
Disisi lain Bimo merapat ke pintu gerbang Ketika Tania dan Aya keluar
Dan satpam membuka kan pintu mobil Untuk kedua nona nya itu
" Kenapa Ferdi sampai bisa di rumah sakit Bim " kata Tania saat sudah duduk
" Panjang ceritanya Tan, Frans dan teman temannya lah yang menembaknya Mereka bilang tak sengaja .Tapi bukti akan menyeret mereka Lihat saja nanti " kata Bimo Yang lalu menjalan kan mobilnya kerumah sakit .
Aya yang duduk di sebelah Tania hanya diam .Membayangkan suaminya sekarat di rumah sakit
" Kenapa kalian bisa terlibat masalah dengan mereka " kata Tania
" Dia berkelahi dengan Deril dan Ferdi yang melerai nya hingga Ferdi jadi sasaran Frans " kata Bimo
" Astagfirullah " kata Aya Yang tadi malam memang keluar untuk melerai perkelahian pacar dan suami Tania
" Apa kak Bimo, yang tadi malam menelpon abang " kata Aya
" Ya Ay, maaf kan kak Bimo yang sudah menyeret suami mu dalam masalah " kata Bimo yang merasa bersalah .
Aya pun terdiam .Dan tak lama mereka sampai dirumah sakit .Dan Aya bergegas menuju kamar rawat suaminya .
" Pi , mi " kata Aya dengan mata berkaca kaca melihat papi dan mami berpelukan Melihat Ferdi belum juga sadar
" Aya sini nak " kata mami yang langsung memeluk menantunya
" Gimana abang mi " kata Aya yang menahan air matanya
" Dia selamat tapi belum sadarkan diri " kata mami yang menyuruh Aya mendekati Ferdi yang masih diam tak bergerak .
Papi yang melihat Tania pun merangkul nya Lalu mengajak nya duduk bersama Bimo di sofa
Aya mengengam tangan Ferdi dan menaruhnya di dada suaminya dengan pelan Sedangkan mami mengusap punggungnya
" Ini Aya bang " kata Aya menitikkan air matanya .
Yang membuat mata Ferdi langsung terbuka melihat wanita yang dicintainya itu datang dengan wajah sendu .Yang membuat mami tersenyum Ferdi sudah sadar kan diri mendengar suara Aya
" Hai " kata Ferdi meraba wajah Aya
" Ya bang , kenapa bisa begini " kata Aya memegang erat tangan Ferdi .
__ADS_1
" Ngak pa pa ini hanya ujian hidup , Aya jangan menangis ya sayang " kata Ferdi pelan Lalu merengkuh tubuh Aya dalam pelukannya Yang membuat Aya terisak .
" Hiks........hiks ....." tangis Aya pecah
" Hei kan abang bilang jangan menangis Kenapa malah menangis " kata Ferdi terkekeh dan menangkup wajah Aya Lalu menghapus air mata Aya
" Aya takut abang meninggalkan kami , Afnan dan Aska masih kecil bang " kata
Aya terisak pelan .
" Siapa bilang abang akan meninggalkan kalian. Abang masih disini. Abang lapar abang mau makan Biar cepat sehat " kata Ferdi terkekeh .
Membuat mami langsung mengambil bubur Yang diberikan perawat Lalu menyuruh Aya menyuapinya
" Terimakasih mi " kata Aya . Yang menghapus air matanya Dan menyuapi buburnya untuk Ferdi Mami yang melihat itu pun tersenyum Karna putra nya itu sadar dengan kehadiran Aya disisinya
Sedangkan papi menasehati Tania dan Bimo Dan meminta Tania menjauhi Frans untuk sementara waktu Namun Tania juga harus mengaskan pada Frans Tak ada hubungan apa apa lagi di antara mereka .
" Ya om , Tania akan kesana nanti Untuk membesuknya bersama Deril Dan mengakhiri semuanya " kata Tania Karna ia dan Deril sudah rujuk kembali sekarang .Dan mami hanya diam tak mau ikut campur .Lalu mami mendekati . Ferdi yang sedang makan
" Habis kan sayang biar cepat pulih " kata mami mengusap keringat Ferdi
" Ya mi, apa si kembar ikut " kata Ferdi menatap Aya
" Ya sayang pulang lah , Oh ya mi .Boleh kan Ferdi rawat jalan dirumah saja .Ferdi ngak nyaman disini Biar bisa lihat si kembar " kata Ferdi melirik sang papi Yang sedang bicara pada Tania dan Bimo di sofa .
Aya menatap mami Risma Dan mami hanya tersenyum menganggukkan kepalanya
" Ya nanti mami bicarakan dulu sama papi mu ya " kata mami
" Ya mi " kata Ferdi tersenyum lalu memegang tangan Aya yang melap bibir nya . Karna sewaktu ia tak sadarkan diri Wajah Aya lah yang muncul dalam kepala nya Yang membuat Ferdi tak merasakan apa apa. Hingga bisa tidur tenang
" Minum dulu ya bang " kata Aya yang menyendok air pelan pelan kemulut Ferdi Yang membuat Ferdi merindukan perhatian lebih istrinya itu. Karna disaat sakit lah Ferdi betah berlama lama di tempat tidur
Gila memang bila ia berharap celaka.. Namun di balik hikmahnya Ferdi mengambil sisi positifnya saja .Karna ia bisa berulah manja pada mami dan istrinya Tanpa ribet pergi kekantor dan jadi perhatian sang istri yang mengurus nya dengan baik Dan memperhatikan Juga menyuapi dan mengurusnya ..
Ferdi tersenyum menatap wajah panik istrinya itu Namun ia tak menampik hal itulah yang paling ia sukai .
" Sudah " kata Aya
" Ya " angguk Ferdi seperti anak kecil
__ADS_1
Aya pun melap bibir basah suaminya itu Dan juga menyingkir anak rambut di dahi Ferdi .Yang di perhatikan oleh mami .
" Apa tadi Aya sudah sarapan " kata mami
" Belum aunty biar Tania dan Bimo carikan di kantin ya Ay mi. Kalian tunggu disini saja " sahut Tania ingin beranjak
" Ya Tan , om sekalian " kata papi yang juga lapar Karna semalam mereka tak kepikiran makan
" Saya sudah bawakan tuan " kata Tris Yang tiba tiba muncul bersama Alan
" Alhamdulilah " kata Tania yang tak jadi kekantin .
" Tris Lan, gimana hasilnya " kata papi
" Masih dalam menyelidiki tuan . Tapi kami slalu me mantau nya Dan mengikuti Alurnya karna bukti sudah di tangan Dan kita lihat Apa yang akan mereka laku kan Oh ya untuk sementara nona Tania tak pergi pergi dulu Karna bisa menjadi incaran musuh " kata Alan
" Ya lan , om sudah memberitahukan ku. Ini ulah Deril lagian tahu Frans begitu malah di ladeni " kata Tania
" Kau juga salah Tan, kau tahu Frans itu siapa malah kencan dengan nya " kata Ferdi ikut bicara
" Astaga kau sudah sadar Fer, aish .... kenapa tadi malam keluar. Harus nya kau biar kan saja mereka baku hantam .
Bikin pusing saja " kata Tania
" Ck..... ngak bersyukur .Kau tahu Deril rujuk itu untuk menyelamatkan mu Tan. Malah tak bersyukur " kata Ferdi
" Hah ...... apa maksudnya " kata Tania kaget .
" Apa kau mau menikah dengan Frans Pria hidung belang itu .Biar dia tajir Tapi ngak sunat tahu " kata Bimo ikut menimpali
" Hah .....apa hubungan dengan ngak sunat kak " kata Aya kaget
Yang membuat semua orang tergelak bersama Mendengar kepolosan Aya termasuk Ferdi .Yang langsung terkekeh memeluk istrinya itu .
" Tania memang ngak pernah tahu masalah begituan Fer Kan dia belum bisa membedakan mana yang polos dan pake helm " kata papi tergelak
" Ih......om saru ..... apaan sih bikin malu " kata Tania dengan wajah merona merah
" Lah kenyataan nya mau coba coba Orang sudah bagus dapat Deril malah bertingkah .Ya gini akhir nya Frans itu keyakinan nya beda sama kita Tan, jadi dia bebas pake sana sini ." kata papi
" Tahu ah kan Tania juga baru kenal om Belum tahu banyak " kata Tania
__ADS_1
" Maka nya om dan abang mu ngasih tahu Tan, biar ngak salah langkah " kata mami Risma . Kami hanya menjagamu Kalo terjadi apa apa Kami semua juga ikut repot . Ya seperti sekarang ini Ferdi yang jadi korban " kata mami Yang tahu sifat keras kepala Tania .