
Di desa Minah sangat senang hari ini ia tersenyum bahagia sambil bersolek
Lalu keluar melewati rumah mbok Rio
" Pagi mbok lagi apa ?" kata Minah
" Wah .... nak Minah ini lagi nimbang cabe buat di antar kepasar .Mau kemana kok tumben dandan ayu " kata mbok
" Ya maklum mbok kan banyak duit , Minah mau shoping dulu " kata Minah
" Oh ya , hati hati " kata mbok
Minah pun lalu melewati mbok Namun belum lima langkah ia berbalik badan
Dan melihat mbok sesaat .
" Mbok apa kabarnya si Ara Apa dia sehat " kata Minah
" Alhamdulilah sehat Min, kenapa ? kok tumben menanyakan Ara " kata Mbok heran Karna Yang ia tahu Minah tak suka pada Ara
" Oh ngak pa pa mbok cuma nanya saja, Minah kira sakit " kata Minah terdiam sebentar Lalu pergi meninggalkan mbok yang sibuk melayani pembeli
Mbok hanya melihat punggung Minah dengan rasa penasaran. Karna merasa aneh .Dengan pertanyaan Minah .Lalu kembali menimbang cabe pesanan
orang yang membelinya .
Sedangkan Minah sedang menuju rumah temannya untuk mengajak pergi belanja
Karna Minah sangat senang hari ini.
" Pagi wi ayo berangkat ?" kata Minah
" Sudah izin Reno belum Min " kata Dewi
" Iya dong , kita bisa senang senang hari ini Karna merasa bahagia " kata Minah tersenyum manis
" Wah ... asyik dong bisa beli beli . Ayo duduk dulu mau minum apa " kata Dewi
" Apa saja , oh ya wi kamu kan dekat sama bulenya Rio . Gimana kabarnya Rio di yogya " kata Minah
" Rio baik baik saja , bahkan minggu kemaren mereka baru pulang dari sana Dan juga sempat menginap disana Mereka jalan jalan ke malioboro karna Ara mentraktir mereka . Ara itu siapa sih ?" kata Dewi penasaran
__ADS_1
" Ara itu istrinya Rio Tapi istri sirih bukan istri sah Dia itu tergila gila sama Rio trus minta dinikahi Maklum wanita ganjen " kata Minah
" Astagfirullah Aladzim , heh mba ora usah ngomongin orang .Lagian mba Minah kan sudah punya suami Urus aja tuh siapa mba Minah ngapain ngurusin mas Rio " kata Tia sepupu Rio yang tak terima Minah menjelek jelek kan Ara ketika melewati rumah Dewi
" Lah , kok marah sih Ti, Minah cuma nanya kok " kata Dewi membela Minah
" Nanya kok sampe bilang mba Ara ganjen dan minta kawin. Eh mba mas Rio itu cinta sama mba Ara Dan begitu juga sebalik nya Jadi ngak usah bikin gosip ngak benar deh " kata Tia yang hendak berangkat kerja
" Lah tapikan benar cuma nikah sirih Dan lagi dia wanita penyakitan " kata Minah mencibir.
" Eh mba Min, maaf ya kami memang orang miskin ngak kaya seperti sampean Tapi tak menghina orang koyo sampean mba Ara itu sehat cantik dan pintar Mana ada penyakitan Sampean kali sing penyakitan. Sakit karna mulut nya nyinyir " kata Tia yang berlalu begitu saja
" Eh itu anak ,kok mulutnya tajam ya " kata Minah kesal
" Sudah Min, kamu sih tadi ngomong gitu . Akhir si Tia dengar " kata Dewi
" Lah emang benar penyakitan . Mungkin dia aja ngak tahu kalo si Ara itu lagi sakit " kata Minah
" Lah kok gerti , emang tahu dari mana ?" kata Dewi heran
" Ya tahu lah, kan aku banyak teman di Yogya " kata Minah
Membuat Dewi bingung Tapi ia ngak ambil pusing Karna memang Minah sempat kuliah di yogya selama dua tahun .Yang membuat Dewi percaya Kalo Ara gadis penyakitan yang di cerita kan Minah temannya
Sedangkan Ara baru saja selesai makan Dan ia mulai merasa pulih Setelah subuh tadi minum air pemberian ustad
Afif Agar bisa membuang sisa sisa penyakit nya
" Sudah ra, alhamdulilah sudah kering Toh orang mau nya apa kok tega ya
Mengunakan jalan pintas " kata yu Irah
" Iya yu Ara juga bingung . Untung ada ustad Afif . Ara kaget merasakan badan Ara lemas " kata Ara
" Ya itu karna kaget nya ra, sekarang istirahat saja biar yu Irah bersih bersih
dulu .Oh ya apa mba Aya sudah tahu " kata yu Irah
" Jangan di kasih tahu yu, kasihan nanti kak Aya kepikiran "kata Ara yang tak mau
kakaknya khawatir
__ADS_1
" Iya ya mba, malah nanti kasihan mba Aya kalo khawatir Apalagi sekarang sudah ada si kembar " kata yu Irah
" Makanya Ara ngak ngasih tahu yu , sudah ada mas Rio disini Ara ngak mau kak Aya panik yu .Apalagi mami dan papi lagi di luar negri .Kasihan kalo kesini kan repot biar di sana dulu " kata Ara
" Iya juga mba, oh ya apa tuh orang ngak takut ya kena azab kok tega berbuat jahat .yu Irah doakan kualat deh biar tahu rasa " kata yu Irah
" Iya yu biar dia ngerasain tuh rasanya sakit " kata Ara Yang kesal karna ia merasa tak bersalah
Ara tak mengerti di jaman moderen begini . Masih percaya dukun Dan untung nya ustad Afif tahu Dan menolong Ara Dan Ara juga sadar kalo ia harus berhati hati dengan siapa saja Apalagi pada orang yang berbuat jahat padanya .
" Aku yakin ini pasti ulah si Mimin pasti ia ingin menyingkirkan ku " kata Ara Yang lalu kembali kekamar nya Dan lalu duduk di sisi ranjang Lalu mengambil ponsel untuk menelpon Aya .
" Kangen kak Aya jadinya, mudahan ngak sibuk " kata Ara menelpon Aya
" Ya de Assalamualaikum " kata Aya dari sebrang sana
" Walaikum salam kak, mana keponakan Ara . Ara kangen mereka sudah bisa apa saja " kata Ara
" Sudah tengkurap de, nih lihat ... hai sayang ada tante telpon " kata Aya menunjukan wajah Ara pada si kembar Yang langsung sumringah melihat Ara melambai kan tangan nya
" Hai..... ya Allah kak Ara kangen tolong cium kan ya " kata Ara senang melihat keponakan nya itu tampan tampan perpaduan sang kakak dan Ferdi
" Nih cium cium, gimana kabar kalian sehat kan de " kata Aya
" Alhamdulilah kak kami sehat , kak dan abang juga sehat kan , Apa mami dan papi belum kembali " kata Ara
" Belum mereka pulang minggu depan , Ara kesini ya sama Rio ambil oleh oleh kak Aya ngak bisa kesana Karna ngak boleh pergi sama abang Dan lagi kak Aya sudah daftar kuliah " kata Aya menjelaskan
" Alhamdulilah , trus si kembar gimana kak " kata Ara
" Kan kak Aya kuliah dirumah hanya ujian saja datang kekampus de. Jadi masih bisa sama si kembar " kata Aya
" Ya bagus lah, Ara juga kangen kak Aya Tapi sayang belum bisa kesana .Ara sudah daftar sekolah yang dekat cafe kak . Jadi pulang sekolah Aya langsung bisa kesana " kata Ara.
" Bagus lah , belajar yang rajin ya de Oh ya apa Via dan Qila sudah hamil " kata Aya penasaran
" Belum mereka menundanya sampai lulus , Tapi sekarang rumah kak Via sudah bagus kak " kata Ara
" Syukur lah cepat juga dia menabung . Kak Aya senang mereka punya rumah Dan Qila juga bilang sudah membangun rumah apa benar " kata Aya
" Ya kak sudah hampir jadi " kata Ara Karna Qila patungan dengan mamah nya Membangun rumah mereka .
__ADS_1
Cukup lama keduanya ngobrol melepas rasa rindu. Dan Ara juga curhat masalah hati Dan menanyakan bagaimana cara melayani suami dengan baik . Karna ia merasa ada wanita lain yang sedang berusaha mencuri perhatian suami nya