Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 50


__ADS_3

Lalu kedua nya pun terlelap. Aya terbangun ketika waktu saur Dan Aya bergegas kedapur untuk memanaskan makanan sisa tadi malam yang belum tersentuh .Lalu membangun kan Ferdi untuk saur.


"' Bang ayo bangun saur dulu nanti mandi nya Aya sudah rebus kan air hangat untuk mandi abang " kata Aya


" Eugh........ sudah jam berapa ?"kata Ferdi melenguh Dan masih dengan mata terpejam


" Hampir jam empat bang ayo bangun nanti waktunya habis " kata Aya .


" Ya ...... ya .... sana duluan " kata Ferdi bangun untuk duduk lalu turun dari ranjang .Sedangkan Aya mengisi piring sang suami


" Duduk lah " kata Aya yang menyiapkan air putih Dan teh hangat untuk sang suami .


" Trimakasih sayang , ayo makan " kata Ferdi yang menarik kursinya untuk duduk


" Ya bang " kata Aya yang mengisi . piringnya Lalu duduk bersama untuk makan Setelah selesai makan mereka pun mandi bersama Dan sholat berjamaah


" Bang apa besok abang kerja ?" kata Aya sambil melipat sajadah


" Ya sayang .... kenapa ?" kata Ferdi menatap Aya


" Aya mau ikut sekalian belanja " kata Aya Yang ingin belanja ke mall karna lama ia terkurung dirumah


" Ya tapi di antar sama pa sapto ya " kata Ferdi .


" Ya bang " kata Aya yang tersenyum


Senang ia akhirnya bisa belanja sendiri Karna lama ia tak melihat dunia luar setelah terkurung di villa. Hanya mami Risma yang mengajak nya jalan jalan


Keluar bila Ferdi sedang bekerja Yang membuat Aya senang Dan kini ia ingin bisa bebas layak nya orang biasa


" Ya bang trimakasih " kata Aya tersenyum. Merasa bahagia akhir penderitaan nya berakhir dengan bahagia


Ferdi pun menatap istri kecilnya itu Lalu menghela nafas karna ia tahu selama ini ia mengurung Aya di villa dan tak pernah sekalipun keluar Bahkan di mansion orang tuannya Aya hanya berada di dalam rumah


" Maaf bila slama ini abang membuat mu terkurung ya . Aya boleh belanja apapun hari ini , ini kartu gesek abang " kata Ferdi memberikan kartu black card nya pada Aya .


" Maaf bang Aya ngak mau ini Aya uang cash saja " kata Aya Yang tak mengerti cara mengecek kartu itu


" Huh baiklah nanti abang ambilkan " kata Ferdi yang tahu Aya tak mengerti apa arti kartu itu Padahal ia bisa membeli apa pun dengan kartu itu tampa repot membawa uang cash .


" Ya bang trimakasih " kata Aya sumringah

__ADS_1


*********


Siang nya benar saja Ferdi memberikan uang pada Aya yang ia taruh dalam tas


yang dititip pada pa Sapto ketika Aya menjaga ayah nya . Karna Ara hanya sekolah setengah hati sehabis ujian


" De Ara mau titip apa kak Aya mau belanja kue kue buat lebaran " bisik Aya pelan karna pa Kevin sedang tidur


" Hua ...ikut .....Ara pengen beli baju kak " kata Ara


" Tapi ayah siapa yang jaga " kata Aya yang tak mungkin meninggalkan Ayahnya yang sedang tidur sehabis makan obat


" Saya saja mba " kata Rio yang baru datang dari kebun dan muncul tiba tiba


" Mas Rio sudah pulang " kata Ara senang


" Ya tadi para petani kopi sudah pada selesai Dan langsung pulang besok pagi lagi mereka datang " kata Rio .


" Ya sudah titip ayah ya mas sambil tiduran tuh di situ " kata Ara .


" Ya sana ikut, makanya mas Rio cepat kesini karna tadi mba Aya bilang mau belanja pas tadi ketemu pa Karim ." kata Rio


" Lho pa Karim ngasih tahu ya " kata Aya


" Ya mba persiapan lebaran kan " kata Rio tersenyum


" Iya kan Aya mau lebaran disini mas , sana Ara dan Ayah " kata Aya senang


" Alhamdulilah, Ya sudah mas Rio jaga Ayah ya mau titip apa nanti di belikan kak Aya " kata Ara senang sambil senyum senyum .


" Apa saja yang penting iklas karna mas kurang 3 hari juga akan pulang kampung " kata Rio Yang memang akan pulang hanya memakai sepeda motor . Karna tak jauh dari Yogya .


" Ya mas, nanti Aya belikan trimakasih sudah banyak membantu saya dan Ara Kami pergi dulu ya. Karna pa sapto sudah menunggu di parkiran " kata Aya .


" Ya mba .... hati hati salam buat SPG nya " kata Rio bercanda


" Hahaha ..... Ih mas Rio genit ya " kata Ara tertawa kecil membuat Aya tersenyum


Lalu keluar dari kamar rawat inap sang ayah untuk menuju salah satu mall terdekat.


" Ayo kak .....Ara senang bisa pergi sama kakak " kata Ara polos yang bahagia karna bisa berkumpul dengan kakaknya lagi .

__ADS_1


" Iya de kak Aya juga " kata Aya yang melangkah sambil merangkul sang adik .


Menuju parkiran rumah sakit .


Kedua nya pun lalu masuk mobil yang dibawa pa Sapto. Pa Sapto menyerah kan tas berisi uang pada Aya yang membuat Aya kaget tak menyangka suami nya itu memberikan uang banyak dalam tas.


" Masyaallah " kata Aya kaget


" Kenapa kak ?" kata Ara heran melihat Aya kaget


" Ah ngak pa pa de " kata Aya yang memeluk tas uang itu erat .


Kedua nya masuk salah satu Mall mewah dan Ara senang karna Aya menyuruhnya membeli baju apa saja yang ia suka


" Serius kak Ara boleh milih nih " kata Ara dengan mimik serius takut uang sang kakak habis .


" Ya tinggal pilih juga pilihkan buat mas Rio untuk thr nya " kata Aya Yang memilih baju buat sang Ayah juga pa Sapto sopir suaminya selama di Yogya .


Setelah belanja pakaian lebaran Aya pun mengajak Ara membeli kue kue kering untuk dirumah juga untuk di bawa pulang Rio Dan bingkisan pa Sapto


Disisi lain Ferdi baru saja menerima telp dari Wandi yang akan mengadakan resepsi minggu berikutnya setelah lebaran. Yang dijadwalkan mundur .


" Ya aku akan datang Wan, lihat jadwal .Oh ya apa istri Yusuf sudah hamil " tanya Ferdi


" Seperti nya sih iya bro apa lho juga sudah isi kudengar dari Kaifa kau membuat hamil tuh bocah " kata Wandi .


" Ck..... mana ada, yang benar gue nikahi dulu baru gue buat hamil orang gue juga ngak pernah make Kaifa mungkin lho tuh. Fitnah dia karna masih ngarep gue tuh calon bini lho " kata Ferdi gusar


" Aish .... kau ini...tapi dia juga mau. Salah lho sendiri sering ninggalin " kata Wandi yang merasa menang


" Heh ..... Wan ... jaga tuh bini lho gue ngak tertarik.... Hati hati saja kalo sama gue aja bisa selingkuh apa lagi sama lho " kata Ferdi cuek .


" Kalo masalah itu aman bro bikin dia tepar sampa puas ngak akan nyari lagi Lho kan ngak pernah ngasih dia jatah kepuasan makanya kabur " kata wandi


" Cih ..... Wan gue bukan lho yang make barang yang bukan hak milik lagian gue tidak mau berbuat dosa .Mending ngejot istri sampai teler ketimbang maksiat emang lho .... ya sudah urus tuh bini lho jangan sampai mengusik rumah tangga gue " kata Ferdi yang tak punya rasa lagi pada Kaifa


" Ya bro tahu..... ya sudah kami tunggu kedatangan lho sama tuh bini simpanan lho " kata Wandi terkekeh karna Kaifa menceritakan Ferdi menikah diam diam bahkan tampa sepengetahuan orang tuanya.


" Aish ...... " kata Ferdi yang memutuskan hubungan ponselnya pada Wandi.


" Dasar mulut ember untung cuma satu celup " kata Ferdi yang tahu Kaifa sudah dipake Wandi yang membuat Ferdi punya alasan memutuskan Kaifa. Karna ia juga mulai bosan dengan wanita itu. Kini ia hanya berpikir untuk menyingkirkan Heni Bagaimana membuat wanita itu jauh dari hidupnya Dan tidak mengganggunya lagi

__ADS_1


" Apa Aya aku tinggalkan disini dulu ya sementara waktu Mungkin lebih aman " kata Ferdi yang tak ingin istrinya itu jadi incaran Heni yang nekat dalam urusan mencelakai orang.


__ADS_2