Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 172


__ADS_3

Sore nya setelah semua orang pulang Ferdi pun masuk kamar dan memeluk Aya Yang sedang berbaring di kasur lebih dulu .


" Capek ya " kata Ferdi


" Ngak bang cuma pengen tiduran saja " kata Aya tersenyum Lalu Aya pun memeluk Ferdi begitu juga dengan Ferdi mereka pun lalu berpelukan sambil bercerita Karna tadi malam Ferdi sudah melepas semua kerinduan nya Dan ia tahu Aya lelah Jadi mereka pun hanya berbagi kisah .


Sedangkan Ara dan Rio sedang duduk di ruang tengah berdua saling berhadapan.


satu sama lain


" Apa ade mau mas ajak jalan jalan kita cari cendol dan bakso " kata Rio


" Ayo tapi Ara sudah kenyang mas " kata Ara .Yang tak mungkin makan lagi


" Ya , kalo ngak kita keliling aja mumpung sore " kata Rio


" Ya mas Ara mau " kata Ara lalu keduanya pun keluar Ara tak lupa membawa jaket dan tas salempang nya


Begitu juga Rio yang memakai jaket Lalu Rio mengeluarkan motornya Dari garasi dan membawanya keluar


" Ayo de " kata Rio


" Ya mas " kata Ara yang cepat naik ke boncengan Rio lalu Rio pun menghidupkan motornya Lalu melajukan motor nya ke jalan raya Dan Ara memeluk pinggang erat Rio sambil menaruh kepalanya di bahu Rio


" Apa kita pacaran ke Malioboro aja de " kata Rio


" Terserah mas saja " kata Ara yang duduk di belakang Ferdi


" Ok kita jalan jalan kesana biar bisa saingan sama bule dan pa le " kata Rio bercanda


" Hahaha ..... mas Rio ada ada saja " kata Ara .Yang memegang erat tubuh Rio


Motor Rio pun melaju ke tengah kota Sesampainya disana keduanya berjalan kaki sambil bergandengan tangan berbaur dengan orang orang yang juga sibuk berbelanja dan juga jalan jalan


" Wah ..... rame mas " kata Ara


" Ya de , yuk beli harum manis tuh kaya nya enak " kata Rio yang melihat penjual harum manis


Rio dan Ara pun mendekati penjual nya Dan membeli nya dua buah Ara memilih warna pink sedangkan Rio warna biru Setelah membayar nya pun mereka kembali berjalan sambil memakan harum manis .


" De ayo duduk disana " kata Rio

__ADS_1


" Ya mas " kata Ara yang mengikuti Rio Lalu mereka pun duduk makan harum manis Sambil memperhatikan tiap orang yang melewati mereka


" Enak mas " kata Ara


" Hahaha...... iya de kata lain harum manis kadang juga di sebut janggut nenek " kata Rio yang sambil merangkul Ara Kadang Rio juga mengigit milik Ara yang membuat Ara menjauhkan miliknya


" Ih mas Rio punya sendiri kok minta " kata Ara


" Ade boleh nyicip kok nih " kata Rio menyodorkan milik nya Dan Ara ikut menggigitnya seraya memberikan milik nya juga untuk makan bersama


Kedua asyik makan sambil bercanda yang sangat terlihat romantis .Yang membuat beberapa orang melihatnya iri pada dua sejoli itu yang mengira mereka berpacaran


Bahkan ada raut wajah marah dari salah satu pengunjung disitu yang asyik makan bakso cemberut melihat kemesraan mereka berdua


" Ih Rio sama siapa sih gitu amat " gerutu perempuan itu sebal sampai ia tak sadar menuang sambal terlalu banyak di mangkok baksonya


" De kamu kenapa sih kok cemberut " tegur sang suami .


" Ngak mas biasa aja memang nya kelihatan ya . Ada yang aneh di wajah Minah " kata Minah yang memang sedang jalan jalan bersama Reno suaminya habis piknik


" Ya begitulah " kata Reno


Minah pun lalu menyuap baksonya ke mulut dan hue...........


" Min ...... ono opo toh kok di muntah kan . " kata Reno kaget yang melihat pembeli lain memperhatikan mereka


" Pedas mas " kata Minah yang minum teh esnya sampai tandas


" Kok iso " kata Reno


" Tadi kebanyakan ngasih sambal " kata Minah yang masih kepedasan dan lalu meminum susu ketika ada penjaja keliling yang menjual nya Lalu menatap Rio dan Ara Yang masih asyik duduk disana makan harum manis


" Ih ngapain sih si Rio sama perempuan itu " gerutu Minah


" Hah......sopo de" kata Reno kaget istrinya ngomel


"' Kui lho mas si Rio Malah duduk disana kok betah. " kata Minah


" Eh ..........ono Rio toh "' kata Reno Yang lalu beranjak dari duduknya ingin menghampiri Rio


" Mas mau kemana ?" kata Minah

__ADS_1


" Di situ saja mas mau nyamperin Rio dulu " kata Reno Karna dulu mereka berteman semasa sekolah


" Yo apa kabar " kata Reno yang menghampiri Rio dan Ara


" Hah..... eh Reno , walah kok bisa ketemu disini " kata Rio yang berdiri menyalami Reno Dan memeluk nya erat


" Gimana kabar minah " kata Rio Yang memang tahu Reno menikah dengan si Minah gadis yang dulu dekat dengan nya sewaktu sekolah


" Tuh disana lagi makan bakso, ayo kesana Aku traktir " kata Reno menunjuk meja Dimana minah sedang duduk sendiri


" Oh ngono , oh iya iki Ara pacar ku " kata Rio yang sedari tadi baru menyadari ada Ara disamping nya


" Oh ya hai Reno " kata Reno mengulur kan tangan nya


"' Ara " kata Ara menyambut tangan Rio sebentar setelah itu melepaskan nya


Lalu Reno mengajak mereka untuk makan bakso bersama. Rio yang merasa tak enak pun lalu menatap Ara. Ara pun mengangguk untuk menghargai tawaran Reno teman Rio


Sedangkan Aya baru membuka matanya setelah terlelap sebentar Tangan Ferdi masih memeluk nya erat Lalu di tatap nya wajah tampan suaminya itu .Dan mengecup bibirnya . Hampir dua bulan mereka berpisah membuat Aya benar benar rindu dengan suaminya itu. Apalagi Ferdi sedikit kurus Karna menghandle pekerjaan nya Karna Gustav masih dalam proses penyembuhan


Aya pun meraba wajah tampa suaminya itu Dan lalu tersenyum


" Aya sholat dulu ya " kata Aya pelan


" Ya " jawab Ferdi yang membuat Aya kaget mendengarkan jawaban suaminya


" Abang sudah bangun ya maaf , apa Aya menganggu " kata Aya


" Tidak sama sekali " kata Ferdi tersenyum . lalu membuka matanya


" Sholat lah Abang sebentar lagi " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya yang bangun Lalu menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat .


Cukup lama Aya duduk berzikir setelah itu Ferdi pun bangun dan lalu sholat Sampai selesai Aya pun lalu melipat sajadah nya Dan mengembalikan nya ketempat semula .


Lalu keduanya pun keluar dari kamar untuk melihat lihat kebun di samping rumah sambil menyuruh Yu Irah membuatkan jus buah untuk mereka berdua.


" Wah ...... sayur nya hijau banyak cabe dan tomat juga " kata Ferdi


" Ya bang Ara rajin berkebun agar bisa mengirit belanja sayur di pasar .Karna Ara juga menanam sawi timun dan terong .Untuk di bawa ke cafe .

__ADS_1


" Oh ya , apa keuntungan sudah kelihatan " kata Ferdi menatap Aya


" Ya lumayan bang paling tidak membayar karyawan dulu ." kata Aya sambil melihat buah terong yang terlihat besar besar. Dan Aya baru tahu kali ini pohon terong . Karna ia belum pernah berkebun .


__ADS_2