Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 278


__ADS_3

Tak lama dua orang polisi datang untuk memeriksa pria itu Dan meminta kesaksian Rio Juga orang yang menolongnya .


" Apa masnya mau minta pertanggung jawaban " kata polisi


" Tidak pa, hanya kasihan saja. Apa mau dibawa kerumah sakit " kata Rio


" Ya kami sudah menelpon keluargganya Mas berdua bisa pergi Tapi kalo kami butuh info Masih mau kan kami suruh datang ke polsek untuk membantu " kata polisi


" Ya pa ,insyaallah " kata bapa tua itu Yang membantu orang tua itu .


" Ya sudah , kalian boleh pergi " kata polisi itu Yang menunggui bapak yang sudah meninggal itu Yang di tutupi dengan koran Yang membuat Rio merasa iba Lalu dengan langkah gontai ia pun kembali menuju mobil . Karna Ara pasti cemas menunggunya .


" Clek ......


" Kenapa mas ?" kata Ara .


" Orangnya meninggal de " kata Rio sambil menutup pintu dan kembali memasang sabuk pengaman..


" Inalilahi wainalilahi rojiun , kenapa bisa " kata Ara menatap Rio penasaran


" Mungkin sudah ajalnya . Dia meninggal saat naik motor " jawab Rio


" Kasihan lalu bagaimana mas orangnya sekarang ?" kata Ara


" Polisi sudah menghubungi keluargganya Dan kami di suruh pulang Kecuali keluarganya butuh saksi "' jelas Rio Sambil menghidupkan mesin mobil dan kembali menjalankan nya


" Kasihan ya mas " kata Ara


" Ya tapi sudah takdirnya " kata Rio Yang sekilas melirik Ara yang terdiam


" De Ara lapar " kata Rio


" Ngak mas, kita makan dirumah saja " kata Ara Yang melihat kedepan Mengingat ketika ayahnya yang meninggal. .Dan juga sang bunda yang tak pernah di lihatnya sejak bayi


Mobil melaju sedang. Rio hanya diam tak bertanya Karna Ara hanya terdiam Dan juga tak mengajaknya bicara Dan tak terasa mereka sampai di depan rumah


" Apa mas langsung ke perkebunan?" kata Ara ketika hendak turun dari mobil


" Ya de sebentar sambil mengecek body mobil belakang " kata Rio


" Ya sudah Ara masuk ya mas " kata Ara


" Ya " kata Rio Yang melihat Ara turun dari mobil langsung masuk ke teras garasi Dan lalu masuk ke dalam rumah .


" Pasti ia teringat ayah lagi" kata Rio Yang sudah hafal dengan sikap Ara yang murung .Dan Rio tahu pasti Ara sangat sedih Tiap kali istrinya teringat ayahnya


" Baiklah de, besok kalo sudah libur mas akan membawamu kejakarta dua minggu " kata Rio Sambil kembali menjalan kan mobilnya . Karna ingin melihat Ara selalu ceria . Karna hanya Aya satu satunya keluarga nya. Padahal Rio juga sudah mengajak Ara pulang ke rumah mbok Tiap dua minggu sekali . Namun Ara belum juga bisa melupakan kepergian ayah mertuanya itu


*************

__ADS_1


Sore ini di taman samping Afnan dan Aska bisa bermain bersama Aya dan Qila yang membuat mereka senang Karna mamahnya punya waktu untuk bermain bersama mereka


" Awas jatuh jalan nya pelan ya " kata Aya melihat Aska berjalan tertatih tatih Karna memang keduanya baru bisa berjalan


" Hahaha ..... sini sama tante, kalian lucu banget sih " kata Qila yang memeluk keduanya ketika Aya mengejar mereka


" Iya lah .....huh.... capek istirahat dulu ya kak ,de " kata Aya


" Ape......" kata Afnan


" Iya capek sini pangku pangku sama mamah dan tante sambil telpon tante gendut " kata Qila


" Ndut....dut...." kata Aska


" Hah....siapa la kok di panggil tante ndut?" kata Aya


" Ya siapa lagi bumil yang banyak makan . Naik 7 kg dia Ay sekarang Bahkan bajunya saja sudah ngak muat semua " kata Qila terkekeh


" Iya juga ya kan sudah jalan 4-5 bulan gih telpon biar dia kaget " kata Aya yang lama tak menelpon Via


" Iya ini mungkin lagi indehoy belum diangkat " kata Qila


" Ngawur lho la, oh ya apa Via sudah ambil cuti " kata Aya .


" Iya pas habis ujian dia minta cuti setahun Nanti habis brojol bisa kuliah lagi .Lagian tuh anak ngebut sempat ambil semester pendek biar cepat selesai katanya " kata Qila


" Dia kan pintar la, ngak kaya kita " kata Aya


" Ya kalo pas ulangan suka nyontek dadakan " kata Aya tertawa


" Betul.... hahaha........" tawa mereka pun membuat Afnan dan Aska ikut tertawa dan tak lama ponsel Qila pun bergetar Dan Qila pun membuat mode vidio call pada ponselnya


" Apaan sih la " kata Via terlihat habis mandi


" Dih ..... mandi basah pasti habis mhem .... mhem kan " sindir Qila


" Ngawur mas Yusuf belum pulang beb, gue baru pulang dari cafe ada apa tuh muka senyum senyum" Kata Via


" Mau pamer beb , gue punya doi nih ganteng ganteng " kata Qila


" Mana lihat ... ?" kata Via penasaran


" Tara......." kata Qila memamerkan wajah Afnan dan Aska


" Aaa.. .... ya allah , kenapa tuh si ganteng kamu rebut la , uluh.....uluh.....hai sayang Ay .... Kok ngak bilang tuh si tukang pamer kesana Pasti dia mau merampok " teriak Via senang sambil terkekeh.


" Iya lah gue mau merampok cowok cowok imut ini Vi, bakal jadi mantu gue " kata Qila terkekeh


" Jangan mimpi ..... hamil aja belum sudah klaim bakal mantu. Nih gue sudah bledug gede ngak sombong " kata Via

__ADS_1


" Hahaha ........ dia bikinnya ngebut Vi, jadi lho mau dibalap " kata Aya tertawa


" Ya terserah deh. Tapi satu nya buat gue jangan serakah sendiri ya ." kata Via tersenyum


" Masih...... jauh........ woi ....kan Afnan dan Aska masih kecil ya ngak sayang " kata Qila yang dianggukan keduanya sambil tersenyum


" Curang lho la, pulang ke jakarta ngak mengabari gue kan gue mau titip buat Aya " kata Via


" Di paket Vi, biar nyampe gue tunggu Kan ada yang disuruh ngantar .Gimana rasanya hamil anak nya bang Yusuf Di belai belai ngak. pasti lho nagih enak nya di manja manja kan " kata Aya


" Tahu aja lho Ay, dia penyayang tahu .Kalo dulu tahu gini udah duluan nikah dari si Qila gue " Kata Via


" Cih..... dasar muna lho Vi, dulu aja ngak mau buru buru nikah. Eh giliran sudah di setrum nyampe kebobolan " sindir Qila


" Hahaha ...... ngak nyadar ya Vi , maklum keasyikan . Makanya langsung jadi " kata Aya tertawa .


" Iya lah , kalian gurunya gue ngikut aja Oh ya Ay gue kemaren lupa tuh uang lho yang buat beli baju belum ganti " Kata Via


" Ngak usah Vi, gratis buat lho .Oh ya Vi ngak ikut Qila kesini kan lagi libur panjang " kata Aya


" Apaan libur, suami lho tuh banyak ngasih tugas ke laki gue makanya akhir akhir ini mas Yusuf lembur Maka nya kita belum kesana " kata Via


" Kita tunggu Vi, lho datang kesini kita bakal sabar kok nungguin .Biar kita bisa kumpul Karna abang mau narik laki lho kejakarta . Dia mau nyuruh Rio buat ngurus tuh kantor cabang . Laki Qila juga lagi di ajak kerja sama abang. Karna lagi transisi perusahaan . Jadi lho harus kuat kuat aja nemani suami lho lembur Gue mah sudah biasa di tinggal sana sini Kan kalian sudah tahu laki gue sibuk nya lebih parah dari suami kalian " kata Aya yang sejak hamil sering di tinggal pergi keluar negri Dan Aya masih bersyukur para sahabatnya itu dulu menemaninya


" Iya Ay, benar kata lho makin banyak duit dan tinggi jabatan orang. Makin sibuk saja mereka .Kadang aku merasa . kesepian sendiri dirumah Untung nya masih ada cafe .Gue bisa kerja dan ngak bete " kata Via yang selama libur kuliah ia memilih kerja di cafe membantu Ara Agar tak bosan di rumah


" Ya..... syukur lah pintar pintar lho aja bagi waktu " kata Aya .


" Papa pa....." kata Afnan menujuk Ferdi


" Vi, besok lagi ya tuh laki kita pada pulang bye ....besok lagi ya beb....." kata Qila Memutuskan hubungan sepihak


" Woi........ belum puas ngomongnya klip.... kok ....yah di matikan " kata Via sedih padahal ia lagi kesepian


" Siapa sayang ?" kata Yusuf


" Mas , alhamdulilah ....." kata Via yang senang suami nya itu tak pulang malam .


Karna sudah pulang sebelum magrib


" Alhamdulilah ...kenapa ?" kata Yusuf


"Tadi habis nelpon Qila dan Aya mas " kata Via meletakan ponselnya .


" Oh Qila kejakarta sana Awan " kata Yusuf


" Ya mas " kata Via lalu memeluk suaminya itu karna rindu Entah mengapa sejak hamil ia tak mau jauh dari Yusuf


Karna ia ingin diperhatikan lebih .

__ADS_1


" Kita juga besok ke jakarta " kata Yusuf


" Hah .....serius mas " kata Via senang Yang dianggukan Yusuf . Karna ia senang bisa berkumpul dengan para sahabatnya


__ADS_2