
Wina pun langsung di bawa ke klinik kantor Dan Ferdi masuk ke ruangannya dan langsung menutup pintu
" Bimo Abel keluar " kata Ferdi .
Bimo dan Abel pun keluar dari kamar dengan pakaian kusut .
" Fer ,aku di perkosa " kata Abel lirih
" Tidak Fer, kau benar dia memberi nya obat perangsang pada kopi mu tadi malam " kata Bimo
" Duduk lah lalu bagaimana ? apa itu salah ku Kau harus menikah dengan Abel Dan kau bel Karna kau sudah melakukan kesalahan Tanggung sendiri akibatnya " kata Ferdi
" Tapi aku tak mencintainya Fer " kata Abel menunduk
" Aku juga tak menyukaimu " kata Bimo
" Terserah kalian , itu urusan kalian berdua Aku tak mau terlibat Kalian buat saja kesepakatan bersama " kata Ferdi Memberi saran
Yang membuat keduanya saling tatap Satu sama lain Karna memang itu jadi urusan mereka berdua Bukan urusan Ferdi lagi
" Kenapa kau lakukan itu ?" kata Abel
" Aku tak sengaja meminum kopinya " kata Bimo Yang lupa kalo kopi itu sudah di curigai Ferdi dari awal Dan kini Bimo jadi bingung sendiri Padahal ia baru saja berkencan dengan Wina semalam Dan kini ia tak bisa berkata kata apa apa lagi Karna bingung harus memilih yang mana .
Ferdi terdiam Karna memang ia sudah waspada dari awal Saat Abel membuat kopi jadi ia sudah waspada Karna Ferdi sudah trauma saat kejadian dulu Jadi ia harus berhati hati meminum sesuatu yang bukan buatan Aya
Pulang lah dan kalian urus itu , aku mau bekerja .Dan kau bel , jangan buat kesalahan lagi Karna itu kesalahan mu sendiri " kata Ferdi menegaskan Karna Abel harus menerima akibat perbuatan nya sendiri Yang memasukan obat itu ke minuman Ferdi
Abel tertunduk dan diam Karna kalo hamil itu jelas itu anak Bimo .Dan ia tak bisa lari dari kenyataan itu .Karna ia tak mungkin minta pertanggung jawaban Ferdi Karna Ferdi tak melakukannya
Sedangkan Aya duduk termenung sendiri di perpustakaan Ketika ia sedang mencari buku Saat teringat perkataan suaminya .
" Apa aku salah paham, atau wanita itu sengaja melakukan nya ?" kata Aya Karna ia merasa aneh saja Pada tangis wanita itu .
." Woi..... melamun " kata Gita
" Apaan sih Git aku lagi mikir , mana ada melamun " kata Aya
__ADS_1
" Hahaha..... masa sih , Tapi tuh muka kaya orang bingung pas kaget Ay " kata Gita menertawakan Aya
Aya pun mencubit tangan Gita yang menertawakan nya .
" Auw......sakit Ay, kan gue cuma bercanda Atau lho lagi marahan sama pacar Ay " goda Gita terkekeh
" Bukan itu , ada wanita yang suka menganggu nya " kata Aya
" Oh ya jadi kau cemburu nih cerita nya Atau curiga padanya. ya tinggal tanya saja langsung Atau kalau dia bohong kau bisa cek ponselnya biar ketahuan Atau bisa temui wanita itu . Kalo tidak ya kau cuekin saja siapa tahu memang wanita itu suka sama dia " kata Gita menatap Aya
" Apa harus begitu , tapi dia bilang dia tak mengenal wanita itu Karna tak tercatat di ponselnya " kata Aya
" Berarti wanita itu memang sengaja cari perhatian pacar mu Ay " kata Gita
Menatap Aya
" Apa kau mencintainya Dan dia juga mencintaimu " kata Gita
" Ya dong bahkan kami terikat " kata Aya jujur .
" Kalo begitu pertahan kan Dan ikatan kalian adalah sesuatu yang baik Karna itu membawa kalian berdua untuk bisa saling percaya " kata Gita
**********
Sedangkan Reyhan sedang menyuapi Naura di tempat tidurnya .Sedangkan mami mengupaskan buah Karna Naura sudah selesai operasi .
" Apa aku merepotkan mu " kata Naura menatap Reyhan
" Tidak , makan lah yang banyak " kata Reyhan
" Kenapa ngak minta balik kesini saja . Dan kenapa harus pindah ke daerah sih Rey " kata Naura .
" Aku yang minta ,Karna aku ingin menenangkan diri saat itu Jadi itu resiko yang harus aku tanggung Karna Ferdi akan memecat ku kalo sampai akun minta pindah lagi Jadi untuk sementara waktu aku hanya bertahan disana dulu " kata Reyhan berterus terang
" Apa jauh han " kata mami
" Lumayan mi " kata Reyhan
__ADS_1
" Ya sudah, mudahan Naura bisa betah tinggal disana Bila nanti sudah sembuh Untuk sementara biar Naura tinggal disini dulu ya ra Kan Reyhan kerja " kata mami
" Ya mi " kata Naura
" Banyak istirahat dan jangan terlalu lelah " kata Reyhan Yang tak tega pada Naura. Sambil mengusap rambut Naura Hanya rasa kasihan yang ada dihatinya kini Entah kenapa ia belum bisa jujur . Kalo ia menyimpan wanita lain . Karena ia tak tega melihat Naura lemah tak berdaya .
" Maaf , bila aku merepotkan mu .Aku janji aku akan sembuh dan sehat lagi Biar kita bisa berkumpul lagi " kata Naura memegang tangan Reyhan erat
" Ya " kata Reyhan
Mami yang melihat kedua nya rukun tersenyum Dan lalu duduk di sofa mengirim pesan pada suaminya .
Di rumah Ara Ratih sedang mengerjakan pr dari sekolah Sedangkan Ara sedang asyik memberi makan mentok nya di kebun Karna Ara sudah dari tadi selesai. mengerjakan pr nya Dan Ara pun menyempatkan diri untuk kebelakang Sebelum ke cafe bersama Ratih .
" Ra , kok nak Reyhan belum pulang " kata yu Irah
" Ya yu Istrinya disana lagi angkat rahim dan mereka menunda perceraian Kasihan Tapi kasihan lagi Ratih masa jadi yang kedua " kata Ara
" Apa Ratih sudah tahu " kata yu Irah
" Ngak yu , nanti biar bang Reyhan sendiri Yang bicara " kata Ara yang sudah bicara dengan Aya . Dan Aya sudah menjelaskan semuanya Namun Ara tetap tak tega bercerita pada Ratih Yang sudah seperti saudara bagi Ara.
" Ya kasihan ya ra Tapi mau gimana lagi Sudah terlanjur ini " kata yu Irah
Duduk membersihkan dedaunan di dekat kolam lele
" Ya tapi Ara percaya bang Reyhan akan adil kok sama kedua nya " kata Ara
" Ya mudahan saja ndu , kan kasihan Ratih bila ia tak diperlakukan adil biar pun banyak uang Tapi kalo di madu tetap rasanya tetap pahit " kata yu Irah terkekeh .
" Ya yu , Ara berharap Ratih bisa mengerti Karna mba Naura juga kasihan sih Bila diceraikan begitu saja Apalagi dia baru kehilangan anak lalu mau bercerai Dan rahimnya diangkat Kan kasihan ya yu " kata Ara ngak tega
" Ya juga ya Ra, kok kita yang jadi ikut bingung " kata yu Irah
" Ya yu , tapi mungkin takdirnya Ratih juga yu Pas ketemu jodoh .Sekali dapat eh dapat yang keren Tapi di madu Dan ia harus berbagi suami " kata Ara terkekeh
" Ya ra, betul itu ndu. Tapi gimana rasanya ya di madu " kata yu Irah
__ADS_1
" Mana Ara tahu, tanya aja langsung sama Ratih " kata Ara
" Ngak lah ra, yu irah ngak brani takut nanti Ratih baper " kata yu Irah Yang tak tega Karna Ratih juga baru menikah