Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 196


__ADS_3

Di sisi lain Aya baru saja bangun tidur setelah terlelap dengan si kembar Walau cuma sebentar Tapi rasa nya cukup lumayan bisa istirahat sebentar Karna malam kadang si kembar bangun untuk minta di susui .


Ferdi yang baru sampai pun langsung masuk kamar Dan ketika melihat Aya ingin mandi pun ia pun langsung memeluk nya .


" Abang bikin kaget saja, baru pulang " kata Aya .


" Iya dong abang pulang cepat hari ini karna ada rapat tadi " kata Ferdi memeluk dan mencium Aya


" Abang kangen ayo mandi bareng " kata Ferdi tersenyum penuh arti


" Mandi sama abang sih ngak bakal sebentar " kata Aya yang tahu keinginan suami nya itu .


" Kan mumpung si kembar lagi tidur" kata Ferdi lalu menyeret Aya kekamar mandi masih dengan pakaian kerja nya .


Aya pun hanya menuruti suaminya itu Karna itu adalah kesenangan sisi lain Ferdi Karna memang setelah lelah bekerja hiburan nya Hanya menemani istri nya dan dua putra kembarnya. Sebagai tempat nya mencurahkan segalanya .Karna seharian bekerja kepalanya pusing melihat berkas yang bertumpuk Dan perusahaan yang ia pegang pun kini merangkap milik sang papi Yang sudah mulai jarang di tangani sang papi


Dan mereka sedang liburan ke belanda


Tapi untung nya kemaren Yusuf mau membantunya . Karna tak mungkin ia menghandle semua nya sendiri Tampa bantuan orang lain .


Hampir 2 jam mereka di kamar mandi Dan setelah selesai Aya melihat si kembar yang sudah bangun Namun hanya diam menunggu sang mamah mengangkat mereka


" Ya Allah kok pintar ya anak anak mamah anteng lihat pi, mereka hanya diam ngobrol berdua " kata Aya Tersenyum sambil melap rambut basah nya yang baru saja selesai keramas Ulah sang suami .


" Kan tahu ya ada papi , jadi menunggu dengan sabar " kata Ferdi yang lalu mencium dua buah hati nya itu Lalu membawanya keranjang dan bermain bersama mengusili dua putranya itu


Aya yang melihat suami nya itu ber interaksi dengan si kembar terharu


Karna Ferdi tak pernah bosan menjaga


anak anak nya. Dan Aya merasa bersyukur ia mempunyai suami yang perhatian Padahal Ferdi sangat lah sibuk .


Di luar sana .


" Abang mau Aya buatkan teh jahe bang " kata Aya


" Boleh sama roti yang kemaren ya sayang " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya yang langsung kedapur untuk melayani suami dengan tangan nya sendiri .Karna Ferdi tak mau di buat kan orang lain Dan suaminya itu juga bisa membedakan masakan nya dengan masakan bi Yam . Karna saat


Di villa Aya slalu melayani suami nya itu dengan tangan nya sendiri .


Tak lama Aya pun kembali ke kamar dan membawa nampan segelas teh jahe dan roti hangat ya ia panas kan di oven


" Bang teh nya disini ya " kata Aya


" Ya sayang terimakasih " kata Ferdi

__ADS_1


Yang masih asyik bermain dengan Afnan dan Aska Dan dua bayi itu sudah mulai mengoceh walau pun pelan .


Sedangkan Bella yang baru pulang kerja terkejut melihat ibu nya di bentak bentak tiga orang pria yang tak di kenal .


" Cepat bayar kalau tidak kami bisa membakar rumah ini " Ancam salah satu pria itu pada ibu Bella


" Ibu ..... ada apa ini ." kata Bella yang bergegas masuk


" Kami menagih hutang ibu mu " kata Pria itu kasar


" Berapa hutang ibu " kata Bella


" Sekarang sudah jadi 50 juta Ibu mu berhutang 15 juta dua tahun yang lalu Tapi sekali pun ia belum bisa membayar nya ."kata pria itu


" Bu ...." kata Bella


" Maafkan ibu nak maafkan ibu, itu untuk pengobatan ayah mu " kata ibu menangis


" Baik saya akan membayar nya Beri kami waktu 3 hari " kata Bella meminta waktu


" Baik ini perjanjian nya. Dan ingat pengang janji mu .itu kami akan mengambil mu sebagai jaminan hutang ini bila tak mampu membayar nya dalam 3 hari " kata pria itu lalu pergi bersama dua teman nya


Yang membuat ibu terisak keras Dan sang adik menangis melihatnya karna ketakutan ketika mendengar rumah mereka akan dibakar.


" Kak kalo rumah kita di bakar kita tinggal di mana? Andi ngak mau jadi gelandangan di jalan kak " kata Andi menangis lalu memeluk Bella .


Setelah mandi Bella pun duduk termenung memikirkan bagaimana ia bisa mendapatkan uang 50 juta dalam 3 hari yang tak mungkin ia dapat kan dengan mudah bila ia meminjam .


" Pa Tris " kata Bella teringat pria itu


" Ya aku akan melakukan apa pun untuk bertahan hidup " kata Bella lalu menghubungi Tris yang dalam perjalanan


pulang dari kantor


" Halo ......" kata Tris


" ........."


" Ok ....... aku tunggu di apartemen ku malam ini " kata Tris tersenyum .


" ..........."


" Baik ....... tak masalah " kata Tris yang lalu memarkirkan mobilnya di garasi Dan naik ke apartemen nya dengan santai


" Pasti ia sudah berubah pikiran " kata Tris yang lalu memencet kode apartemen nya .


Ting ......

__ADS_1


***********


Malam jam 8 sesuai janji bel apartemen pun berbunyi nyaring Lalu Tris melangkah menuju pintu dan membuka nya


" Malam pa " kata Bella tampil cantik berdiri di depan pintu


" Masuklah " kata Tris


" Silahkan duduk " kata Tris yang mengenakan kaos rumahan dan celana pendek santai Lalu menutup pintu apartemen nya kembali


" Bicara lah , ada apa ?" kata Tris menatap Bella


" Saya mau jadi istri bapak Tapi ada syarat nya " kata Bella


" Kata kan " kata Tris santai


" Ibu saya punya utang pada rentenir Dan saya harus membayar nya . Dalam waktu 3 hari " kata Bella


" Lalu " kata Tris


" Anggap saja bapak membayar mahar dan pesta untuk menebus hutang ibu saya Dan saya tetap melayani bapak hanya malam hari Karna tak mungkin saya meninggalkan ibu dan adik saya untuk tinggal di sini " kata Bella


" Tak masalah kau bisa pulang pagi , aku akan mengantar mu " kata Tris


" Tapi untuk sementara saya tak ingin ibu tahu takut beliau kaget . Bisa bapak menyembunyikan nya dulu " pinta Bella


" Baiklah kalo itu mau mu , Lalu apa lagi yang lain nya " kata Tris santai Sambil membuang nafas kasar nya


" Tidak hanya itu pa " kata Bella yang tertunduk di tatap pria dewasa itu Yang terpaut 9- 10 tahun dengan nya


" Ok kita akan menikah besok , kau bawa wali hakim mu , Dan aku akan memberikan uang nya setelah kita menikah " kata Tris santai


" Baik pa , kalo begitu saja permisi " kata Bella yang tak mau berlama lama


di apartemen Tris .


" Apa kau tak ingin aku mengantar mu pulang " kata Tris


" Tidak pa , Takut ibu curiga karna saya hanya izin pergi sebentar " kata Bella yang merasa hati nya resah Entah benar atau tidak keputusannya itu Tapi ia harus menjual dirinya pada seorang pria yang tak di kenalnya demi hutang. Kalo tidak mereka akan terusir dari rumah peninggalan ayahnya itu Satu satunya rumah tempat mereka berlindung .


Bella berjalan gontai menuruni taxi Hatinya bingung . Tapi ia tak tahu harus kemana lagi mencari uang .Kalo ia meminjam ke rentenir sama saja akhirnya ia menambah hutang membesar . Dan bila minjam ke bank dia harus membayarnya tiap bulan berserta bunga nya Padahal gajinya saja belum cukup untuk makan sehari hari


" Assalamualaikum ." kata Bella mengetuk pintu Dan ibu keluar membukakan pintu rumah mereka


" Walaikum salam nak , bagaimana " kata ibu terlihat sedih.


" Besok Bella dapat uang bu, ibu tenang saja " kata Bella

__ADS_1


" Ya nak, trimakasih sudah membantu ibu kata ibu memeluk tubuh Bella Dan Bella tersenyum Agar ibunya itu tak bersedih Walau mata Bella berkaca kaca dan hatinya sedih karna tak bisa menggapai impian nya yang seperti ia harap kan Karna masalah hidup nya semakin rumit Namun Bella berusaha tetap tegar menghadapi semuanya.


__ADS_2