
Sedangkan Ferdi dan papi hanya diam saja mendengar obrolan para wanita itu Karna itu urusan para kaum hawa
" Jadi Aya seorang desainer ?" berarti punya butik sendiri dong " kata tante Tanti menatap Aya
" Iya lah , tapi ngak gratis Kalo mau gratisan Kalian bisa memilih nya di kamar tengah di situ ada walk closet Dan disana barang barang baru juga kelebihan dari butik "' Kata mami Risma
" Wah boleh tuh, nanti kita lihat ya Dis, kan gratis Lumayan buat di pakai ke kondangan " Kata tante Tanti
" Ya kalian bisa memilih nya sendiri Karna memang itu di siapkan untuk para tamu " Kata mami Risma santai Sambil menikmati sarapan pagi nya
Sedangkan Aya tak berkomentar apa apa Ia hanya sibuk makan Sambil sesekali tersenyum pada Ferdi yang kadang minta tambah lagi Ingin makan telur dan ikan salmon bakarnya Karna enak dan lezat Yang sengaja Aya buat untuk Afnan dan Aska sarapan .
" Berarti kita bisa datang awal tante , aku mau lihat Apa model model pakaian Aya Ferdinan menarik Atau hanya untuk kelas bawah saja " Sindir Disti
" Ya silahkan saja , kau bisa menilainya sendiri Karna setiap orang punya style masing masing Dan selera yang berbeda Kalo tertarik ya silahkan , tidak juga ngak masalah " kata Aya santai Tanpa merasa tersinggung oleh perkataan Disti Karna Aya sudah berpengalaman Membantu mami selama hampir dua tahun ini Dan Aya juga punya gaya sendiri untuk mengembang kan desain modelnya Karna ia sudah punya nama sendiri dari bimbingan mami Risma mertuanya
" Wah....... lho percaya diri sekali nona Aya " kata Disti
" Iya dong itu harus, apa lagi dia seorang desainer " Kata Ferdi membela Aya Karna tahu Disti ingin membuat down nyali Aya .Namun Aya hanya tersenyum
" Ya abang benar .Kalo kau tak percaya diri kau tak akan bisa maju maju " Kata Aya tersenyum .Karna ia tahu Disti ingin meremehkan nya
Papi dan mami tersenyum kini menantu mereka itu sudah mulai pandai bicara membela dirinya sendiri Karna selama ini Aya sangat pendiam dan penurut Tapi seiring nya waktu berjalan Aya banyak belajar Dan bisa menempatkan dirinya Karna bagaimana pun ia akan menjadi nyonya di rumah itu.
Disisi lain Emma dan mamah Anya baru saja menata barang belanjaan mereka di mobil taxi ketika seseorang menarik tangan Emma
" Eh siapa kalian ?" kata Emma kaget
" Ikut kami , bos kami ingin bertemu Kalo tidak ibu mu akan celaka " Ancam dua pria itu menaruh pisau di pinggang Emma Yang membuat Emma takut
" Em... siapa mereka ?" kata mamah Anya ikut kaget Tapi tidak tahu kalo Emma sudah di ancam .
" Mamah pulang duluan ya .Emma ada urusan sebentar ini uang nya dan titip tas Emma Biar Emma bicara dulu dengan teman Emma " kata Emma yang menaruh ponselnya di sakunya Lalu mengikuti dua pria itu berjalan masuk mobil Namun ujung ekor matanya menghafal nomor plat mobil yang di naikinya . Mobil itu pun meninggalkan pasar dan mamah yang menjauh Dan membawa Enma ke suatu tempat Emma yang merasa tak kenal mereka pun berusaha menghubungi Sam Yang tadi pagi ia minta nomornya Dan memberitahu plat nomor mobil yang membawanya pergi Berharap Sam bisa menolong nya Karna ia tidak tahu siapa pria yang ingin bertemu dengan nya .
Tak lama mereka sampai di sebuah gudang tua di pinggiran kota Dan disana Tony sudah menunggu mereka
__ADS_1
" Hai Emma sayang apa kabar ?" kata Tony menyapa Emma
" Kau.... !!! Jadi kau yang menculik ku " kata Emma yang mengingat ia berkenalan dengan Tony di mall Yang juga sempat merayu nya
" Wow .... Kau kaget rupanya Tapi aku menyukai mu , menikah lah dengan ku. Aku ingin kau jadi milik ku " kata Tony mendekati Emma
" Maaf Tony aku tak mencintai mu Kenapa kau memaksa ku .Bukan kah di luar sana banyak gadis cantik " kata Emma mundur dari Tony beberapa langkah ke belakang
" Hei ......jangan naif Kau butuh pekerjaan kan Aku bisa membantu mu Ayo ikut aku " kata Tony menyeret tangan Emma
" Ton, lepas .... Jangan main paksa aku tidak suka " kata Emma
" Baiklah ayo ikut akan aku beri tahu kan sesuatu " kata Tony membawa Emma kesebuah kamar Lalu setelah Emma masuk Tony pun menguncinya
" Ton, ini..... Kau mau apa ?" kata Emma ketakutan Karna ia berada di sebuah kamar tidur
" Aku mau keluar , kita bicara di luar saja " kata Emma dengan tangan gemetar
Sedangkan mamah yang baru sampai Marasa curiga dengan Emma lalu memanggil Sam yang baru saja selesai bicara pada Alan .
" Hah..... di mana mah " kata Sam Yang lalu mengecek pesan Emma yang masuk
****
Bang tolong aku Ada orang yang membawaku plat mobil B 4320 AK
******
Sam pun lalu langsung menelpon Ken untuk mencari jejak Dan lalu menelpon Emma
" Iya bang ini Emma " kata Emma mengangkat ponsel nya
" Hahaha...... sini kau tak perlu bicara dengan siapa pun Kau milikku " kata Tony yang merampas ponsel Emma Yang sempat terdengar jelas oleh Sam Dan melemparnya kedinding hingga retak .
" Tony .... apa yang kau lakukan , tolong biarkan aku pulang " kata Emma ketakutan
__ADS_1
" Tidak akan sayang, kau milik ku sekarang Dan tak seorang pun bisa menganggu milik ku " kata Tony Yang mendorong Emma keatas ranjang
" Tony jangan lakukan itu , aku akan menuruti mu ayo kita bicara baik baik Kita bisa menikah baik baik " kata Emma yang semakin ketakutan
" Ya itu urusan nanti " kata Tony mendekati Emma
" Jangan Ton , kita bukan suami istri
Kita harus menikah dulu bila ingin melakukan nya " kata Emma semakin takut Karna Tony makin ingin menyentuh nya
" Tak perlu kau, kita nikmati dulu saja Kata Tony mencium bibir Emma
" Ahk .... lepas aku tidak mau " kata Emma mendorong Tony
" Tidak akan em, kita bercinta dulu baru aku akan melepaskan mu " kata Tony Yang langsung merobek baju Emma
Emma pun berontak sekuat tenaga memukul dan menendang Tony Namun perlawanan nya sia sia Sampai Tony merobek semua pakaian nya dan menarik rok Emma dengan mudah Hingga meninggalkan bra dan dalaman saja
" Tolong Ton, jangan lakukan ini aku mohon aku mau menjadi istrimu " isak Emma karna ketakutan
" Oh ya tidak bisa , kau layani aku dulu Baru kita menikah sayang Ayo jangan menangis kemari lah " kata Tony menyeringai senang melihat tubuh putih mulus Emma yang terpampang nyata di depan mata Dan itu membuat nya sangat ingin mencicipi gadis muda itu Yang tak jauh dengan usia Cindy istrinya.
" Tidak aku ingin pulang , jangan lakukan isak Emma semakin ke pojok tempat tidur Dan Tony menarik kaki Emma
" Aaa........ aku tidak mau " teriak Emma berontak
" Kau harus mau ,ayo lah ini hanya sebentar nanti kau juga akan ketagihan nanti bila sudah merasakannya " Kata Tony yang menyobek bra dan dalaman Emma Hingga tubuhnya polos
" Jangan ..... tolong .... Jangan laku kan Ton .Jangan ....Isak Emma yang menangis sejadi jadinya Karna ketakutan tak ada lagi yang menutupi tubuh polosnya Dan Tony pun tersenyum senang Lalu mendekati Emma
" Ton jangan " kata Emma mengiba giba berharap Tony tak mendekatinya Ketika Tony melepas kaosnya Dan juga pakaian nya Dan merangkak keatas tubuh Emma
" Aaaa....... kau biadab " teriak Emma mencakar Tony berusaha berontak Dan tiba tiba
Brak...............
__ADS_1