Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 478


__ADS_3

Di kantin mereka di kantin asyik makan sepuas nya Karna gratis Arum juga sempat mengirim pesan pada Tari dan Alin juga Di tambah Iksan dan Tama Hingga mereka semua menjadi heboh . Walau yang sudah tahu hanya Aya Anya dan Arum Namun Gita cukup berhati hati untuk bicara Karna tak ia ingin para dosen tahu pernikahan kilat nya dengan pa Gery Karna ia ingin bisa pergi kkn dengan tenang . Tanpa ada banyak pertanyaan . Biar ketika lulus saja ia akan memberi tahu lewat undangan Agar ia bisa fokus untuk menyelesaikan skripsinya


Disisi lain Tris dan Ferdi sedang asyik makan siang .Mereka sambil menunggu Yusuf datang Karna tadi mereka sudah janjian untuk bertemu Bersama Wandi yang juga ikut bergabung


" Wah.... akhirnya.....gue pikir lho ngak jadi datang bro" Kata Tris Melihat Wandi datang lebih dulu dari Yusuf


" Masa iya gue ngak datang , kan undangan makan dari bos besar " kata Wandi menarik kursi


" Pesan gih, gimana kabar Kaifa Trus sudah bisa apa bayi lho ?" kata Tris


" Alhamdulilah dia sehat Kaifa fokus dirumah Tris , sambil jualan sembako di depan rumah kami Aku membangun kan Kaifa mart untuknya Biar dia punya kesibukan sendiri " Kata Wandi


" Itu bagus Wan , jadi dia kerja sambil mengasuh anak kalian juga " Kata Ferdi


" Ya itu yang gue harapkan" kata Wandi Yang senang pada akhirnya rumah tangga nya dan Kaifa baik baik saja Setelah mamah Kaifa berhenti mengusik mereka . Dan Kaifa juga tidak lagi berharap pada Ferdi .


" Ayo makan , tuh makanan sudah datang kalau mau pesan lagi pesan saja Wan" Kata Ferdi .Sambil mengeser piring nya


" Wah .... Kok gue terlambat nih " Kata Yusuf menarik kursi untuk duduk


" Baru mulai bro, kok lama " Kata Tris


" Ngantar Via dulu ke rumah mami Tadi mami minta Via kesana. Mau bertemu dengan cucunya " kata Yusuf


" Ya jelas dong , biasa nya seorang nenek lebih sayang cucu nya ketimbang anaknya " kata Tris


" Tapi tak semua Tris " kata Wandi


" Wah..... kalo itu pengecualian , Mungkin masalah nya berbeda " Kata Tris yang tahu banyak masalah Wandi


" Kau harus sabar, ngak usah di ambil hati. Lagi pula lho hidup tak minta dari mereka kan Kalo dia mau ambil anak nya ya silahkan saja . Lho juga bisa ambil anak lho cari bini baru " Kata Ferdi Sambil mengunyah makanan nya


" Kalo papi tetap tak berubah Fer .Cuma mami saja Mungkin masih belum terima Tapi aku sudah menjaga jarak Dan memberi kan Kaifa pilihan Dia bebas menentukan nya Sampai akhir nya dia memilih bertahan .itu hak nya .Dan aku juga tidak memaksa Aku hanya ingin yang terbaik saja bagi kami " kata Wandi

__ADS_1


" Itu sudah bagus Wan, santai saja ngak usah pusing .Sudah biasa mertua jadi musuh bebuyutan menantu kan Di buat santai saja hidup terus berjalan " Kata Yusuf


" Yoi tuh Yusuf saja sekarang hidup bahagia Setelah berpisah dari istrinya Ketimbang stress ..Gimana kabarnya tuh mantan ?" kata Tris


" Entah lah , aku juga tak pernah bertemu dengannya Terakhir bertemu dia. Dia menjadi model di sebuah perusahaan .Dan itu pun dia tak mau menyapa ku " kata Yusuf santai . Yang tak ambil pusing dengan mantannya Karna semua sudah berlalu Dan kini Yusuf sudah bahagia bersama Via dan putranya


" Ya ngapain juga di pikir . Yang lalu biar lah berlalu Tak ada gunanya di kenang Yuk makan " kata Tris Ketika pesanan Wandi dan Yusuf datang


" Iya lah masa mengingat masa lalu .Kita fokus saja menata masa depan " Kata Ferdi sambil mencomot ikan gurami asam manisnya


" Tapi ngomong ngomong tuh si Tristan sudah pulang belum " kata Wandi


" Belum biasa dia lagi bersenang senang dalam rangka menyusul kita " kata Tris


" Hahaha ..... pastinya dia gas habis sampai pool " kata Yusuf tertawa


" Iya lah , kan sudah sah mau ngapain lagi " Kata Wandi Sambil sesekali makan lalapan nya Karna mereka makan di restoran makan ala sunda Dengan tempat yang sudah si pesan Tris sejak kemaren Karna antri dan penuh .


" Ya semoga saja dia bahagia . Biar semua nya aman dan lancar " Kata Ferdi


" Iya benar itu " kata Yusuf .


Mereka berempat pun asyik makan dengan lahap Tanpa mereka sadari tadi dua pasang mata berkaca kaca mendengar ucapan Yusuf .Yang duduk bersama pria lain bersama teman nya . Karna melihat mantan suaminya itu sudah bahagia bersama istri baru dan anaknya.


***********


Di kantor Ferdi Emma baru saja duduk ingin makan di kantin kantor Ketika Belva duduk di depan nya


" Hai ... boleh bergabung " kata Belva ramah


" Ya silahkan , slamat makan " kata Emma yang menyuap nasinya Karna tadi sempat kaget teman nya itu akan kembali mengganggunya


" Apa kita bisa berteman " Kata Belva

__ADS_1


" Bukan kah kita sudah berteman " kata Emma santai Karna tak mau terusik dengan temanya itu Dan Emma memilih hanya menjawab ketika di tanya saja Dan lebih banyak diam Sambil asyik menikmati makanannya .


Emma bukan tidak tahu sifat Belva Yang arogan padanya Tapi dia juga tak ingin punya musuh di kantor Jadi sebisa mungkin Emma bersikap biasa. Karna sejatinya akan terlihat sifat asli orang lain Ketika di belakang kita Namun kita harus bersikap biasa saja Agar kita bisa melihat mana teman yang tulus Dan mana teman yang munafik Dengan seiringnya waktu berjalan sifat itu akan terbuka dengan sendirinya Dan Emma hanya berhati hati bersikap


" Aku duluan ya Bel " kata Emma beranjak dari duduk nya .


" Ya " kata Belva tersenyum .


Lalu Emma pergi meninggal kan meja nya Menuju tempat mencuci tangan di wastafel dekat pintu kantin sebelum ke ruangan nya


" Ck..... dia pikir aku mau berteman dengan nya , sorry saja Kalo ngak alasan dia masih sekertaris presdir Sorry banget punya teman orang kelas rendahan " gerutu Belva pelan


Sedangkan Emma yang tak jauh jauh dari sana Hanya mengelengkan kepala nya melihat pantulan Belva dengan wajah cemberut .


" Aku pikir aku tidak tahu sikap munafik mu Bel, huh...... Suatu saat nanti kau juga akan merasakan saat kau tak punya teman Ketika semua teman teman mu itu hanya dekat ketika kau senang saja " Kata Emma .Lalu meninggalkan kantin Tanpa menoleh Karna baginya lebih baik sendirian Dari pada punya teman munafik Dan hanya ingin manfaatkan diri kita saja


" Emma " Kata Widya asisten Bima


" Ya mba gimana ?" kata Emma


" Tuh titipan pa presdir Tadi kita semua dapat " kata Widya menujuk Area meja sepanjang jalan menuju ruangan presdir


" Kami cariin , eh malah dari kantin " kata mba Diva


" Tadi lapar mba, jadi kekantin Trimakasih mba . Ini bisa buat nanti makan di rumah " kata Emma tersenyum .


" Di rumah apa buat Sam ?" goda Widya Yang tahu Emma dekat dengan Sam


" Buat Sam juga boleh " Kata Emma santai .


" Cie.... ngak dapat presdir sopir juga jadi kan Em " kata Diva menyindir


" Presdir sudah punya istri mba, ngak mungkin mau di goda Mending sopirnya jomblo " kata Emma tersenyum

__ADS_1


" Hahaha...... Ngaku dia , aku pikir ada niat terselubung " kata Diva


" Ngak berani mba , tahu diri dong Saya di sini kerja mba ngak mau macam macam . Presdir baik sama kita itu sudah cukup kok " Kata Emma bersyukur punya bos yang cuek Tapi baik Ketimbang Arogan dan mengesalkan


__ADS_2