
Di tempat lain Bella baru saja habis belanja Untuk mengisi lemari pendingin
Dan Bella juga membersihkan apartemen nya .Agar rapi dan bersih Karna kini ia sudah menjadi istri seseorang
" Huh.....enak juga kerja dirumah ngak perlu repot repot pergi naik bis " kata Bella Yang merasa betah tinggal di apartemen Tris Padahal ia baru tinggal beberapa hari
" Besok aku akan belanja untuk ibu Alhamdulilah abang memberi jatah buat ibu juga " kata Bella bersyukur karna suaminya itu ternyata orang baik .
Yang kini lega ia sudah bebas dari masalah hutang piutang . Dan sempat membuat Bella takut tak bisa membayarnya
" Oh ya aku kan punya nomor kak Ayana kenapa ngak aku hubungi saja
Siapa tahu aku bisa curhat " kata Bella
Yang lalu mencari nomor Ayana di ponselnya Dan setelah menemukannya
Bella pun langsung menelpon Aya
Cukup lama Bella menunggu .Dan ketika sudah tersambung ....
" Assalamualaikum kak, apa kabar ini Bella kak " kata Bella senang
" Walaikum salam Bel, gimana lagi apa nih " kata Aya
" Cuma mau curhat kak, boleh ngak Bella cerita sama kak Aya karna Bella merasa terbebani dengan masalah Bella " kata Bella yang bingung Dengan keputusannya yang menikah diam diam
" Ya cerita saja siapa tahu kak Aya bisa bantu Bella " kata Aya
" Ya kak begini ....." kata Bella Yang menceritakan semua tentang keputusan nya Menikah diam diam demi membayar hutang sang ibu dengan pria asing .
" Masyaallah , itu bukan kesalahan Bel kau sudah benar melakukan nya . Kakak juga seperti mu dulu Menikah demi membayar hutang ayah .Tapi kak Aya cukup beruntung Karna suami kakak menikahi kak Aya diam diam ." kata Aya
Sambil mengawasi si kembar di karpet lembut bersama Erni Yang sedang menggulingkan badan mereka di karpet
Cukup lama Bella curhat Yang membuat Aya kaget kalo Bella menceritakan suami nya bernama Tris yang baru menikah beberapa hari ini .
" Astaga apa mungkin suami Bella Tris asisten abang ya " batin Aya Yang menanyakan Tris bekerja dimana
" Bella kurang tahu kak, karna belum berani bertanya Kami baru menikah seminggu ini ." kata Bella
__ADS_1
" Ya ngak masalah Bel, Slamat ya semoga samawa dan kau harus sabar
Dan bersikap baik pada nya Agar ia bisa jatuh cinta pada mu " kata Aya Yang menceritakan perjuangan nya merebut perhatian Ferdi Yang akhir nya berbuah manis Dan kini mereka bisa hidup bahagia.
Bella pun lega Kalo Aya memberikan nya
Dukungan dan nasehat yang baik Apalagi Aya juga mengalami hal yang sama . Banyak orang menikah karna cinta Tapi ujung ujung nya bercerai Dengan alasan ekonomi perselingkuhan atau masalah lain Tapi Aya memberi saran untuknya Bila bisa menikah satu kali seumur hidup Kenapa tidak itu lebih baik .Walau pun awalnya dari keterpaksaan Tapi akhir nya bisa saling menyayangi Setelah puas curhat Bella pun berterima kasih Dan janji akan mengunjungi Aya Bila ada waktu luang
" Ya Bell, kak Aya tunggu kasih kabar kak Aya bila mau ke rumah ya biar kita bisa ngobrol banyak " kata Aya yang juga merasa kesepian Bila si kembar sedang , tidur .
" Ya kak " kata Bella senang .Lalu memutuskan obrolannya Karna Afnan minta di susui .
" Ya ampun sudah lapar ya " kata Aya mengendong Afnan kepangkuan nya
" Oe......." kata Afnan menatap wajah Aya penuh arti
" Iya nih pelan pelan ya " kata Aya Yang membuka wadah gizi Afnan Dan Afnan langsung menyesapnya . Yang membuat Aya mengusap kepala putra sulungnya itu sedangkan Aska sedang
Asyik bermain sendiri bersama Erni..
Karna tahu mereka harus bergantian
" Siapa suruh masuk " kata Ferdi
" Baik pa " kata sekertaris berlalu Karna memang dua hari ini Ferdi berada di kantor pusat Mengurus kantor papinya Karna ia harus mengawasi Bimo .
Ferdi lalu duduk di kursi kebesarannya
Sambil memeriksa beberapa berkas nya Yang baru diserahkan Bimo
" Tok .... tok..... tok......
" Ya masuk " kata Ferdi lalu melihat kearah pintu
" Hai ....apa kabar " kata seorang wanita seksi tersenyum manis pada Ferdi .
" Tania sedang apa disini " kata Ferdi santai Merasa tak kaget melihat sepupu dari keluargga sang ibu .
" Hanya ingin ketemu , lama tak bertemu Ku dengar kau sudah menikah .Kenapa tak memberi kabar " kata Tania menarik kursi di depan Ferdi
__ADS_1
" Tak penting itu urusan pribadiku Kan wajar saja seorang pria menikah Lalu ada urusan apa kesini .Jangan bilang kau ingin minta bantuan ku " kata Ferdi Menatap Tania penuh selidik
" Astaga kenapa kau berburuk sangka Fer, Ayolah aku hanya ingin menyapamu
saja sekalian mampir " kata Tania
Ferdi lalu terdiam sejenak Karna wajar baginya curiga dengan Tania Yang slalu membuat masalah di keluargganya
Dan kini Tania baru kembali dari
jepang Dengan banyak pertanyaan yang sudah ada di benak Ferdi
" Aku baik baik saja , kau kemana saja kalo kau datang kesini untuk minta uang maaf Tan aku tak punya Tapi kalo sekedar makan akan ku belikan " kata Ferdi jujur
" Hahaha..... wah rupanya istri mu sangat beruntung Fer , Sampai seorang presdir tak punya uang di dompetnya Terkuras habis sampai kau tak berkutik " tawa Tania sinis .Padahal memang ia datang butuh uang Tapi rupanya Ferdi sudah memberinya tanda warning lebih dulu
" Ya begitulah karna dia sedang berinvestasi buat dua putranya jadi sah sah saja ." kata Ferdi santai
" Gila juga dia , aku penasaran seperti apa dia , aku dengar aunty sangat sayang pada nya Dan ia juga bakal mewarisi butik aunty " kata Tania
" Iya ... itu memang haknya sebagai istri ku Untuk hal itu aku tak ikut campur. Terserah mami saja Karna itu memang butik milik mami pribadi " kata Ferdi Yang sudah tahu sejak awal Semua aset sang mami akan di berikan pada Aya Dan perusahaan sang papi juga atas nama kedua putranya Karna papinya sudah mengatakan jauh jauh hari. Dan ia hanya menjalankannya
Karna papi nya sudah memikirkan semua nya Dan Ferdi juga tak keberatan Karna itu untuk kebaikan si kembar
Untuk jaminan masa depan nya bersama Aya Agar semuanya aman
" Luar biasa , aku kagum pada wanita seperti nya .Sampai om Sandi dan aunty sangat percaya padanya . Dan tak menyisakan nya untuk mu " kata Tania
" Ya kau benar , maka nya aku tak bisa berkeliaran seperti mu " sindir Ferdi
" Hahaha...... apa perlu aku merayu nya " kata Tania
" Tidak aku masih punya uang untuk makan saja itu sudah cukup " kata Ferdi santai
" Ck..... kau jadi budak nya , ayo lah Fer bersenang senang lah " kata Tania
" Ya silakan tak ada yang melarang Kau bisa makan . Biarkan aku pesan kan " kata Ferdi memanggil sekertaris nya
" Astaga Fer , kan kita bisa makan di luar saja kenapa harus pesan " kata Tania
__ADS_1
" Aku sibuk jadi aku makan dikantor saja, bila tak mau tak masalah " kata Ferdi menatap Tania .Karna tahu Tania sangat pemilih dalam urusan makan