Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 268


__ADS_3

Dirumah Aya baru saja selesai mandi sepulang dari kampus dan lalu mencari dua buah hatinya itu Yang sedang asyik


Berlari lari di ruang tengah di temani dua pengasuhnya .Dan juga bi Yam


" Ma ma ma " kata Aska senang melihat Aya sudah pulang lalu menghampirinya


" Ya sayang , mamah sudah pulang " kata Aya meraih tubuh mungil Aska dan memeluk juga menciumnya Dan Afnan pun ikut menghampiri mereka


" Atu ..... " kata Afnan


" Iya kakak juga sini " kata Aya memeluk keduanya Yang membuat Aya tersenyum Walau ia hanya pergi 3 jam saja Tapi ia sangat rindu pada celoteh dua anaknya itu. Apalagi disaat sedang lucu lucunya .


" Apa mereka rewel mba " kata Aya bertanya pada mba Wati .


" Ngak nona , mungkin karna asyik bermain Dan tadi juga mereka sempat ketiduran di sini " kata mba Wati


" Syukurlah " kata Aya


" Mereka sudah tahu papi dan mamah nya sibuk nona " kata bi Yam


" Ya bi, oh oya apa mami pergi ?" kata Aya karna biasanya mertuanya ini senang menemani cucu cucunya .DIwaktu sore hari


" Nyonya tadi sedang melayat nona ke tetangga dekat sini . Tuh tuan muda sudah pulang " kata bi Yam .


" Pa ...... " teriak Afnan berteriak nyaring


Yang membuat Ferdi tersenyum .Dan membuka tangannya menyambut kedua putranya itu Yang berjalan tertatih tatih pelan menghampirinya .


" Cup ..... jagoan papi rupanya tambah pintar ya " kata Ferdi mencium keduanya


" Iya lah bang kan mereka makin tumbuh besar " kata Aya tersenyum .


" Sini sayang sama mamah dulu biar papi kalian mandi dulu ya, .Biar ngak bau kecut " kata Aya


" Uu cut " kata Afnan menirukan


" Ya kak..... Sekarang sudah pintar meniru ya sama ade " kata Ferdi


" Ya ....." Jawab Aska


Membuat Aya tersenyum .Karna kini Aska juga sudah mulai banyak berceloteh seperti Afnan


Cup ...... ya sudah papi mandi dulu ,main sama mamah dulu ya " kata Ferdi menurunkan keduanya di dekat Aya


" Ya pi....ade sama kakak menunggu " kata Aya mengusap kepala dua putranya itu Dan bi Yam tersenyum melihatnya


" Ya sudah , nanti abang buatkan teh jahe ya sayang setelah mandi " kata Ferdi mencium pipi si kembar


" Ya bang " kata Aya .

__ADS_1


Ferdi pun berlalu menuju kamar Dan Aya menyuruh Erni dan Wati untuk mengawasi si kembar karna ia akan membuat teh


" Non biar bi Yam yang buat " kata bi Yam ingin berdiri dari duduknya


" Aya saja bi , bi Yam disini saja Nanti akan beda rasanya " kata Aya


" Hehehe...... Iya juga ya " kata bi Yam Yang kini sudah jarang melayani Ferdi semenjak Aya mengurus semuanya . Paling ia hanya mengurus tuan besar nya saja .Karna Aya sudah terbiasa melayani suaminya sendiri.


Aya pun lalu kedapur untuk membuat teh jahe dan membawa cemilan untuk suaminya Dan tak sengaja Aya melihat Tina dan Alan sedang berduaan duduk di pojok dapur Sedang asyik ngobrol


" Kenapa ngak dikamar sih " kata Aya mengeleng Karna pengantin baru itu terlihat saling bicara berbisik bisik


" Hehehe .... ada ada saja , pasti mba Tina masih malu malu " kata Aya membawa teh jahe keruang tengah Dan Ferdi sudah duduk disana Menemani dua putranya itu bermain


" Kok senyum senyum " kata Ferdi Ketika melihat Aya tersenyum sendiri .


Seraya menaruh teh jahe di atas meja


" Itu bang tadi Aya lihat kak Alan sama mba Tina mojok di dapur berdua " kata Aya .Yang tak sengaja melihatnya


" Hah..... Kok mojok sih non , kaya orang pacaran saja , sudah nikah juga " kata bi Yam berdiri ingin kedapur .


" Kita intip yu bi " kata Erni Yang ikut berdiri bersama Wati Karna tak enak bila mereka mengawasi nona dan tuannya


" Eh.....jangan nanti malu " kata Aya


" Malu kenapa ? kerjain aja bi !! " kata Ferdi terkekeh


" Cup ..... ngak pake pendekatan aja abang bisa bikin dua nih " kata Ferdi Yang membuat Aya mencubit pinggang suaminya itu pelan .


" Hahaha..... kok abang di cubit sih kan abang ngak nakal sama Aya " canda Ferdi sambil menoel hidung istrinya itu Yang membuat Afnan dan Aska terkekeh menggemaskan tersenyum dengan gigi mereka yang baru tumbuh .


" Lagian abang membahas itu , Kan ngak sama caranya bang " kata Aya tersenyum pada kedua anaknya yang ikut menoel hidung Aya


" Eh ....ikut ikutan juga kakak " kata Ferdi melihat Afnan menoel hidung Aya


" Hehehe.....sudah dong, papi kalian itu cuma iseng Dan godaan mamah nih punya Kakak dan ade aja di pegang " kata Aya gantian menoel hidung kedua putranya .Yang membuat keluargga kecil itu tertawa bersama


" Hahaha .......utu " kata Afnan


" Iya lucu kak " kata Ferdi tertawa bahagia sambil merangkul istinya itu


Dan tak lama terlihat papi dan mami


Yang baru saja pulang dari melayat


" Opa ......" teriak Aska


" Ya sayang opa sama oma mandi dulu ya . Karna masih kotor Main sama papi dan mamah dulu ya " kata papi melewati mereka

__ADS_1


" Ya oma juga nanti ya, dah ...." kata mami yang tak mau hawa negatif menempel pada orang di rumah


" Pi , apa Ferdi perlu kesana " kata Ferdi


berteriak .


" Ngak perlu nak, tadi papi sudah bilang kamu tak bisa ikut " kata papi Yang menghilang di balik dinding


" Apa Aya mengenalnya bang " kata Aya menatap Ferdi


" Tidak , mereka tinggal di ujung jalan sana. Abang juga jarang bertemu .Dulu anak perempuannya teman abang SD Tapi setelah lulus abang tak pernah bertemu lagi " kata Ferdi


" O begitu " kata Aya yang memang tak pernah mengenal tetangga mereka Tak seperti di desa Karna Aya tinggal di rumah yang cukup jauh areanya dengan yang lain . Dan lagi ia berada di dalam lingkungan yang tertutup. Karna rumah mertuanya di kelilingi tembok yang tinggi


Dan dengan pengawasan yang ketat Apalagi pelayan dan pengasuh sudah ada .Dan Aya hanya duduk manis saja Begitu juga kalo ia kuliah .Aya sudah diantar sopir Tanpa repot menunggu angkot .Yang kini kehidupan nya berbeda 180 derajat sejak menikah .Kalo dulu ia naik sepeda motor dan sepeda kini ia tak pernah lagi menjamah dua benda itu .Karna ada mobil yang mengantarnya kemana mana


**********


Di negara lain Heni baru bangun Dan merasa tubuhnya sakit semua. ia baru saja bangun karna tadi malam ia melayani Gustav sampai pagi Hingga tubuhnya terasa lemas . Dan ia belum bisa keluar dari kamar pengap itu Karna Gustav memintanya untuk melayani nya selama 40 hari maka ia baru boleh keluar dari tempat pengap ini ke rumah biasa


" Ah ......aku bisa gila bila harus seperti ini terus menerus " kata Heni Yang melihat makanan dan buah terletak di atas meja Dan pastinya pelayan nya itu mengantarnya tepat waktu


" Dan Ini pakaian biasa lagi " kata Heni Yang bingung kanapa Gustav menghukum nya dengan cara aneh . Bahkan makanan nya lebih banyak buah dan sayur .


" Nona ....." kata seorang pelayan membuat Heni kaget .


" Kenapa kau bisa ada di sini ?" kata Heni kaget .


" Saya di suruh tuan menjaga nona Dan menemani nona makan " kata pelayan itu tersenyum .Karna Heni sedang hamil sekarang .Dan ketika ia tak sadarkan diri Gustav diam diam membawa seorang dokter kandungan Untuk memeriksa Heni Dan Gustav sudah menikahinya lagi tanpa sepengetahuan Heni Karna Gustav hanya perlu cap jarinya saja stempel .


Karna semuanya sudah diatur Gustav dengan baik


" Apa aku boleh keluar dari sini " kata Heni lirih yang merasa pengap terlalu lama tinggal di kamar tidurnya tanpa bisa kemana pun


" Boleh tapi nona harus berjanji tak macam macam Dan jangan sampai nona berusaha untuk melarikan diri " kata pelayan itu


" Baik " kata Heni Yang lalu mengikuti pelayan itu keluar dari kamar nya .


" Astaga ........." kata Heni melihat tangga naik dan Heni pun kaget melihat cahaya matahari yang tak bisa dilihatnya slama ini . Setelah naik dari ruang yang selama ini mengurung nya


" Ya tuhan trimakasih " kata Heni senang sambil menitikkan air matanya


Lalu ia pun melihat taman yang ada di depan nya . Sambil melihat kolam .


Deg..........


Mata Heni terpaku ketika melihat bayangan wajahnya dikolam


" A...a....aku " kata Heni melihat Wajahnya berubah

__ADS_1


" Kenapa ?" kata Heni bingung


__ADS_2