
Akhirnya Ferdi dan papi Sandi menyuruh Tan untuk kembali ke butik Karna mereka akan membicarakannya nanti Setelah urusan di butik selesai Lalu kedua nya masuk kedalam
" Apa mami baik baik saja pi "kata Ferdi
" Ya tapi lagi lemas di kamar, apa Aya baik baik saja " kata papi balik bertanya .
" Ya , bahkan dia tak mengatakan apa pun ketika Ferdi pulang " kata Ferdi Yang mengikuti papi nya kekamar papi Sandi
" Pasti dia tak ingin membuat mu khawatir " kata papi.
" Ya Ferdi kira begitu, karna Aya tak ingin Ferdi terlalu pusing Bahkan dia terlihat santai Seolah tak terjadi apa apa " Kata Ferdi yang lalu membuka kamar mami
Clek.....
" Mi ......" kata Ferdi mendekati mami di tempat tidur Lalu duduk di sisi ranjang
" Mami baik baik saja , kau tak perlu khawatir mami hanya kaget saja " Kata mami tersenyum .
" Syukurlah , apa Siska terluka parah ?" kata Ferdi
" Ya tapi mami belum tahu pasti kondisinya sekarang ini Mungkin besok mami akan kesana lagi " Kata mami
" Ya , ya sudah mami istirahat saja Ferdi mau melihat si kembar dulu " Kata Ferdi mencium kening mami nya
" Ya pergi lah pasti mereka senang Karna seharian ini mami sibuk belum sempat Bermain bersama mereka " Kata mami mengusap lengan Ferdi
" Ngak apa apa mi, kan ada mba Wati dan Erni . Ya sudah mi pi slamat istirahat " Kata Ferdi Yang beranjak dari tempat tidur mami Dan melangkah keluar kamar dan kembali menutupnya
Lalu mencari Aya di kamarnya Namun tak ada Aya di dalam kamar
" Abang cari Aya , Tadi Aya cari cari abang. Tuh jus nya abang Aya taruh di ruang tengah sama brownies nya "Kata Aya
" Terimakasih Aya dari mana ?" kata Ferdi Merangkul mesra Aya lalu mencium pipinya .
" Dari taman lihat Afnan dan Aska bang " kata Aya tersenyum
" Ya sudah jus nya bawa ketaman saja Biar abang bisa santai sambil melihat mereka bermain " Kata Ferdi kembali mencium Aya .
" Ya sudah abang duluan Biar Aya ambil kan jusnya " Kata Aya Yang lalu menuju ruang tengah mengambil jus Sedangkan Ferdi lebih dulu menuju taman
Di taman Afnan dan Aska duduk tenang di rerumputan melihat anak ayam yang baru menetas .Ayam yang tempo hari mereka bawa dari yogya Karna Ara ingin keponakan nya itu senang Karna mereka sempat merengek minta anak dan induknya Namun Ara memberi nya yang baru belajar bertelur Agar tak repot dibawa di jalan
Lucu ya de, he..... aka gemas " kata Afnan yang mengambil anak ayam yang bersembunyi di balik bulu induk nya Karna sang induk jinak pada keduanya.
" Iya masih kecil lucu " kata Aska tersenyum menangkap satu dan menggenggamnya pelan
Cik ..... cik.....cik ....
__ADS_1
Induk ayam itu pun mematuk jagung menjadi kecil kecil
" Nih ....makan sama ibu ya " Kata Aska melepaskan anak ayam agar ikut makan
" Wah.....ayam nya sudah menetas ya ?" kata Ferdi ikut berjongkok di antara dua anak nya
" Iya pi , lucu kan pi lihat ..... !! Bulu nya lembut banget " kata Afnan
" Iya lucu , kaya anak papi juga lucu " Kata Ferdi menarik keduanya ke pelukan nya dan mencium pipi si kembar bergantian .
" Hahaha....... Geli pi " Tawa Afnan geli
" Lagi apa ya kok mesra sekali "kata Aya
" Mah sini..... Lihat mereka semua sudah menetas " Kata Aska berteriak
" Ciap ciap ciap "suara anak ayam pun riuh Ketika Aska menangkap salah satunya
" Biar di kotaknya de, kan lagi ***** kasihan biar sama induknya " kata Aya Karna memang pagi tadi Ayam nya itu baru menetas 3 Dan sekarang sudah menetas semua 10 ekor
" Ya mah " Kata Aska sambil mencium anak Ayam Yang membuat Ferdi terkekeh melihat kelakuan Aska Yang mengemas kan Sedangkan Afnan hanya ikut tertawa melihatnya.
**********
Di sisi lain Gita baru saja selesai memasak Ketika bel apartemen berbunyi Dan membuat Gita bertanya tanya siapa yang datang ke apartemen mereka Karna tadi Gery bilang akan pulang larut malam
" Aish kok ngak sabaran sih "Kata Gita Yang bergegas keluar untuk membuka pintu apartemen
Clek......
Deg .......
Gita langsung tertegun melihat sepasang suami istri Yang berdiri kaget melihatnya Membuka pintu dengan celemek dan membawa centong.
" Eh maaf siapa ya ?" kata Gita sopan Yang mengira hanya orang yang ingin bertamu atau bertemu suami nya
" Kau sendiri siapa ?" kata wanita paruh baya itu menelisik curiga Menatap Gita dari atas sampai bawah .
" Eh saya istrinya pa Gery , ..... eh bukan yang bantu bantu disini bu " Kata Gita keceplosan karna bingung harus berkata jujur atau berbohong
" Istri atau pelayan ?"kata pria tua itu memastikan .
Gita bingung menjawabnya Karna tadi keceplosan
" Istri nya , tapi anggap saja saya pelayan nya .Karna pa Gery tak mau orang tahu kami sudah mereka siri " kata Gita polos dan jujur Membuat keduanya mendelikkan mata karna kaget
" Oh iya silahkan masuk, maaf saya baru selesai memasak . silahkan duduk dulu " kata Gita sopan mempersilahkan dua orang itu masuk .
__ADS_1
" Tunggu ya pa bu biar saya buatkan minum dulu " Kata Gita yang bergegas ke dapur Sedang pria tua itu duduk santai di sofa Tidak dengan si wanita yang langsung menuju dapur Dan melihat makanan panas tersaji rapi di atas meja makan
" Apa kau baru selesai memasak nona ?" Kata wanita itu sambil mencicipi sedikit masakan Gita Yang lumayan enak di mulutnya
" Oh iya , apa ibu mau makan Biar saya ambilkan piring ?" Kata Gita yang menghormati tamu nya
" Papi ...sini ayo makan "Teriak wanita itu membuat pria yang di panggil papi itu datang menghampiri Dan tersenyum melihat banyak makanan di atas meja
" Wow..... apa kami boleh makan?" kata Papi menarik kursi
" Oh silakan" Kata Gita karena ia memasak banyak jadi apa salahnya Tamu suami nya itu ikut makan . Lalu Gita bergegas mengambil piring dan sendok Dan menyiapkan nya Lalu menyiapkan air putih di gelas
" Oh silahkan " Kata Gita
" Ayo kita makan , kau juga harus makan nak " Kata wanita itu mengisi piring Karna mereka ingin mengajak makan malam bersama
" Saya belum mandi bu , silahkan kalian makan duluan ."'kata Gita Ketika hendak beranjak dari kursi Terdengar suara bel kembali berbunyi di depan
" Baiklah kebetulan sekali kami sedang lapar "Kata pria itu
" Ya silahkan makan , sebentar saya lihat dulu siapa yang datang ?" kata Gita pergi meninggalkan mereka menuju pintu depan Dan Gita bergegas membukanya
Clek ....
" Kok lama "Kata pa Gery masuk yang melewati Gita begitu saja
" Bukannya tadi bapa bilang pulang malam" Kata Gita sambil mengikuti Gery menuju kamar .
" Ya tapi meeting nya ngak jadi Karna ada yang harus di perbaiki dulu " Kata pa Gery melepaskan pakaiannya
" Ya sudah biar , saya ........" kata Gita Yang hendak keluar kamar Namun Gery menarik tangannya Yang membuat Gita kaget hampir terhuyung Namun tangan Gery yang kekar langsung memeluknya
" Pa .....mpt....... mpt ..."
Gita mendorong tubuh Gery karna kaget pria itu menciumnya mendadak Namun sia sia Karna jelas tubuh pria itu lebih kuat darinya
" Pa apaan sih " kata Gita ketika tautan bibir Gery terlepas .
" Layani aku " kata pa Gery mengedong tubuh Gita ketempat tidur
" Aaa........ pa , mpt ....mpt " Teriak Gita sampai terdengar di dapur
Yang membuat Gita tak bersuara Karna Gary membungkam mulut Gita dan langsung menindihnya dengan paksa Gita pun tak bisa berontak Yang membuat Gery makin bernafsu .Namun kedua nya tak menyadari ada dua kepala mengintip di balik pintu
" Astaga anak mu pi, kok ngak sabaran gitu " Kata wanita itu yang tak lain mami Gery
" Biar kan saja bagus kan kalo kita cepat punya cucu , Ayo makan lagi " kata pria itu yang tak lain papi Gery Yang berniat datang untuk mengajak makan malam Tapi di luar dugaan mereka dapat kejutan yang tak di duga
__ADS_1