh.


" Iya itu benar non, semampu nya kita menolong orang . Karna mencari musuh itu gampang Tapi tidak untuk mencari teman Dan sesusah apa pun kita Pasti akan ada jalan bila masih ada teman yang baik .Yang mau menolong kita " Kata yu Irah .


" Ya yu . oh ya yu kalo punya waktu lelenya di panen saja. Nanti suruh mamang ikut bantu ya yu , biar bisa di kuras dan di ganti yang baru itu sudah mulai besar besar yang dua kolam" kata Ara karna perkembangan lele nya cepat Namun banyak yang lebih suka memesan bebek dan ayam .Padahal Aya mempunyai lima kolam .Walau sudah di ambil 5 kilo sehari Tapi lelenya masih banyak .


" Di kuras saja de, yang dua kolam Lalu bagikan para tetangga hitung hitung beramal Kan satu kilo 5 ekor besar besar bisa di bagi rata Sampai ke rumah ustad Afif dan beri 7 ekor per kepala " kata Rio


" Ya boleh mas, sepulang sekolah ya yu Nanti dullah dan Paijo suruh ikut bantu juga mas " kata Ara


" Ya itu gampang , Setelah kerjaan mas selesai ya de " kata Rio


" Ya mas , dan yu Irah bisa bikin mangut dan yang di goreng juga bikin sambal dan lalap " kata Aya


" Siap mba " kata yu Irah tersenyum


" Airnya bisa buat nyiram kebun biar subur yu " kata Rio .


" Oh ya mas, yu lupa semangka dan melon yang di tanam mba Ara .Sudah berbuah mba. Kaya dulu lagi buahnya banyak " kata yu Irah


" Wah ....lumayan yu bisa panen buah kita Oh ya jangan lupa bikin sambal ijo ya yu buat kita nanti sore " kata Ara


" Siap mba " kata yu Irah tersenyum Karna sudah betah bekerja dengan Ara Yang dianggapnya putrinya sendiri Karna keluarga Ara sangat baik pada keluargga yu Irah .


Setelah sarapan Aya pun berangkat Seperti biasanya ia diantar Rio Yang mengantar sampai depan pintu gerbang Setelah Ara masuk Rio pun pulang


Ara yang membawa nasi bungkus menyimpannya di laci meja Karna bell belum berbunyi ia pun menyempatkan diri untuk membaca buku .

__ADS_1


" Ra trimakasih infonya " kata Andi yang baru datang bersikap baik pada Ara


" Ya sama sama, oh ya apa sudah di terima " kata Ara


" Belum nanti sore aku kesana lagi " kata Andi tersenyum .


" Oh gitu syukurlah , An.... sini bentar mau tak kasih sesuatu " kata Ara yang mengambil dua nasi bungkus dan memberikannya pada Andi


Yang membuat Andi kaget Namun tak menolak karna ia memang tadi belum sempat sarapan Karna sang ibu sakit .


" Ini buat mu, yang ini buat Ratih dan Nila nanti " kata Ara tersenyum


" Trimakasih ra, kok kamu baik sama aku " kata Andi menatap Ara heran


" Kita teman kan, jadi baik itu wajar " kata Ara tersenyum Bersamaan terdengar bunyi bell tanda masuk


" Trimakasih ra " kata Andi senang Lalu menuju mejanya untuk menyimpan nasi nya di bawah meja Untuk di makan nanti di waktu istirahat .


Ara pun tersenyum .Ketika Ratih lewat dan melambai kan tangan nya di depan wajah Ara Yang membuat Ara kaget .


" Ih apaan sih Rat " kata Ara


" Sudah bell tuh " kata Ratih


" Iya tahu " kata Ara langsung duduk Dan tak lama wali kelas mereka masuk untuk memberikan pelajaran .


Di rumah keluargga Ferdinan Via dan Qila sedang asyik membuat rujak buah


Karna Via mengindam Dan Bella ikut datang karna ingin berkumpul dengan ketiga kakak kelasnya itu .


" Banyak banget Bel nanas dan mangga nya Beli borongan ya " kata Via menatap Bella yang duduk di depan nya


" Ya kak, kan beli di pasar .Tadi ada yang matang juga .Pas izin abang mau kesini bilang beli yang banyak " kata Bella


" Bagus ..... suami mu royal ngak pelit Bel Dan sisanya bisa di bikin manisan mangga nih seger " kata Qila menyicipi


" Allahuakbar..... pagi pagi sudah pada ngerujak ya . Mhem kaya nya enak tuh " kata Aya Yang menelan saliva nya


" Ya dong Ay.....kan kita bikin mata nya dulu " kata Via


" Mata apa Vi " kata mami yang ikut bergabung menyicipi buah yang sudah siap dimakan


" Mata hidung dan kaki nya mi " kata Via terkekeh

__ADS_1


" Ih.....enak ...mami telpon Tania ya , biar ikut gabung Ini banyak banget Kalo cuma kalian mami yakin ini ngak akan habis " kata mami


" Ya mi boleh biar jadi meriah " kata Qila yang di bantu Bella mengupas nanas Dan Aya mengiris buah mangga Bersama Via yang juga mengupas buah kendondong .


Tina yang duduk mengawasi nona nya itu duduk santai Ketika ada pesan masuk mengusik nya Memperlihatkan Naura sedang mengawasi rumah besar itu dari luar pintu gerbang


" Ngapain dia disitu " kata Tina yang bergegas ke teras depan Dan lalu mencari keberadaan Naura


" Itu dia " guman Tina yang lalu menuju pos satpam.


" Dia pasti tak akan berani masuk Kalo tanpa suaminya " kata Tina Yang mengawasi dari pos satpam


" Ada apa mba " kata penjaga pintu gerbang .


" Tolong awasi wanita itu Jangan sampai masuk " kata Tina


" Siap mba " kata Nurdin satpam Yang stanby menunggu pintu gerbang .


Didalam rumah Aya mencari Tina Karna pengawal nya itu tidak ada di tempat biaasanya.


" Mana mba Tina mau di ajak makan rujak kok hilang " Kata Aya bingung


" Tadi lagi kedepan nona, biar bibi saja yang memanggilnya " kata bi Siti


" Trimakasih bi " Teriak Aya .Yang di senyumi oleh bi Siti Dan lalu pergi keluar mencari Tina


Tina yang sedang asyik mengamati Naura di luar gerbang Kaget karna bi Siti menepuk bahu nya .


" Eh.....copot copot " kata Tina kaget


" Hahaha.........mba Tina bisa latah juga ya " kata satpam tertawa


" Maaf mba, mba Tina di suruh sama non Aya bergabung untuk makan rujak. di belakang " kata bi Siti .


" Shut...... bibi dulan aja sana Bilang saja saya masih ada kerjaan tuh Mengawasi orang di luar " kata Tina


" Ya sudah kalo begitu , bibi masuk ya " kata bi Siti


" Ya bi , kata Tina yang masih mengawasi Naura yang bicara dengan seseorang di ponselnya Dan itu menarik perhatian Karna anak buah Alan juga sudah mengawasi istri sepupu Ferdi itu


" Mba bukannya ini nona Naura " kata Satpam


" Ya pa, itu yang bikin saya curiga " kata Tina Lalu menghubungi Alan yang berada di kantor Ferdi

__ADS_1


" Awasi saja dia , dan biarkan dia di situ" kata Alan yang sedang berdiri di depan ruangan Tris


" Siapa lan ?" kata Reyhan Yang membuat Alan kaget


__ADS_2