Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 276


__ADS_3

Qila dan Awan pun ikut kaget Karna mereka tak tahu kalo suami Aya itu pulang cepat


" Abang ayo sini , kita makan bareng


Aya ajak mereka makan .Karna tadi pas di jalan mereka ingin makan ke warung Kebetulan Aya juga pulang Aya ajak saja mereka makan dirumah " kata Aya yang langsung mengisi piring untuk Ferdi


" Ya tak masalah " kata Ferdi Menarik kursi .Dan duduk tenang disebelah Aya


" Maaf bila kami bertamu untuk makan di sini bang " kata Awan sopan


" Tak masalah , kalian teman Aya buatlah sesantai mungkin " kata Ferdi


Yang membuat Qila dan Awan tersenyum Karna tadi sempat tegang Karna mereka tahu siapa suami Aya .Dan Awan merasa belum ada apa apanya bila bersaing dengan pria di depannya itu Apalagi untuk urusan pekerjaan Karna jelas Ferdi lebih unggul 5 kali lebih baik darinya


" Tumben Abang pulang cepat hari ini ?" kata Aya menyodorkan piring di hadapan Ferdi dan juga menyiapkan air putih


" Ada berkas tertinggal, jadi abang pulang Apa Aya ngak kuliah ? " Tanya Ferdi


" Baru saja pulang bang, makanya tadi ketemu Qila dan Awan di jalan pas mau menyebrang " kata Aya yang duduk dan mulai menyuap nasi nya .


" Oh apa kalian libur " kata Ferdi Menatap Qila dan Awan


" Ya bang untuk sebulan , kami kesini mengantar kakung liburan Karna ingin bertemu papi dan mami " kata Awan


" Oh ya bagus , bila kau butuh pekerjaan kau bisa datang kekantor ku Karna aku butuh orang untuk saat ini " kata Ferdi


" Ngak masalah bang , kebetulan kami juga banyak waktu .Ya kan de bisa sambil kerja " kata Awan melirik Qila


" Ya mas " kata Qila tersenyum


" Dan lho juga bisa bantuin gue la, kalo lho nganggur " kata Aya


" Hah ...kerja apaan ?" kata Qila bingung


" Bikin desain dan menata keuangan butik biar aku ngak lembur " kata Aya

__ADS_1


" Ya boleh ngak masalah asal makan di tangung gratis


" Kalo masalah itu sih aman beb , mulai siang ini siap ngak " tawar Aya


" Terserah , jadi gue dan Awan ngak jadi pulang dalam waktu dekat " kata Qila


" Kalian mau pulang ?" kata Ferdi


" Iya bang kan Qila masih kerja di cafe , kalo libur " kata Awan


" Tapi kan sudah ada Via , kan lho berdua bisa disini dulu sementara . Mumpung libur semester Lagi pula Ara sudah menambah dua orang karyawan kan la" kata Aya


" Ya Ay , karna kita kewalahan Dan lagi pula Via hamil jadi ia lebih sering mengantikan Ara .Biar Ara fokus sekolah " kata Qila


" Ya aku tahu itu , Makanya kamu disini dulu aja Kan masih libur masalah tiket pulang gampang " kata Aya


" Ok ngak masalah bu bos , gue siap kapan pun lho butuh " kata Qila tersenyum .


Yang membuat Ferdi dan Aya tersenyum Sambil menikmati makanan mereka Karna Qila dan Awan memang baru kali ini bisa makan bersama Dengan suami Aya Karna mereka jarang bertemu langsung dengan Ferdi Yang di juluki tuan bos oleh Via dan Qila Karna kehidupan Aya berbeda sangat jauh dengan mereka


Selesai makan Ferdi kembali kekantor Dan membawa Awan ikut sekalian .Karna ia akan memindahkan semua berkas berkas Reyhan. Agar tak terganggu oleh Naura Jadi Ferdi ingin ada orang bisa memilah milah berkas untuk membantu Bimo .Sedangkan Qila tinggal bersama Aya. Untuk membantu Aya di rumah


" Kalian menginap disini saja ya la " Kata Aya


" Siap bu bos , gue tak menolak dan sangat kebetulan banget bisa ketemu lho Ay, .masalahnya ngak enak di rumah mertua " kata Qila jujur


" Mertua lho galak ?" kata Aya


" Ya seperti itu lah " kata Qila duduk di depan Aya ketika mereka di ruang kerja


" Ngak usah terlalu di pikir kan lho cuma liburan ngak lama disini ..Yang penting sikap Awan pada mu " kata Aya .


" Ya beb, emang ngak gue pikiran Malah stres bila di pikir Yang penting gue kerja dapat duit dan fokus kuliah Yang ngak lama lagi akan selesai " kata Qila


" Yap....bagus yu bantu gue mendesain ini " kata Aya .Karna Qila satu jurusan dengan Aya. Tidak dengan Via yang mengambil jurusan akuntansi .

__ADS_1


Keduanya pun sibuk , Sampai si kembar datang mencari Aya . Dan Aya pun mengajak Qila untuk istirahat sebentar sambil menemani si kembar Karna tak mau pekerjaan mereka kacau oleh dua bocah imut itu..Jadi Aya mengalihkan keduanya sampai mereka tertidur .


" Ay.... mereka lucu ya, ngak nyangka lho sudah punya dua anak . Orang ngak akan percaya lho sudah punya buntut " kata Qila terkekeh


" Ya la, mereka pikir aku gadis ting ting


padahal sudah ada Afnan dan Aska di tambah suami yang slalu memantau gue. Bisa mati kutu gue ketahuan anak anak kampus " kata Aya Yang memang merahasiakan indentitas nya


" Ya santai Ay, biar ketahuan kan lho istri sah siapa takut .Bila gue jadi lho mah santai ngak ambil pusing beb. Biar ngak kuliah juga duit lho sudah penuh di dompet kan lho kuliah cuma buat formalitas .Jadi lho ngak perlu bingung " Kata Qila


" Ya emang benar la, tapi gue butuh ilmunya juga Biar ngak bodoh bodoh amat masalah desain .Apalagi mami bakal mewarisi itu semua ke gue " kata Aya


" Hah......gila lho Ay, makin banyak duit aja lho " kata Qila menatap Aya


" Ya mau gimana lagi, kan gue menantu satu satunya " kata Aya


" Hahaha ..... betul itu. Kan satu satu nya menantu . Kecuali ........" kata Qila menggantung


" Jangan berpikir macam macam la, cukup satu istri " Kata Aya penuh penekanan Menatap Qila sahabatnya


" Ya Ay, mudahan lho langgeng sampai tua .Karna kalo gue jadi lho pun akan berpikiran yang sama " kata Qila Karna ia pun tak akan mau di dua kan Awan .


" Ya .... itu pasti karna biar pun madu manis Tapi tak semanis di madu " kata Aya Yang membuat mereka tertawa bersama Tapi pelan karna sambil menidurkan Afnan dan Aska Yang sudah mulai ngantuk lelah bermain


" Mereka anak pintar " kata Qila mengusap punggung Aska


" Ya la , bahkan jarang rewel . Abang minta anak perempuan setelah mereka besar dikit biar rumah tambah meriah " kata Aya tersenyum


" Iya kan tinggal bikin , mumpung lho masih muda produksi yang kuat " ledek Qila terkekeh


" Iya lah....emang lho belum pingin la ?" Kata Aya


" Pengen Ay, apa lagi mamah. .Tapi kita sudah sepakat menunggu lulus agar ngak ngak pusing mikir antara kuliah kerja dan anak " Kata Qila karna tak ingin punya banyak masalah Karna harus satu persatu dulu di selesaikan .


" Ya betul itu la, gue aja kadang ngak tega ninggalin mereka Tapi ya mau ngak mau harus tega . Siang gue pulang buat menyusui mereka .Setelah itu kembali lagi bila ada mata kuliah Karna gue ngak mau mereka kurang Asi dan kasih sayang " kata Aya .

__ADS_1


" Iya Ay betul itu, cinta ibu sepajang masa ngak bisa jauh dari anak " kata Qila yang juga sayang pada mamah nya Karna mereka dekat. Dan sampai hari ini Qila tak tahu seperti apa kabar sang papah dengan istri mudanya.Tapi ia berdoa papahnya baik baik saja.


__ADS_2