
Sedangkan dirumah sebelah Aya menyusui si kembar bergantian karna bayinya tak rewel untuk rebutan
" Ya ampun enak nya , itu punya papi kok di kenyot kenyot ya " kata Ferdi
" Abang apaan sih bang , masa sama anak sendiri pelit " kata Aya tersenyum .
" Ngak lah kan mereka pasti lama meminjam nya " kata Ferdi mencium pucuk kepala Aya .Karna tak bisa menyimpan rasa bahagia nya karna ia sudah bisa membuktikan dirinya pria sejati Karna bisa menghamili Aya dan punya anak kandung buah cinta dari hubungan mereka
" Minum yang kenyang ya papi ngak minta kok " kata Ferdi mengusap kepala putranya Sambil menatap putra pertamanya Yang sudah kenyang sedari tadi karna di dahulukan Aya
" kakak sudah duluan bang " kata Aya
" Ya dia pasti lebih kuat dari ade, ade tinggal sisanya " kata Ferdi
" Ya ngak lah bang kan stoknya banyak " kata Aya menatap wajah suaminya
" Tapi jatah abang nanti malam ya " kata Ferdi menatap Aya sambil memainkan Alisnya .
" Ah abang , kok gitu sih " kata Aya tersipu malu yang membuat Ferdi tersenyum Namun Ferdi senang dengan sikap pemalu istrinya itu.
Ferdi memang berpuasa Tapi bahagian atas tubuh Aya tetap bisa di jajah Ferdi Karna untuk kesenangan dirinya. Dan Aya pun tak bisa menolak keinginan suaminya itu Karna ketika sang suami membutuh kan nya Aya ingin bisa tetap menyenang kan Ferdi Karna ia Tak ingin suami nya itu mencari pelampiasan di luar sana .Dan mami Risma sudah banyak memberikan nya wejangan dan nasehat Agar tetap bisa memperhatikan suami nya selama suami nya itu butuh Selama itu bisa dilakukan . Kenapa tidak agar keutuhan rumah tangga mereka tetap terjaga .
" Ya sudah abang keatas dulu ya buat mengecek berkas " kata Ferdi lalu mengecup bibir Aya sebentar
" Ya bang " kata Aya tersenyum membiarkan suami nya itu lembur bekerja malam dirumah.
Di kamar Rio sedang asyik membaca buku Ketika Ara masuk kekamar nya Setelah makan malam .
" Mas sibuk ngak , ayo jalan jalan " kata Ara
__ADS_1
" Kan belum isya habis isya aja ya de " kata Rio melirik sekilas Ara
" Yah ... mas kan Ara pengen cari angin segar " kata Ara yang lalu mendekati Rio Dan mencium pipi Rio
" Ade kenapa sih bukannya ade mau ujian besok senen " kata Rio menatap Ara dalam
" Ih mas apaan kan ngak ada yang aneh
Kan Ara istri mas " kata Ara yang lalu duduk di pangkuan Rio
" Mas tahu, mas sayang Ara tapi ingin Ara tak hamil dulu Kan mas sudah janji pada Ayah bersabar menuggu Ara sampai lulus sma nanti " kata Rio yang memeluk istri kecil nya itu lalu meletakan buku bacaan nya .
" Kan Ara yang mau , lagian kita ngak dosa kita melakukan mas " kata Ara
" Iya sabar , tunggu ade sampai lulus dulu ya " kata Rio yang sebenarnya juga tak bisa menahan diri . Kadang bibir dan hatinya kadang tak sinkron dengan pikiran nya Apalagi ketika Ara menggoda nya .Jelas iman nya terasa runtuh . Lelaki mana pun pasti tak akan kuat di goda Apalagi mereka sudah menikah.
" Ya mas " Kata Ara mengecup bibir Rio pelan Yang membuat Rio tersenyum .
" Hahaha...... mas bisa aja .Sudah Ara rendam dikamar mandi kok " kata Ara tertawa senang
" Syukur lah " kata Rio memeluk istrinya itu erat Dan kepala Rio berada didada Ara yang memeluk leher Rio Cukup lama keduanya berpelukan Lalu Rio memeluk Ara sambil merebahkan tubuhnya di kasur tampa melepaskan pelukan Ara
" Tidur disini saja " kata Rio
" Ya " kata Ara Yang tak melepaskan pelukannya sama sekali Dan membiarkan kepala Rio terbenam didadanya .Hingga mereka tertidur sampai subuh Dan jalan jalan nya pun hadir di dalam mimpi
**********
Pulang sekolah Ara seperti biasa langsung ke cafe untuk mengambil laporan Dan ikut membantu Ratih dan Nila di cafenya Ara juga harus ikut turun tangan . Bila ada banyak pelanggan Dan Ara tak pernah merasa gengsi atau pun malu karna sudah terbiasa Apalagi bila cafe banyak pesanan.
__ADS_1
" Ra tuh lihat deh gadis itu pasti masih sekolah Tapi jalan sama om om " kata Ratih Melirik seorang gadis seusia mereka dengan pria tua
" Iya ... mending kita kerja dapat duit halal dari pada memeras om om kudu mau ditiduri " kata Nila
" Hah ... emang harus gitu Nil " kata Ara
kaget menatap Nila
" Yah kamu ra jangan kepolosan deh jaman gini ngak aneh anak gadis gadis muda menjual diri karna faktor ekonomi Dan mereka ketagihan plus dapat duit tapi dosa . Mending lho punya suami tanggung jawab Dan kalo mau kikuk kikuk ngak dosa " kata Nila
" Iya ra, kadang ada juga hanya pengen bisa beli ponsel mereka rela ditiduri satu atau dua malam , beuh..... tuh kadang di alun alun banyak tuh yang begituan nongkrong . Kita aja yang kadang ngak jeli lihat orang nya Bahkan mereka punya kelompok sendiri " kata Ratih
" Ngeri amat , dan miris gue dengar nya kan mereka bisa cari kerja yang halal kenapa harus begitu " kata Ara
" Iya itu buat yang mikir nya kaya kita ra, kalo yang malas kaya mereka mesti mau enak nya saja. Banyak tuh tetangga di kampung sebelah kita pake baju sekolah Tapi ngak sekolah malah kerja menjual diri hanya untuk mencari kesenangan dan uang Karna malu punya orang tua miskin Biar bisa gaul dan nongkrong bak gadis kaya cari mangsa " kata Ratih
" Astagfirullah.... kok bisa apa ngak kasihan sama orang tuanya " kata Ara
" Mana ada, moral mereka sudah melorot karna iman nya tipis ra. Hanya karna kesenangan sesaat Tampa memikirkan akibat nya. Nanti ujung ujung menyesal Iya kalo sadar kalo kebablasan ya cuek doang Yang penting heppy itu prinsip mereka ra " kata Nila
" Inalilahi , amit amit deh Syukur kita ngak seperti itu ya . ih membayangkan saja hati ku miris Rat, Nil . Apalagi melihatnya Mending miskin tapi punya iman dan hati Dari pada jadi penjaja diri belum tentu hidup di hargai dapat dosa dan penyakit iya " kata Ara
" Ya maka nya syukuri hidup kita ya kita punyai. Biar pelan pelan tapi sampai ya ngak mak " kata Ratih pada emak paijo
" Iya aja deh " kata emak tersenyum tampa tahu apa yang ketiga gadis itu obrolkan yang terdengar seru
" Hahaha ..... emak pasti bingung tuh asal lho Rat " kata Nila tertawa
Begitu juga Ara dan mak ikut tertawa Yang tak ambil pusing . Sambil mengantar makanan ke meja depan
__ADS_1
" Eh sudah semua kan aku keatas dulu ya kalo nanti kak Via nyari " kata Ara Yang sudah selesai membantu
" Ya bos siap " kata Ratih dan Nila kompak Yang kadang memakai kata bos lho dan gue entah bahasa apa lagi untuk Ara. Tapi mereka tetap teman baik Karna Ara tak pernah merasa dirinya hebat atau berkuasa di cafenya .Karna Ara berpikir tak kan bisa sukses tampa bantuan teman temanya Yang sudah banyak mendukungnya Dan Ara juga membantu mereka Dan kini mereka saling menghargai satu sama lain. Karyawan ditempat kerja Tetap sahabat bila di luar kerja Dan mereka juga saling menyayangi satu sama lain .Untuk bisa berkerja sama dan saling membantu.