Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 79


__ADS_3

Setelah acaranya selesai Aya pun membereskan rumah Bersama Ara dan yu Irah bersamaan bi Yam yang datang terlambat setelah acara Yang datang menyusul mami dan papi Karna bi Yam harus mengatur semua pekerjaan rumah dulu dirumah besar sehabis lebaran


" Nona maaf bibi datang terlambat " kata bi Yam yang datang di jemput pa sapto


" Ya Allah bi , kok datang nya ngak bareng mami dan papi " kata Aya kaget Ketika sedang membereskan karpet bersama Rio dan Ara di ruang tamu


" Bi Yam ketinggalan pesawat Ay, karna harus belanja Dan mengatur rumah besar dulu jadi mami dan papi berangkat duluan " kata mami


" Ya Allah, ya sudah bibi makan dulu sana . Kita bereskan ini dulu " kata Aya Yang memang belum mau punya pembantu. Karna masih ada Yu Irah dan Ara yang membantu nya.


" Ya bi, makan dulu sana bikin teh panas Sekalian buat kita biar ma pyar segar " kata mami tersenyum Yang sudah mengangap bi Yam keluargganya sendiri Karna dulu bi Yam yang mengasuh mami sewaktu kecil


" Ya non , nyonya bibi masuk dulu " kata bi Yam Yang diantar bi Irah kekamar belakang dekat dapur yang masih kosong Karena kamar depan terisi semua


Lalu Aya pun melanjutkan pekerjaan nya Sampai semua nya bersih. Mami yang melihat itu hanya tersenyum .Melihat menantunya itu sangat rajin Dan pintar dalam mengurus rumah.


" Sudah Ay, besok lagi biar bi Yam yang mengepel lantai nya " kata mami


" Besok Ara yang ngepel mi, kan Ara libur besok sabtu " kata Ara yang memang ada halal bi halal guru guru nya disekolah nya Dan Ara datang ke sekolah hanya sebentar lalu pulang


" Ya terserah Ara deh mami santai aja " kata mami tersenyum


" Hehehe...... nyonya betah rupanya disini , rumah non Aya bagus ya " kata bi Yam yang sudah selesai makan didapur .


" Iya lah bi, makanan nya enak enak lagi Nih buahnya juga segar Langsung dari pohon bikin saya betah bi. Kapan kapan kita bisa liburan kesini bi " kata mami


" Iya mi , mami juga bisa kepantai paris nyari keong dekat kok cuma satu jam nyampe Kita bisa bawa bekal dari rumah dan gelar tikar disana " kata Ara


" Wow. ...ide kreatif sayang boleh boleh , biar ke Jerman nya pulang dari jalan jalan saja kita bisa lihat sunset juga kan " kata mami


" Iya lah mi " sahut Aya


" Wah asyik dong kok papi ngak di ajak nih " kata papi yang baru muncul .


" Ini kan baru di bicarakan pi, kita mau kepantai parang tritis dan malam nya bisa beli beli di malioboro ya ngak ra " kata mami


" Yap ....wah mami tahu aja, mami gaul deh keren ...keren Apalagi malam minggu wah rame mi " kata Ara senang Sedang kan bi Yam dan Aya juga yu Irah dan Rio hanya diam mendengarkannya


" Ya boleh , biar kita pake dua mobil berangkat nya pa kevin juga harus

__ADS_1


ikut sama Rio ya " kata papi


" Ya pi sip " kata mami yang sedari tadi duduk makan buah jeruk


" Ya kalo gitu biar Aya pesan kan ikan nila goreng dan gurami bakar ya mi dan sambal nasi dan sayur nya masak sendiri saja Karna banyak sayur dikebun " kata Aya menambahkan


" Mantap sayang papi suka itu , sambal pedas terasi ya yang banyak " kata papi


" Ya pi siap " kata Aya terkekeh


" Rica rica nya juga Ay , mami mau " kata mami request


" Ya mi , yu adakan cuma 1 ekor " kata Aya melirik yu Irah


" Ada non, tapi apa bibi boleh ikut juga nih " kata yu irah ya juga kepengen ikut plesiran .


" Ya yu ikut sama mamang bagian gelar karpet " kata pa Kevin yang baru datang dari rumah sebelah


" Wah.... itu sih siap pa " kata yu Irah senang karna diizinkan ikut serta keluarga majikannya itu . Karna kapan lagi bisa ikut


" Iya lah kan dua mobil " kata mami


" Ya besan silahkan , saya sudah kenyang " kata pa Kevin yang duduk dekat sang besan karna rumah kembali rapi Setelah di bersihkan bersama .


" Rio ayo nak sini gabung mau kemana ?" kata ayah


" Mau mengunci pintu depan pa " kata Rio yang teringat pintu depan masih terbuka .


" Sudah bapa kunci nak, jendela juga maka bapa kesini biar ngumpul " kata pa Kevin yang memang dari rumah sebelah


" Oh ya alhamdulilah pa syukurlah kalo sudah di kunci semua biar aman " kata Rio yang slalu mengecek ulang semua pekerjaannya Termasuk mengurus rumah.


" Nak Rio ayo sini gabung , mamang mana sama pa Sapto " kata papi pada Rio


" Mamang lagi ngobrol sama pa Sapto pa ,Tadi lagi keluar mau lihat rumah dekat sini mau beli rumah didesa . kata pa Sapto biar dekat kerja sama mba Aya " kata Rio


" Memang ada ?" kata papi


" Ada besan , rumah kecil di pojok sana lumayan luas tanahnya 200 meter " kata Ayah Kevin

__ADS_1


" Ya atur manis saja biar gampang kalo menantu papi pas butuh sopir " kata papi yang tahu pa Sapto pindahan dari surabaya yang di tarik papi Sandi untuk mengantarnya kemana pun


Lalu mereka pun ngobrol bersama di ruang tamu .Yang membuat keakraban dua besan itu makin dekat. Sebenarnya papi Sandi sudah kenal lama dengan suami sahabat nya itu Tapi karna waktu kerja nya padat baru kali ini ia bisa meluangkan waktu .Karna ibu Aya adalah sahabat smp dan sma papi Sandi juga mami Risma Yang tak pernah di ketahui papi Kevin


Sedangkan Ferdi masih berkutat di kantornya mengecek berkas


" Presdir sudah jam 8 malam apa Presdir tak pulang " kata Gustav


" Temani aku sebentar , Oh ya tolong pesankan makanan .Aku lapar Tapi aku ingin menyelesaikan malam ini juga Mungkin jam 9 aku akan pulang " kata Ferdi yang bekerja keras karna ia ingin cepat pulang Karna tinggal beberapa berkas lagi yang harus ia cek .


" Baik bos " kata Gustav yang lalu menelpon makanan siap saji online


" Huh..... besok saja abang telpon " kata Ferdi melihat layar ponselnya yang ia sentuh . Karna ada foto Aya terpampang disana dengan tersenyum manis .


Ferdi pun kembali melanjutkan pekerjaan nya sampai jam 8 30 Setelah menyelesai kan nya Ferdi pun meregangkan otot otot nya Lalu makan malam ditemani Gustav Yang setia pada bos nya itu


" Bos ini minuman nya " kata Gustav menyodorkan air mineral dan sebotol orange jus pada Ferdi


" Gus , Apa kau belum menikah ?" kata Ferdi sambil memakan makanan nya


" Belum bos lagi masa pedekate " kata Gustav yang memang dekat dengan seorang staf keuangan dikantor


" Kenapa harus pedekate umur mu sudah 30 tahun ?" kata Ferdi menatap Gustav


" Santai bos, bos saja belum menikah " kata Gustav walau ia tahu Ferdi lebih muda darinya 4 tahun .


" Siapa bilang aku belum menikah , istriku sedang hamil " kata Ferdi yang memberi isyarat di atas perutnya


" What .....uhuk ....uhuk......" kata Gustav kaget sambil batuk Karna tak percaya Ferdi sudah menikah


" Kau kagetkan, itu lah sebab nya aku bekerja lembur biar cepat pulang .Karna aku rindu pada nya " kata Ferdi yang menyandarkan kepalanya di sofa


" Hah..... jangan bercanda bos " kata Gustav tak percaya.


" Nih lihat ini foto istriku cantik kan " kata Ferdi yang menghidupkan layar ponselnya dan memamerkannya pada Gustav


" Yang membuat Gustav melongo tak percaya .


Gustav hanya bisa menelan saliva nya melihat gambar wanita muda imut itu sedang tersenyum manis .Yang membuat nya menatap lekat Ferdi .Karna setahunya Ferdi tak pernah dekat dengan wanita mana pun . Kecuali Kaifa yang dulu sempat di temuinya di jakarta yang juga teman Ferdi kuliah di Amerika.

__ADS_1


__ADS_2