Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 140


__ADS_3

Di rumah sakit Ara menyuapi ayahnya ketika Rio sudah pulang memakai motor Dan langsung menuju kebun .


" Makan yang banyak ya yah " kata Aya


Sambil Menyuapi ayahnya dengan sabar


" Ya nak " kata Ayah pelan .


Aya tersenyum senang karna Ayahnya makin pulih membuat Walau ada rasa sedikit khawatir penyakit ayah nya akan kambuh lagi


Disisi lain Kaifa baru saja masuk kamar rawat sang mamah bersama Wandi yang baru datang pagi tadi Dan. langsung menuju rumah sakit setibanya dari bandara


" Mah....." kata Kaifa


" Kai .....apa papah ngak ikut " kata mamah menatap Kaifa


" Siang ini sepulang dari Bandung papah akan kesini mah." kata Kaifa


" Kenapa mamah bisa begini Apa ngak hati hati di jalan " kata Kaifa


" Entah lah tiba tiba saja ada yang menabrak mamah . penabraknya pergi dan langsung lari begitu saja Tak mau bertanggung jawab Dan teman mamah Tante Ambar ada di sebelah Dia juga ikut tertabrak " kata mamah


" Apa polisi sudah mengusutnya mah " kata Wandi


" Sudah tuan , Namun karna tak ada sisi tv nya mereka pun lepas tangan karna kejadiannya pas magrib dan sepi " kata Nirwan


" Yah .... mungkin lagi apes saja ,ya sudah sayang Kau bisa mencari hotel dekat sini Biar bisa kerja dengan tenang " kata Kaifa


" Ya sayang, mah Wandi pamit dulu ya mau mengecek berkas " kata Wandi Yang sudah lega bisa mempertemukan Kaifa dan mertuanya.


" Ya nak terimakasih sudah datang kesini " kata mamah sambil menatap


Kaifa yang tersenyum padanya


Di kampus Qila baru saja keluar dari kelas dan berjalan di lorong kampus


Sambil mengecek tasnya


" Hai ... cinta " kata Rio menghadangnya


" Astaga mas Awan yang tampan kok senang banget ya menghalangi jalan Qila " kata Qila memutar bola matanya sambil manyun ulah Rio

__ADS_1


" Hehehe .... maaf cinta , ayo ke kantin mas traktir deh " kata Rio


" Lagi banyak duit nih " kata Qila


" Bukan gue kemaren dapat job maka bisa traktir cantik ku ini " kata Rio mengandeng Qila . Dan Qila pun tak menolak di gandeng Rio


" Woi....... ngapain lho berdua " kata Via Yang bertemu kedua nya dari lorong yang berbeda


" Nih mas Awan Mau traktir Vi mau ikut ngak "tawar Qila Sambil melirik Rio


" Ngak, ngak nolak sih " kata Via tersenyum sambil menaruh tua tangannya di kantong celana


" Ck..... menganggu saja , lho jadi teman ngak pengertian amat " kata Rio melirik Via Namun yang dilirik cuek


" Ya ampun mas Awan ngak usah pelit kan kita teman ayo Vi " kata Qila


Lalu ketiganya pun menuju kantin. Sebenarnya Via membawa bekal Tapi karna ada tambahan mata kuliah ia memilih memakannya nanti takut lapar Karna akan pulang sore


" Thanks ya mas Awan " kata Via tersenyum Ketika mereka memesan mie ayam dan es campur Sambil menunggu makanannya datang


" Ya sama sama " jawab Rio


" Kok cemberut mas , ngak boleh gitu dong masa mas Awan yang ganteng ini cemberut " goda Qila


" Dih..... gombal , apelnya malam Minggu kan bisa Wan Lagian Qila ngak kemana mana cuma di cafe " kata Via


" Ngak usah dianggap Vi , gue cuma bercanda baper aja kan ngak mungkin juga gue merayu cantik ku didepan umum ya ngak cantik " kata Rio tersenyum


" Iya aja deh tuh makanan datang , lapar gue kalo di cafe enak banget nih makan nasi panas bebek bakar sambal ijo " kata Qila yang tadi hanya makin sedikit


" Yup..... benar tuh gue juga mau " kata Rio yang menyukai masakan Yu Irah


" Eh yo, kata nya lho mau kerja Tapi kok ngak jadi " kata Via


" Gue sudah dapat job Vi , bantuan sepupu gue dia Arsitek . Makanya hari ini gue bisa traktir kalian berdua " kata Rio


" Wah lumayan dong " kata Qila


" Ya kaya kalian juga cuma sesuai bidang gue " kata Rio


" Ya kan buat tambahan yang penting halal " kata Qila

__ADS_1


" Ya cantik , buat masa depan kita " kata Rio tersenyum karna Qila tak marah padanya ketika kemarin ia mencium nya


" Cie masa depan ni ye " senggol Via Namun Qila hanya tersenyum .Tak terlalu menangapi bualan Rio ..Karna bisa bisa ia baper kasmaran


Lalu ketiganya pun asyik menikmati makan siangnya Karna memang lapar Karna memeras otak saat belajar


Dirumah sakit Aya duduk ngobrol bersama ayahnya Tentang kebun kopi yang di kelola Rio Kebun itu semakin baik karna di rawat dengan baik Dan penghasilannya cukup lumayan untuk ayahnya di masa tua


" Kebun itu di awasi dengan baik oleh Rio nak ,Ayah percaya dia amanah karna ia hanya mengambil gajinya saja " kata Ayah menatap Aya lekat


" Ya yah Aya tahu Aya juga ikut mengawasi nya. Aya percaya " kata Aya mengengam tangan Ayah nya


" Kenapa Ayah tak jujur sama Aya dan Ara tentang kanker hati Ayah " kata Aya


" Aya...... kata Ayah menatap putrinya itu dengan mata berkaca kaca


" Aya tahu yah , tapi Aya belum memberitahu Ara takut Ara sedih " kata Aya lirih masih mengengam tangan ayah nya semakin erat


" Ayah tak mau kalian sedih nak, Ayah sudah banyak salah pada kalian terutama denganmu nak maaf kan Ayah bila sudah mengorbankan masa muda mu dengan melunasi hutang Ayah " kata pa Kevin


" Hiks....... lupa kan itu yah , semua nya sudah lewat , kita jalani saja masa depan yang baru demi Aya dan Ara . Ayah juga harus tetap sehat .Aya sudah iklas dan Aya sudah melupakan semuanya " kata Aya terisak karna tahu perjuangan sang Ayah Yang menyembunyikan penyakitnya demi anak anaknya .


" Ya nak itu lah sebabnya ayah bertahan untuk kalian Karna ingin melihat anak anak ayah hidup bahagia " kata Ayah mendekap tubuh Aya ke dadanya


Karna ia sangat sayang pada putri sulungnya itu. Pa Kevin dulu berharap ia dan indri bisa hidup bahagia sampai menua karna ia tulus mencintai ibu sambung anak anak nya itu. .Tapi ketika ia hancur ia tersadar bahwa cinta indri padanya hanya demi uang dan hartanya . Dan untungnya ia bisa bertahan sampai Aya kembali dalam pelukan nya...Yang tak ia duga Aya bisa meruntuhkan pria dingin dan angkuh seperti Ferdi .


Hutangnya yang menumpuk pada pria muda itulah yang membuat nya hancur


Mengingat harta nya habis karna ulah indri Dan entah kemana indri membawa dan menghabiskan uangnya .Tapi ia lega akhirnya ia tahu siapa Indri Dan mempertahan apa yang tersisa dalam hidup nya untuk kedua putrinya Karna tak mungkin ia menjual pemberian bapa dan emak nya Karna wasiat itu memang untuk kedua cucunya . Karna pa Kevin hanya anak tunggal


" Ayah ..... kami tak akan bersedih asal ayah sehat kita keluargga Dan saling menjaga satu sama lain " kata Aya yang menghapus air matanya juga air mata ayahnya Dan berusaha tersenyum karna tak mau larut dalam kesedihan


"' Ya ayah tahu " kata Ayah memeluk Aya


Yang duduk disampingnya


Di kebun Rio baru saja di telpon si mbok untuk menyuruh nya pulang karna sang kakak mengalami kecelakaan .


" Astagfirullah bok kok bisa seperti itu Rio akan pulang setelah pekerjaan selesai sabar ya mbok " kata Rio yang langsung menyugar rambutnya kasar Karna bingung Antara memilih pulang atau tidak di sisi lain mertuanya sakit Dan di rumah mas nya mendapat musibah .


" Ya Allah cobaan apa lagi ini " kata Rio

__ADS_1


Yang lalu kembali mengumpulkan nota penjualan.


__ADS_2