Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 193


__ADS_3

Tak lama menunggu mbok pun datang bersama pak le dan bule juga mas Pras dan mba Sinta dan dua sepupu Rio Rais dan Tia yang melongo melihat rumah Ara cukup besar .


" Ayo masuk mbok , pak le, bule mas.... monggo ayo " kata Rio pada keluargga nya Dan Ara tersenyum menyalami semuanya Sedangkan yu Irah menyiapkan teh untuk para tamu dan juga kopi.


" Wah ini rumah kalian yo " kata pak le kagum dengan rumah Ara


" Iya pak le rumah Ara " kata Rio


" Itu yang bagus rumah siapa mas " kata bule melihat kerumah Aya


" Itu rumah mba Aya bule kakak nya Ara. " jelas Rio


" Waduh besar banget dan bagus pasti lebih bagus lagi ya . ini aja sudah bagus -" kata pak le .


" Iya bagus kalah no rumah si Mimin " kata Mba Sinta menatap rumah Aya


" Ayo mari masuk mba " kata Ara mempersilahkan para tamu nya


" Wah .... besar ..mana semua sudah siap ini "kata Rais melihat banyak makanan tersaji rapi di meja


" Iya silahkan di cicipi ala kadar nya " kata Ara


" Aduh ndu, ini sudah banyak banget mbok jadi ngak enak Menyusahkan Ara " kata mbok yang duduk di sebelah Tia


Karna menantunya lah yang punya rumah


Dan Rio sudah menceritakan semua nya pada mbok nya . Kalo ia belum bisa memberikan apa apa untuk istrinya itu .


" Wah ...berarti kalian cuma berdua tinggal disini kamar nya ada berapa ra ?" kata bule


" Kamarnya ada 5, bule boleh menginap di sini kok Kalo mau jalan jalan " kata Rio


" Wah ....aku mau mas, kalo aku dapat kuliah di yogya berarti boleh ginap disini ya mas " kata Rais


" Ya boleh asal ngak bertingkah " kata Rio yang membuat semua orang tertawa

__ADS_1


" Oh ya monggo semua silahkan di minum mbok saya yu Irah yang bantu bantu nemani mba Ara dan mba Aya di sini " kata yu Irah memperkenalkan diri


" Oh ya yu trimakasih sekali . Titip menantu saya ya yu karna saya jauh belum bisa kesini tiap waktu " kata mbok ramah


" Ya mbok santai saja " kata yu Irah membalas ramah dan mereka pun ngobrol bersama sambil bercanda Lalu setelah itu Rio mengajak pak le dan Rais juga Paijo sholat di masjid .Sebelum jam makan siang .


" Mbok ini rumah mantu bagus banget " bisik bule pelan .


" Mbok bisa lihat belakang juga sama bule tuh mba Ara juga punya kolam lele dan Ayam juga mentok " kata yu Irah membuka pintu dapur lebar lebar


" Ya Allah mbok gede tenan omah e mana semua sudah siap di meja " kata Tia melirik makanan sudah di tata rapi di tutupi plastik Dan lalu mereka melihat kebun belakang Yang banyak di kebun ni sayur dan singkong juga pisang


" Ini kebun Ara juga yu " kata bule kaget melihat tanah Ara masih luas di belakang rumah


" Iyo bule , iki baru sing sugih tenan nan mbok kalah si Mimin tuh yang sombong Dulu menghina Rio malah Rio dapat yang lebih kaya dari dia " kata mba Sinta


" Heh .... emang mas Rio punya pacar mbok " kata yu Irah kaget


Membuat mbok dan bule saling pandang Takut yu Irah salah paham .


" Iya yu , kemaren aja datang marah marah sama Ara pas ada di kadang ayam Kaya ngak terima kalo Rio sama Ara Tapi pas di bilangin Rio sudah nikah Trus jatuh pingsan pas tahu kalo Ara istrinya Rio " kata Sinta tertawa


" Kok bisa , ngapain ngurusin orang kan dia sudah punya suami " kata yu Irah


" Cemburu yu, ngak terima kalo Ara sudah nikah sama mas Rio Malah Ara ngak boleh pegang pegang. Karna Ara kesal Ara cium aja di depan orangnya O.....jadi itu dulu pacarnya mas Rio ya mbok ." kata Ara Yang kini mengerti kenapa si Minah marah marah pada nya


" Iya nak , tapi jangan di tanggapi biar kan saja " kata mbok merangkul Ara Yang tahu Ara sangat muda dan seusia Tia keponakan nya .


" Iya mbok " jawab Ara


" Wah ... kebun nya mba Ara luas ya, sampai ujung sana ya mba " kata Tia


" Ya de Yang di belakang itu juga kebun kita Cuma tembok nya belum di jebol de " kata Ara menujuk kebun pepaya


" Hah..... sampai sana juga ra " kata bule kaget Karna tak menyangka keponakan nya itu punya istri kaya

__ADS_1


" Iya bule , ayo kita sholat nanti biar makan bareng bareng " kata Ara .


" Iya ndu, ayo Sin Tia sholat dulu " kata mbok mengajak mereka berwudhu


" Waduh mbok , mantu mu wong sugih iki bejo no si Rio " kata bule .


" Yo rezeki si Rio de " kata mbok yang merasa tak enak Karna Ara 3 kali lebih kaya dari Minah tetangga sekampung nya .Tapi menantunya itu terlihat santun dan baik juga ramah Walau masih anak anak yang terpaut 8 tahun dengan Rio


" Yo mbok , rupanya ngak dapat si Minah malah dapat lebih baik " kata Sinta berbisik . Lalu mereka sholat berjamaah di imami yu Irah .


Setelah selesai sholat mereka pun makan bersama Juga yu Irah dan Paijo yang ikut memeriahkan suasana makan keluarga Rio Yang makan bersama di ruang tengah sambil ngobrol


" Pa le, bejo ya de Rio dapat Ara " bisik


Pras yang melihat rumah dan kebun rumah Ara Apalagi ada mobil dua di garasi


" Yo rezeki ne pras, tapi ya tetap ade mu ya kudu tangung jawab .Sing sugih kan Ara ya sebagai suami tetap menafkahi " kata pa le


" Yo pak le, tapi kan wis penak " kata Pras yang baru tahu istri adiknya dapat banyak warisan


" Mas paling mas Rio pintar mengakali si Ara dulu maka nya Ara mau mas " kata Rais ikut menimpali


" Huh .... ngawur kue is " kata bule .


" Hahaha..... kali aja bu " kata Rais


" Ojo .... ngomong sing aneh aneh " kata pak le menatap Rais tajam .Karna tahu Rio keponakan nya itu orang yang baik Dan pak le tak pernah membeda bedakan anak dan keponakan nya


Sedangkan Rio dan Ara saling tersenyum bisa berkumpul bersama dengan keluarga nya Dan lagi ini pertama kali nya keluargga Rio bisa datang kerumah Ara


Dan melihat kehidupan Rio di yogya yang sudah 4 tahun bekerja tampa mereka tahu Apa sebenarnya pekerjaan Rio Tapi kini mereka sudah tahu semuanya .


" De .....Ara ngak di guna gunakan de. Atau kau ngejot duluan makanya mau sama kamu " bisik pras saat Pras dan Rio duduk berdua sedangkan yang lain melihat kebun di belakang


" Plak.....Asem kue mas, moso aku koyo ngono sih mas . Ngak ada niat jahat aku sama Ara .Bapak nya sendiri sing jadi wali nikah kami .Demi Allah ngak mungkin aku berpikiran picik koyo ngono mas mas mbok mikir sing positif wae " kata Rio memukul bahu pras kesal dengan omongan sang kakak Karna memang Rio tak pernah memaksa Ara . Apalagi melakukan hal yang buruk Karna pa Kevin sangat baik padanya juga Aya. Yang mempercayai nya dari sejak awal . Begitu juga Ferdi yang baik pada Rio dan percaya sepenuhnya pada Rio Yang bisa menjaga Ara dan amanat sang mertua .

__ADS_1


__ADS_2