Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 309


__ADS_3

Mami lalu mendekati keduanya .Dan membantu mamah Ji untuk duduk


" Ayo kita ngobrol diruang tengah , lupa kan masalah itu. Jangan kau pikirkan Biar kan mereka menyelesaikan sendiri urusan rumah tangganya " kata mami


" Tapi mba .. "kata mamah


" Ngak usah tapi tapian , ayo bangun


Ay..... ayo kita keruang tengah .Bi Yam tolong siapa kan makanan kecil ya Kita mau ngobrol disana " kata mami


" Ya nyonya " kata bi Yam Dan bi Siti pun pergi mengikuti bi Yam kedapur


Lalu Tania pun mengandeng mamahnya keruang tengah Sedangkan Aya kembali menghampiri anak anaknya di kamar bermain


" Ata apa mah oma iyak " kata Afnan Karna tadi mereka berdua juga sempat mendengar sang oma panik Tapi Aya menyuruh mba Wati dan Erni untuk menjaga si kembar


" O ....itu oma tante Tania pingsan Karna pusing . Jadi oma teriak suruh bi Yam bikin teh " kata Aya tersenyum Karna tak mungkin ia menjelaskan panjang lebar .


Pada anak anak nya yang masih polos


" Kasihan atit " kata Aska


" Ya, sekarang sudah sembuh " kata Aya


Sedangkan diluar dokter yang di telpon mami sudah datang Lalu bi Siti menyuruh nya masuk Dan dokter pun memeriksa kondisi mamah Ji Sekalian mami juga cek up . Karna mami tak mungkin Membiarkannya dokter itu pulang begitu saja . Tanpa membayar dokter yang sudah bela belain untuk datang


" Kondisinya baik baik saja bu Mungkin hanya karna kaget jadi drop " kata dokter langganan keluargga Ferdinan itu tersenyum .


" Terimakasih nak, maaf membuat mu repot datang kesini Tadi mami sangat panik " kata mami


" Ya bu ngak apa apa , kalo begitu saya pamit dulu, kalo butuh apa apa lagi ibu bisa hubungi saya kembali " kata dokter itu tersenyum ramah Setelah selesai memeriksa manah ji dan mami


" Baik bi Yam tolong antar kan tamu kita ya. Trimakasih dok , ini sekedar ongkos jalan " bisik mami menyalami dokter muda itu

__ADS_1


" Trimakasih bu , sampai bertemu lagi " Kata dokter itu Dengan cepat menaruh amplop pemberian mami di dalam saku jas putih nya Karna ia tahu biasanya mami Risma memberi nya lebih .Karena keluargga itu terkenal royal Dalam membayar orang.


" Sama sama nak , hati hati di jalan " kata mami tersenyum Dan dokter muda itu pun diantar bi Siti sampai ke teras depan


" Huh....syukurlah kau baik baik saja aku hampir spot jantung " kata mami


" Memang nya kenapa dengan mamah tante " kata Tania


" Mamah mu itu memikirkan tentang kakak ipar mu itu .Yang merencanakan sesuatu pada Aya " jelas mami


" Hah ....jadi mamah sudah tahu ?" kata Tania


" Apa kau juga tahu Tan !! Kenapa ngak cerita mamah ? " kata mamah menatap Tania tajam


" Aish...... buat apa cerita mah, kan itu masalah mereka Biarkan saja kak Reyhan mengurus semuanya " kata Tania


" Iya de, biar kan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri Kita ngak perlu ikut campur Malah bikin emosi . Mereka sudah sama sama dewasa Bukan anak kecil lagi Yang harus di awasi setiap saat. Ferdi pun hanya menjaga Aya dari jarak jauh Karna Aya juga tak mau terlalu di kekang dan diatur ." kata mami


" Ya mba terimakasih sudah mengerti Dan memberi kesempatan untuk Naura Aku sangat malu pada diriku juga pada mba Risma Tapi bagaimana pun dia tetap menantu ku .


Yang tak pernah membenci Heni Naura atau pun Kaifa .Dan mami juga bersikap biasa pada mereka Walau tahu sifat buruk para wanita pengejar putranya itu .


" Terimakasih nasehat nya mba " kata mamah ji merasa enak hati


" Sama sama de, umur kita sudah tua Kita harus banyak bersabar " kata mami


" Ya mba " kata mamah ji yang akhirnya lega Kalo kakak sepupunya itu memang orang yang baik .


Lalu mereka pun ngobrol masalah lain Dan tak lama Aya dan si kembar ikut bergabung bersama Via dan Qila Hingga ruang keluargga itu pun menjadi meriah Dengan kelucuan Afnan dan Aska


Sedangkan di desa Rio membantu mbok untuk menyiapkan semua oleh oleh yang akan dibawa mbok nya pulang .


" Kamu ngak kerja le " kata mbok

__ADS_1


" Santai mbok kan Rio bos nya , Rio bisa berangkat siang " kata Rio tersenyum


" O.. ..gitu. Ini kok banyak sekali le, oleh olehnya " kata si mbok .


" Ya kan mbok ngak tiap hari kesini, mbok bisa bagi bagi tetangga Itu di kebun kan masih banyak buah nya Dan juga bisa buat besan ibu. mas Pras ngak punya itu Dan ikan asap juga bisa di bagi bagi biar jadi ladang pahala buat mbok . Mumpung ada bisa di bagi Kalo ngak ada kan Ngak mungkin bagi bagi " kata Rio tersenyum .


" Kau ini le, mbok jadi malu sama Ara Karna sering ngasih mbok Tadi istri mu itu juga ngasih amplop buat mbok .Mbok jadi enak le " kata mbok lirih


" Mbok ngak mau kasih biar buat Pras aja, biar isi amplop nya di kantongi Dan amplop nya di balikan ke Rio " kata Pras bercanda


" Hahaha.... mau mas, kan mbok juga perlu simpanan ya kan mbok " kata Sinta


" Nih mas , buat bensin dan ini buat mbok. Yang dari Ara di tabung mbok saja kan siapa tahu kalo pas darurat bisa di pake .Dan ini buat mba Sinta " kata Rio membuka dompet membagikan uangnya .


" Heh ...ojo le, salah kui mas mu saiki ngak perlu di bantu Dia sudah punya duit sendiri " dumel mbok .


" Hahaha.....kan rezeki mbok masa di tolak " kata Pras menerima uang Rio


" Iya mbok ini sekedar beli bensin.Kalo uang mas pras biar bisa beli jajan " kata Rio tersenyum Tetap memberikan uang nya pada Pras


" Lah kan jajanan sudah lengkap le, tadi Ara yang belikan Jadi ngak perlu mampir mampir " kata mbok


" Ya siapa tahun pengen mbok , Kan bisa mampir sebentar makan bakso sama es campur . Biar ngak haus Yo ngak de " kata Sinta tersenyum


" Iyo mbok, Biar pantat mbo ngak pegal duduk di mobil Jadi ajak mas Pras dan mba Sinta jajan . Ngak tiap hari kan hanya sekali sekali Mbok juga perlu menyenangkan hati dan me fresh pikiran Biar ngak jenuh di rumah Masa cuma ngurusi omah sama ayam Kan juga perlu healing mumpung keluar rumah dapat duit dari mantu iso senang senang !!.Kalo selama ini mbok hanya bisa lihat orang Sekarang waktu nya mbok kon senang ben saingan mbok di desa Tak berani merendahkan mbok lagi " kata Rio


" Iyo betul itu mbok, waktu nya kita beraksi " kata Sinta terkekeh


" Hahaha.....waduh bahaya kui yo. Masa mantu sama mertua mau beraksi " kata Pras tertawa


" Ya iyalah pras masa ngak bisa. Betul Sinta kita bisa bergaya ndu. Bukan ibune Minah saja yang bisa . Kita juga bisa " kata mbok tersenyum Lalu menyimpan uang pemberian Rio


" Siapa takut " kata Sinta

__ADS_1


" Hahaha" gelak Rio dan Pras Yang tertawa untuk mengabiskan waktu nya dengan lelucon sebelum pulang Karna kalo sudah sampe rumah Pasti akan kembali sibuk dengan rutinitas seperti biasanya.


Setelah semua barang masuk dan tertata rapi mereka pun pamit pulang Yu Irah pun ikut tersenyum melambaikan tangan pada mertua Ara itu .Dan Rio pun bersiap siap untuk kembali bekerja. Dengan senyuman di bibir nya


__ADS_2