
Yusuf pun berpamitan setelah meminum kopinya yang serasa enak di lidah nya Namun karna ia ada urusan ia harus segera pergi karna ia sudah terlambat
Akibat menabrak Via
Ara Via mamah Sila dan Ratih hanya memandangi pria itu berlalu setelah masuk mobil dan pergi
" Keren kak " kata Ratih berbisik
" Dih.... tahu aja lho cowok keren " kata Via Yang membuat mamah Sila dan Ara tertawa
" Kalo doyan dekati aja " kata Ara
" Dih mana mau sama Ratih kucel gitu " kata Via
" Ih ..jangan salah kak sekarang kan Ratih sudah kerja Masalah wajah bisa dipoles kan pake bedak " kata Ratih
"Tapi kan tetap belang de, masa muka putih badan hitam " kata Via protes
" Hahaha .... zebra dong , jangan bilang kak Via juga suka tapi jaim " senggol Ara
" Ih mana ada.. Ayo gandeng kedalam "
kata Via merasa tersindir
" Ngak sekarang ya Vi , tapi lain kali " kata mamah Sila tersenyum menggoda Via
" Ih mamah , orang Via pengen jomlo dulu mau menyelesaikan kuliah dulu biar kelar " kata Via melangkah pelan di gandeng Ratih kedalam
" Ya tapi kan buat mood booster kak boleh lah biar semangat 45 " kata Ara ikutan bicara
" Hahaha..... kaya mau tujuh belasan aja jadinya " kata Via tertawa
" Iya lah kan berjuang cari duit iya kuliah perlu , pria juga penting buat penyemangat ya ngak mah " kata Ara
" Anak pintar tapi kok Ara tahu ya. Jangan jangan kamu sudah punya pacar ya ra apa si ketos itu " kata Ratih
" Ih ngak lah Ara mau cari yang dewasa Yang bisa buat jadi sandaran " kata Ara
" Cie....... yang lagi jatuh cinta bikin kita curiga aja nih lagi puber pertama ya de " kata Via memainkan alis nya
" Siapa yang puber " kata Nila baru datang bergabung
" Ada deh ...... nih yang berdua " kata Ratih menujuk Via dan Ara Yang membuat keduanya saling pandang
" Ih apaan kita bercanda , ayo bubar kerja sana kak Via istirahat " kata Ara
__ADS_1
" Santai kakak ngak pa pa de, gini gini kak Via ini chef lho , jadi sambil duduk masih bisa masak " kata Via
" Terserah deh , Ara mau ngecek nota dulu ya kak " kata Ara
" Ya sana , Tuh ada pelanggan datang ayo kerja " kata mamah Sila Yang lalu mendekati pembeli yang duduk minta dilayani..
*********
Di kantor mami Risma Aya sedang asyik mengecek laporan sang mami Karna mami Risma sengaja mengajari Aya agar menantu nya itu suatu saat bisa meneruskan usahanya .Karna tak ada lagi harapan yang lain selain menantunya
" Ay..... nih sudah dapat tiga panti tadi Sudah didata sekitar 200 orang jadi kita bisa pesan 300 buat kerabat sekalian " kata mami
" Iya mi trus ustad nya " kata Aya
" Besok Ferdi yang akan kesana , bareng Aya kata nya mau ke makam bunda Aya " kata mami
" Oh iya, Aya lupa mi " kata Aya
Aya pun lalu menghitung biaya yang akan keluar Dan biaya berkat yang akan di bawa pulang Dan hadiah untuk anak yatim untuk bingkisan
Disisi lain Naura merasa kesal karna ia tak bisa mengawasi Aya karna sang detektif tiba tiba harus pergi keluar kota Yang membuatnya merasa jengkel Tak bisa mencari penggantinya
" Astaga kenapa mami Risma begitu bodoh Mau maunya punya menantu anak ingusan Anak kampung lagi cuma lulusan SMA sedang kan aku yang lulusan luar negri tak dihargai " guman Naura
" Kenapa nona " kata asisten Naura
" Bukan apa apa , Apa menurut mu anak lulusan SMA bisa sukses bila membangun bisnis " kata Naura bertanya
" Tergantung sudut pandang orang tersebut nona. Pendidikan bukan jaminan untuk sukses Tapi kemauan dan niat nya Untuk meraih kesuksesan itu sendiri Yang menjadi patokan dasar seseorang nona " kata Asisten Naura
" Ya bisa jadi , Tapi pendidikan juga pentingkan untuk menunjang karier nya " kata Naura
" Ya nona, ini laporan nya nona permisi " kata Asisten Naura lalu ia pun kembali kemejanya
********
Di kantor mami Aya masih berkutat dengan laporan mertuanya seorang diri Karna mami sedang rapat di lantai atas
" Huh..... lumayan susah tapi aku tak boleh menyerah " kata Aya yang slalu ingat pesan sang bunda .
" Orang pintar itu hanya mengunakan otak nya untuk sukses Tapi kadang mereka meremehkan kemampuan orang lain Berbeda dengan orang yang sabar tekun rajin dan istiqomah Mereka berdiri dengan tekad mengalahkan orang cerdas berkat kegigihannya Dan juga kesabaran nya Mereka menghadapi tantangan hidup hingga mereka sukses . Karna tak ada perjuangan yang sia sia " kata bunda Aya ketika Aya ketika ingin ujian. itu nasehat sang bunda padanya . Ketika bundanya sakit bundanya slalu menemani Aya sampai Aya lulus SD Dan Aya tak pernah melupakan Pesan bunda nya .
" Ya bunda benar aku tak akan bisa sampai pada titik ini Bila aku menyerah " kata Aya Yang dulu berjuang untuk ayah dan adik nya .Dan kini ia sudah bisa merasakan kebahagian nya Dan tinggal mensyukuri apa yang ia dapat
Aya pun asyik dengan laporan nya , walau ia tak kuliah ia yakin bisa menangani semua nya Asal ada kemauan pasti ada jalan Yang terus mengotak atik lembaran laporannya Sampai mami Risma masuk
__ADS_1
Dan melihat menantu nya itu masih asyik dimeja nya
" Ay kalo sudah lelah istirahat dulu nak besok lagi " kata mami
" Ya mi sebentar lagi " kata Aya
" Nanti jam 12 kita makan ya sayang, mau pesan saja Atau kita makan dekat sini " kata mami
" Terserah mami deh Aya ikut aja " kata Aya yang fokus dengan laptopnya Untuk mencocokan kertas laporannya .
Dikantor Ferdi . Kaifa datang untuk menemuinya Yang membuat pria itu kaget .Karna ia merasa tak ada urusan lagi dengan Kaifa
" Ada apa kesini " kata Ferdi
" Hanya mau mengembalikan ini " kata Kaifa yang duduk disofa
" Apa itu " kata Ferdi heran
" Buku yang dulu ku pinjam dari mu ketika kita masih pacaran" kata Kaifa
" Hanya itu, letakan saja disitu " kata
Ferdi cuek sambil mengecek berkas
" Apa kau sudah bahagia " kata Kaifa
" Ya , berbahagialah dengan Wandi jangan menyakitinya " kata Ferdi
" Aku menyesal mengkhianati mu Fer
Aku cemburu kau bersama nya Sampai hari ini aku masih mencintai mu " kata Kaifa lirih duduk menatap Ferdi
" Tapi aku tidak, aku sudah melupakan mu Ketika kau mengkhianati ku Kai. Dan tak ada celah untuk kembali Maaf hapus rasa itu dari hati mu Agar kau tak kehilangan kedua kalinya " Kata Ferdi Yang tahu Wandi mencintai Kaifa .
" Apa kau tak mencintai ku lagi " kata Kai
" Tidak ,sudah ada wanita lain yang mengisi hidup ku sekarang ini . Dia lebih baik dari mu " kata Ferdi tegas
" Baiklah permisi maaf menganggu mu " kata Kaifa pamit
" Ya hati hati di jalan " kata Ferdi yang melihat kaifa keluar dari ruangan nya
Kaifa pun lalu melangkah gontai ke dalam lift untuk pulang Ada rasa sakit di hatinya Tapi tak ada gunanya di sesali . Karna dulu ia yang bersalah Membohongi dan memanfaatkan Ferdi Dan sekarang ia sudah menerima buah hasil kebohongan nya sendiri .Yang menyakiti perasaan nya
Sendiri Karna apa yang kita tanam itulah hasil nya .
__ADS_1