Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 155


__ADS_3

Apalagi banyak perbedaan antara mereka


Dulu Rio memang sempat dekat Tapi ketika Rio di remehkan Rio pun mundur teratur Karna sadar diri dan lagi waktu itu Rio juga belum bekerja .


" Yo tapi Rio kan wis kerjo mbok masa de ne gelem rabi karo reno sing lebih tua seko Rio , Rio kan ganteng sitik " kata tetangga mbok


" Hehehe..... yo ben toh, wong kono gelem kok awak dewe ora trimo , wis terima beres sesok teko mrono melu mangan pas kondangan wae .Ra usah bingung toh " kata mbok terkekeh sambil kembali memasak untuk putranya yang akan pergi panen .


" Yo wis mbok tapi aku melu sedih " kata tetangga mbok


" Ngono sedih sesok kan due sing lebih ayu nem " kata mbok santai Karna ia tak pernah pengen yang muluk muluk


" Hah ... tenan yu alhamdulilah " kata tetangga mbok tersenyum lalu kembali pulang .


" Nem ra pengen sayur ki di gowo " kata mbok yang menawarkan sayur matang


" Ya mbok ra menolak " kata tetangga mbok yang berbalik lalu meminta sayur di panci dan menaruhnya di mangkok


" Matur nuwun mbok " kata nya pamit


" Yo " kata mbok tersenyum karna bagi mbok biasa saling berbagi walau punya ala kadarnya Karna bagaimanapun tetangga orang pertama yang menolong mereka bila terjadi apa apa .Jadi mbok tetap bersikap baik Dengan tetangganya walau pun kadang tetangganya sangat cerewet Tapi mbok tak pernah ambil pusing.


***********


Di kantor butik mami Aya baru saja menyelesaikan gambarnya sambil mengecek laporan. Karna maminya tadi memaksanya untuk ikut menemani nya mami sebentar . Karna mami ada janji dengan Kliennya di butik .


" Wah rupanya ada bos baru " kata Naura yang datang ingin bertemu mami karna mengantar pesanan bros baju


" Ya apa ada masalah dengan mu " kata Aya tenang Duduk sambil fokus pada layar laptopnya


" Tidak .... bukannya itu tujuanmu mengoda Ferdi dengan tubuhmu agar kau bisa jadi nyonya disini kan " kata Naura sinis


" Hahaha ...... apa hak mu menilai ku begitu , Apa kau iri atau kau terobsesi pada suami ku karna kau tak bisa memiliki nya " tawa Aya brani . Karna sudah cukup lama ia diam


" Wah ..... kau cukup brani nona Aya Hanya lulusan sma sudah mengoda seorang pria dan merebutnya dari kekasih nya Dan dengan alasan kau hamil anak nya ia mau menikahi mu begitu Kau cukup picik " kata Naura


"Aku tak mengerti apa maksudmu nona Naura terhormat Anggap saja aku tak mendengarnya. Karna aku tak hamil di luar pernikahan Dan kami menikah karna cinta bukan paksaan ...Apa kau tergoda suami ku nona ...... sayang tubuh mu tak seseksi tubuh ku Aku lebih muda jelas dia lebih tertarik pada ku .Dan lagi kami melakukan nya dengan gairah asmara " kata Aya santai tampa terpancing lawan bicara nya .

__ADS_1


" Ck....... mustahil pasti Ferdi kau bodohi maka nya ia mau dengan mu " kata Naura kesal mendengar jawaban Aya


" Ck.....kasihan kau merasa percaya diri sekali dengan dirimu nona Tapi sayang wanita seperti dirimu tak berharga aku yakin sebentar lagi Reyhan pasti akan membuang mu karna mulut mu yang tajam itu nona " balas Aya Yang membuat Naura mendelik kan matanya


" Kau ... hati hati kalo kau bicara "


kata Naura emosi


" Hei..... kenapa marah.... bukan nya anda yang tadi memulai lebih dulu " kata Aya


Membuat Naura langsung terdiam sambil mengepalkan tangan nya Karna merasa kesal dan jengkel Karna Aya berani melawan nya Namun ketika mengingat ucapan Reyhan tadi malam .Naura pun lalu diam duduk di kursi tunggu


" Baik lah aku tak akan menganggu mu " kata Naura lalu duduk tenang di sofa


Sedangkan Aya yang terdiam kembali asyik dengan pekerjaan nya Tina yang berada tak jauh dari sekat dinding meja Duduk tenang tak bergeming Tina senang mendengar nona nya itu mulai brani melawan orang yang meremehkan nya. Apalagi orang yang menurut nya usil bin nyinyir Yang membuat Aya gerah


" Sialan dia brani juga " kata Naura dalam hati Yang lalu menunggu mami Risma datang .


" Nona apa nona ingin minum " kata Tina yang berdiri dari tempat duduknya Lalu menghampiri Aya


" Kau ...kenapa kau ada disitu " kata Naura


Kaget melihat Tina


" Kenapa memang nya .Aku hanya mengawasi nona ku Karna banyak orang


Yang iri dan nyinyir mengurusi urusan orang nya . Tapi tak berkaca pada dirinya sendiri . Iri itu tanda tak mampu nona . Rezeki manusia sudah diatur masing masing oleh Allah Ngak perlu iri dengan kehidupan orang .Dan ngak mungkin juga ada rezeki nona nyangkut di sini kan " kata Tina santai


" ****..... tutup mulut mu " kata Naura mendelik tajam


" Wow......takut ..... matanya nya mendelik sindir Tina yang berlalu pergi untuk mengambil jus Dan tak lama Tina masuk membawa dua jus satu untuknya dan satu untuk Aya .


" Apa kau tak membawakan untuk ku juga , Aku tamu disini " kata Naura


" Oh maaf aku lupa " kata Tina cuek .Lalu kembali duduk ditempatnya


Tak lama seorang pelayan datang membawakan jus untuk Naura Yang lalu meletakkannya di depan Naura. Yang membuat Naura terdiam

__ADS_1


" Ini nona maaf sebentar lagi nyonya datang " kata pelayan itu


" Ya trimakasih " kata Naura .


Aya yang melihatnya hanya diam Asyik menyesap jus nya Tampa berkomentar


apapun karna ia sibuk menghitung pemasukan uang


" Pelayan , kenapa nona itu ada disini " kata Naura Yang menurutnya tak sopan duduk di kursi kebesaran mami Risma


" Oh nona Aya itu calon pengganti nyonya disini Jadi kalo nona butuh sesuatu kedepan nya nona akan bertemu nona Aya " jelas pelayan itu


" O..... begitu " kata Naura membulatkan mulut kaget sekaligus shock Karna Aya sudah di nobat kan sebagai penerus mami Risma


" Sial...... berarti aku harus bersikap manis padanya " kata Naura dalam hati


Karna tak menyangka Aya sudah jelas akan mendapat kan warisan butik mami Risma yang membuat dadanya makin terasa terbakar api panas Karna Aya akan memimpin 10 cabang butik Padahal Aya hanyalah anak kemaren sore


Pelayan itu pun lalu pergi meninggalkan ruangan itu.Yang membuat Naura semakin gerah Sedangkan Aya masih sibuk tampa bicara sepatah kata pun .Karna baginya fokus untuk mempercepat menyelesai kan pekerjaan nya Tampa perduli ada orang yang memperhatikan nya sedari tadi . Namun Aya menganggapnya patung hidup


Disisi lain Rio menyusun semua laporan nya yang masuk karna selama beberapa ia tinggal kebun kopi sempat terbengkalai


Karna ia di jakarta


" Mas kebun kopi tetap beroperasi kan


Kasihan karyawan bila berhenti kaya dulu lagi . susah cari kerja " kata paijo yang hanya lulusan SMP


" Yo masih toh jo , kenapa memangnya " kata Rio


" Yo takut aja begitu mas, masalah nya pa Kevin ngak ada " kata Paijo


" Tenang jo , ngak perlu khawatir aman Rio amanah pasti kebun tetap jalan ya kan Yo " kata pa Tejo


" Insyaallah pa " kata Rio .Yang memang diamanatkan tetap menjalan kan perkebunan peninggalan pa Kevin .untuk menyokong masa depan Ara istrinya.


Karna bagaimana pun ia suami Ara yang di amanah kan pa Kevin padanya

__ADS_1


__ADS_2