
Si kembar pun langsung berlari menuju taman disana mereka melihat ikan di kolam Dan dua pengasuhnya mengikuti keduanya Sedang kan Aya dan lainnya duduk di meja lesehan di layani para pelayan untuk memilih menu .Dan tak lama Bella datang bersama pengasuhnya
" Hai......rupanya dia ikut " kata Tris langsung menyambut sang istri Dan lalu mengambil bayinya dari Bella
" Wah rupanya anak lho jagoan juga ya Tris ngak kalah nih sama bos kita " kata Tristan menyindir
" Iya dong kan besok tetap jadi asisten nya tuan muda " kata Tris mencium Tian gemas
" Duduk lah disana biar abang gendong dulu " kata Tris pada Bella Yang menyuruh Bella bergabung dengan Aya Sedangkan papi dan mami juga Deril di meja satunya bersama mamah ji
" Makanya Tan cepat nikah tuh sekertaris gue menganggur " Kata Ferdi Yang membuat Bimo mendelikkan matanya pada Ferdi
" Hahaha ...... Tapi kaya nya ada yang keberatan Fer " sindir Tris tertawa
" Emang mau di borong semua " jawab Ferdi santai
" Ya harus nya di bagi bagi ya kan Win " kata Tristan yang juga kenal Wina sudah lama
Langsung di lamar tan , kalo serius ngak usah pake di tanya segala " Kata papi di meja sebelah Yang ikut menimpali
" Iya om beres , tapi kira kira mau ngak ?" kata Tristan santai
" Yang kalo mau ngak masalah Tan kalo ngak tuh ada yang disana " Kata papi menunjuk Cindy Yang membuat Tristan menoleh Dan menatap Cindy yang ngobrol dengan Tania Aya juga Bella
" Wah baru barang Fer " kata Tristan menatap Ferdi
" Second , tapi masih bagus di paksa menikah seperti Aya dulu " bisik Ferdi pelan dekat telinga Tristan
" Seperti nya masih muda " kata Tristan
" Ya kau bisa membawanya bila kau mau mengajaknya jalan jalan Itupun kalo kau ingin kenal Tapi kembali kan utuh. Aku takut suami brengseknya itu masih mencarinya " Kata Ferdi
__ADS_1
" Apa dia seumur Aya " kata Tristan
" Ya kurang lebih segitu "' kata Ferdi
Tak lama makanan mereka pun datang Menyusul makanan papi dan mami Juga Aya dan teman teman nya . Yang di tata di atas meja Yang membuat mereka senang Dan si kembar pun duduk makan ikut lesehan Karna para pengasuhnya nya juga ikut makan Dan mereka pun makan bersama sambil bercerita Sekali kali Cindy melihat Ferdi suami Aya Yang membuatnya penasaran Karna ia belum pernah bertemu langsung dengan Ferdi di rumah besar itu
" Pantas saja suami nya seorang presdir Aya sangat beruntung , Walau dia jadi pelunas hutang ayahnya Tapi suaminya sangat tampan dan juga kaya anak anak nya juga lucu lucu " batin Cindy yang bisa melihat Aya hidup bahagia Bahkan tanpa ada tekanan sedikit pun Dan kedua mertuanya juga sangat baik pada Aya
" Udah mah.....ana inum " kata Afnan
" Oh iya ini sayang sama jeruk hangat ya " Kata Aya yang menaruh sedotan di gelas lalu menaruhnya di bibir Afnan yang lalu menyedotnya Sampai habis Karna kedua nya hanya makan kentang goreng sama habis
"'Pi.....aka udah abis " kata Afnan yang menghampiri Ferdi yang sedang makan
" Sini kakak mau steak " tawar Ferdi Yang lalu duduk di pangkuan sang papi
" Ndak enyang " geleng Afnan hanya melihat papi nya makan Lalu melap bibir Ferdi dengan tissue .
" Au ....." Kata Aska yang berlari kearah oma nya Dan Afnan juga ikut turun dan minta gendong pada opa nya Tingkah dua tuan muda Ferdinan itu jadi perhatian banyak orang Mereka terlihat tidak nakal dan juga tak rewel Karna Aya melatih mereka untuk bersikap sopan walaupun hanya di dalam rumah .
" Fer mereka anteng ngak rewel ya " kata Wandi Yang melihat anak anak Ferdi tak seusil anak nya yang sekarang sudah berumur 9 bulan Tapi masih tetap rewel dan baru belajar duduk
" Biasanya itu tergantung pada ibunya Wan Mereka jarang rewel Dan juga tak se nakal anak lain Dan mereka juga tahu jam jam bermain dan istirahat Jadi Aya tak sulit mendidiknya saat dia kuliah karna mereka sudah terbiasa di latih dari bayi " Kata Ferdi
" Apa mereka masih menyusu " kata Abel menatap Ferdi
" Ya masih sampai sekarang " jawab Ferdi Melihat dua putra nya bercanda pada oma dan opa nya
" Hah...... berapa tahun umur mereka ?" kata Abel
" 1 tahun 5 bulan " jawab Ferdi Yang membuat Abel kaget Karna kedua anak Ferdi sudah lincah berjalan dan berlari kesana kemari Dan juga mereka sudah pintar bicara .
__ADS_1
" Astaga aku pikir mereka sudah berumur 3 tahun " Kata Abel Yang tak menyangka dua anak Ferdi sudah sangat lincah dan aktif Dan mereka sudah mengerti Apa yang di bicara kan orang dewasa .
"' Ya mereka tergolong cerdas dan mudah beradaptasi " Kata Ferdi Sambil menghabiskan makanan nya
Cukup lama mereka makan bersama Dan setelah itu ada acara makan penutup Yang membuat Afnan dan Aska senang Karna ada es krim kesukaan mereka dan kedua nya duduk tenang memakan nya Sampai Aya tersenyum Melihat polah kedua anak nya itu
Setelah itu mereka pulang bersama sama Dan Aya tak lupa mengirim makanan untuk Kaifa Dan menitip kan nya pada Wandi Karna istrinya itu tidak ikut Yang membuat Wandi kaget Karna Aya memberi kan perhatian pada istrinya Padahal Kaifa pernah jahat padanya .
" Terimakasih nona atas perhatiannya , ini kok jadi merepotkan " kata Wandi basa basi
"' Oh tidak biar adil karna mba Kaifa tak bisa ikut " Kata Aya tersenyum Yang tak mau membalas kejahatan orang lain Karna ia percaya Setiap orang jahat biar tuhan sendiri yang menghukum nya Yang penting kini Aya dan suaminya hidup tenang dan bahagia .
" Baik lah nona terimakasih banyak ." Kata Wandi Yang Lalu berpamitan lebih dulu bersama Tristan yang sempat melirik Cindy yang lumayan cantik menurutnya
" Ayo kita siap siap pulang Nanti kita beli es krim Kakak dan ade ikut papi ya " Kata Ferdi Yang menunggu Tina dan mang Didin makan Karna Bimo dan Abel sudah pulang Sedang kan Wina pulang ikut Deril dan Tania juga mamah ji
Hanya tinggal keluargga Ferdi saja tersisa Yang duduk santai sambil ngobrol Karna memang masih ingin ngobrol sambil duduk menikmati kolam ikan yang jadi perhatian si kembar
Sedang kan di sisi lain Ratih baru saja ingin pulang kerja bersama Nila Ketika ada sebuah mobi menyenggol sepeda . mereka tak sengaja
Brak...........
"' Hei hati hati dong punya mata ngak sih " Teriak Nila pada seorang pria yang hampir menabrak mereka .
" Maaf mba mobil saya blong , maaf " kata Pria itu keluar dari mobil dengan rasa bersalah Karna Ratih dan Nila mengalami luka lecet lecet hingga sepeda mereka terpental
" Apa yang mas lakukan tuh ditolong dulu kalo ngak mereka bisa lapor polisi " kata seorang bapa tua menegur nya Yang juga meringis menahan sakit
" Oh iya biar saya bawa kerumah sakit dulu pa Biar nanti ngak tambah parah " kata pria itu memanggil taxi kosong yang lewat
" Ayo mba kira obati dulu lukanya Nanti biar sepedanya saya ganti bila rusak " kata pria itu merasa bersalah
__ADS_1