Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 179


__ADS_3

Hari berjalan cepat pagi ini Ara membantu Aya menyiapkan semua keperluan keponakan nya karna nanti Jam 10 meraka sudah harus berangkat ke bandara untuk pulang ke jakarta


" De menyusulnya jangan mepet ya , kan ada pa Tejo dan Paijo kan yang jaga kebun " kata Aya


" Iya kak, tapi Mas Rio ia hanya bisa dua hari disana Jadi Ara mungkin bisa lama Tapi mas Rio ngak bisa. Karna takut ngak ada yang membuat laporan " kata Ara menghela nafas kasar


" Ya ngak pa pa " kata Aya Yang tahu adik nya itu juga harus mengurus cafe Dan teman teman Aya juga ngak bisa datang kesana Hanya bisa mendoakan saja semoga semua nya berjalan lancar .


" Mudahan saja keponakan Ara sehat semua ya kak , kak Aya juga hati hati jaga diri Jangan sampai sakit " kata Ara Yang khawatir bila kakak nya itu jauh dari nya


" Ya de " kata Aya tersenyum karna Ara lah satu satu nya keluarga nya yang Ya punya Setelah ayah mereka pergi .


"' Jangan berantem dengan Rio , hargai suami mu Pasti dia juga lelah kerja seharian ." kata Aya Yang tahu kerja di perkebunan lebih menguras tenaga dari pada di kantor


" Ya kak...." kata Ara Lalu merapikan semua tas dan menyiapkan nya di dekat ranjang


Aya biar tinggal di bawa


" Sudah semua kak tinggal berangkat " kata Ara yang mendekati dua keponakan nya yang sedang bergerak tampa suara


" Uluh uluh yang mau ketemu opa oma jangan rewel ya le, tante pasti kangen lihat kalian " kata Ara mencium pipi kedua bayi imut itu yang menatap Ara.


Tersenyum senang


" Iya tante hati hati juga di rumah. Kunci semua pintu dan pagar Apalagi Ara sendiri dirumah Oh ya kapan ujian sekolah nya " kata Aya .


" Masih 3 bulan lagi kak " kata Ara tersenyum..


" Ya selesai kan sekolah mu dulu Biar bisa fokus ke cafe Nanti baru kita bangun yang dibelakang .Karna kakak juga lagi mengumpulkan uang " kata Aya yang ingin membangun cafe dengan uang nya sendiri .


" Ya kak, trimakasih sudah banyak membantu Ara mudah mudahan semuanya berjalan lancar " kata Ara yang tahu kakaknya tak sedikit mengeluarkan uang . Jadi harus bertahap Dan Ara sangat senang Karna gedung cafe yang mereka sewa Kin sudah menjadi hak milik Aya. Karna Aya membelinya dengan uang hasil desain nya dari mami Risma.


" Ngak perlu berterimakasih juga de , itu jalan usaha kita. Dan untuk masa depan kita juga Kalo terjadi apa apa dengan Abang dan Rio paling tidak kita bisa bertahan hidup Namun kakak berharap semuanya baik baik saja " kata Aya yang kadang takut suaminya itu meninggalkan nya Karna beberapa hari ini ada telpon dari orang yang tak dikenal . Namun Aya mencoba bersikap seolah olah tak tahu Dan tenang takut ia salah menduga


Siang nya Ara , Via dan Qila ikut mengantar Aya kebandara untuk melepas kepergian sang kakak bersama abangnya yang dikawal Tina . Dan setelah itu Ara dan Via juga Qila kembali pulang Setelah Aya dan Ferdi masuk ruang tunggu .


" De Ara nyusulnya kapan kesana ?" kata Qila ketika mereka sudah di dalam mobil .

__ADS_1


" Mepet hari kak, kan mas Rio ngak bisa lama lama disana .Mungkin Ara yang akan lama .Baru nanti pulang nya di jemput mas Rio di bandara " kata Ara .


" Ya emang kita repot juga ya pas kaya gini , mana cafe lagi rame rame nya Pengennya sih ikut Tapi mau apa lagi bos nya aja bingung ya ngak Vi. " kata Qila


" Hahaha......iya lah , Ara aja bingung apa lagi kita ya ngak ra Tapi yang nama nya hidup terus berjalan " kata Via


" Iya mba.... benar tuh, pa sapto juga pengen ikut Tapi karna mas Yusuf sibuk Dan minta slalu stand by di kantor jadi bapa ikut sibuk " kata pa Sapto yang kini juga mengantar Yusuf Karna sekarang Ferdi menarik Yusuf di kantornya jadi asistennya Sambil mengawasi cafenya Karna di jakarta orang tua Yusuf sudah di jaga kakak perempuan Yusuf.


" Ya pa ...waktu nya kita ngak pas , kalo mba Aya sih ok ok aja Kita nya yang ngak bisa Kan juga punya tanggungan yang ngak bisa di tinggal begitu saja " kata Via yang sekarang meminum pil KB selama kuliah Agar bisa menyelesai kan semua nya dengan terencana.


" Ya harap maklum kak, Pa Ara di antar kebun aja ya. Nanti biar pulang sama mas Rio saja " kata Ara


" Ya mba siap " kata pa Sapto


" Rio masih sibuk ra , kata nya sekarang harga kopi naik ra " kata Via


" Alhamdulilah kak, sekarang banyak petani kecil yang ikut bergabung jadi ya lumayan Ngak perlu nyari ke tempat lain lagi Jadi kita tinggal antar ke pabrik kopinya saja " kata Ara


" Ya betul itu ra, alhamdulilah rezeki nya Rio . jadi stabil kerjanya " kata Qila .


" Disini saja pa , terimakasih ya pa de Ara kita kerja dulu ya " kata Via dan Qila turun dari mobil .


" Ya kak slamat bekerja yang rajin ya " kata Ara tersenyum


" Siap bos kecil " kata keduanya kompak Lalu mobil pun mundur Kembali menjauh menuju perkebunan mengantar Ara


Tak lama mereka sampai disana sekitar 20 menit Ara pun sampai Di dekat perkebunan kopi depan kantor


" Pa sapto Ara turun di depan saja ya, ngak usah masuk " kata Ara


" Ya mba , bapa langsung kekantor ya " kata Pa sapto


" Ya pa trimakasih " kata Ara yang turun dari mobil


" Sama sama mba " kata pa Sapto tersenyum Lalu kembali menjalan kan mobil menuju kantor


Ara melihat sekeliling lokasi perkebunan yang ramai para petani mengantri menimbang kopi sedangkan Paijo sibuk bersama pa Tejo dan mandor lain nya

__ADS_1


Yang sedang menimbang kopi Dan terlihat Rio juga sibuk mencatat dan membayar para petani kopi yang sedang mengantri Karna mereka juga butuh makan untuk memenuhi kehidupan mereka. Dan Ara yang melihat itu Tertegun sejenak melihat suami nya itu sibuk sendiri Karna kewalahan melayani petani yang meminta uang penjualan


" Mas saya mas saya belum ini " kata seorang petani ngak sabar


" Sabar ya pa , sebentar biar saya catat dulu . Biar tahu siapa yang belum " kata Rio yang emang cukup berhati hati dengan keuangannya .


Ara pun lalu mendekati Rio yang sedang sibuk Dan menepuk bahu Rio sambil tersenyum Karna suami nya itu seperti orang bingung


" Mana mas biar Ara bantu pa sebelah sini " kata Ara menyuruh orang untuk membagi antrian


" Wah untung mba nya datang kita antri lama ini mba, kasihan mas nya kerja sendiri harus nya ada karyawan lagi ." kata seorang petani


" Ya pa nanti kami pikirkan " kata Ara


Yang lalu membantu membayar para petani Tak lama setelah antrian selesai para petani pun bergegas pulang .Rio pun bisa bernafas lega dan kembali tenang setelah semua nya selesai


" Untung de Ara datang, trimakasih ya de " kata Rio


" Sama sama mas " kata Ara yang tersenyum .Lalu mereka pun memasukan semua kopi kegudang .


" Alhamdulilah selesai juga " kata paijo terduduk di kursi bersama pa Tejo .


" Nih mas pa sambil makan " kata Ara yang membawa roti Tadi di jalan dan menaruhnya di meja


" Wah ...pas banget ini mba Ara Terimakasih pas lapar ini " kata pa Tejo langsung mengambil nya Dan lalu melahapnya


" Iya mba hari ini banyak banget yang datang " kata Paijo


" Iya sampai bingung , mas Rio aja kewalahan tuh " kata paijo Yang membuat Rio tersenyum Sambil merapikan meja nya ingin cepat pulang karna lelah


Setelah semua nya selesai Mereka pun pulang Apalagi sudah jam 3 sore Dan Ara sempat sholat sambil menunggu Paijo membersihkan halaman kantor .


" Sudah mas paijo duluan ya , jangan macam macam kalo berduaan " kata Paijo Ketika hendak pulang


" Ck.....sok tahu lho jo jo " kata Rio tersenyum Padahal mau ngapain juga terserah dirinya . Karna Ara adalah istrinya


Jadi wajar Bila ia mau ngapain saja berduaan . Toh Ara juga sudah mau menerima dirinya sebagai suami .Hanya Paijo memang belum tahu hubungan Ara dengan Rio .

__ADS_1


__ADS_2