Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
bab 464


__ADS_3

Alan menarik nafas dalam Setelah papi dan mami keluar . Yang membuatnya harus mengatur siasat untuk Naura .


" Aku pikir dengan Reyhan menikah lagi Iya akan sadar dan berpikir ulang Tapi ternyata Reyhan hanya jadi bantalan nya saja " kata Alan mengeleng .Lalu keluar dari ruangan kerja tuan besarnya itu menuju kamar tamu untuk beristirahat


Sedangkan Ferdi yang baru pulang berbaring di tempat tidur Karna ingin menghilangkan rasa penat nya


Clek.....


" Abang " kata Aya melihat suaminya itu bertelanjang dada tiduran di tempat tidur


"' Apa mereka di taman ?" kata Ferdi


" Tidak di kamar lagi mandi , baru saja dari taman. Apa abang sudah mandi " kata Aya duduk disisi suaminya


" Belum , apa kira bercinta dulu " kata Ferdi menatap Aya dengan seringai penuh arti


" Abang apaan sih , nanti malam saja ini sudah hampir magrib " kata Aya Karna bila di iyakan pasti magrib nya akan lewat begitu saja .


" Hahaha...... baiklah , rupanya istri abang ini sangat pintar membaca situasi " kata Ferdi menarik Aya dan memeluk nya Lalu mencium istrinya itu berkali kali dan mengecup bibirnya


" Apa abang sudah bicara pada kak Alan tentang butik "kata Aya Ketika tautan bibir keduanya terlepas


" Belum bagaimana kelanjutan nya , apa sudah selesai " kata Ferdi menatap Aya


" Kasusnya rumit, abang bisa bertanya pada kak Alan nanti .Kan kak Alan masih disini " kata Aya memainkan telunjuk nya di dada bidang Ferdi


" Hah..... bagaimana bisa , abang pikir sudah selesai " kata Ferdi tak percaya


" Ya sudah, nanti abang bisa bertanya pada kak Alan langsung sekarang mandi dulu gih. Pasti nanti Afnan dan Aska akan mencari abang "kata Aya mengecup bibir suami nya itu Lalu beranjak untuk menyiapkan pakaian rumahan Ferdi


"Baiklah " Kata Ferdi yang bangkit dari tempat tidur Lalu masuk kamar mandi Dan menghilang di balik pintu .


Setelah menyiapkan pakaian suaminya Aya keluar dari kamar Menuju dapur untuk membuat jus kesukaan suaminya juga anak anaknya Karna itu yang sudah biasa ia lakukan setiap sore


" Ay , buat kan juga untuk mami dan papi ya " Kata mami berteriak Ketika mengambil air putih untuk papi


" Ya mi, mangga atau alpukat " kata Aya

__ADS_1


" Alpukat buat mami , papi mangga " kata Mami tersenyum


" Siap mi " kata Aya


"Non, pukis dan browniesnya sudah di meja ya " kata bi Yam


" Ya bi, apa bi Yam mau jus " tawar Aya melirik bi Yam


" Nanti biar bibi buat sendiri non Kan masih banyak buahnya " kata bi Yam


" Ya bi ,mumpung mangga murah kan pelayan lain juga boleh bikin .Sayang buat mangganya busuk kalo ngak di bikin jus Atau di makan biasa " Kata Aya Yang kemaren membeli dua peti mangga untuk jus di rumah .


" Ya non, santai saja nanti juga bisa pada buat sendiri "Kata bi Siti Yang membawa buah strawberry yang sudah di cuci Karna Afnan sangat suka dengan buah berasa asam itu .


" Sudah di cuci semua bi " kata Aya


" Ya non , trus ini mau di jus juga non " kata bi Siti


" Ngak bi , itu buat bikin es buah Aya tim kan coklat untuk Aska dan Afnan buah nya di tusuk tusuk di lidi ya bi Nanti baru di siram coklat bi . Mereka sangat suka di buat es kul kul Taruh di kulkas dulu biar membeku " kata Aya yang memotong Alpukat dan mangga bentuk kota untuk anak anak nya karna buatan rumah lebih higienis Ketimbang harus beli di pinggir jalan


" Lalu bakso dan sosisnya jadi kan non " kata bi Siti


" Ya non " kata bi Siti


" Mamah...... buat apa ?" Teriak Aska dan Afnan yang menghampiri Aya


" Nih buat jus buat ade kakak papi juga oma dan opa Tuh lihat .. bi siti lagi bakar bakso dan sosis sama buat es kul kul " Kata Aya


" Hore ..... mau mau mah " kata Afnan


" Ya sana keruang tengah dulu nanti mamah bawa kesana Mba Wati Er itu kue pukis dan brownies nya tolong taruh meja tengah biar nanti buat cemilan " kata Aya Yang merasa senang bisa berkumpul keluargga nya setiap sore .


*************


Di kantor Emma baru saja keluar dari ruangannya Ketika Belva menghadangnya Di depan pintu lift masuk


" Ada apa ?" kata Emma kaget

__ADS_1


" Apa kau memakai suap untuk bisa jadi asisten bu Wina Supaya jalan mu mulus mengoda presdir " kata Belva


" Kau salah paham Bel aku kerja disini untuk mencukupi kebutuhan hidup kami Tak ada niat mengoda Presdir yang baik itu Apalagi berniat kotor Tak terbesit di hati ku ini Bel mungkin itu berlaku buat mu saja " kata Emma Yang sudah banyak di tolong oleh Aya juga suami nya . Jadi tak mungkin ia brani mengoda suami sahabat adiknya itu Karna Sam saja sudah cukup untuknya .


" Hah..... jangan munafik buktinya kau bisa bekerja di sini dengan koneksi kan Siapa ... ? " Kata Belva menatap Emma


" Kau tak perlu tahu, itu bukan urusan mu " Kata Emma Yang menarik tubuh Belva kesamping Dan bergegas masuk lift .Karna kalo ia melayani perempuan gila itu Dia tak akan pulang pulang .


" Dasar biang rusuh ngak di kampus di kantor senang banget sih bikin masalah sama gue Pengen gue cekik saja rasa nya " dumel Emma Sambil menuju mobil


" Mhem ......" dehem seseorang di belakang Emma


" Abang !!!" kata Emma kaget melihat suaminya itu mengikutinya dari belakang


" Kenapa kok wajahnya tidak bersahabat begitu " kata Sam


" Kesal bang , tuh si kunti mau cari masalah " Kata Emma Yang melirik Belva


" Hahaha..... Si kutu loncat !! biar kan saja tak usah di ambil pusing Ayo pulang " Kata Sam merangkul Emma Yang membuat Belva mendelikkan mata nya melihat Emma naik mobil mewah


" Astaga dia ...." Kata Belva mengepal tangannya Karna selama ini Emma yang ia kenal sangat cupu dan penakut Tapi kenapa setelah lulus dari kampus Mendadak gadis itu berubah berani dan bersikap cuek padanya .


" Awas saja dia, dulu saja di bully nangis Eh sekarang bertingkah " kata Belva Yang menghidupkan mesin mobil nya keluar dari parkiran kantor menuju pulang.


***********


Di rumah Ara . Mbok baru saja selesai mandi dan berpakaian Lalu pergi ke rumah sebelah menemui yu Irah yang sedang memasak Yang di bantu Asih dan Ara Karna pagi tadi mbok pulang bersama Rio kembali ke yogya


" Mbok , ayo makan ini semua sudah siap " Kata Ara


" Ara duluan saja nak biar sehat cucunya mbok Mbok nanti saja ini baru habis minum teh jahe susu buatan yu Irah tadi " Kata mbok tersenyum


" Ya sudah Ara makan duluan ya mbok yu sih panggil bapa , ini Ara sudah lapar " Kata Ara yang sekarang mudah sekali lapar karena berbadan dua


" Ya de" kata Asih keluar dapur


" Ya nak makan yang banyak " Kata mbok tersenyum Karna bahagia putra bungsu nya itu bakal jadi seorang Ayah Karna mbok merasa ia berumur panjang bisa melihat cucu cucunya itu tubuh sehat selama ia masih hidup Dan anak anak nya juga hidup rukun saling membantu satu sama lain

__ADS_1


" Pae.... Pasti pae bahagia kan kita akan punya cucu" Kata mbok dalam hati memandang wajah Ara lekat Bahagia bisa melihat Ara bahagia bersama Rio


__ADS_2