
Mbok yang melihat itu pun bergegas mendekat Rio dan Ara Yang di hampiri Minah dengan berkacak pinggang
" Hei kau , apa kau tak malu berbuat mesum di kandang ayam hah......dan lagi kamu masih pacaran ngapain ikut kerumah Rio segala " kata si Minah
" Min....... dengar ya " kata Rio
" Stop mas biar Ara saja yang meladeni nih perempuan nyinyir . Ngapain lho ngurusin kita . Suka suka kita dong mau ciuman di kadang ayam atau diatas pohon kok situ yang ribut kita aja santai " kata Ara juga berkacak pinggang
" Waduh ... yo bakal rame iki " kaya mbok khawatir
" Huh...... sudah de ayo masuk ngak usah di ladeni ayo masuk " kata Rio Yang ngak mau ribut Apa lagi nanti jadi tontonan orang sekampung
" Kamu itu ya ngak punya sopan santun ya yo, bawa perempuan kaya ngene ke desa kita Apa mau aku laporkan ke kepala desa sama ke Polsek " kata Minah kesal menatap kesal Rio .
Rio yang merasa kesal pun Lalu menatap Minah Karna tak senang dengan ucapan Minah yang mengacam nya
" Yo kono lapor ke wae , Ara kui asli ne bojo ku , Mau ngapain aja iku urusan ku ngapain kue ngurusin aku Min. Kita ngak punya urusan dan hubungan apa apa lagi " kata Rio tegas karna merasa kesal kali ini pada Minah yang kelewat batas terlalu mengurusi dirinya dan Ara
" Hah .... bohong mana mungkin perempuan ini istrimu " kata Minah kaget tak percaya
" Ya sudah kalo ngak percaya Ngak penting kamu mau percaya atau tidak bukan urusan kami Pergi sana !!!nganggu orang saja " kata Ara mengusir Minah sambil menujuk arah jalan .
" Rio......" teriak Minah nyaring . Lalu pergi meninggal kan Rio dan Ara dengan rasa marah yang meletup letup
" Sudah de ayo siap siap pulang dasar perempuan aneh " kata Rio melihat Minah pergi
" Tapi le pie kalo si Minah lapor pa Lurah dan polsek le " kata mbok khawatir
" Ngak usah khawatir mbok Nanti Rio yang menghadapi nya " kata Rio yang mengandeng tangan Ara masuk rumah Karna kini Rio tak perduli apapun omongan orang Karna Ara memang istrinya .Walau pun belum tercatat Tapi laporan di kelurahan sudah ada Karna memang sudah di laporkan ustad Afif dan pak Tejo Yang jadi saksi pernikahan Ara dan Rio di depan pa Kevin .
" Ya le ayo masuk sarapan " kata mbok tak khawatir lagi . Karna tak mungkin putra nya itu berbohong .
" Ayo de kita sarapan habis ini Kan kita pulang Apa de Ara lupa kita mau ke jakarta " kata Rio
" Astaga , iya mas Ara lupa . Ayo makan mbok " kata Ara
" Wis cah ayu makan lah dulu mbok biar cuci telur ini dulu buat dibawa kesana ya buat oleh oleh Kemaren mbok juga sudah bikin yang asin " kata mbok
" Ya mbok terimakasih " kata Ara Yang tak mungkin menolak niat baik mertua nya
__ADS_1
" Mbok masih punya uang " kata Rio
" Masih le, kan baru dikirimi sampean minggu kemaren . Dan lagi mbok masih punya simpanan bulan kemaren . Dan minggu lalu mas mu panen cabe lagi " kata mbok Yang sekarang ngak pernah kerja kasar ikut tetangga lagi Karna sudah berpenghasilan sendiri .
********
Sedangkan Aya sedang menyusui Afnan di kamar nya . Dan baby sister dua bayi nya itu juga sedang sibuk membantu mendekor untuk nanti malam . Karna bayi bayi Aya sedang tidur .Jadi Erni dan Wati pun tak punya kerjaan Jadi mereka terpaksa ikut membantu dari pada bengong.
Ceklek.....
" Bang kok sudah pulang " kata Aya Yang terkejut melihat siang begini suaminya sudah pulang
" Abang kangen istri abang " kata Ferdi mendekati Aya lalu mencium kening Aya
Dan juga Afnan yang menyusu .
" Tumben kakak sudah bobo duluan ya . kok yang ini belum ." kata Ferdi mengusap kepala putranya
" Tadi sudah lama menyusu bang. Karna bangun duluan " kata Aya
" O .... jadi Ade ketinggalan kereta ya " kata Ferdi Yang duduk disisi ranjang
Sambil memegang tangan bayinya
" Siapa bang " kata Aya
" Gustav dia ingin abang membebaskan Heni dengan mencabut tuntutan Karna Heni masih di dalam penjara " kata Ferdi
" Hah kenapa Heni di penjara bang " kata Aya kaget
" Di di penjara dengan tuduhan memberi pil tidur pada Gustav ' kata Ferdi Yang lalu menceritakan apa yang terjadi pada Heni Sampai beberapa waktu lalu ia menghubungi Ferdi dengan nomor tampa di ketahui
" Astaga tega banget bang , bukan nya Gustav pria yang baik " kata Aya yang mengenal Gustav .
" Ya.... dia punya mata Tapi tak bisa membedakan mana pria baik dan buruk
Dia hanya ingat obsesi nya saja " kata Ferdi menggeleng
" Ya Allah ,kok bisa ya bang " kata Aya
__ADS_1
" Bisa lah , kan dia psikopat makanya dia slalu ingin membunuh siapa saja orang yang menghalangi rencana nya " kata Ferdi
" Ya Tuhan , mudah .mudahan dia cepat sadar bang kasihan " kata Aya iba pada Heni Dan kini Aya tahu siapa yang suka menelpon suaminya itu .
" Ya ....... mudahan saja " kata Ferdi tersenyum Karna istrinya itu mendoakan hal baik untuk Heni Padahal ..Heni jahat pada nya
" Aamin " kata Ferdi lalu mencium kepala bayinya .
" Abang melihat persiapan untuk besok dulu ya sayang " kata Ferdi sambil menuju lemari pakaian .
" Ya bang " kata Aya tersenyum Sambil melihat suami nya berganti pakaian rumahan Dan lalu mencium putranya yang tidur di box dengan pulas nya
*********
Disisi lain Ara dan Rio sedang di dalam pesawat perjalanan menuju jakarta Karna nanti sore acara sudah di mulai . Dan Ara berusaha bisa hadir tepat waktu. Sedangkan rumah di jaga yu Irah dengan suaminya Karna ada mentok dan ayam juga kolam lele Yang harus di beri makan
" Mas .... apa mbok ngak apa apa kita tinggal Takut perempuan itu bikin ulah sama mbok " kata Ara khawatir
" Ngak papa mas sudah berikan nomor ustad Afif dan pa lurah bila dia macam macam " kata Rio menatap Ara
" Syukur lah " kata Ara tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu Rio
" Tidur lah kalo mau tidur " kata Rio merangkul Ara
" Bentar lagi nyampe kok mas " kata Ara Yang tersenyum pada Rio Dan Rio juga tersenyum
"Ya de, kata Rio. kini ia tak perlu lagi tidur terpisah dengan Ara Karna kini mereka sudah menjadi suami istri sungguhan .
Tak lama pesawat pun mendarat mulus di bandara soekarna hatta Dan mereka berdua di jemput mang Didin Yang sudah menunggu di pintu keluar Ara tak banyak membawa oleh oleh . Karna mereka hanya membeli sedikit saja untuk mami dan papi Yang di beli di perjalanan pas pulang dari rumah mbok
Karna mereka mengejar waktu.
" Alhamdulilah mang Didin apa kabar " sapa Rio ketika bertemu mang Didin .
" Alhamdulilah sehat mas , gimana sudah gol atau masih menunggu " kata Mang Didin berbisik Karna sudah tahu Ara dan Rio sudah menikah dari papi
Rio tak menjawab Tapi hanya tersenyum sumringah Yang membuat mang Didin tersenyum .
" Pasti ketagihan kan , jelas masih perawan ting ting dan masih kencang " ledek mang Didin
__ADS_1
" Tahu ah mang, takut orang nya dengar Jadi ngak enak " kata Rio . yang menaruh barang di bagasi .
Setelah semua selesai mereka pun masuk mobil ..Dan Ara menyuruh Rio untuk menemani mang Didin di depan Sedangkan Ara dikursi belakang ..