
Perahu pun menjauh Yang membuat Asih memeluk pa Mamat erat Karna sedih mereka pergi
" Ayo kita pulang pasti mereka akan menepati janji nya " kata pa Mamat
" Tapi bagaimana kalo mereka tak pernah datang lagi pa " isak Asih lirih
" Berdoa lah pada Allah " kata pa Mamat menghapus air mata sang putri satu satu nya itu Yang tak pernah merasa hidup bahagia Dan Asih sangat senang ketika memakai pakaian bekas Aya Yang di tinggalkan Aya untuk nya Tadi pagi seakan ia mendapatkan durian runtuh Karna selama ini ia tak pernah punya pakaian yang bagus .Yang ia pakai hanya peninggalan sang ibu
Kedua nya lalu pulang setelah perahu itu tak terlihat lagi Menuju pondok mereka melewati jalan setapak yang penuh rumput ilalang .
Sedangkan Aya menatap Ferdi dengan tersenyum Ketika mereka sudah bisa melewati bebatuan yang curam Untung tak ada hujan turun Hingga arus air berjalan lambat . Dan mereka bisa melewati desa dengan aman .
" Mudah mudahan arus dibawah tidak terlalu deras Jadi kita bisa melewatinya dengan lancar " kata Sam
" Ya Sam mudah mudahan saja " kata Tina ikut khawatir
" Nona bergeser lah sedikit biar seimbang " kata Ran .
" Ya Ran ......" kata Aya Sambil memasang baju pelampung untuk Ferdi .Begitu juga Tina berjaga jaga bila nanti mereka terbalik di arus deras .
*********
Di rumah besar papi dan mami gelisah Karna pagi Tris mengabari Aya sudah bertemu Ferdi dan Ferdi masih hidup bersama Alan Namun kondisi kurang baik .Sedangkan Ara Ratih dan Nila sedang menemani si kembar bermain di kamar mereka .
" Pi.... apa semuanya sudah di persiapkan" Kata mami
" Ya sudah mi, tinggal berangkat Tapi papi Yang akan berangkat kesana Dan sementara kantor di tangani Reyhan dan Bimo dulu Karna kasihan Afnan dan Aska kalau jauh dari Aya .Tadi malam saja mereka sedikit rewel Kalo tak Ara jaga " kata papi Sandi
" Mami setuju , biar kami menjaga si kembar Dan usahakan semuanya dapat yang terbaik ya pi " kata mami Risma
" Ya sayang itu harus , Karna putra kita adalah investasi dunia dan akherat kita . Kita akan slalu memberikan Ferdi yang terbaik Dari yang paling terbaik Untuk penyangga dua putranya " kata papi Sandi menarik nafas dalam Karna Ferdi harus bertahan hidup Bahkan baginya bila nyawa bisa di tukar Ia rela sekarang menghadap ilahi Asal Ferdi hidup sehat Dan bisa berkumpul dengan keluargganya Karna si kembar masih butuh figur papi mereka .Agar mereka bisa tumbuh dengan kasih sayang kedua orang tuanya.
" Ya pi, mami rela mati untuk putra kita Biar ia bisa bertahan hidup Untuk anak anaknya " Kata mami Yang sempat bersedih beberapa hari saat kecelakaan itu terjadi Karna belum bisa menerima kenyataan . Dan pada akhirnya Ferdi memang masih hidup demi istri dan anak anaknya .
" Ya ayo kita lihat Afnan dan Aska pasti mereka sedang asyik bermain sekarang . Dan pasti nya mereka sangat senang Mendengar mamah nya akan pulang membawa papi mereka " Kata papi Sandi
" Ya pi ayo " kata mami mengandeng tangan papi Sandi untuk melihat cucu cucu mereka di kamar nya .
" Ya sayang mereka pasti butuh hiburan biar senang " kata papi Sandi merangkul mesra sang istri kesayangannya Karna mamah Risma lah cinta sejatinya Yang slalu menemaninya dalam suka dan duka . Lalu mereka melangkah menuju kamar si kembar Untuk melihat kedua cucunya itu Karna itu lah calon penerus keluarga Ferdinan selanjut nya .
__ADS_1
Sedangkan di sungai deras Aya memegang tangan Ferdi erat .Karna mereka akan menuruni arus sungai
" Tina pegangan , jangan sampai terpisah "' kata Sam
" Ya Sam " Kata Tina memegang tangan Alan . Dan Alan pun memegang tangan Tina erat
" Bersiaplah kita akan turun " teriak Ran yang memegang Alan ..
" Yus........ brak........ plak......plak .....
"' Aaa.............." Teriak mereka bersamaan
Perahu pun meluncur turun dan air pun banyak yang masuk membuat Sam dengan cepat menimba nya Agar perahu tak tengelam ke dasar sungai
" Lan bawa ketempat yang landai Agar bisa membuang airnya setelah itu kita bisa keluar " Teriak Sam
" Ya Sam "kata Ran yang menahan tali perahu dan menariknya kepinggir Dan Aya cepat cepat ikut membuang air di dalam perahu Begitu juga Tina Karna Alan basah kuyup begitu juga Ferdi
" Bang turun dulu , biar Aya bantu mengeringkan airnya " kata Aya yang naik diatas batu
"' Ya Ay " kata Ferdi lalu pelan pelan berdiri berpegangan dengan Sam lalu duduk di atas batu . Dan setelah Ferdi keluar Aya menimba nya dengan cepat
" Tidak usah tuan, duduk saja Nanti kami akan mengeser tuan Kita hanya membuang air nya setelah sampai pantai .Nanti akan ada kapal menjemput kita . Dan kita bisa pulang ke rumah " kata Ran menahan perahu
" Ya " kata Alan bernafas lega Kini mereka bisa pulang kerumah sebenarnya
Setelah air perahu habis mereka pun naik kembali Dan mendayung perahu ke muara Dan benar saja kapal speedboat menunggu mereka bersama anak buah Alan .Dan ketika mereka merapat Mereka pun di bawa ke dermaga.
" Tuan " teriak Tris menyambut mereka dengan rasa senang bersama Yusuf yang juga ikut menunggu
" Tris .... terimakasih " kata Ferdi memeluk asisten nya itu Dengan mata berkaca kaca Karna sangat bahagia bisa bertemu Tris lagi
" Syukur lah tuan baik baik saja Ayo kita pulang " kata Tris
" Tris ....apa kau lupa padaku " kata Alan yang sudah di kursi roda
"Ya Allah maaf aku lupa , kau juga selamat kawan . Slamat datang bro " kata Tris memeluk Alan Dan Alan pun menangis terharu Karna ia masih punya harapan untuk bisa hidup lagi
" Trimakasih sudah mencari kami " kata Alan terisak
__ADS_1
" Bersabar lah besok kita akan berobat Tuan muda juga akan ikut Ayo kita pulang dan berganti pakaian Besok pagi kita akan berangkat .Karna lebih cepat akan lebih baik " kata Tris mengurai pelukan nya pada Alan
" Ya " kata Alan menghapus air matanya Begitu juga Tina yang ikut menangis Melihat pemandangan mengharukan itu Dan Aya juga ikut terharu Sambil mengenggam tangan Ferdi erat Karna suaminya kini sudah kembali
Di rumah besar semuanya sedang berkumpul di ruang tamu menunggu Aya pulang menjemput Ferdi
" Apa mamah ulang uga pa " kata Afnan
" Ya ......mamah pulang hari ini Kangen ya sayang. Oma juga kangen . Mudah mudahan pulang nya bisa bawa papi kalian juga ya " kata mami
" Ya ma .....asyik ......ita enang ya kan de " Kata Afnan menatap Aska
" Ya Asta enang api ulang " kata Aska mengangguk sambil tersenyum
" Iya kita semua senang Ayo kira siap siap bantu bi Yam Biar mamah dan papi kalian makan dulu Dan setelah itu baru istirahat Biar mereka senang di sambut "Kata Ara berdiri
"' Iya lah tante juga ayo " kata Nila
" Ayo..... Ita antu antu " kata Afnan yang merapikan mainannya Karna mereka juga kangen pada sang papi
" Iya ....ayo tante juga " kata Ratih tersenyum Karna kini ia tak perlu lagi bersembunyi dari keluargga Naura Karna Reyhan sudah memberi tahu semuanya Dan Ratih merasa senang Keluargga Reyhan juga bisa menerima dirinya .
Tak lama setelah menata makanan mereka pun duduk menunggu di sofa Dan bi Siti pun datang tergopoh gopoh
Melaporkan kalo Ferdi dan Aya sudah datang
" Mereka datang pi " kata mami berdiri
" Ya ayo kita sambut " Kata papi yang lalu melangkah keteras depan
" Papi ......mami " kata Ferdi melihat kedua orang tuanya menyambutnya
" Fer....... "'kata mami memeluk Ferdi
" Boy........" Kata papi ikut memeluk .putra nya itu sambil menangis Begitu juga dengan mami
" Papi .........." Teriak si kembar berlari Yang membuat Ferdi tersenyum Lalu berjongkok dan duduk memeluk kedua hatinya itu Karna rindu
" Alhamdulilah " kata Ara lega ikut terharu lalu memeluk sang kakak Begitu juga Ratih dan Nila
__ADS_1