Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 308


__ADS_3

Disisi lain Naura mondar mandir Karna tadi mamah mertuanya banyak bertanya Yang membuat nya akhirnya mengaku Kalo ular itu pesanan sang teman


" Aish akhirnya mamah tahu juga Aku pikir Tania bercanda Ih .... si otong sudah di bilangan ngak dikasih nama . Malah di kasih nama lengkap " gerutu Naura


Lalu ia pun menelpon seseorang Karna gagal mengirim ular itu. Lalu Naura bergegas mengambil tas nya Dan keluar dari kamar menuju teras Dan keluar naik taxi Mamah yang melihatnya menggeleng kan kepala Lalu menemui mang ujang Untuk mengorek apa yang sebenarnya terjadi kemaren siang


" Mang sini " kata mamah


" Ya nyonya " kata mang Ujang Yang langsung menemui majikan nya itu Dan ketika mamah bertanya Mang ujang pun menjelaskan semuanya


" Begitu nyonya ceritanya......." kata ujang Karna mang ujang mendengar sendiri Tania menyebut nama Aya ketika bicara dengan Deril


" Astagfirullah ..... Kok begitu sih Apa dia tidak tahu Dia sedang memercik api permusuhan " kata mamah .


" Ya sudah mang, mamang bisa kembali kebelakang Bilang bibi ngak usah masak Saya mau keluar " kata mamah Yang ingin menemui kakak sepupunya itu .


" Ya nyonya " kata mang ujang Yang kembali ke belakang Sedangkan mamah kembali kekamar Untuk berganti pakaian dan mengambil tasnya Dan lalu pergi ke garasi menghidupkan mobil peninggalan sang suami Dan pergi kerumah mami Risma


Aya pun yang sudah selesai membantu mami Langsung menemui dua putranya yang bersama teman teman nya Di ruang bermain Dan disana mereka sambil makan rujak buatan Via


" Hai sayang ... lagi apa " kata Aya menyapa kedua putranya itu yang sedang asyik membongkar mobil


" Ain obil mah " jawab Afnan


" Main apanya itu namanya merusak " kata Tania terkekeh


" Hahaha . ... biasa mba mereka bongkar pasang kan papinya juragan mobil " kata Via tersenyum


" Biasa mba kalo anak kecil itu jadi peneliti yang handal Mereka kepo ingin tahu Makanya di bongkar semua .Bilang nya sih main " kata Aya


" Hahaha .....itu jelas Ay, semua anak pasti begitu Apalagi kalo pas sudah bisa sekolah beuh......bakal penuh tuh semua sampah mobil Untung cuma mainan Kalo betulan stres kali papinya " kata Tania


" Lah kan buat uji coba mba .Ngak bakal stress orang itu mainan .Satu mobil papi si kembar terjual masih bisa buat beli mainan satu gudang Jadi nyonya Ferdi santai saja Ya kan Ay" kata Qila


" Ya begitulah, tapi ngak semuanya la


Mereka beli mainan yang pilihan saja Karna aku juga ngak mau memanjakan mereka .Betul sih abang banyak uang Tapi kan jangan sampai mubazir .Kan kasihan bila lihat suami kerja sudah capek pulang malam masa kita tak menghargai kerja kerasnya " kata Aya


" Betul Ay, kita juga kan kerja .Tahu rasanya capek Dan kita juga bisa mengukur kemampuan tenaga kita


Jadi ya saling gerti lah .Apalagi perempuan kerja dirumah itu ngak ada habisnya Bila di turuti itulah inilah Syukur lho ada yang bantu Nah kita berdua keok Ay Apalagi pas lagi kuliah nyambi kerja " kata Qila


" Ya .... begitulah namanya juga hidup Kita punya kesibukan masing masing " sela Tania


" Emang mba Tania sibuk apa ?" kata Via


" Hehehe...... Makan tidur lah " kata Tania terkekeh Karna hanya dirinya yang sedang ber leha leha

__ADS_1


Sedangkan mami Risma yang sedang asyik mengecek data di kagetkan sepupunya Yang datang


" Ji......ada apa ?" kata mami


" Maaf nyonya tadi bibi sudah bilang nyonya sibuk tapi ....." kata bi Siti menggantung


" Ngak apa apa bi , bibi bisa buat kan teh kan buat kita " kata mami


" Baik nyonya " kata bi Siti yang pergi kebelakang . Lalu menyuruh mamah Ji untuk duduk setelah bi Siti pergi .


" Duduk lah ada apa , kok ngak ngasih kabar mau kesini " kata mami Risma


" Saya datang hanya untuk memastikan sesuatu mba. Apa Aya bermusuhan dengan Naura Padahal waktu itu baik baik saja kan " kata mamah menatap mami


" Kau ingin aku jujur atau berbohong .Ada fakta morgana dan kenyataan yang harus kau tahu Tapi kau bisa menilainya sendiri


" Maksud mba " kata mamah


" Apa de ji tidak tahu Naura mantan Ferdi " kata mami


" Tidak " kata mamah datar Karna tak percaya menantunya itu pernah jadi pacar Ferdi


" Lalu ....." kata mamah


" Dia iri dengan Aya , seperti Kaifa .Naura ingin menyingkirkan Aya Namun ia tak bisa melakukan sampai sekarang Padahal dia istri Reyhan kan Tapi .....yah begitu lah Sulit bagi kita untuk mempercayainya " kata mami


" Mba tak memaksa mu untuk percaya ji, kau bisa menilainya sendiri " kata mami Yang membuat mamah terdiam


Dia putri sahabatmu kan bicara baik baik pada nya, kami menjaga Aya Agar terjadi apapun padanya .Jangan sampai Ferdi turun tangan Karna dia sudah memberi waktu pada Reyhan Agar bisa menangani Naura " kata mami


" Maksud mba Ferdi tahu Naura mau menyakiti Aya " kata mamah ji tak percaya


" Ya ...kau pikir dia tidak tahu ?" kata mami balik bertanya


Mamah ji lalu terduduk lemas, kepalanya tiba tiba berputar Dan ....


Brak.......


" Ji....... Bi yam Siti...." Teriak mami melihat tubuh sepupunya itu menghantam meja Membuat bi Siti yang membawa teh bergegas menaruhnya Dan Bi yam datang dengan tergopoh gopoh ..


" Nyonya ada apa ini ?" kata bi Yam


" Dia pingsan .....Ayo bantu kita rebah kan di sofa " kata mami Memapah mamah ji bersama bi Yam Dan bi Siti mendekati keduanya Dengan menggosok minyak kayu putih Di kaki dan tangan mamah ji


" Tante......." kata Tania yang tiba tiba masuk Karna tadi Wati bilang ada tamu Yang pingsan di ruang kerja mami


" Astaga mamah " kata Tania Yang menepuk pipi mamahnya agar sadar

__ADS_1


" Tante telpon dokter dulu Tan , tolong usah punggung nya " kata mami


" Ada apa ?" kata Aya yang datang bersama Qila dan Via yang ikut kaget Karna tadi mami berteriak nyaring


" Mba kenapa ?" kata Aya


" Nanti saja tanya nya Ay, biar mamah sadar dulu " kata Tania yang lalu memijit semua tangan dan kaki nya Sampai mamah ji pun membuka matanya


" Tan......." kata mamah lirih


" Mah , mamah kenapa ?" kata Tania lalu memeluk mamahnya


" Mamah hanya kaget " kata mamah Yang mencoba bangun untuk duduk Dan melihat Aya bersama kedua teman nya


" Dokternya dalam perjalanan ji, Apa kau merasa baik baik saja Jangan kau bilang kau sakit jantung karna kaget " kata mami


" Maaf mba, membuatmu mu repot Dan juga membuat kalian panik " kata mamah


" Ini minum dulu nyonya mumpung masih hangat " kata bi Yam


" Trimakasih , maaf merepotkan bi " kata mamah Lalu menyesap teh hangat buatan bi Siti Yang membuat mamah sedikit tenang.


" Ada apa mah ?" kata Tania


" Kau sendiri kenapa ada disini ?" kata mamah menatap Tania


" Dia memang disini dari tadi pagi ji , Tania sering tidur disini ketimbang di rumah mertuanya " kata mami


" Tan ....." kata Tania menatap mami Karna memang Tania tak pernah cerita bila ia sering menginap di rumah Mami Risma hanya ia sering izin pada Deril saja untuk pergi jalan jalan


" Hah .....kau ini..., apa kau tak punya kerjaan lagi ? " kata mamah


" Tania sudah berhenti lama mah " jawab Tania


" Hah..... Jadi .... astaga kau ini Kenapa merepotkan tante mu " kata mamah ngak enak hati


" Sudah biasa ji, dia merepotkan ku bersama Deril Ya wajar saja sih " kata mami mengerucutkan bibir nya


" Aish..... Kenapa tante mengadu sih ?" kata Tania sewot .Membuat Aya Qila dan Via tertawa melihat nya


" Hahaha......... biasa tante dia nyari teman kan di jablai " sindir Via tertawa


" Enak saja aku cari hiburan mengusili si kembar tahu !! " kata Tania Yang memang menyukai dua keponakan nya itu Yang membuat mamah berbaring


" Mamah mau pingsan lagi " kata Tania menatap mamah nya


'" Ngak mau mati !!" kata mamah kesal Karna Tania memasang wajah cemberut

__ADS_1


" Mah............ Jangan bilang begitu " kata Tania lirih Yang membuat Qila dan Via tergelak Melihat polah Tania lucu seperti anak kecil Yang membuat Aya juga ikut tertawa.


__ADS_2