Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 43


__ADS_3

Aya dan Ferdi pun menemani pa Kevin ngobrol Pa Kevin bercerita tentang kebun kopinya yang di.urus Rio. Karna tak ada lagi orang yang diharap kan nya Dan kini hanya kebun dan rumah didesa itu harapan satu satunya .


" Tak masalah ya penting semua berjalan lancar buat masukan " kata Ferdi


" Ya karna itu penghasilan yang lumayan walau untung nya ngak banyak dan juga membantu petani lain . " kata pa Kevin .


" Apa nak Ferdi akan kembali ke jakarta " kata pa Kevin menatap menantunya itu.


" Mungkin untuk seminggu ini Ferdi disini pa Mengantikan papi dan disana sementara diawasi papi. Nanti siang papi akan kembali ke jakarta . " kata Ferdi


" O begitu " kata pa Kevin bersyukur karma ia masih bisa bertemu dengan Aya putrinya yang sangat ia rindukan .


" Ayah tenang saja Aya akan jaga Ayah selama disini " kata Aya tersenyum


" Ya nak terimakasih " kata Pa Kevin tersenyum bisa melihat senyum putri nya itu walau dulu ia memaksanya dengan tangisan pilu. Tapi kini Aya seakan lupa dengan apa yang terjadi .


***********


Sedangkan di.kantor Ferdi Heni mencoba Memaksa masuk keruangan Ferdi yang di larang sekertarisnya Namun Heni tetap nekat ingin bertemu Ferdi langsung .


" Bos tidak ada beliau di luar kota " kata Wina


" Bohong " kata Heni kesal lalu membuka ruangan Ferdi yang kosong


" Mana dia " kata Heni


" Siapa " kata Tris yang duduk disofa mengecek berkas .


" Bos mu " kata Heni


" Bos tidak ada beliau keluar kota .Jadi di ruangan ini hanya ada saya..Ada perlu apa nona Heni. " kata Tris


" Telpon dia aku mau bicara " kata Heni


" Hahaha .....kau lucu nona Heni masuk dengan cara paksa trus .menyuruh menghubungi bos . Kami saja tak brani menghubungi beliau Tanpa beliau yang menghubungi kami lebih dulu. Trus bagaimana kau begitu brani memerintah kan kami " kata Tris sinis .


" Kau..... apa kau mau dipecat bila aku mengadukan mu " kata Heni mengacam .

__ADS_1


" Hahaha.......kau mengancam ku nona Ck ....kau pikir aku takut , tidak sopan . Kalo kau memang kekasih nya kenapa tak menghubungi nya langsung " ejek Tris .


" Pulsa ku habis " kata Heni ketus


" Oh ya kalo begitu mungkin uang nona juga habis karna belum minta bos kan , jadi nya nona marah marah apa itu betul " kata Tris.


" Kau..... jangan macam macam uang ku tinggal gesek . Aku hanya ingin bertemu dengan nya " kata Heni ngotot .


" Percuma nona , tuan Ferdi banyak uang dan punya kedudukan mudah baginya membeli perempuan dan membuang nya


jadi tunggu saja kalo nona mau . Tapi yang pasti biar bokong nona sampai lumutan pun tuan Ferdi tak akan datang . Karna beliau sudah punya mainan lain " kata Tris yang membuat wajah Heni memerah .


" Dimana dia tinggal " kata Heni menatap Tris tajam .


" Mana saya tahu, yang pasti tuan membawanya kemana mana bersama nya asyik bukan " kata Tris .


" Dusta .... kau sengaja kan memanasi ku kan " kata Heni tak terima.


" Yah kalo tak percaya telpon saja tuan Ferdi sendiri nona akan tahu akan ada wanita yang menemani nya tidur tiap malam " kata Tris sengaja Yang membuat Heni semakin gusar .


" Nona bisa menelpon nya sendiri kenapa harus menanyakan ke saya " kata Tris Yang memang sengaja melihat Heni marah lalu pergi .


Heni pun terdiam ia ingat ketika ia menelpon Ferdi yang terakhir kali nya


Memang ada seorang wanita yang mengangkatnya Setelah itu ia mematikan ponselnya .


" Sialan " kata Heni lalu keluar dari ruangan Ferdi Dan bergegas minta pada Wina alamat rumah Ferdi .Namun Wina menolaknya. Tapi karna Heni mengacam nya terpaksa Wina memberikan nya . Lalu pergi begitu saja tampa kata trimakasih


" Wanita itu dasar " kata Wina kesal


" Kenapa si ular betina mengamuk ya Aku senang melihat nya seperti ular kepanasan Dia lebih mengerikan dari nona Kaifa " kata Tris terkekeh.


" Pa Tris ini senang sekali membuat ulat gatal itu marah marah Kenapa sih kekasih presdir tak ada yang waras " kata Wina kesal


" Hahaha..... itu lah wanita , yang gila uang tahta dan pria .Pastinya menjadi akan .gila kalo tahu mereka punya pesaing baru Aku .pengen lihat model apa lagi nanti yang bos bawa " kata Tris yang sudah biasa melihat ulah mesum bos nya itu . Walau belum menjurus menjadi casanova sungguhan tapi terlihat jelas gaya Ferdi yang senang bermain perempuan..


" Ih .... jijik aku, aku harap benar benar ada wanita baik yang bisa membuat nya bertekuk lutut dari pada uget uget gatal " kata Wina bergidik ngeri .

__ADS_1


"' Hahaha ..... bagus lah kalo kau sadar bisa hancur perusahaan ini bila punya bu presdir seperti mereka . Dan lagi kita tak punya tempat cari kerja yang mudah " kata Tris yang sudah lama tak senang pada Kaifa dan Heni karna kedua gadis itu seenaknya Dan tak punya etika tiap kali datang kekantor Namun ia tak brani bicara pada atasan itu .Karna takut Ferdi marah .


Sedangkan Kaifa bertemu mami Wandi siang ini membicarakan di acara resepsi pernikahan mereka yang akan berlangsung minggu depan


" Kalian bisa memesan gaun yang tak terlalu mahal tapi tidak murahan juga Karna budget nya hanya standar " kata mami Wandi


" Ya mi " kata Kaifa dengan wajah sedikit di tekuk karna mau tidak mau ia harus menurut kalo tidak ingin pernikahan nya batal Karma sang papah sudah mengingat kan dirinya untuk bersikap baik pada mertua nya itu.. Kalo tak ingin nama nya di coret dari kartu keluargga . Karna sudah malu dengan sikap putrinya pada keluargga Ferdi ..


" Apa Kaifa keberatan " tanya mami Wandi .


" Oh tidak mi " kata Kaifa..


" Awas kau Fer akan ku buat istrimu itu meradang bila aku berhasil menjebak mu nanti " kata Kaifa dalam hati yang punya niat buruk di hari pernikahan nya.


" Ya sudah semuanya sudah clear kita tinggal siap siap saja dan undangan nya sore ini sudah diantar kerumah " kata mami Wandi


" Ya mi " kata Kaifa


Sedangkan Ferdi tertidur di ranjang jaga . Aya yang melihat suaminya itu tidur hanya mengelengkan kepalanya .Karna tak biasa nya suami nya itu tak bekerja dan menunggu nya dirumah sakit.


" Kenapa ? " tanya pa Kevin


" Tidak pa pa yah biasa abang siang begini masih di kantor. Tumben dia tidur siang " kata Aya khawatir kalo nanti malam dia jadi santapan Ferdi


" Ya biarkan saja sekali kali ia juga ingin


tidur melepas penat setelah bosan bekerja " kata pa Kevin


" Ya yah besok minggu biar Aya ajak abang ke kebun .kita biar abang bisa senang menghirup udara perkebunan " kata Aya mengigat besok hari minggu


" Ya nak " kata pa Kevin menatap lekat putrinya setelah apa yang terjadi .Karna mengingat wajah Aya sangat mirip dengan mendiang istri pertama nya


" Yah ada apa " kata Aya balik menatap wajah sang ayah


" Tidak nak, Kau sangat mirip dengan mendiang ibu mu. Dan ayah merasa bersalah tak mampu membesarkan kalian dengan baik " kata pa Kevin


" Sudah.... ayah jangan mengingat masa lalu. Kita jalani saja seperti air yang mengalir . Toh semua nya memang suratan takdir " kata Aya mengusap tangan pa Kevin . Yang membuat mata pria tua itu berkaca kaca .Karna kini putrinya sudah mulai berpikir dewasa

__ADS_1


__ADS_2