Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 343


__ADS_3

Tuan Fin cukup kaget karna ia tak asing mendengar nama Ferdi .Yang juga cucu dari mantan bos besarnya dulu .


" Kau Ferdinan " kata Tuan Fin


" Ya benar tuan Fin , cucu tuan Adiyaksa Harrison " kata Ferdi


" Ya tuhan maaf kan saya nak, bila tidak tahu kau Ferdi " kata Tuan Fin yang juga blasteran .Dan ia cukup lama bekerja pada kakek Ferdi sebelum Ferdi mengambil alihnya Dan mempercayai Gustav sebagai asisten nya


Lalu mereka pun ngobrol bersama Sampai akhirnya Ferdi meminta Bimo untuk bicara langsung pada Tuan Fin Dan Ferdi ingin semua nya berjalan dengan baik Tanpa ada keributan .


Sorenya Ferdi pulang lebih cepat Dan lalu membawa berkasnya ke ruang kerja Dan ia akan lembur nanti malam .Agar Bimo bisa mengurus urusan nya sendiri Tanpa mengesampingkan pekerjaan


" Kau baru pulang " kata papi Sandi yang melihat putranya itu duduk santai di ruang kerja nya


" Ya pi" kata Ferdi


" Apa ada masalah " kata papi


" Ya tapi masalah Bimo " kata Ferdi


" Lalu...." kata papi menatap Ferdi


" Ya aku hanya ikut pusing Padahal itu bukan urusan ku. Aku sudah mewanti wanti nya Tapi dia lupa " kata Ferdi Yang menceritakan masalah Bimo dan Abel bawahan nya itu


" Hahaha ....anggap saja itu jodohnya Fer Mungkin jalan nya harus begitu " kata papi tertawa


" Maksud papi " kata Ferdi menatap papi


" Mungkin hari ini dia terpaksa Tapi besok tidak Bukan kah kau juga pernah mengalaminya .Itu hanya sentilan hidup saja Fer " kata papi .Yang membuat Ferdi terdiam Dan lalu menarik nafas dalam .


" Lupa sebagai manusia itu lumrah , tapi tuhan sengaja membimbingnya ke arah jodohnya Yang suka memilih milih seperti kalian " kata papi.

__ADS_1


" Kau tahu nak, hidup ini seperti sebuah perhitungan tiap tahap 7 tahun pertama Dimana kau menjadi seorang raja saat apa saja keinginan kau dapat kan dari kami Dan 7 tahun kedua kau akan belajar untuk menentukan tanggung jawab mu Mulai sekolah dan mencari jati diri .7 tahun berikutnya ketika kau memilih Untuk mengambil keputusan rencana masa depan mu Lalu 7 tahun berikutnya kau menentukan waktu dimana kau mencari pendamping hidup mu Entah itu baik atau buruk Itu adalah pilihan mu sendiri . Dan ketika di fase berikutnya 7 tahun ke depan kau menentukan masa depan pernikahanmu menilai Dan melihat rumah tangga Dan juga kemapanan mu nak, Setelah fase itu kau harus bisa matang secara finansial Untuk menguat kan pondasi mu untuk menata masa tua mu Yang harus kau persiapkan dengan baik Karena di umur 42 tahun kau harus bisa bersikap bijak dan situlah penentu kesuksesan mu .Dan 7 berikutnya kau harus menikmati hasil jerih payah mu selama ini Karna itulah papi ingin kau serius pada karier mu Karna setelah di umur 56 seperti papi ini Kau bisa ber leha leha menikmati hidup .Dan kita harus memperbanyak merenung di masa tua dengan ibadah dan menemani cucu sebagai penghibur Dan juga mulai mendekatkan diri pada tuhan Sambil menunggu ajal menjemput Kalo pun masih berumur panjang itu lebih baik Tapi kalau pun sudah sakit sakit itu derita mu .Hidup ini cuma sekali .Jadi pergunakan waktu mu sebaik mungkin Karna waktu itu tak akan bisa kembali lagi " kata papi menasehati Ferdi yang terpaku mendengar petuah sang papi Yang duduk manis menikmati masa tuanya bersama sang mami dengan ibadah dan pergi pengajian Atau sekedar menemani cucu mereka .


Yang membuat Ferdi sadar ia belum terlambat untuk berpikir ulang Karna ia juga ingin hidup tenang di masa tua nya .Ya kini ia sadar bahwa Aya adalah penyelamatnya Gadis pelunas hutang itu lah jodohnya Bukan karna status nya Tapi tuhan mengiring nya pada sebuah kenyataan untuk bisa menyadarkan nya Bahkan selama ini Ia banyak membuang waktu dan uang Untuk berfoya foya . Padahal papi dan mami nya Berjuang keras bekerja Untuk bisa menyokong masa tua nya Agar bisa hidup layak dan bahagia Di masa tua


" Ya pi, Ferdi mengerti dan Ferdi sadar ini adalah cerminan hidup Agar Ferdi bisa melangkah hati hati kedepan nya Karna ada hati yang harus di jaga juga masa depan anak anak nya .Yang membuat Ferdi ingin bisa seperti sang papi Hidup bahagia di masa tua nya Dan tetap rukun dan bahagia bersama maminya sampai maut memisahkan mereka .


" Ya nak, itu harus .Karna itulah papi ingin kau harus berhati hati. Dan kalau pun hari ini ajal papi sudah datang menjemput papi .Papi sudah siap Karna papi sudah memberi kan mu semua yang terbaik . Jadi tak akan ada penyesalan lagi Bila papi menghadap tuhan .Karna papi sudah berusaha semaksimal mungkin Bisa membuat mu sukses Papi hanya berpesan jaga istri dan anak anak mu Untuk kebaikan mu sendiri . Karna mereka aset mu untuk di dunia dan akherat mu Karna bila kau hancur Papi dan mami mu Tak bisa membantu lagi " kata papi yang lalu tersenyum pada putra tunggalnya itu


Setelah ngobrol lama Dua pria beda usia itu pun kembali ke kamarnya masing masing Untuk membersihkan diri


Lalu bersantai di taman belakang untuk menemani Afnan dan Aska yang mulai bisa bermain bola di taman


" Pi.....iyat ain ola " Teriak Aska


" Ya ayo tendang kesini " kata Ferdi tersenyum


" Ya iyap " kata Aska yang menendang bola itu sampai terduduk Yang menjadi bahan tertawaan Namun ia tetap bangun Dan mengejar bolanya Yang di giring oleh Afnan yang berebut memasukan nya ke gawang bola


" Hahaha......sini gendong papi ..." kata Ferdi senang mengangkat tubuh mungil


Aska sedangkan Afnan terduduk sambil cemberut Dan papi pun langsung mendekatinya Dan juga mengangkatnya


Yang kembali membuat Afnan tersenyum Lalu Ferdi pun menurun kan Aska


" Sini sama papi gantian Kasian opa nanti encok kak " kata Ferdi meraih tubuh Afnan dari sang papi Dan mengangkat tubuh putra sulung nya itu biar tak iri pada sang adik


" Ole ..aka enang uga " kata Afnan


" Ya semua menang " kata Ferdi mencium dua putranya itu Lalu mengendong nya ke gazebo Ketika Aya datang membawa jus untuk mereka


" Atik jus , au au" Teriak Aska berlari

__ADS_1


" Ya de, sebentar biar mamah bawa sini ." kata mami Yang lalu menyuruh Wati dan Erni membereskan mainan si kembar ke pinggir Agar mereka bisa minum bersama Karna bi Yam dan bi siti juga datang membawa nampan pisang goreng dan martabak asin dan manis untuk cemilan sore bersantai


" Wah cocok ini ayo serbu , kita makan bareng bareng " kata papi yang mencomot pisang goreng yang masih hangat Dan duduk di sebelah Ferdi


" Nak .... " kata Afnan yang mengigit martabak manis keju coklat


" Hahaha ....emong emong " kata Aska tertawa senang


" Hahaha........" Afnan tertawa sambil melap bibirnya yang celemotan Dan Aya tersenyum sambil melap bibir Afnan Mengunakan tissue


" Pelan pelan kak, masih banyak kok " kata Aya


" Enak mah.....eju oklat " kata Afnan


" Iya kan kesukaan kakak sama ade " kata bi Yam yang tahu kedua nya punya selera yang sama pada keju coklat


" Bi Yam sudah hafal tuh, selera kakak sama ade " kata Aya tersenyum


" Opa uka apa ?" kata Aska pa opa nya


" Semua opa suka yang penting enak rasanya " kata papi tersenyum


" Pi uka apa ama aya opa " kata Afnan


" Ya sama semua papi suka " kata Ferdi tersenyum Yang mencomot lagi pisang goreng nya Sambil mencium pipi Afnan dan Aska


Mereka pun menikmati kebersamaan itu dengan ngobrol dan bercanda Sampai senja mulai datang Lalu sholat di mushala belakang bersama sama


Sedangkan di sisi lain Ada dua pasang mata Saling berpelukan melihat mereka


Dari kamar belakang yang terlihat dari kaca jendela setelah memadu cinta

__ADS_1


__ADS_2