
Abel pun bergegas keluar dan turun kelantai satu dengan lift khusus Dan di bawah terlihat sepi sepi saja
" Mana pa Bimo " kata Abel
" Itu pa lagi duduk disana !!" kata satpam bernama umam
" Tadi pa Beno bilang pa Bimo kecelakaan .Kok dia baik baik saja " kata Abel menatap satpam itu
" Iya bu, Tadi pa Bimo jatuh dari tangga terpeleset Lalu saya di suruh pa presdir memanggil ibu " kata umam satpam yang memanggil Abel dengan sebutan ibu
" Sialan ..... ah... Kalian ini bagaimana sih itu bukan kecelakaan " dumel Abel lalu mendekati Bimo yang duduk di kursi ruang tunggu Dekat resepsionis depan
" Hehehe..... Kok bu Abel gomel Ben " kata Umam
" Biarin kan emang di sengaja sama big bos " kata Beno terkekeh .
Lalu keduanya kembali ke pos satpam Yang membuat Ferdi tersenyum bersama Alan yang melihat dari dalam mobil Yang akan pulang
" Apa bos punya rencana untuk mereka berdua " kata Alan
" Ya lan, biar mereka akur " kata Ferdi
" Ya mudahan saja bos " kata Alan Yang lalu membawa mobil mereka keluar dari parkiran kantor Menuju jalan raya untuk pulang kerumah .
Di tikungan perempatan mereka berhenti Karna lampu merah menyala . Namun tiba tiba ada sebuah mobil yang menghimpit mobil mereka Ketika Alan melaju setelah lampu hijau menyala
Brak.......
" Alan awas......" kata Ferdi berteriak
" Tuan cepat keluar .." Teriak Alan
" Kau juga cepat...." kata Ferdi membuka pintu dan menarik tangan Alan dan melompat di Aspal .....
Brak......brak.......Duar ........
Alan langsung memeluk Ferdi dan melompat ke bawah jembatan
Byur ........
Tabrakan beruntun pun terjadi , Dan truk minyak solar pun meledak menghantam mobil mobil disekitarnya .
Sedangkan di dapur Aya baru saja ingin membuat jus Ketika tangan nya tak sengaja menyentuh ujung paku kecil Hingga membuat gelas nya terjatuh
Prang ......... prang ....
" Nona ... jangan sentuh " kata bi Yam
" Ay ada apa " kata mami yang kaget Lalu datang bersama dua cucunya
" Itu ....mi ... cuma ngak sengaja Aya pegang paku ..." kata Aya
__ADS_1
" Paku ......" kata bi Yam kaget
Kring .....kring .... ponsel Aya pun berbunyi
Yang membuat Aya ingin melihat nya .
" Sini biar mami yang angkat " kata mami Risma Yang lalu mengangkat ponsel Aya
" Ya halo" kata mami
".........."
Deg.........
" Ya kami akan kesana ?" kata mami lirih Dan lalu terduduk di lantai .
" Mi......ada apa ?" kata Aya yang langsung memeluk mertuanya itu
" Ferdi Ay " kata mami memeluk erat Aya dan terisak
" Abang kenapa mi ?" kata Aya menatap Mami yang terisak .
" Kecelakaan " kata mami .
" Ngak......mungkin hiks..... hiks..... " kata Aya terisak.
***********
Papi terduduk lemas melihat semua mayat yang gosong di rumah sakit Aya pingsan berkali kali ketika mereka pihak rumah sakit mengatakan semua korban meninggal Begitu juga mami Yang di peluk mamah ji Dan Tina menangis di peluk bi Yam .
" Untuk sementara biar papi handle semua perusahaan " kata papi Yang tak menyangka putra nya dan Alan akan tewas dalam kecelakaan itu
" Aya pi , Aya pi " kata mami melihat Aya tergolek di brankar yang di dorong perawat Yang di kawal Tania yang juga ikut sedih Dan sore tadi Tania terpaksa menelpon Reyhan untuk pulang Bersama Ara yang juga ikut pulang bersama Rio Karna tahu Aya sedang berduka
" Maaf kan Kami tuan, apa mayat tuan muda dan Alan akan di tes DNA dulu " kata Sam asisten Alan yang datang bersama 4 teman nya .
" Ya agar kami tahu itu putra kami " kata papi Sandi yang mengusap air matanya Yang beberapa kali menetes sambil memeluk mami Risma di sebelahnya .
" Ayo kita pulang mi biar Tania dan Deril yang jaga Aya .Kasihan si kembar bila kita tak ada Apa bi Yam sudah menelpon Ara " kata papi
" Mereka dalam perjalanan tuan " kata bi Yam yang mengusap bahu mami
" Ya ayo kita pulang kita siap kan semuanya Sam kau pastikan semuanya Agar tidak yang keliru dan tak terjadi kesalahan Kami harus pulang " kata papi menatap Sam
"' Ya tuan " kata Sam
" Kalian .... Temani Sam " perintah papi
" Ya tuan, hati hati " kata mereka kompak .
Papi pun lalu merangkul mami untuk berdiri Dan mengusap air matanya
__ADS_1
" Ji ayo, bi Yam ayo bantu nyonya mu kita pulang " kata papi lirih
" Iya mas " kata mami ji Dan bi Yam lalu membantu mami Risma untuk berdiri Karna luar biasa sangat sedih Dan merasa sangat terpukul karna putranya tak selamat dalam kecelakaan
Apalagi saat ini Ferdi berada di puncak karier nya yang sedang berada di atas angin .Dan papi Sandi langsung menelpon pengacaranya Untuk mengaman kan semua aset Ferdi agar tak ada orang mengusik nya Karna ia masih punya dua cucu penerusnya .
Di rumah mba Wati dan Erni gelisah Karna Afnan dan Aska tak bisa tidur Karna mamah nya belum pulang
" Bobo ya kak " kata mba Wati mengusap punggung Afnan
" Nda ungu mah " jawab Afnan
" Iya ungu mamah mba" kata Aska .
" Tapi mamah pulang nya malam kak ,kakak dan ade bobo dulu ya " kata mba Erni yang juga tak tega pada dua tuan kecilnya itu ..Yang membuat bi Siti terisak melihat nya
" Ndak au " kata Aska .
" Bi jangan menangis disitu , nanti mereka tahu " kata Wati Yang membuat bi Siti pergi Karna tak tega mendengar kabar duka dari bi Yam .Karna si kembar pun seakan tahu sesuatu terjadi
Sedangkan Aya baru sadar dan membuka matanya Ketika melihat Tania dan Deril menunggunya
" Ay sudah sadar , ayo minum dulu " kata Tania
" Lho harus kuat Ay, ada Afnan dan Aska dirumah menunggu ,ayo bangun ini takdir lho yang harus lho jalani " kata Tania Yang melihat Tina duduk menunggu Aya dengan mata sembab Karna ia juga kehilangan Alan .
" Ya mba " kata Aya lalu meminum air yang disodorkan Tania
"' Ayo kita pulang , Tin ayo pulang " kata Aya Yang bangun dan turun dari brankar nya Sambil menatap Tina yang juga sedih .
" Ya nona " kata Tina berdiri
" Biar aku yang bawa mobil , kau temani nona mu Tin " kata Deril
" Ya tuan " kata Tina yang mendekati Aya bersama Tania Mereka berdua Lalu memapah Aya keluar kamar Sedang kan Deril pergi lebih dulu menuju mobil .
"' Tin, kenapa nasib kita begini " kata Aya ketika sudah masuk mobil
" Nona , jangan bersedih mungkin ini takdir kita " kata Tina memeluk Aya
" Ay sudah .... Ingat kau harus kuat , kita semua kehilangan . jangan tunjukan itu pada Afnan dan Aska Karna pastinya mereka akan ikut bersedih " kata Tania .
" Ya mba " kata Aya menghapus air mata nya Yang masih saja jatuh Walau ia berusaha menahannya .
" Iya nona , nona harus kuat demi anak anak " kata Tina Yang juga bersedih karna kini dia juga ikut menjadi janda .
Sedangkan Ara gelisah duduk di mobil Ketika jalanan macet Karna khawatir pada sang kakak Rio merangkul bahu nya agar Ara bisa tenang Sedangkan Reyhan duduk di depan Dan terpaksa meninggal kan Ratih karna pasti ia akan bersama Naura selama disini .
" Apa masih lama mang " kata Ara
" Sabar ya non , maklum di pas jam pulang kerja jadi macet " kata Aya
__ADS_1
" Ya mang " kata Ara
" Sabar ya de, semoga saja mba Aya kuat dan iklas " kata Rio menatap wajah sembab Ara yang tadi sempat menangis di pesawat .