
Lalu pa Kevin kembali kerumah Ara dan duduk sambil membaca koran Sedang kan Rio masih dikebun mengawasi perkebunan
Di kantor Ferdi duduk tenang ketika seorang wanita datang memberikan berkas data keuangan yang harus ia cek
" Siang pa " kata wanita dari staf keuangan itu tersenyum manis
" Siang oh ya mana data yang saya minta " kata Ferdi
" Ini pa " kata wanita itu menatap Ferdi
" Gila gue baru tahu presdir nya masih muda kenapa pada ngak cerita pasti duitnya banyak " kata wanita itu dalam hati sambil sesekali melirik Ferdi yang Fokus mengecek data nya lalu menyesuaikan kan dengan laporan yang di berikan padanya Dan menunggu beberapa saat sambil memperhatikan Atasan nya itu
" Sudah , sekarang kau boleh keluar " kata Ferdi
" Oh iya pa, apa ada perlu yang lain lagi pa " kata wanita itu
" Tidak keluar lah saja mau bekerja " kata Ferdi yang kembali mengecek berkas nya Melanjutkan pekerjaannya yang lain.
" Yah payah dia tampan dan dingin kalo bos lain pasti klepek klepek lihat gue, ah lain kali pakai yang lebih seksi deh " kata wanita itu keluar dari ruangan Ferdi
*********
Sedangkan Rio dan Aqila juga Via asyik makan di kantin kampus Karna mereka memang baru bisa bertemu Rio lagi setelah lama tak bertemu .
" Apa kalian pernah bertemu Tommy " kata Rio menatap dia temannya
" Tidak ri, dia hilang begitu saja lost contacts sama kita emang dia kemana ?" kata Via
" Amerika , dia kuliah disana , Apa Aya baik baik saja " kata Rio yang sempat sedih mendengar kisah Aya yang jadi pelunas hutang ayah nya
" Iya dia baik baik saja. suaminya memperlakukan nya dengan baik Dan Aya bisa menerima nya " kata Aqila
" Oh ... gitu ya sudah kalo kalian mau nyari kost hubungi gue, Tapi sekarang kalian ku tinggal ya Karna ada mata kuliah habis ini " kata Rio teman mereka satu SMA dulu bersama Aya
" Ya trimakasih ya ri sudah bantu kita " kata Via
" Sama sama salam buat Aya ya " kata Rio Yang lalu beranjak dari tempat duduknya Dan ia bergegas kembali ke kelas nya
__ADS_1
" Alhamdulilah sudah beres bisa kuliah lagi " kata Aqila yang senang ia bisa kuliah lagi Dan Via juga mulai mendaftar Yang seharusnya mereka sudah semester kedua tahun ini .
" Ya ayo pulang " kata Via yang dianggukan Qila Lalu mereka pergi meninggal kan kampus
Di rumah Aya menarik nafas dalam Ketika bisa menyelesaikan 6 gambarnya sambil meletakkan pensilnya lalu merapikannya Dan membawanya kekamar Lalu berbaring diatas ranjang karna mengantuk .
Sedangkan di depan teras Ara baru saja pulang dari sekolah Dan kembali menutup pintu pagar .
" Ayah sudah pulang " kata Ara melihat Ayah nya sedang membaca koran .
" Sudah nak , Ara tumben pulang cepat " kata pa Kevin
" Ya yah tadi Ara ikut test kelas akselerasi kaya dulu " kata Ara
" Heh..... baguslah apa nanti Ara mau kuliah kalo sudah lulus SMA " kata Ayah
' Ngak yah , Ara ingin buka usaha saja buat apa kuliah tinggi tinggi hanya untuk formalitas saja Ujung ujung buat cari kerjakan Mending Ara bikin usaha saja biar bisa buka lapangan kerja Dan Ara bisa duduk manis " kata Ara
" Hahaha . .. ya terserah Ara saja " kata pa Kevin Yang punya dua putri berbeda pemikiran nya Namun pa Kevin tak mau membeda bedakan mereka . Yang penting mereka hidup rukun .
Aya pintar dengan kedewasaan tapi lugu dan polos juga lembut dan ramah Dan juga ia punya pemikiran sederhana Sedang Ara sedikit tomboy cuek mandiri tapi dewasa dan cerdas Namun Ara tak terlalu senang diatur Apa lagi dikasari Ara akan marah dan membalas kasar Tapi masih dalam batas wajar .
" Apa kak Aya di rumahnya. yah " kata Ara yang sudah berganti pakaian dengan baju hitam .
" Iya tadi kakakmu sedang menggambar Ara mau kemana lagi " kata pa Kevin
" Ara pergi latihan dulu yah , mau buat
lomba " kara Ara
" Ya nak, hati hati " kata pa Kevin
" Ya yah ,nanti Ara bawakan gorengan enak buat kak Aya kalo lewat mas nono " kata Ara yang tahu kakak nya pasti sibuk membuat desain sedang Ara tak suka menggambar ia lebih suka latihan fisik .Lalu kembali hilang di balik pagar tinggi rumahnya
**********
Disebuah apartemen Kaifa sedang sibuk
__ADS_1
merapikan dapur . Di masa kehamilan nya yang makin membesar membuat nya berhenti menjadi model . Tak lama suara bel pun berbunyi Dan Kaifa bergegas membuka pintu .
.
Ceklek ...
" Mamah kok kesini " kata Kaifa kaget
" Hanya ingin melihat mu saja " kata mamah menatap apartemen anaknya itu cukup rapi .
" Apa sekarang seorang model sibuk mengurus rumah " kata Mamah
" Lalu Kaifa harus apa lagi mah " kata Kaifa yang memang tak berbakat mengurus kantor Sempat setahun bekerja dikantor sang papah ia keluar Karna merasa tidak nyaman dan pusing Memikirkan banyak laporan
" Kau ini, apa kau tak punya keahlian lain selain jadi model " kata mamah .
" Mah kaifa tak punya keahlian lain mamah sendiri yang menyuruh Kaifa jadi model Lalu Kaifa harus bagaimana lagi Kaifa lagi hamil tubuh Kaifa melar Dan di kantor Kaifa tidak berbakat lalu Kai harus bagaimana lagi " kata Kaifa
" Kau bisa belajar berbisnis dengan suami mu , kalo kau begini terus kau tak akan bisa hidup maju Kai .Suami mu itu hanya punya sedikit uang Palingan juga 100 kebawah dan itu pun mengurus perusahaan papi nya " kata mamah Kai
" Lalu mamah mau apa " kata Kaifa
" Buat dirimu cantik lagi Dan belajar lah berbisnis untuk bisa sukses Kalo kau hanya kerja didapur semua orang juga bisa Mamah bisa bayar kan kau seorang pelayan . Sekarang mencari uang itu susah Jadi kau harus turun tangan untuk berbisnis Untuk mengantikan mamah dan papah mu di masa depan ." kata mamah
" Tapi mah tak semua melulu dengan uang kan Wandi sudah memberi ku semangat biar kami bisa saling menghargai Dan dia juga tak memaksaku bekerja cukup melayani nya dirumah dengan baik " kata Kaifa
" Anak bodoh kau ini seorang model berbakat jual bakatmu menjadi uang jangan diam saja Tak masalah menjadi model ibu ibu hamil Yang penting bisa menghasilkan uang " kata mamah
" Ya mah lihat nanti " kata Kaifa yang mulai bosan diatur atur sang mamah sejak menikah dengan Wandi .Yang membuat Kaifa pusing Entah ada apa dengan mamahnya itu Akhir akhir ini
Disisi lain Naura baru saja masuk ruang kerja Setelah dari rumah sang mertua nya Yang memintanya untuk menemani
Reyhan di Jerman .Minggu depan ada pertemuan penting padahal ia sedang sibuk
" Sial bagaimana aku bisa mendekati mami Risma " batin Naura yang ingin menyaingi bisnis mami mantan nya Dan mengambil alih usaha itu bila punya kesempatan
" Ah...... belum juga resepsi sudah banyak mengatur tuh mertua " dumel Kaifa
__ADS_1
Yang ingin bisa cepat sukses dengan obsesi nya menjadi pengusaha butik.
Lalu bersandar di kursi kebesarannya memikirkan cara untuk bisa memantau usaha nya sambil mencari peluang bagaimana bisa merebut hati mami Risma untuk bisa menguasai pasaran penjualan