
Alan dan Tina pun lalu masuk kekamar mereka. Sedangkan Aya dan Ferdi juga papi dan mami berkumpul di ruang tengah Sambil ngobrol santai Menemani Afnan dan Aska yang bergelayut mesra di tubuh Ferdi
" Gimana kuliahnya Ay?" kata mami
" Ya begitu lah mi, tapi Aya bulan depan akan ikut lomba desain mi " kata Aya senang
" Bagus itu Ay ,padahal baru masuk tiga bulan kan . Nanti akan mami bantu kalo memang ada lomba " kata mami
" Ya mi " kata Aya yang juga masih aktif membantu mertuanya itu mengurus butik Walau Aya hanya di belakang layar Namun Aya tetap ikut ambil bagian Karna mami sudah memberikan kepercayaan padanya Kalo butik milik mami akan menjadi miliknya
" Wah...berarti kalian sudah mulai sibuk Dan papi juga ingin sibuk sama yang Yang dua ini " Kata papi menarik kaki Aska dan Afnan
" Hehehe.....aduh ....atit " kata Afnan pura pura mengaduh yang lalu memeluk Ferdi
" Alah mana ada ... pintar bohong sama opa ya sekarang !!" kata Papi terkekeh
" Biasa pi, mereka sekarang sudah bisa mengoda mami dan papi " kata mami mencium Afnan
" Agan ma, alu .......celoteh Afnan bicara Walau tidak jelas namun Aya bisa mengerti apa maksud putranya itu
" Malu sama siapa ?" orang masih kecil juga , malu ......" kata Aya terkekeh
" Hahaha...... dia malu sama si kitty Ay tuh anak tetangga sebelah Yang suka lihatin Afnan " kata mami
" Kok bisa mi " kata Ferdi
" Kita ketemu pas jalan jalan di mal, nah Afnan suka terus tersenyum .Eh....tuh si
kitty nyosor langsung nyium Aska . Setelah itu dia mau nyium Afnan sama mami nya di bilangin gini ...ih genit malu masa cewek agresif . Trus langsung malu menutup wajah nya membuat Afnan terkekeh " cerita mami
" Hahaha...... jadi oma di bilang genit juga nih " kata Aya tergelak
" Nda ...." kata Afnan langsung memeluk Aya yang tertawa gemas
" Ngak lah , kan oma sama mamah sudah biasa cium cium .Kalo si kitty kan baru kenal " kata Mami
" Namanya kok Kitty mi, kaya kucing saja " kata Ferdi terkekeh
" Katrine Fer , tapi nama kesayangan nya di beri nama kitty " jelas papi
" O..... gitu , cantik ngak kak " kata Ferdi menepuk bokong Afnan
" Antik pa " jawab Aska
__ADS_1
" Ye ......Aska suka ade kitty ?" kata mami
" Nda kakak " tunjuk Aska pada Afnan
" Hahaha kok gitu main lempar nih " goda papi pada keduanya Yang membuat si kembar terkekeh Dan membuat semua orang tertawa bahagia Karna kehadiran dua bocah itu menambah kehangatan bagi papi dan mami Yang merasa bahagia Karna mereka bisa melihat dua cucu mereka Yang sangat mengemaskan dan juga pintar . Yang membuat papi Sandi bangga pada si kembar
" Tuan ini cemilan nya " kata bi Yam membawa minuman dan pisang goreng Juga cake buatan bi Yam sendiri
" Trimakasih bi, wah cocok ini ada puding juga buat Afnan dan Aska " kata Aya Yang ikut membantu bi Yam menatanya diatas meja .
" Sama sama nona , slamat menikmati " kata bi Yam tersenyum . Yang kembali kedapur mengantar nampan .
" Ayo siapa yang mau papi haus nih " kata Ferdi mencomot pisang goreng hangat Yang membuat Aska ikut mencicipinya
" De alot belum bisa " kata Aya
" Ngak apa apa sayang kan baru belajar makan ya ngak de " kata Ferdi tersenyum Membiarkan Aska ikut mencobanya.
Yang membuat Aya tersenyum melihat kedua putranya itu Karna Afnan juga mendekati papinya ingin mencoba makanan yang masih asing untuk mereka berdua .
Tak lama Alan dan Tina pun ikut bergabung .Yang membuat mereka ngobrol bersama dan bercanda di ruang tengah sambil di tunggu para pengasuh nya Yang tak jauh duduk sambil menonton acara televisi .
************
Yang sedang Alan awasi
" Bagus lan , awasi terus kaki tangan nya Aku tak habis pikir bagaimana ia bisa membodohi Reyhan " kata Ferdi
" Entah lah tuan , Tapi paling tidak Reyhan harus tahu Agar nanti dia tak salah paham dengan tuan muda " kata Alan menatap Ferdi
" Ya lan, itu setelah kita punya bukti Agar Rayhan percaya, Karna bisa saja Naura membolak balikan faktanya Bila kita tak berhati hati " kata Ferdi Yang tak mau gegabah dalam bertindak
" Ya tuan muda benar , kita lihat dulu Sejauh mana dia melancarkan aksinya Agar kita tahu apa rencana selanjut nya " kata Alan
" Ya lan , awasi saja jangan lengah . Dan beritahu Tina untuk berhati hati Karna pasti mereka akan mengincar Aya di kampus " kata Ferdi membuang nafas kasarnya .
Setelah cukup lama bicara mereka pun keluar dari ruangan kerja dan Ferdi pun kembali ke kamarnya
Di sisi lain Heni merasa kecewa melihat wajahnya berubah .ia sangat marah pada dirinya sendiri Karna ia tidak tahu kapan wajahnya itu berubah Padahal ia sudah menghabiskan banyak uang Untuk
operasi plastiknya Meniru wajah Aya Yang menjadi bagian dari rencana nya Untuk mendekati Ferdi Tapi itu sia sia Dan anehnya bagaimana Gustav bisa tahu Kalo ia Heni bukan Aya .
Ceklek ....
__ADS_1
" Gustav " kata Heni bangun dari tidurnya
" Kau baik baik saja " kata Gustav mendekati Heni
" Tidak " geleng Heni
" Kenapa ?" kata Gustav
" Wajahku ..... bagaimana bisa wajahku berubah " kata Heni menatap Gustav
" Kau tahu Hen, ada orang yang tak terima kau meniru wajah istrinya .Kau pikir Ferdi tidak tahu . Kau salah hen. Dia mengenal istrinya dengan baik ..Dan cinta nya tak bisa membuat nya tertipu
Berhentilah hidup dalam kebohongan Hen .!! Jadilah dirimu sendiri .Aku sayang padamu .Dan aku ingin kita saling mulai dari nol lagi . Aku membawa mu kesini Agar kau tidak sakit hati Apabila Ferdi melihatmu ia akan menangkap mu Dia tidak akan mengampuni mu kali ini Pasti ia akan memenjarakan mu seumur hidup " kata Gustav mencoba memberi pengertian Yang membuat Heni menangis lalu memeluk Gustav
"Hiks......hiks ..... Kenapa harus begini ?" Tangis Heni pilu
" Itu lah takdir, jangan menangis . Dalam hidup ini menang dan kalah itu biasa. Persaingan bukan sebuah alasan untuk membuat kita merubah jati diri .Lihatlah diluar sana masih banyak orang yang hidup bahagia " kata Gustav memeluk Heni Dan mengusap punggungnya pelan Karna tubuh Heni terguncang oleh isak tangis nya
" Aku takut " kata Heni lirih
" Ada aku disini kau tak perlu takut " kata Gustav yang sayang pada gadis asia itu .Yang sebenarnya punya wajah cantik Namun karna obsesi nya dan pergaulan yang buruk Merubah sifat Heni yang polos menjadi jahat .
" Maafkan aku , bila aku menyakitimu " Kata Heni
" Aku sudah memaafkan mu " kata Gustav mencium kening Heni
" Temani aku tidur disini , jangan pergi ." rengek Heni pada Gustav
" Ya ayo tidur " kata Gustav yang memeluk tubuh Heni di ranjang Karna iba pada istrinya itu Dan sekarang Heni mengandung benihnya .Tanpa wanita itu belum menyadarinya. Dan Gustav ingin Heni tahu dengan sendirinya Karna sudah beberapa malam ini Heni tak mau jauh darinya.
" Apa aku berat , akhir akhir ini tubuhku rasanya terlihat gemuk " kata Heni
" Tak masalah itu wajar bila kau banyak makan ." kata Gustav tersenyum
" Apa kau tak jijik melihat ku gendut " kata Heni menangkup wajah Gustav
" Tidak , kau tetap cantik di mataku " kata Gustav
" Trimakasih tidak membenciku " kata Heni Yang membuat Gustav tersenyum Dan Heni pun lalu melepas pakaian nya Karna ingin menyenangkan Gustav
" Apa kau tidak lelah " kata Gustav
" Tidak , aku tak melakukan apa apa seharian ini " kata Heni membenamkan kepala Gustav di dadanya .Dan Gustav tak menampik .Kalo ia juga menyukainya
__ADS_1
Dan malam ini Gustav tak membuang kesempatan itu