Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 152


__ADS_3

Malam setelah pengajian Aya membantu Ara berkemas .Karna hari ini sudah masuk pengajian hari ke 3 Dan Aya sedikit lebih tenang


" De......kak Aya mungkin agak lama disini Ara jaga diri ya disana " kata Aya


" Ya kak " kata Ara


" Kalo ada apa apa hubungi kakak, masalah tanah nanti kakak akan kesana sama abang kalo waktunya sudah longgar . Oh ya Vi titip Ara dan cafe ya." kata Aya


" Ya Ay , itu sudah kewajiban kami . Ara sudah gue anggap adik gue Ay. Lho juga sudah banyak bantu kita Ay. Jadi mana mungkin gue lupa in kebaikan lho sama ibu gue ..Yang penting lho disini baik baik saja Masalah cafe biar itu jadi urusan kami " kata Via Yang memang menjadi bagian adminitrasi Sedangkan Ara bagian memegang uang masukan Dan Ara hanya meninggalkan uang untuk belanja agar cafe tetap berjalan


" Trimakasih Vi, mudahan semuanya berjalan lancar " kata Aya Yang kini sudah mulai tenang karna ia sudah bisa melewatinya . Karna semua pesan dan amanat Ayah nya sudah Aya penuhi .


Tinggal Ara saja yang masih menjadi tangung jawabnya . Walau Rio sudah menjadi suami Ara Namun batasan itu masih di ingatkan Aya Karna Aya ingin Ara bisa menyelesaikan sekolahnya dulu tampa beban masalah rumah tangga


Di lain tempat di kamar nya Rio belum bisa memejamkan matanya. Karna kini ia


harus bekerja keras untuk menangani kebun dengan baik. Apalagi semua


nya harus ia tangani sendiri


" Ya Allah bantu aku ringan kan langkah ku Agar pekerjaan ku tak menjadi beban Dan bisa membimbing Ara " doa Rio dalam hati .


" Nak Rio belum tidur " kata pa Sapto


" Entah lah pa belum mengantuk " kata Rio memiringkan badan nya Karna pa Sapto sedang mengirim pesan pada sang istri menanyakan kabar pulang .


" Belum ngatuk pa " kata Rio duduk disisi ranjang


Di sisi lain Ara baru saja ingin keruang tengah membawakan kopi Ketika Naura menyenggolnya dan


" Prank........


" Auw ......panas , kenapa sih bawa nya ngak lihat lihat " kata Naura mengomel . Karna Naura dan Reyhan belum pulang


" Eh..... maaf aku ngak ngak sengaja " kata Aya pelan lalu melap kaki Naura


" Non Aya....... biar sini bi Siti yang membersihkan " kata bi Siti bergegas membawa pel dan sapu


" Ya bi " kata Aya mundur .

__ADS_1


" Apa nona Naura bisa bangun Ayo bibi bantu " kata bi Siti.


" Nona mu itu keterlaluan apa matanya tak melihat jalan " kata Naura sinis


" Heh...... nona hati hati kalo bicara, kau mau cari perhatian .Jangan harap ya Sudah punya suami sendiri caper " kata Tina menyindir


Yang membuat Ferdi dan Reyhan yang mendengar Langsung melihat kearah Tina dan Naura yang saling tatap


" Siapa kau brani nyolot " kata Naura


" Dih nyolot , memang nona siapa Anda bukan tuan rumah di sini " balas Tina


" Ay...... sini sayang " panggil Ferdi pada Aya yang berdiri bingung karna Tina berani pada Naura


" Iya bang " kata Aya yang lalu melewati Naura begitu saja Lalu duduk di sebelah Ferdi Sedangkan Rayhan menatap Naura yang pura pura menahan sakit Lalu berjalan dengan gaya terpincang pincang mendekati Reyhan


" Apa sakit " kata Reyhan


" Ya sedikit ,kan kopi panas " kata Naura merengek manja


" Lebay..... berlagak cari perhatian orang tersiram sedikit saja mewek kaya korban tabrak lari " kata Tina .


" Tidak , Maaf dia bukan pelayan Tapi pengawal Aya, kurasa dia sudah sering memperhatikan mu . Dan kurasa wajar dia bersikap begitu " kata Ferdi membela


Tina yang membantu bi Siti


" What pengawal " kata Naura kaget


" Kenapa kau kaget , dia sudah lama mengawasi mu Jadi wajar dia tahu apa niat mu Jangan kau pikir karna kau istri Reyhan Aku tak bisa menghukum mu . Dia sudah lama mengawasi gerak gerik mu " kata Ferdi menatap Naura


Deg.....


Naura pun terdiam lalu menatap Reyhan Reyhan hanya diam tak berkomentar apa pun


" Kenapa bukannya aku sudah mengingat kan mu, Aya juga keluargga kita sayang bukan musuh " kata Reyhan Yang juga tahu siapa incaran Naura


" Aku tak memusuhi nya " kata Naura kesal


" Lalu apa kau iri dengan nya Aku juga sudah lama memperhatikan mu ra kita ini tak punya hubungan lain selain keluargga Kami bukan musuh mu tapi kerabat " jelas Ferdi ..

__ADS_1


" Kenapa kalian menuduhku begitu Aku tak ada maksud apa pun , Hanya kesal saja Karna Aya tak berhati hati " kata Naura kesal merasa tersudut


" Tapi nona sudah minta maaf Kenapa masih mencari cari kesalahan nya " kata Tina yang lalu berdiri tak jauh dari Ferdi dan Aya.


" Kau ..... Ayo sayang kita pulang " kata Naura kesal menatap Tina tajam .


" Baiklah ayo Fer Ay kami pulang ya maaf bila Naura membuat kalian tak nyaman " kata Reyhan


" Ngak pa pa bang mungkin itu reaksi yang wajar " kata Aya yang tak ingin punya masalah dengan siapa pun.


Lalu Reyhan pun pulang bersama Naura Dan Ferdi pun lalu mengajak Aya untuk masuk kamar karna sudah larut malam


" Jangan diambil hati ya, dia biasa begitu " kata Ferdi ketika mereka berbaring di ranjang .


" Tidak bang mungkin sudah tabiatnya begitu " kata Aya


" Tapi berhati hati lah dengan nya Dia itu wanita licik " kata Ferdi yang memeluk Aya dan lalu mengusap perut Aya pelan .


Aya tersenyum " Ya bang Aya akan hati hati padanya " kata Aya yang memeluk Ferdi Karna suami nya itu pasti meng khawatir kan nya .


" Abang mencintai Aya .Apa pun yang terjadi jangan percaya dengan siapa pun cukup pada abang mami dan papi " kata Ferdi memeluk Aya Dan mencium pucuk kepala Aya berkali kali.


Aya pun hanya bisa tersenyum. .dan Menyusupkan kepalanya di dada Ferdi Sambil memejamkan matanya Dan bahagia kini tahu fakta bahwa Ferdi sangat mencintainya Karna Aya tahu persis sifat watak suami nya itu bila marah . Dan Ferdi tak akan diam saja


Bila ada orang yang menyakitinya


Di kamar Reyhan Naura terlihat kesal dengan wajah cemberut melepas pakaian nya karna tadi Reyhan tidak membelanya


" Kenapa ? masih kesal " kata Reyhan


" Kenapa kau juga membela nya " kata Naura


" Kau yang salah karna kau sengaja melakukannya Ferdi benar Tina slalu mengawasi mu Dan sudah lama ia menjadi pengawal Aya Jadi aku harus apa . Apa kau tidak takut kalo rencana mu menyingkir Aya terbongkar .Kau ingin bercerai kata kan saja '" kata Reyhan sambil melepaskan pakaiannya


"' Reyhan ......" kata Naura kaget


" Kenapa , apa kau terkejut .Kau hanya terobsesi dengan Ferdi ra, pikirkan itu aku serius menyayangi mu Karna itu aku menikahi mu Tapi kalo hati mu ke lain hati maaf Aku punya batas kesabaran . Karna aku juga ingin hidup bahagia Sebagai seorang pria aku butuh wanita yang hanya fokus pada suaminya Bukan suami orang lain " kata Reyhan


Yang membuat Naura terdiam tak bisa berkata apapun . Karna memang selama ini ia memang berusaha menyingkirkan Aya yang menjadi saingan nya. Entah mengapa ia merasa benci dengan Aya

__ADS_1


__ADS_2