
Sedangkan Rio dan Ara bergulat berdua sambil bercanda tak ada yang mereka lakukan sebatas berciuman dan berpeluk kan Karna Rio senang kini ia tak perlu lagi menyembunyikan apa pun pada si mbok Yang menjadi beban hatinya Walau ia belum menikah resmi tercatat Tapi paling tidak mboknya sudah merestuinya . Karna setelah masuk ke kamar Toh si mbok tidak mengusik kemesraan mereka berdua.
" Mas lapar " kata Ara ketika mereka tiduran saling berpelukan
" Mas ambil kan ya , atau mau makan di dapur " kata Rio sambil menoel hidung dan mencium pipi Ara Dan bebas melakukannya di kamar .
" Terserah makan sambil lihat bebek boleh " kata Ara
" Ngak bau sudah dikamar aja " kata Rio Lalu bergegas keluar kamar untuk mengambil makan .
" Yo ...... di apa ke bojo mu masih bocah ngono masa di paksa " kata pras .
" Lah ngak masalah mas orang nya aja mau , kok mas sing bingung sih " jawab Rio sambil mengisi nasi dengan piring besar
" Le jangan di paksa alon alon wae , kasihan masih kecil " kata mbok Yang menata telur bebek di keranjang
" Lah santai mbok , ra di paksa kok Tapi gawe penak " kata Rio tersenyum
Lalu pergi meninggal kan mas dan mbok nya di dapur Yang saling pandang
" Dasar bocah edan ngawur bocah cilik kok gelem di rabi " kata pras
" Ya ra po po toh le, ketimbang si Minah masih ayu nona Ara sitik karo sugih luwih seko wong tua ne si Minah. Mbok sih mending Ara bocah e sopan apik ian alus . " kata mbok
" Lah ...mbok mergo sugih make ne gelem due mantu Ara " kata Pras
" Ora mas, mbok senang karna awal ketemu Ara kui sopan karo mbok Biar de ne wong sugih Tapi ra akeh polah kayo minah . Mampir sini koyo pie ... ngono mbok yo ra enak toh .Tapi Ara biasa wae ra aneh aneh " kata mbok
" Yo terserah mbok sing penting saiki pie mbok menjelaskan karo pak RT karo tetangga
" Ra usah di jelas ke mas , belum waktu nya tunggu Ara lulus sekolah. Ingat kui mas !!! ra usah cerita sama siapa pun cukup kita yang tahu gerti !!! " kata mbok menegaskan
" Ya mbok " kata Pras Yang terdiam Begitu juga dengan istrinya yang membawakan teh hangat .
*********
Di rumah Aya. Aya dan Tina baru saja pulang belanja dari mall membeli perlengkapan bayi untuk persiapan Apa lagi tinggal sebulan Aya akan melahirkan.
" Nona apa tuan muda akan datang besok Tadi tuan muda menanyakan nona muda " kata Tina
__ADS_1
" Ya Tin, mudahan abang pulang dengan selamat " kata Aya
" Aamin " kata Tina yang lalu merapikan belanjaan mereka di kamar Aya .
" Mba Aya , ini jus dan pisang goreng nya mau ditaruh dimana " kata Yu Irah datang membawakan pesanan Aya
" Taruh di sini saja yu " kata Aya
" Wah lagi beres beres ya mba , Berarti jadi belanja . " kata Yu Irah
" Iya Yu biar ngak mendadak ini untuk persiapan kerumah sakit " kata Ara yang memasukan semua perlengkapan untuk bersalin di rumah sakit .
" Ya mudahan lancar ya mba " kata yu Irah tersenyum.
" Ya yu doakan saja " kata Aya
Ditempat lain Via baru saja pulang dijemput Yusuf . Karna hari ini ada ujian jadi setelah selesai Via bisa pulang cepat .Dan bertepatan dengan ketika Yusuf keluar dari kantor Dan Via pun tak bisa menolak kemauan pria keren itu untuk mengantarnya pulang
Sedangkan Qila ia pulang bersama Awan Karna Awan memang menunggu nya sedari tadi Setelah selesai ujian
" Hai sayang sudah " kata Awan
" Ya ayo pulang beb " kata Qila
" Gue ngak enak beb, kemaren kan sudah kesana ." kata Qila .
" Kakung lagi ngak enak badan .Takut dia nyari .Kalo aku pergi lama. Cuma sebentar kok beb " kata Awan Karna Khawatir pada Kakung nya .Karna awan memang numpang tinggal di rumah sang kakek selama kuliah. Dan lagi kakeknya hanya tinggal sendiri . Dan hanya ada satu pelayan Dan tukang kebun di rumah itu
Qila pun mau tak mau mengiyakan Karna tak tega pada Awan perjalanan dari kampus hanya dua belas menit Dan mereka pun sampai di rumah kakung
Di rumah tua seperti bangunan belanda.
"' kok sepi mbok Lasem mana ?" kata Qila mencari sekeliling rumah yang terlihat sepi Hanya tukang kebun berjaga di depan rumah
" Paling di dapur lagi masak " kata Awan lalu menuju kamar kakung nya yang sedang tertidur sambil membaca
" Astaga " kata Awan yang lalu mengambil buku di tangan kakung nya pelan pelan dan meletakan bukunya Di atas di meja lalu menyelimutinya .
" Kasihan apa ngak ada yang menunggu kakung " kata Qila Yang ikut membetulkan selimutnya .Karna kakung sudah tahu Qila pacaran dengan Awan
__ADS_1
" Kakung ngak mau , dia ingin bebas kecuali kalo mau makan dia harus di layani " kata Awan
" Ya sudah ayo lihat kamar ku yuk beb mau taruh tas dulu Tempatnya di pojok sana " kata Awan
" Kok kamarnya banyak " kata Qila
" Ya kamar anak anak Kakung Tapi sudah pada meninggal semua Hanya tinggal dua Anak kakung yang masih hidup . papi ku Dan bibi Laura di rumah nya Dia tidak tinggal disini Tapi di wates ikut suaminya " kata Awan yang masuk kamar nya .Dan Qila pun ikut masuk
" Kamar yang bagus ranjang nya juga antik ya model jati " kata Qila
" Ya pelengkapan kakung memang semua dari jati " kata Awan lalu meluk Qila .
" Mau mencoba nya " kata Awan yang lalu mengendong Qila keranjang .
" Ahk ....... beb ih....kamu " kaget Qila Yang merasakan ranjang Awan cukup nyaman Sedangkan Awan menutup pintu .Tapi tak menguncinya .
" Ayo beb kita pulang " kata Qila
" Ih .... ngak sabaran banget " Kata Awan memeluk Qila dan menciumnya .
" Beb ..... ayo pulang nanti kalo kakung bangun lho sudah lho kan bisa menemani nya " kata Qila
" Ya sayangku cium dulu " kata Awan
" Ih .....genit apaan sih " kata Qila malu
" Dih biasa aja beb masih malu aja " kata Awan lalu mengecup bibir Qila Yang membuat Qila gelagapan .Namun tak menolak Manik mata mereka saling bertemu Begitu juga wajah mereka berdekatan .Dan bibir mereka saling menempel satu sama lain ber pungutan Dan Awan menutut lebih dalam lagi .
Sejenak Awan memberi jeda ketika mereka saling bertukar saliva Sampai tak sadar dengan apa yang mereka lakukan . Dan ketika mamah Sila menelpon Qila tak menjawab nya . Mereka pun asyik dengan percintaan mereka .
" Ah wan aku..... mpt ..... mpt " kata Qila Namun awan tak memberikan nya kesempatan bicara sedikit pun sampai mereka melaku semua nya Dan Awan hanya merasakan cakaran kuku Qila di punggungnya . Ketika Qila merasakan sakit Dan Qila pasrah ketika Awan melakukan nya dengan lembut tanpa memaksanya Hingga ia terbuai dan menyatu Dalam romansa cinta tak bersyarat .
" Aku mencintai mu la, aku akan bertangung jawab kita akan menikah " kata Awan berbisik pelan tampa melepas kan tubuh Qila Dalam pelukannya Dan keringat membasahi tubuh keduanya Hingga sampai akhirnya mamah Sila menelpon Qila Dan Qila menarik tas nya
" Ya mah sebentar lagi Qila pulang " kata Qila . Yang menatap Awan
" Mamah beb , sudah kita terlalu jauh " kata Qila terisak
" Hei jangan menangis kita akan menikah besok " kara Awan yang juga panik karna Qila menangis bukan karna pernikahan Tapi rasa perih yang ia rasakan ketika bangun dari tempat tidur
__ADS_1
Qila pun bergegas berpakaian begitu juga Awan Yang sempat melirik ada bekas darah di sprei krim nya .
" Ayo mas antar pulang " kata Awan yang selesai berpakaian lalu menarik seprei Dan menyembunyikan nya di lemari Sedangkan Qila menunggu nya di luar dengan perasaan bingung. Tak ada pembicaraan diantara keduanya .Sampai Qila sampai di cafe dan Qila berjalan pelan masuk cafe setelah Awan pamit dengan mamah Qila .