Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 383


__ADS_3

Ferdi hanya tersenyum Ketika Bimo pergi meninggalkan ruangan nya Sebenarnya Ferdi ingin Bimo hanya fokus pada satu wanita Agar tidak pusing seperti dirinya Yang dulu berkencan dengan Kaifa Heni dan juga Aya Tapi pada akhirnya Ferdi memilih istrinya Karna kenyamanan yang di tawar kan Aya Apalagi Aya istri sah nya Dan dia bebas menggauli nya Begitu juga Bimo yang sudah menikahi Abel


" Bim .... Bim , satu saja pusing minta dua . Kalo Reyhan mungkin karna tak tega itu wajar . Nah ini masa kedua nya di borong padahal satu kantor " omel Ferdi sendiri sambil mengecek berkas .


Sedangkan Bimo kembali duduk di kursi kebesaran nya .Setelah dari ruangan Ferdi


" Maaf pa Dirut , tadi bu Abel kesini mencari bapa " kata sekertaris Bimo Yang kepalanya nongol dari balik pintu


" Ya , bilang apa bu Abel .Tadi saya bertemu pa presdir dulu " kata Bimo


" Cuma mau bertemu bapa, apa perlu saya telpon " Kata sekertaris Bimo


" Ya bilang saja saya sudah kembali " Kata Bimo yang sudah seminggu ini tak bertemu Abel karna ia menunggui sang mami Yang sakit rumah sakit .Dan itu setelah percintaan mereka .


" Baik pa , saya permisi " kata sekertaris Bimo yang lalu keluar dari ruangan nya Karna hanya Wina dan Ferdi saja orang yang tahu ia sudah menikahi Abel Sedang yang lain nya tidak tahu satu pun


Tak lama pintu pun di ketuk seseorang Dan ...


" Masuk " kata Bimo


" Apa kau sibuk " kata Abel membuka pintu Lalu masuk dan menutupnya


" Sedikit , kenapa hari ini kau tidak fokus bekerja " kata Bimo


" Karna lelah, Kemaren banyak laporan Yang harus aku selesai kan " kata Abel menatap Bimo Lalu duduk di kursi depan meja Bimo


" Apa mami mu baik baik saja Tadi malam kami kesana Tapi kau sudah tertidur pulas " kata Abel lagi


" Aku tahu , kak Billa sudah bilang padaku " kata Bimo


" Apa aku perlu ikut menjaga mami juga Bim " kata Abel


" Tak perlu kau kan sibuk " kata Bimo Yang tak mau merepotkan Abel Karna akan tidak enak pada mertuanya.


" Apa kau marah pada ku " kata Abel menatap Bimo lekat


" Tidak " kata Bimo singkat lalu balas menatap Abel Dan manik mata mereka pun bertemu . Lalu Bimo pun beranjak dari kursinya Dan mengunci pintu ruangan nya Lalu mendekati Abel


" Apa ada yang ingin kau bicara kan sekarang sudah aman kau bisa bicara pada ku " kata Bimo mendekati Abel dan duduk di atas meja nya Sedang Abel disamping nya

__ADS_1


" Eh ..... tidak ada, aku hanya ingin bertanya tentang kesehatan mami saja " Kata Abel gugup


" Yakin " kata Bimo memegang dagu Abel dan menatapnya dalam Sambil tersenyum penuh arti


" Akhir nya kau merindukan ku juga bel , apa kau ketagihan " kata hati Bimo tersenyum .Karna ia tahu pasti Abel menginginkan dirinya lagi .


" Ya cuma itu " kata Abel Yang mencoba bersikap tenang .


" Oh ya , aku masih tidur di rumah sakit belum bisa pulang, salam saja buat papi dan mami " kata Bimo Yang lalu mengangkat dagu Abel lebih tinggi dan mengecupnya .


Abel hanya diam tak berkutik Namun kecupan itu cukup lama di lakukan Bimo . Dan Abel yang terbawa suasana langsung pun hanya menikmatinya


Kedua bibir mereka pun bertautan Membuat Bimo tak bisa menahan diri Lalu menarik tubuh Abel dalam pelukan nya . Dan menariknya keatas meja .


" Apa kau menginginkan nya " kata Bimo berbisik pelan ketika Bimo melepaskan tautan bibirnya .


" Aku ......." kata Abel bingung


" Tak perlu malu , kita sudah menikah " kata Bimo yang lalu memeluk tubuh Abel erat Dan Bimo membiarkan rok Abel tersingkap makin keatas Yang memperlihat kan paha mulus Abel Tapi Abel hanya diam Karna menikmati ciuman Bimo Dan Bimo pun tak membuang waktu untuk melakukan nya Karna Abel tak berontak sama sekali Terkesan kalo Abel pun pasti merindukan dirinya Namun karna gengsi ia tak bicara apa pun .


Suasana kamar pun jadi panas Dan kedua pun larut dalam percintaan Dan Bimo pun membawa Abel kesofa Untuk melancarkan aksinya .Hampir dua jam mereka melakukan nya Dan setelah puas Bimo pun tersenyum


" Iya....." kata Abel menunduk malu Dengan wajah memerah


" Lihat saja nanti Fer akan ku buat Abel hamil dan ia tak akan lagi bertingkah " kata Bimo dalam hati tertawa puas .


************


Di kampus Aya baru saja keluar bersama Gita dan Iksan Ketika pa Gery memanggil mereka bertiga Yang keluar dari kelas


" Ya pa ada apa ?" kata Iksan


" Ayo ikut bapa keruangan , nanti bapa tunjukan model desainnya " kata pa Gery melirik Aya


" Ya pa " kata Iksan Gita dan Aya kompak lalu melangkah mengikuti pa Gery keruangan nya


Sesampainya di ruangan pa Gery mereka pun duduk Dan mempelajari bagan desain Dan pa Gery memberi kan 3 botol minuman untuk mereka bertiga sambil melirik Aya pa Gery menyuntikan sesuatu dari tutup botol minuman itu Lalu meletakkannya di atas meja di depan Aya dan Gita


" Ini minum lah " kata pa Gery

__ADS_1


" Wah bapa pengertian banget trimakasih ya pa " kata Iksan langsung meraih botol minuman itu


" Sama sama " kata pa Gery


" Iksan tanpa malu malu menegak habis minuman nya sampai tandas Begitu juga Gita .


" Aya terdiam ketika melihat botol minuman itu Ia teringat suami nya Yang ditawarkan minuman orang lain Dan Ferdi mengingatnya untuk berhati hati Karna kita tidak pernah tahu niat seseorang pada kita .


" Minum Ay " kata Gita


" Oh maaf ini buat mu saja ya Git


Aku bawa jus ini masih belum habis sayang " kata Aya Yang punya alasan untuk tak meminum minuman botolan itu Yang membuat pa Gery terdiam menatap nya .


" Sini buat aku saja Ay " kata Iksan mengambil nya


" Ih asal serobot aja lho san.Apa masih kurang " kata Gita tertawa


" Lah Aya ngak mau kan sayang dari pada mubazir buat ku saja " kata Iksan


" Ya ngak apa apa san, ini tadi juga belum habis jadi sayang kalo dibuang " Kata Aya yang menyesap gembos minumannya Yang berisi jus mangga


Lalu menghabiskan nya Yang membuat pa Gery memejam kan matanya karna gagal mengambil kesempatan .


" Sial rupanya dia lebih pintar " kata pa Gery Yang lalu hanya bisa mengaruk kepalanya Yang tak gatal .


" Maaf pa , ngak apa apa kan pa minuman buat iksan saya tadi bawa jus pa ini sayang kalo di buang " kata Aya jujur Agar ia tak minum pemberian orang lain


" Ya ngak apa apa Ay " kata pa Gery sambil menelan saliva nya kecewa .


Sudah lama ia ingin mendekati Aya Namun slalu ada saja kesibukan Dan waktu yang tak pas hingga sampai hari ini ia belum bisa mendekati gadis itu Padahal bu Cunda sudah menghembus gosip tak sedap pada nya dan Aya Namun kenyataan nya ia belum bisa mendekati gadis sederhana itu .


" Sudah selesai kan , ayo pulang " kata Gita


" Iya besok lagi, kita pulang ya pa Trimakasih atas bantuannya " kata Aya tersenyum manis Yang membuat hati pa Gery meleleh


" Ya sama sama . Hati hati di jalan " kata pa Gery balas tersenyum


" Ya pa trimakasih sudah banyak membantu Kami .Kami pamit ya pa " Kata Iksan membungkuk hormat begitu juga Gita dan Aya Lalu mereka pun melangkah keluar dari ruangan pa Gery Menuju parkiran kampus .

__ADS_1


__ADS_2