Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 239


__ADS_3

Pagi ini si kembar sedang bermain dengan Ara dan Rio ditaman Ketika Aya menyiapkan semua keperluan suaminya .


" Bang bajunya sudah disini ya " kata Aya


" Ya sayang " kata Ferdi yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk sepinggang Dan bertelanjang dada .


" Apa anak anak kita sudah mandi ?" kata Ferdi memasang dalaman nya


" Sudah bang sama Wati dan Erni . Sekarang mereka lagi di taman sama Ara dan Rio " kata Aya yang menyiapkan kemeja Ferdi dan memasang nya .


" Biarkan saja " kata Ferdi sambil mengecup bibir Aya. Yang membuat Aya tersenyum Karna suaminya itu tak pernah absen menciumnya


" Abang hati hati kalo di kantor ya , jangan lupa makan Ngak makan diluar pesan saja buat di kantor " kata Aya


" Ya sayang " kata Ferdi memeluk istrinya itu erat dan lalu mencium kening Aya. Sedang Aya mengancing baju Ferdi dan lalu memasang dasinya Bukan hal aneh bagi Aya yang sudah terbiasa melayani suaminya itu .


" Sudah ayo sarapan " kata Aya memperbaiki sedikit dasi Ferdi yang membuat Ferdi mencium bibir ranum istrinya itu . Yang sudah menjadi candu baginya .


" Ih abang apa ngak bosan sih , kan bisa nanti malam lagi " kata Aya pelan


" Ya....nanti malam " kata Ferdi tersenyum sambil memeluk Aya yang slalu saja tersenyum manis padanya


" Nanti kalo abang ngak sibuk kita jalan jalan ya " kata Ferdi


" Ya terserah abang .Atur manis saja Aya terima beres bang . Asal abang punya jadwal libur " kata Aya yang tak pernah menutut apa pun pada suami


" Ya " kata Ferdi tersenyum lalu memeluk dan mencium pipi Aya Karna merasa bersyukur istrinya itu tak pernah menutut banyak padanya .Itu yang sangat disukai Ferdi .Apalagi Aya bukan wanita yang glamor .Istrinya itu lebih suka duduk manis di rumah mengasuh dua putranya Dan berpenampilan sederhana. Tidak seperti wanita kebanyakan yang hobby dandan dan shoping


" Ayo bang kita sarapan " kata Aya mengandeng mesra suami bucin nya itu dengan mesra .Lalu melangkah ke meja makan Disana papi dan mami Risma sudah menunggu untuk sarapan bersama


" Mana si kembar Ay " kata mami Yang mengambilkan makanan untuk papi Sandi .


" Biasa mi , kan lihat taman dulu baru mau makan .Sudah kebiasaan " kata Aya tersenyum .


" Kan olahraga pagi sayang biar sehat " kata Ferdi


" Ya bagus itu Fer, anak anak mu itu cinta alam seperti ibunya punya hati yang tulus .Tak banyak tingkah dan seadanya .Suka bunga di taman bukan bunga bank iya kan Ay " kata papi.


" Hehehe.... papi bisa saja Tapi Aya ngak makan riba lho pi " kata Aya


" Iya dong kan ambil pokoknya saja . Lagian uang mu itu banyak Dan buat apa juga disimpan nanti jamuran " sindir papi

__ADS_1


" Mana ada pi, kan aman di bank Ngak pake ribut disimpan di rumah ." kata Ferdi


" Biar kasih aku aja Ay, kan bisa buat shoping shoping ya ngak mi " kata Tania yang ikut bergabung .


" Mau mu Tan, tuh dirut mu buat apa Kan duit nya juga banyak " kata Ferdi.


" Hahaha.....duit ku sama uang mu .Ngak ada apa apanya Fer, kamu bisa bebas memakai uang Sedang kan aku kalo ngambil di luar gaji Bisa di pecat bro . Karna punya pemerintah . Dan pastinya kalo kedapatan langsung OTT " kata Deril Yang memang bekerja di bagian pemerintahan Karna memang harus hati hati memakai uang negara . Tak seperti Ferdi yang punya usaha sendiri Bebas untuk memakai uang perusahaan nya


" Di simpan ril , buat hari tua .Aku kan ngak punya pensiunan seperti dirimu " kata Ferdi santai .


" Sama saja kalo pintar nabung kan uangmu masih berjalan Apalagi sudah ada dua penerusnya " kata Deril santai


" Sudah ayo makan , oh ya Fer jangan lupa telpon Gustav .Tadi malam ia ingin bicara pada mu " kata papi


" Iya pi nanti biar Ferdi telpon " kata Ferdi Yang menyuap nasinya dengan tenang .


************


Disisi lain seorang pria mengepal kan tangannya sambil meremas kertas


" Aku ingin kalian buat seolah olah seperti kecelakan biasa , tunggu ia sampai kantor dan awasi bila ia makan siang Atau bisa pas dia berangkat kerja " kata seorang pria


" Apa kalian sudah tahu siapa istrinya culik dia Dan aku ingin membuat nya menyesal Telah menikahkan kembali kekasih ku itu " kata pria itu


" Baik bos, tapi kami belum melihat wanita itu dimana pun " kata pria itu Karna mereka masih mengawasi tak jauh dari pintu gerbang mansion .


" Bereskan semua nya aku tak mau tahu !!" kata pria itu


" Siap bos " kata pria itu Yang lalu menutup ponselnya mengawasi pintu gerbang mansion megah itu .


Sedangkan Ferdi yang baru selesai sarapan sudah di tunggu mang Didin dan Alan di halaman teras. Setelah berpamitan Ferdi berangkat di antar Aya


" Titip anak anak ya sayang " kata Ferdi


" Ya bang , hati hati di jalan . Jangan lupa berdoa " kata Aya mengingatkan .


" Ya doakan abang juga " kata Ferdi mencium kening Aya dan Aya pun mencium takzim tangan suaminya itu. Dan setelah Ferdi masuk mobil Aya melambaikan tangan nya . Lalu berdoa


" Ya allah lindungi suami ku dari kejahatan yang tampak dan tidak Karna semuanya hamba serahkan pada mu " batin Aya lalu membaca ayat kursi Dan menatap mobil berwarna hitam itu menghilang di pintu gerbang


Sedangkan Aya bersiap siap untuk pergi Membeli oleh oleh bersama Ara dan Tina juga Rio karna besok mereka akan pulang ke Yogya.

__ADS_1


***********


Mobil Ferdi melaju dengan pelan ketika sebuah truk menyalip mereka yang membuat Alan merasa curiga .


" Pa , siap siap lompat bila truk belakang memepet kita " kata Alan


" Ada apa " Kata Ferdi kaget


" Tuan muda perasaan ku tak enak karna truk di depan menyalip .Dan seperti ia sedang mengapit kita " kata Alan curiga Karna ia sudah mengawasi sejak 20 menit yang lalu


" Lalu " kata Ferdi


" Tuan muda bersama saya , biar mang Didin bisa melewati mereka Mumpung belum di jalan tol Dan ketika lampu merah kita cepat turun . pa Didin hati hati ya " kata Alan mengingatkan bahaya


" Ya den , kalian juga " kata mang Didin


" Tuan muda ayo bersiap " kata Alan


" Ya lan " kata Ferdi yang sudah siap duduk dekat pintu mobil


Benar saja mobil berhenti di lampu merah Dan truk itu ikut berhenti .


" Tuan sekarang " kata Alan yang keluar bersama Ferdi Lalu mereka menuju pinggir jalan diantara bis bis besar Dan ketika lampu mang Didin menyalip truk itu . Namun truk itu mengejarnya .


" Den Alan benar " kata mang Didin memacu mobil nya lebih cepat Dan ketika di tikungan ia pun melompat .


" Akh......." kata mang Didin melompat di pinggir jalan tol


Sedang kan mobil berjalan tanpa penumpang .Karna sudah disetel otomatis


Dan dua truk mengapitnya .


Brak.......brak....... boom......


Suara mobil meledak terdengar keras Dan mang Didin membuang nafas kasar karna lega. Dan tak lama ponsel nya berdering


" Halo den saya selamat " kata mang Didin


" Ya tunggu disana kami meluncur " kata Alan menatap Ferdi yang mengambil nafas dalam .Dan tak lama mobil Tris merapat menjemput mereka dengan beberapa bodyguard ..


.

__ADS_1


__ADS_2