
Aya pun lalu bergegas masuk mobil bersama Gita Yang ikut menumpang pulang karna searah Sedangkan Iksan memakai motornya .
" Alhamdulilah kita di bantu pa Gery kita lebih mudah menyesuaikan kan nya Ay " kata Gita
" Ya ..... Jalan kita ke Paris akan lebih mudah lagi kalo kita punya prestasi " kata Aya yang tak membuang peluang Karna kesempatan terjadi hanya satu kali dalam hidup nya
" Ya Ay " kata Gita tersenyum .Dan tak lama Gita pun turun di perempatan jalan Menuju rumahnya Yang hanya di tempuh dengan berjalan kaki
" Trimakasih ya Ay " kata Gita turun dari mobil
" Ya sama sama, hati hati Git " kata Aya melambaikan tangan nya
" Ya lho juga bye......." kata Gita balas melambai tangan nya
" Tin, kita ke jalan xxx dulu ya Aku mau lihat rumah disana " Kata Aya yang menyuruh Tina menuju rumah lama mereka .Rumah milik sang Ayah dan bunda Aya yang di jual sang Ayah ketika pulang ke desa
" Apa ini nona " kata Tina
" Ya berhenti disini saja " kata Aya melihat rumah itu yang terlihat kosong dan sepi tanpa penghuni nya Yang membuat Aya turun ketika melihat seorang pelayan wanita tua tetangga mereka dulu
" Permisi bi Mirah, apa saya boleh bertanya bi " kata Aya bicara sopan pada wanita itu entah apa bi mirah masih mengingatnya atau tidak .
"' Iya nak ada apa ?" kata bi Mirah
" Apa pemilik rumah itu ada ?" kata Aya sekedar bertanya
" Oh pemilik rumah itu sudah meninggal setahun yang lalu neng .Hanya ada anak perempuan nya saja di sana .Yang jadi penebus hutang pa Dirja Karna bapak nya banyak meninggalkan hutang ketika perusahaannya bangkrut Dan gadis itu juga jarang pulang Karna rumah itu mau di jual " kata bi Mirah
" Di jual .... berapa bi Apa ada nomor teleponnya ?" kata Aya kaget
__ADS_1
" Itu nak depan pagarnya Ada tulisan nya mau di jual dan no telpon nya " tunjuk bi Mirah pada sebuah papan ukuran kecil Yang terlihat usang
" Ya bi trimakasih " kata Aya yang lalu bergegas mendekati pagar rumah mereka itu Yang terlihat tak terurus Dan Aya pun mencatat nomor itu kedalam ponselnya . Dan tak lama ada seorang gadis muda sebayanya keluar dari dalam rumah itu
" Maaf mba , apa benar rumah ini mau di jual " kata Aya ramah yang melihat wanita sebaya nya itu ingin pergi
" Ya mba , apa mba berminat " kata wanita itu menatapnya serius
" Ya berapa harga nya " kata Aya
" 700 juta mb " kata wanita itu lirih
" Astaga kok mahal sekali " kata Aya kaget dulu rumah itu hanya di beli 400 juta dari sang ayah
" Ya mba , Saya butuh uang karna sebagian untuk bayar utang saya mba " Kata wanita itu jujur
" Kalo mba nya berminat boleh melihat lihat isinya " kata wanita itu sopan
Aya pun masuk kedalam rumah itu Rumah yang syarat kenangan Dan kemaren ia mencari mantan ibu sambung nya Namun orang bilang ia sudah pindah dua hari setelah dari butik Dan akhirnya Aya mencari nya kesini takut mantan ibunya itu masih mengingat rumah Ayah mereka Karna seorang tetangga ibunya ada yang menyebut alamat rumah Aya yang lama
" Kenapa rumah nya tak terurus mba , padahal rumah ini cukup besar " kata Aya Yang masih melihat barang dan lemari jati mereka masih terlihat sama Tak berubah sedikit pun
"Papi saya meninggalkan hutang mba Dan saya jadi penebusnya Tapi setelah pria itu menikahi saya . Dia menjual saya ke sebuah club malam Dan saya di suruh melayani tamu tamu mereka " isak wanita itu Yang membuat Aya kaget dan merasa iba
" Astagfirullah kenapa kau tak lari " kata Aya kaget dan merasa miris mendengar nya Apalagi wanita itu menangis sedih
" Itulah kenapa saya ingin menjual rumah ini , saya tak punya apapun suami saya hanya menganggap saya sampah Dan dia hanya datang untuk meniduri saya .Dan mengambil uang hasil saya melayani tamu tamunya " kata wanita itu makin terisak .
" Inalilahi ...... Lalu kenapa ngak lari " kata Aya menatap wanita itu
__ADS_1
" Saya tak punya uang mba ,Hanya rumah ini satu satunya peninggalan papi saya Dan saya sudah menawarkan nya kemana mana Tapi tak ada yang mau membelinya Dan sudah setahun lalu saya menjual nya Tapi masih belum laku Karna tak ada yang berminat . Dan untuk keperluan saya sehari hari saja dari hasil bekerja di club " kata wanita itu makin terisak
" Orang bilang pemilik rumah ini juga menjual anaknya .Dan mungkin itulah kami kena kutukan dari rumah ini Hingga papi ku menjual anak nya sendiri " kata Wanita itu menangis tersedu sedu
" Itu tidak benar mba, itu hanya omongan orang yang ingin menghina mba Oh ya saya akan membeli rumah ini dan menolong mba Agar mba bisa pergi jauh dari sini ." kata Aya
" Benar kah ? Mba tidak bohong kan Saya tak kuat lagi tinggal di sini tolong saya mba " kata wanita itu memohon
" Ya siapa nama mba " kata Aya
" Saya cindy mba , mba siapa " kata Cindy menatap Aya
" Saya Aya , saya anak pemilik rumah ini Kami memang menjual rumah ini karna butuh uang Tapi tak seperti cerita mba Cindy " jelas Aya yang menceritakan kisah hidup nya Cukup lama mereka mengobrol dan Aya pun ingin membantu Cindy Dan Cindy pun berterimakasih Tapi ia ingin pergi Setelah semua urusannya beres dengan suaminya
" Baiklah trimakasih mba Aya aku akan menghubungi mu nanti .Agar kau tak disalahkan bila aku menghilang dari kota ini Agar suami ku tidak tahu dan tak curiga Aku akan menghubungi mu dari nomor telpon lain saja " kata Cindy .
" Baik kalo itu keputusan mu " kata Aya Yang ingin rumah Ayahnya kembali ke tangannya Karna disinilah kenangan masa kecil nya tersimpan rapi .
" Kalo begitu aku pamit hub aku bila ada apa apa " kata Aya pamit
" Baik terimakasih " kata Cindy tersenyum Ketika Aya akan pergi Karna senang sebentar lagi ia bisa bebas Dan malam ini ia harus mengambil surat rumah itu pada Toni bila pria itu datang Karna surat tanah itu Toni simpan di ruang kerjanya Dimana dulu tempat ruang kerja pa Kevin bekerja bila lembur di rumah .
" Aku harus mengambilnya malam ini , mumpung ada pembeli " Kata Cindy Yang bertekad pergi jauh dari Tony Karna pria itu slalu menyiksanya .
" Aku akan mencari obat untuknya malam ini pasti ia akan datang bila aku pura pura sakit " kata Cindy Yang ingin bisa pergi sejauh mungkin dari Toni germo klub malam tempatnya berkerja Dan ia merasa benci kenapa papinya sampai bisa tertipu oleh pria brengsek itu .
Sedang kan Aya membuang nafas kasar Mengingat cerita Cindy Ia bersyukur tak bernasib seperti Cindy yang dijual suami untuk para hidung belang .
" Ada apa nona ?" kata Tina melihat Aya seperti berpikir
__ADS_1
" Aku ingin membeli rumah itu Tapi biar Ken dan jhon yang mengurusnya Agar lebih mudah Karna suami mba Cindy seorang germo di sebuah club Akan sulit bagi ku menemuinya Jadi biar nanti Ken saja yang mengurusnya " kata Aya
" Ya nona itu lebih baik " kata Tina Yang melajukan mobil mereka menjauh dari rumah lama pa Kevin