
Aya pun terdiam menatap wanita yang pernah jadi ibu sambungnya itu .Lalu mendekati Siska dan karyawan nya
" Ada apa ? kata Aya
" Oh ngak jadi biar saya bawa pulang saja nanti biar saya perbaiki " kata ibu paruh baya itu bergegas pergi
" Ibu ......" kata Aya memanggilnya
" Maaf nak, ibu harus pulang " kata Ibu itu dengan mata berkaca kaca Lalu cepat cepat pergi dari butik itu .Karna tak mau membuat masalah pada Aya .
" Siapa nona " kata Siska
" Mantan ibu tiri Aya mba " kata Aya jujur Yang sebenarnya tak pernah membenci wanita itu Namun seperti nya Wanita paruh baya itu menghindarinya .
" Ya sudah ayo masuk " kata Siska Sedangkan Aya menatap mobil taxi yang membawa ibunya pergi Masih ada kenangan kebaikan yang dilakukan ibu sambungnya itu . Yang membuat Aya masih mengingat seperti apa ibu sambungnya .
" Mba Apa boleh aku minta alamat ibu itu ada " kata Aya
" Ada nona sebentar " kata karyawatinya Lalu memeriksa buku pelanggan Dan memberi kan alamatnya pada Aya Setelah itu Aya pun kembali ke ruangan Siska.
Sedangkan Ratih dan Ara juga Nila Sedang bersiap siap untuk pulang besok Dan mereka akan membeli oleh oleh nanti malam Sebelum mereka pulang
"' Rat .... Kamu ngak mau pamit ke mertua dulu" kata Nila
" Nanti malam saja Nil, aku ngak brani kerumah mertua Kalo ngak sama abang Takut mba Naura ngamuk histeris lihat aku datang " kata Ratih
" Astaga lho juga istrinya kenapa takut Kan kamu ngak salah Rat " Kata Nila
" Iya tapi tetap ngak enak Nil " kata Ratih
" Ya mungkin baru penyesuaian Nil, kan wajar Ratih juga jaga perasaan .Kita ngak tahu niat mba Naura sama Ratih jadi cari aman saja Kan nanti malam bisa kesana sama bang Reyhan " kata Ara membela
" Ya juga ya, apa mba Naura masih belum terima kalo dia di madu " kata Nila menatap Ara
" Kalo dia terima pasti dia pengen tahu Ratih kan Dan juga pengen ketemu Tapi kalo abang tak mengenalkan Ratih berarti mba Naura belum siap " kata Ara
" Iya juga ya, kan mamah ji juga sudah bilang ngak usah dipikirin Malah nanti pusing sendiri " kata Ratih
" Iya lah yang penting mertua lho sudah merestui kalian " kata Ara
" Ya ra, tadinya aku takut banget bakal
__ADS_1
ada keributan Tapi mami bilang santai saja " kata Ratih Yang merasa bersalah Karna ia terburu buru menikah dengan Reyhan
" Ya sudah ngak usah di bahas lagi Ayo kita main sama si kembar Mumpung kita lagi di sini Apa kak Aya sudah pulang " kata Nila
" Belum , ayo kita rapikan disana sudah semua kan " kata Ara
" Ya tinggal kita naikin mobil besok"' Kata Ratih lalu ketiga nya pun keluar dari kamar Ara Dan menuju ruang samping menghampiri Wati dan Erni Yang mengawasi Afnan dan Aska Yang sedang asyik bermain di taman yang teduh Yang membuat kedua bocah itu tertawa senang
" Ate.. ..ini ayo ain " kata Afnan tertawa
" Ya ayo sayang semua tante mau main bareng " kata Ara
" Iya . ..ini ain ama ama " kata Aska meniup balon air sabun yang membuat mereka terkekeh senang melihat gelembung gelembung itu terbang
Sedangkan Ferdi duduk santai di kasurnya Karna kakinya sudah mulai pulih Dan ia pun sudah bisa berjalan pelan tadi malam
" Aku pulang lebih dulu lan, mungkin minggu depan " kata Ferdi
" Ya bos, aku akan terus berusaha untuk sembuh " Kata Alan Yang sudah bisa mengerakkan jari jari kaki dan tangannya Karna ia bersemangat ingin pulang
" Bagus itu lebih baik biar cepat pulang " Kata papi tersenyum
" Oh ya Fer, besok Alan akan operasi ekor tulang belakang Agar ia bisa duduk normal lagi Mungkin kau akan dijaga mami mu. Biar papi menemani Alan bersama Sam dan Ran " kata papi
" Ya pi " kata Ferdi melihat kearah Alan . Sedangkan Alan hanya diam
Sambil melirik tuan besar nya Merasa bersyukur Tuan nya itu sudah memberi kan pengobatan terbaik untuk pemulihan nya Yang cukup memakan biaya mahal
" Kau harus semangat lan, dan jangan lupa berdoa " kata Ferdi
" Ya tuan muda " kata Alan
" Kau harus sabar ya lan. Dan besok kau harus puasa dari pagi Jadi kalo ingin makan Makan lah dari malam ini " kata papi Sandi
" Aish tuan, aku masih kuat walau tak makan Yang penting sembuh " kata Alan
" Ya lan kami tahu, tapi kau juga harus punya tenaga malam ini biar besok bisa kuat menahan rasa sakitnya " kata Ferdi tak tega melihat Alan yang belum bisa bangun Karena di nyatakan lumpuh. Dan jalan satu satu nya hanya operasi .
" Ya tuan muda , apa jadwalnya pagi ?" kata Alan
" Ya harus pagi Karna itu yang terbaik Karna cukup sulit mencari jadwal yang pas Mumpung dokternya mau menangani cepat Kalo tidak akan menunggu bulan depan " kata papi Sandi
__ADS_1
" Ya tuan ,trimakasih sudah memberikan pengobatan terbaik " kata Alan Menatap banyak makanan diatas meja
" Kau sudah seperti anakku sendiri . jadi tak perlu sungkan " kata Papi Sandi Karna Alan sudah menjadi asisten nya dari sejak mengantikan papi nya sendiri Yang mengundurkan diri karna sakit Dan Alan menggantikannya Karna tak mau jabatan itu pindah ke tangan orang lain Dari sejak itulah Alan bekerja pada tuan Sandi dan Ferdi
" Tuan terlalu berlebihan . Saya sudah banyak merepotkan tuan " kata Alan
" Tidak lan , papi benar kau sudah seperti saudaraku sendiri Jadi ngak mungkin kami membiarkan mu sekarat Apalagi dalam kondisi seperti ini " kata Ferdi Yang tahu Alan sudah banyak membantunya
Trimakasih tuan muda tuan besar, saya banyak berhutang budi pada kalian Semoga besok operasi berjalan lancar " kata Alan
" Aamin ya mudah mudahan saja " kata Ferdi dan papi kompak . Yang membuat Alan tersenyum lega Karna berharap ia bisa sembuh secepatnya
**********
Sedangkan Aya baru saja keluar dari butik Ketika Nania menghampiri
Yang ingin masuk ke mobil
" Aya tunggu " teriak Nania berlari kearah Aya
" Ada apa lagi kak " kata Aya
" Aku minta maaf, aku tak bermaksud menjatuhkan mu " Kata Nania
" Aya sudah memaafkan kakak, jadi ngak perlu merasa ngak enak .Maaf saya harus pergi " kata Aya
" Tunggu !!" kata Nania lagi
" Apalagi ?" kata Aya
" Apa kau mencintai pa Gery ?" kata Nania serius
" Tidak bahkan tak terbesit di hatiku jatuh cinta pada pa Gery .Sudah cukup kan !! Aku pulang " kata Aya lalu masuk mobil dan duduk di sebelah mang Didin
" Dia siapa nona ?" kata mang Didin
" Kakak tingkat Aya mang " jawab Aya yang duduk tenang sambil memasang sabuk pengaman nya
" Ada apa menanyakan tentang dosen nona " kata mang Didin
" Entah lah " kata Aya yang tak ambil pusing Karna ia tak mau mengurusi orang lain .
__ADS_1